Satu Atap Dengan Pria Asing

Satu Atap Dengan Pria Asing
Bab 22. Unboxing


__ADS_3

Amy menelan ludah kasar. Ketika dia menatap mata Jordan, ada getaran yang baru dia rasakan untuk pertama kali. Lelaki itu tampak mengintimidasi.


Akan tetapi, entah mengapa Amy menyukainya. Tanpa sadar, Amy menggigit bibir bagian bawah. Melihat sang istri menggigit bibir membuat gairah Jordan meroket.


Jordan menganggap bahwa gestur tersebut merupakan salah satu cara perempuan untuk menggoda lelaki. Sebuah senyum miring terukir di bibir Jordan. Dia terus mendekatkan wajah ke arah Amy.


"Apa kamu mau mencoba permainan ini? Di awal mungkin akan sakit. Tapi aku akan berjanji untuk membuatmu menjerit nikmat setelah rasa sakit itu hilang!" Suara Jordan mulai serak karena gairah yang mulai merayap.


Amy tidak menjawab. Perempuan itu tahu ke mana arah pembicaraan Jordan. Tak sabar menunggu persetujuan Amy, lelaki tersebut mencari tahu sendiri dengan mendaratkan ciuman ke bibir sang istri.


Hati Jordan rerasa begitu lega ketika mendapati Amy membalas serta berusaha mengimbangi ciumannya. Mereka berdua saling bertukar saliva. Mencurahkan perasaan melalui ciuman serta sentuhan lembut di beberapa titik yang menimbulkan gelenyar aneh.


Setelah merasa suhu tubuh Amy terasa semakin panas, Jordan mulai melepaskan ciumannya. Amy tampak kecewa karena perbuatan sang suami. Jordan tersenyum lembut, kemudian membelai rambut Amy.

__ADS_1


"Apa aku boleh menghamilimu, Sayang?" tanya Jordan dengan suara yang seraknya yang menggoda.


Amy tersipu malu. Amy menarik tubuh Jordan agar sang suami tidak melihat bagaimana malunya dia saat ini. Sudah bisa dipastikan wajah Amy kini pasti semerah kepiting rebus.


Setelah mendapatkan persetujuan, Jordan pun mulai beraksi. Menyentuh setiap inci tubuh Amy dengan lembut dan hati-hati layaknya sedang mengusap guci porselen dari Dinasti Han. Keduanya pun terlibat dalam kegiatan panas.


Kegiatan itu berakhir setelah kecebong Jordan keluar dari naganya dan menghambur ke dalam rahim Amy. Peluh bercucuran serta senyum kepuasan terukir di bibir mereka. Malam itu adalah malam bersejarah bagi mereka berdua.


Amy hanya tersenyum tipis sembari mengangguk. Dia tidak mau menatap sang suami karena malu. Amy memilih untuk menyembunyikan wajahnya ke dalam pelukan Jordan.


Rasa lelah pun menghampiri keduanya. Mereka tidak lagi sempat bercerita dan bertukar kisah di atas ranjang. Mereka pun akhirnya tertidur dalam posisi saling berpelukan.


Hari pun berganti, langit gelap kini berubah menjadi biru dengan awan berarak menghiasinya. Amy mulai menggeliat karena sinar matahari tang menerpa wajah melalui celah jendela. Perempuan itu setengah sadar ketika turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


"Kenapa tubuhku rasanya sakit semua? Terutama di area ...." Amy menunduk, melihat bagian bawah tubuhnya.


Amy langsung terbelalak ketika menyadari bahwa dia baru saja menyerahkan keperawanannya kepada Jordan. Amy menutup mulut menggunakan kedua telapak tangan. Bola matanya membulat sempurna.


"Astaga, apa yang aku lakukan?" Amy meremas rambutnya sendiri ketika menyadari apa yang baru saja terjadi dengan dirinya.


Amy melepaskan setelan baju tidurnya dan melemparnya ke keranjang pakaian kotor. Amy kembali terbelalak karena melihat kondisi tubuhnya yang penuh dengan noda merah akibat perbuatan Jordan.


"AAARRRGH, JORDAN!" teriak Amy sekuat tenaga.


Jordan yang baru masuk ke kamar pun langsung menoleh ke arah kamar mandi dengan pintu yang masih tertutup. Sontak Jordan langsung menendang pintu itu karena khawatir Amy terluka atau semacamnya. Setelah pintu terbuka, Jordan kembali dikejutkan oleh pemandangan di hadapannya.


"Kenapa kamu masuk?"

__ADS_1


__ADS_2