Satu Atap Dengan Pria Asing

Satu Atap Dengan Pria Asing
Bab 28. Sadar


__ADS_3

Mona terbelalak manakala melihat Mordan sedang terkulai lemas dengan seorang perempuan cantik yang duduk di atasnya. Morgan lemas bukan karena sakit atau semacamnya. Namun, dia baru saja mendapatkan ******* setelah berhubungan badan dengan gadis cantik di atasnya.


"Morgan!" teriak Mona dengan suara bergetar.


Tubuh perempuan itu pun gemetar hebat karena menahan amarah. Dia tidak menyangka Morgan yang beberapa menit lalu mengatakan bahwa tidak malu dengan hubungannya, kini terlihat sedang bercinta dengan perempuan lain.


Jordan mendorong pelan perempuan yang ada di atasnya. Lelaki itu menaikkan kembali celananya, kemudian membetulkan ritsleting serta ikat pinggang. Setelah selesai dia tersenyum miring dan memutar tubuh.


"Kenapa?" tanya Morgan tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Bibir Mona gemetar. Kepalanya seakan ingin meledak karena benar-benar kecewa dengan sikap Morgan. Detik itu juga dia teringat dengan ucapan sang putra, bahwa Jordan hanya memanfaatkan serta mengelabuhinya.


Diam-diam Mona mengirimkan pesan kepada Jordan. Dia mengirimkan lokasi terkininya, agar sang putra menyusul ke sana. Sambil menunggu Jordan datang, Mona mencoba menguatkan hatinya.


"Siapa perempuan itu?" tanya Mona dengan suara sedingin mungkin.


Meski hati Mona hancur. Dia pantang meneteskan air mata di depan orang yang sudah menyakitinya. Perempuan itu terus menatap tajam gadis yang bersembunyi di balik tubuh tegap Morgan.

__ADS_1


"Rosa, dia ...." Morgan memegang bahu Rosa kemudian menariknya ke dalam pelukan.


"Kekasihku!"


Rosa tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Namun, mata serta senyumnya seakan sedang mengejek Mona. Melihat sikap Morgan, Mona malah tertawa terbahak-bahak.


Sudut mata Mona mulai basah karena tawanya yang pecah sekaligus hati yang begitu nyeri. Dia mengeluarkan semua perasaannya melalui tawa karena tidak mungkin menangis histeris.


"Kekasihmu? Sejak kapan?" tanya Mona sambil terus tertawa terbahak-bahak.


Morgan tampak kesal karena merasa diremehkan oleh Mona. Awalnya dia berniat membanting mental sang istri, tetapi justru dia yang kena mental. Tujuan awalnya gagal karena sudah salah prediksi.


"Wah, aku minta maaf sudah menjadi selingkuhan pacarmu!" Mona melipat dengan di depan dada sambil tersenyum miring.


"Hei, tunggu! Tapi aku ini istri sahnya. Berarti kamu dikhianati oleh Morgan demi menikahi wanita tua ini!" Mona berdecak sembari menggeleng.


"Kamu tahu apa artinya itu?" tanya Mona.

__ADS_1


Mona mendekati Rosa. Perempuan muda itu langsung menarik lengan Morgan agar bisa bersembunyi di belakang lelaki tersebut. Mona tidak gentar begitu saja.


Mona malah menarik lengan Rosa. Setelah itu, dia menjambak rambutnya sehingga gadis itu meringis menahan sakit. Morgan berusaha melerai dua perempuan beda usia itu, tetapi gagal.


"Kamu kalah sama perempuan tua ini! Apa kamu tidak malu, ha? Harga dirimu jatuh!" ejek Mona.


"Dia menikahimu hanya karena menginginkan hartamu!" teriak Rosa sambil terus berusaha melapaskan cengkeraman tangan Mona.


"Benarkah? Sayangnya dia kurang pintar! Aku jauh lebih pintar jika masalah taktik berbisnis dan semacamnya! Dia tidak pandai bisnis!" Mona semakin mencengkeram kuat rambut Rosa hingga perempuan itu menjerit kesakitan.


"Kamu dan Morgan tidak lebih dari sekedar sampah! Makanya kalian berhubungan badan pun di tempat kotor dan kumuh seperti ini! Menjijikkan sekali! Dasar sampah!"


Mendengar Mona yang semakin menjadi-jadi membuat Mirgan naik pitam. Dia langsung mendorong kuat tubuh Mona. Perempuan itu tak sengaja melepaskan tangannya dari rambut Rosa.


Keseimbangan Mona goyah. Tubuhnya mulai miring dan akan jatuh ke atas jalan dengan posisi terlentang. Dia akhirnya memejamkan mata.


Membayangkan kepala terbentur jalanan beraspal membuat Mona bergidik ngeri. Dia berdoa dalam hati. Berharap ada orang yang datang menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2