
Jordan menelan ludah kasar ketika melihat tubuh Amy tanpa memakai sehelai benang pun. Amy pun menyilangkan lengan di depan dada. Dia terbelalak karena sang suami tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi.
"Kamu kenapa masuk ke sini?" tanya Amy panik.
"Ta-tadi aku mendengar kamu berteriak. Jadi, aku pikir kamu terluka atau semacamnya." Jordan berusaha mengalihkan pendangan, tetapi tubuh polos Amy sangat menarik perhatiannya.
"Keluar!" usir Amy sambil menunjuk ke arah luar kamar mandi.
Akhirnya Jordan pun keluar dari ruangan tersebut. Dia duduk di atas karpet seraya mengibaskan tangan berulang kali di depan wajah. Dia merasa suhu di ruangan itu naik.
Sebenarnya bukan suhu yang naik, melainkan gairahnya yang mendadak bangkit karena baru saja melihat pahatan indah yang Tuhan ciptakan pada tubuh Amy. Bayangan akan kegiatan panasnya semalam kembali melintas.
Sontak naga dalam sarang Jordan mulai menggeliat. Dia mengibaskan telapak tangan lagi ke depan wajah. Namun, usaha itu sia-sia karena tidak dapat menurunkan hasratnya.
"Aduh, Dragon. Tolonglah, Nak! Ini masih pagi! Papa tidak mau membuat istriku harus kembali mandi karena kamu berulah!" Jordan menatap bagian celananya yang mulai menonjol.
__ADS_1
Agar sedikit lebih nyaman, akhirnya Jordan memutuskan untuk mengganti celana yang dia pakai dengan celana lain yang lebih longgar. Dia masuk ke bilik kecil dengan papan kayu yang masih terpasang rapi. Setelah selesai berganti dengan celana olah raga panjang, Jordan pun keluar dari biliknya.
Lagi-lagi Amy tampak menggoda di matanya. Perempuan itu hanya menggunakan handuk sambil berdiri di depan lemari untuk memilih pakaian yang akan digunakan. Jordan tidak dapat menahan hasratnya sekarang.
"Maaf, Amy. Kali ini aku mau memaksamu!" seru Jordan lalu berlari cepat ke arah Amy.
Lelaki itu langsung melingkarkan lengannya pada pinggang sang istri. Amy pun tersentak dan berusaha melepaskan diri dari dekapan sang suami. Akan tetapi, Jordan menghiraukan Amy.
Lelaki itu terus mendaratkan ciuman pada leher Amy. Awalnya Amy meronta. Namun, lama-lama dia mulai luluh karena sentuhan bibir Jordan yang sangat lembut dan menggoda.
"Astaga, Amy. Kenapa kamu candu sekali untuk Dragon! Melihatmu menggunakan pakaian sedikit terbuka saja langsung membuatnya menggeliat untuk mencari sarang."
"Dragon?" Amy mendongak, lalu menatap sang suami sambil mengerutkan dahi.
"Iya, Dragon." Jordan melirik bagian bawah tubuhnya.
__ADS_1
Amy pun langsung mengikuti arah pandang sang suami. Bagian tubuh mungil itu sengaja digerak-gerakkan oleh Jordan agar sang istri menyadari apa yang dia maksud. Melihat tingkah konyol Jordan, membuat Amy mencubit dada sang suami.
Jordan pun mengaduh dan terus mengucapkan ampun. Dia mebcoba untuk menepis lengan Amy. Namun, semakin Jordan berusaha menepisnya, Amy semakin menjepit kuat dada sang suami dengan jari telunjuk dan jempolnya.
"Mesum! Mesum! Mesum!" seru Amy tanpa mau melepaskan jemarinya dari dada sang suami.
Jordan pun tak kehabisan akal. Dia kembali membalas dengan mendaratkan kelima jarinya ke atas bukit sang istri dan meremasnya. Sontak hal itu membuat Amy melepaskan tangannya.
Amy pun menjerit. Dia langsung menyilangkan tangan di depan sada. Perempuan itu pun menatap tajam ke arah sang suami.
"Makanya jangan main-main sama Oppa!" Jordan melipat lengan seraya tersenyum miring.
"Kuremas telur nagamu baru tahu rasa!" ancam Amy.
Amy langsung mencoba melancarkan serangan balik. Keduanya pun berakhir saling serang dengan cara menggelitik pinggang satu sama lain. Hari itu menjadi awal kebahagiaan mereka berdua.
__ADS_1