
Jay dan Iris yang sudah mendapatkan alamat baru Amy pun bergegas mendaki gunung. Keduanya sengaja datang ke rumah Amy tanpa memberi kabar kepada gadis itu untuk memberikan kejutan. Namun, ketika mereka sampai di rumah Amy justru keduanya yang dibuat terkejut.
Jay dan Iris menyaksikan Amy dan Jordan sedang berciuman. Jay terbelalak, sedangkan Iris membuang wajah karena malu melihat keduanya yang tampak sedang bermesraan. Ya, siapa pun pasti akan salah paham melihat posisi Amy dan Jordan yang seperti sedang sengaja berciuman.
"Apa yang kalian lakukan!" Suara Jay membuat Jordan dan Amy menoleh.
Sontak Amy melepaskan bibirnya dari Jordan. Keduanya langsung berdiri tegak dan menunduk menyembunyikan wajah yang memerah karena malu. Jay pun akhirnya mendekat ke arah sang kakak.
"Hyung?" Jay menundukkan kepala agar dapat menatap jelas wajah lelaki yang dia duga adalah kakaknya.
"Di-dia kakakmu?" tanya Amy dengan mata terbelalak.
"Ha-hai, Jay. Apa kabar?" Jordan mengangkat lengan untuk menyapa sang adik.
__ADS_1
"Aku kira kamu mati setelah menolongku hari itu."
"Menolongmu?" Amy memiringkan kepalanya, dia menatap Jay dan Jordan bergantian.
Akhirnya mereka semua duduk dan Jordan mulai menceritakan apa yang sudah terjadi kepadanya. Jordan menceritakan bahwa Rafael yang sudah tertangkap oleh polisi mengutus anak buahnya untuk membunuh Jordan.
Beruntung Jordan berhasil kabur dari kejaran anak buah Rafael. Dalam kondisi sekarat, Jordan nekat pergi ke Busan dan kembali ke rumahnya. Akan tetapi, setelah sampai di rumah kenyataan pahit menyapanya.
Sang ibu telah menjual rumah itu kepada Amy. Dia nuga tidak dapat menghubungi sang ibu karena kehilangan ponsel ketika dalam pelarian dari anak buah Rafael. Jay mengusap wajah kasar setelah mendengar semua cerita sang kakak.
"Ah, benar. Siapa perempuan ini?" tanya Amy dan Jordan bersamaan.
"Dia Iris, tapi ada satu hal yang aneh. Dia mengetahui secara detail kejadian yang menimpa Lily semasa hidup. Padahal, Iris baru pertama kali datang ke Korea."
__ADS_1
"Apa!" teriak Amy dan Jordan bersamaan.
"Benar ... jika kalian mau, aku bisa menceritakan semua detail cerita semenjak Lily mendapatkan perundungan ketika kuliah. Bahkan aku adalah orang yang berinisiatif membantu Lily untuk balas dendam, meski pada akhirnya dia harus meninggal karena ditikam oleh saudari kembarnya sendiri." Iris kembali berkaca-kaca karena teringat kisah kelam dan nasib buruk yang menimpa Lily.
Mendadak mata Amy berkaca-kaca. Gadis itu langsung menghambur ke arah Iris dan memeluk perempuan tersebut. Keduanya sedang melepas rindu.
Iris dan Jay menginap hari itu. Hari berganti, mereka pin berpamitan. Jordan mengatakan kepada sang adik bahwa masih belum bisa datang ke Seoul untuk menghadiri pernikahan Jay dan Iris.
Jay pun memaklumi kondisi sang kakak yang akan terancam jika tampak di sekitar Seoul. Setelah Jay dan Iris pergi, Amy serta Jordan kembali ke aktivitasnya. Amy sibuk dengan kesibukannya menulis, sedangkan Jordan semakin sibuk mengerjakan pekerjaan rumah.
"Penulis yang sedang naik daun, Amarilis diketahui tinggal satu atap dengan seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya. Mereka diduga menjalin hubungan dan menyembunyikannya dari media. Diduga Amy sengaja pindah ke luar kota karena tidak ingin hubungannya terendus oleh media."
Suara penyiar saluran televisi acara infotaimen membuat Amy melongo. Dia sampai menjatuhkan keripik kentang ke atas lantai. Gadis itu sampai kehabisan kata-kata.
__ADS_1
Di sisi lain, Jordan yang juga mendengar berita tersebut ketika berada dapur langsung menghentikan pekerjaannya. Dia menatap layar televisi yang masih menyiarkan berita tentang dirinya dan Amy dengan ekspresi terkejut. Jika sampai identitasnya terbongkar ke media, maka dirinya akan kembali masuk ke dalam bahaya.
"Aku harus bagaimana?"