Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 10 $2 - Pesan Penuh Perasaan (P3)


__ADS_3

KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!


SELAMAT MEMBACA READER'S!!


AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.


SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!


LET'S READER'S!!


......................


"Kamu sekretaris nya Daddy?"


"Bu-bukan Tuan. Saya hanya bagian marketing di perusahaan Tuan.."Jawabnya ragu.


Kaisar mengernyit heran. Kenapa bukan sekertaris Daddy Darius yang menjemputnya? Kenapa hanya karyawan biasa yang di datangkan untuk menjemputnya? Melihat Kaisar yang hanya diam saja Nathalie memutuskan untuk segera pamit pulang.


"Maaf Tuan, saya permisi dulu.."


Nathalie berjalan keluar rumah yang begitu mewah ini. Ia celingukan mencari Mang Adi yang entah berada dimana.


"Jangan-jangan aku di tinggal lagi..ihh Mang Adi.." Kesalnya karna tak menemukan mobil kantor yang terparkir disana. Terpaksa ia harus keluar dari gerbang untuk memesan taksi online. Nathalie berpapasan dengan dua bodyguard yang tadi ia lihat saat masuk.


"Sore..!!"Sapanya ramah.


"Sore Nona.!!" Jawab mereka kompak. Dia kira bodyguard nggak bisa senyum kayak tadi.la yang biasanya melihat di televisi jika bodyguard itu tidak pernah senyum dan selalu berwajah datar, berbeda dengan yang di temuinya kini.


"Mau pulang ya Nona.?" Tanya bodyguard yang di samping kiri Nathalie. Tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Mungkin sekitar 35 tahunan. Karena badannya yang gagah Nathalie tak bisa memastikan umur berapa para bodyguard yang ada di depannya kini.


"Iya..Tapi Mang Adi ninggalin saya. Jadi ya terpaksa saya pesan taksi online.." jawabnya mencoba beramah tamah. Lumayan lah ya untuk teman ngobrol sembari menunggu yang di perjalanan.


"Duduk dulu atuh biar tidak kepanasan.." Kali ini bodyguard satunya yang mengajaknya bicara.


"Hehe... Tidak pak sebentar lagi juga sampai kok. Tuh sudah kelihatan..." Nathalie menolak halus. Bukan karena sombong tapi perutnya benar-benar keroncongan minta di isi. Nathalie meringis pelan. Saat taksi sampai di depannya berhenti Nathalie mengucapkan selamat tinggal pada dua bodyguard bosnya itu.


***

__ADS_1


Sesampainya di tempat kos Nathalie mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Kok sepi ya. Padahal baru jam tujuh." Gumamnya sendiri melihat jam di tangannya. Setelah pintu tertutup,Reina menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri. Hari ini menurutnya sangat melelahkan. Sejak tadi ia memikirkan banyak hal mengganggu di otaknya. Bertatapan dengan bosnya itu membuat jantung Nathalie berdetak lebih cepat. Wajahnya memang sedikit berbeda dengan Kaisar di masa lalunya. Namun mata itu seperti magnet yang membuat Nathalie selalu berdebar melihatnya. Apa rasa itu masih ada hingga saat ini?


Padahal waktu begitu cepat berjalan sampai lima tahun berlalu, tapi ia tak memungkiri perasaannya kalau ia pernah sesekali merindukan sosok yang dulu mengambil hatinya.


Selesai dengan ritual mandinya, Nathalie mencoba menghubungi sahabatnya yang entah dimana.


Tiga panggilan sejak sore tak ia lihat dari sahabatnya juga dari Gamal yang dua jam lalu menghubunginya. Nathalie lalu mencoba menghubungi Shaile kembali namun tak ada jawaban.


"Kemana sih Shaile?" Gerutunya kesal karena sejak tadi ia belum mendapatkan jawaban juga. "Apa aku coba telepon Gamal saja ya. Siapa tahu mereka sedang bersama.."


Tak butuh waktu lama Gamal menjawab panggilan dari Nathalie.


"Halo Nath, kenapa telepon aku?"


"Kamu lagi sama Shaile tidak?" Tanyanya to the point. "...soalnya aku telepon tadi tidak dijawab terus.."


"Ohh Shaile, iya nih dia lagi sama aku. Aku ajak ke kondangan mantan nih,"


"Nathalie tanyain kamu nih!" Ponselnya berpindah tangan ke gadis di sampingnya dan langsung berbicara pada Nathalie di ujung sana.


"Kamu dimana sih. Aku telepon tidak aktif dari tadi." Nathalie kesal dengan sahabatnya itu.


"lya..., HP aku lowbat nih. Kamu dimana ini? Sudah balik dari rumah Bos Muda kamu.?"


"Ini aku sudah di kost kok. Kamu tadi telepon aku ada apa? Shaile?" Tanya Nathalie penasaran.


"Aku tadi niatnya mau menumpang pulang, eh malah kamunya tidak ada. Jadi ya aku pulang dengan Gamal"


"Oh ya sudah ya, kamu jangan pulang dulu. Jalan-jalan dulu saja tidak masalah kok. Siapa tahu nanti Gamal tertarik sama kamu, hahahaha!!!"


Godaan dari Nathalie tadi sedikit membuat keduanya ( Gamal dan Shaile) bertatapan salah tingkah.


Astaganaga!!


"Eh jangan begitu lah Nath. Gamal kan sudah ada gebetan." Shaile mencoba mengatur ekspresinya supaya tak terlihat tegang di hadapan Gamal.

__ADS_1


"Ya siapa tahu kan ...ya sudah deh aku tutup dulu ya. Aku mau tidur...pegel badan semua ini."


"Mau aku bawain makan?"


"Jangan Shaile. Aku tadi sudah mampir ke warung pecel lele."


"Oh ya sudah aku tutup ya. Bye!"


Tak ada sahutan lagi, Nathalie segera beranjak dari sofa menuju ke kamarnya yang sudah tiga tahun ia tempati. la nyaman berada disini. Walaupun ia kadang rindu dengan kampung halamannya, namun rindu itu bisa ia obati dengan menelpon keluarganya di Bandung.


Nathalie mencoba memejamkan matanya yang sudah terasa berat untuk ia tahan. Baru beberapa menit berlalu, suara dari ponselnya mengusik tidur yang mulai lelap. Nathalie menggapai ponselnya di nakas dengan samar ia melihat sebuah nomer asing yang muncul dengan perasaan was-was ia membuka pesan singkat itu.



Deg!


Siapa yang mengirimkan pesan seperti ini. Apa jangan-jangan...?


Pesan itu membuatnya tidak bisa tidur lagi. Nathalie sibuk memikirkan sesuatu yang mengganjal di hatinya.


......................


...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...


...Like...


...Favorit...


...Komentar...


...Vote...


...Hadiah...


...Rating 4,7...


...Follow Author...

__ADS_1


...Gaskeun lah!!!...


__ADS_2