Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 46 $2 - Kepolosan Rainer


__ADS_3

Lucunya anak Mami Nath.


Love you, sayang.


Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


................


Saat ini di kediaman Mami Nath dan Papi Kai, tepatnya di family room, semua mainan dari Rainer kecil berserakan di lantai. Bocah cilik itu walaupun bermain sendiri, tapi ia terlihat menikmatinya.


"Sayang, Rainer mau ikut Mami?" Tanya Nathalie yang tiba-tiba berjalan menghampiri sang putra yang langsung mendongak ke arahnya.


"Kemana, Mi?" Tanya Rainer kecil.


"Mami mau anterin bekal makan siang, buat Papi di kantornya ," jawab Nathalie sambil mengusap sayang kepala sang anak.


"Ikut!" Seru antuasias Rainer ketika mengetahui jika mereka akan bertemu dengan Kaisar.


"Ya sudah, kalau seperti itu, sekarang Mami bantuin Rainer beresin mainan, terus kita ganti pakaian ya," ujar Nathalie yang mendapatkan anggukan dari Rainer kecil.


Kini ibu dan anak itu membereskan mainan yang dimainkan oleh Rainer ke dalam kotak yang merupakan tempat untuk menyimpan mainan-mainan dari balita itu. Ini bukan ajaran Nathalie ataupun Kaisar, anak itu yang tiba-tiba ingin membereskan mainannya sendiri ketika selesai bermain. Awalnya Nathalie dan sang suami berpikir jika anak mereka ini hanya sampai berbicara saja, tapi kenyataannya balita itu malah melakukannya setelah ia selesai bermain.


Selesai membereskan mainan-mainan tersebut, kini Mami Nath dan Rainer kecil menuju ke kamar untuk mengangganti pakaian.


"Mami, pokoknya Iner halus keliatan anteng ya," ucap Rainer kecil merequest keinginannya.


"Memangnya, kamu mau apa si sayang? Sampai mau kelihatan ganteng segala?" Tanya Nathalie sambil tertawa karena tingkah anaknya ini yang masih bocah cilik, tapi malah sudah berpikir tentang style.


"Bial Iner, banyak penggemarnya kayak Papi," kata Rainer kecil.

__ADS_1


"Astaga sayang. Kamu denger kata itu dari mana?" Tanya Nathalie yang tentu sangat penasaran. Apalagi ini kata penggemar yang seharusnya Rainer kecil belum tahu, karena ia dan Kaisar tidak pernah berkata seperti itu pada sang putra.


"Kata Om Mal, Mi," jawab Rainer, yang langsung membuat Nathalie berdecak.


"Gamal, awas saja kamu ya. Aku lapor istri kamu biar tahu rasa. Bisa-bisanya kamu ngomong yang tidak penting gini sama Rainer," gumam Nathalie cukup di dalam hatinya. Ia tidak ingin sampai Rainer kecil mendengar apa yang ia katakan.


"Rainer sayang, kamu jangan dengerin kata Om Gamal ya sayang. Om Gamal cuma bercanda saja itu sama kamu," balas Nathalie berharap Rainer kecil mau mendengarkannya.


"Tapi Mami..."


"Sudah yuk kita berangkat. Pasti Papi sudah lapar sekarang," ucap Nathalie sengaja mengalihkan topik pembicaraan mereka agar anaknya itu tidak akan membahas tentang yang di katakan oleh Gamal lagi.


Untuk sampai di tempat tujuan, mereka menghabiskan waktu selama tiga puluh menit, hingga akhirnya mereka bisa berada di depan lobby perusahaan Sturridge. Dengan satu tangan yang menggandeng, telapak tangan Rainer kecil dan satu lagi Nathalie gunakan untuk membawa bekal untuk sang suami tercinta, mereka berdua masuk ke dalam kantor tersebut yang langsung banyak menarik perhatian dari para orang-orang yang berada di dalamnya karena seakan sudah sangat tahu sekali jika Rainer adalah anak dari direktur ganteng idolanya orang-orang di perusahaan.


"Mami, Iner lagi anteng kan?" Tanya Rainer kecil.


"Kamu selalu ganteng, sayang. Memangnya kenapa?" Tanya Nathalie.


"Hey jagoan," sapa Gamal, tiba-tiba pria itu berpas-pasan dengan Nathalie dan juga Rainer yang akan menuju ke ruangan kerja Kaisar.


"Halo Om," sapa balik Rainer sambil bertos dengan Gamal.


"Nath, kok mukanya sudah begitu? Lagi bad mood karena apa sih?" Tanya Gamal yang kini melihat ke arah Nathalie yang sedang menatap tidak bersahabat padanya.


"Yuk Rainer, kita ke ruangan Papi sekarang," ujar Nathalie. Bukannya menjawab pertanyaan dari Gamal, hingga membuat pria itu jadi bingung sendiri.


"Tuh istrinya Kai, kenapa sih?" Tanya Gamal entah pada siapa.


Sementara Gamal yang sedang di buat bingung sendiri, kini Nathalie dan juga Rainer kecil telah berada di dalam ruangannya yang di tuju.


"Papi lindu," ucap Rainer kecil sambil berlari ke arah sang ayah, hingga membuat baik Kaisar dan Nathalie sama-sama panik, karena mereka takut jika balita itu sampai tersandung hingga berakhir jatuh.

__ADS_1


"Papi juga rindu sama kamu sayang. Tapi, kamu jangan lari-lari kayak tadi, nanti kalau jatuh kan Rainer jagoan Papi ngerasain sakit," ucap Kaisar sambil mencubit pelan hidung balita tersebut.


"Pi, ayo makan dulu sini," panggil Nathalie yang sementara menyiapkan makanan yang ia bawa di atas meja.


"Iya sayang. Kamu sama Rainer sudah makan belum?" Tanya Kaisar, sambil mendudukkan dirinya di sofa dengan Rainer yang berada di atas pangkuannya.


"Ud---,"


"Mami byum makan, Pi. Iner yang udah," jawab Rainer kecil memotong perkataan ibunya yang belum selesai.


"Kamu tidak bisa bohong sekarang, sayang. Rainer, tidak mungkin bohong," balas Kaisar sambil terkekeh.


"Aku mau diet dulu Pi. Ini badan ada sedikit lemak begitu, ganggu penampilan aku saja," jawab jujur Nathalie kerena ia merasa tidak percaya diri ketika ada sedikit timbunan lemak berlebihan di tubuhnya.


"Tidak usah diet sayang. Kamu sudah cantik kok. Lagian, aku saja belum pernah minta kamu buat nurunin berat badan kan," ucap santai Kaisar. Sebelum pria itu berdiri dari duduknya, setelah meletakkan sang putra di sofa.


"Kamu malah jadi semakin sexy, sayang. Dan mungkin, kalau tidak ada Rainer disini, sdah aku terkam kamu," bisik Kaisar sebelum akhirnya pria itu kembali duduk bersama dengan Rainer kecil.


"Papi, kok bisik-bisik ama Mami?" Tanya Rainer kecil sambil mengerjab lucu. "Mami juga, mukanya melah," sambung balita itu.


"Itu Mami lagi kepanasan sayang, makanya muka Mami kamu, jadi merah gitu," bukan Nathalie yang menjawab, melainkan sang suami.


"Tapi kan, ada AC Pi," ucap polos Rainer kecil.


"Iya sayang memang ada. Cuma kan tadi waktu di luar panas. Jadinya muka Mami merah dong sekarang," balas Kaisar lagi, mencoba untuk membuat sang anak percaya dengan perkataannya.


"Mampus kamu," gumam Nathalie tanpa suara tepat ke arah suaminya yang sekarang seperti kehabisan kata-kata untuk menjawab segala kebingungan anaknya. Lagian, bisa-bisanya pria itu berbisik seperti itu padanya, di saat masih ada sang anak yang bersama dengan mereka. Kan, Nathalie jadinya malu sendiri, reader's.


"Papi, tapi muka Mami melah pas Papi belbisik tadi," ucap Rainer kecil yang membuat Nathalie tertawa pelan karena ia tahu jika suaminya pasti sudah tidak tahu harus berkata apa.


Hati-hati ya Papi Kai, Rainer semakain cerdas saja. Hehehe.

__ADS_1


__ADS_2