
Manis.
Hidup manis itu memang indah, tapi tidak terlalu kemanisan.
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰
................
Saat ini Nathalie dan Kaisar sedang tiduran, sambil berpelukan di tempat tidur. Karena hari telah menunjukkan pukul sebelas malam, dan Baby Rain yang telah tidur juga, membuat mereka berdua menjadi ada waktu untuk berduaan. Mengenai Nathalie yang tadi siang meminta izin pada Kaisar, wanita itu tidak pergi lama-lama karena selain minimarket yang memang tidak terlalu jauh, barang-barang yang di perlukan olehnya juga, sudah ada semua dalam daftar list yang sudah ia buat.
Semua barang yang di beli oleh Nathalie, adalah keperluan milik Baby Rain semua karena saat belanja bulanan bulan lalu, Nathalie dan Kaisar sempat berpikir jika nanti saja kembali membeli barang-barang milik Baby Rain, karena memang waktu itu masih banyak. Tapi nyatanya, seperti sekarang malah tiba-tiba habis, hingga membuat Nathalie jadi berinisiatif untuk membeli keperluan Baby Rain yang sudah habis di minimarket paling dekat di rumahnya saja.
"Pi," panggil Nathalie pada Kaisar yang saat ini sedang sibuk menatap ke arahnya.
"Kenapa, sayang?" Tanya Kaisar, dengan sudut bibir terangkat ke atas.
"Kamu jangan diam saja dong. Bicara kek, apa kek. Masa dari tadi, cuma diam saja sambil menatap aku seperti itu terus," ucap Nathalie yang membuat senyuman yang terkembang di sudut bibir suaminya, semakin berkembang.
"Iya sayang, iya maaf. Aku hanya sedang ingin melihat kamu tanpa bicara aja tadi. Tapi aku lupa, kalau tidak seharusnya aku mengabaikan kamu kan," ucap Kaisar.
"Ish kebiasaan. Hobi banget lihatin aku, tanpa bicara sama sekali," gerutu Nathalie, yang membuat Kaisar seketika langsung tertawa.
"Kan, aku lagi lihatin istri aku sayang. Jadi tidak apa-apa dong. Aku lihatin kamu tiap hari saja, pas aku lagi di rumah sakit, eh langsung kangen jadinya pengen pulang saja. Cuma, kalau aku sampai pulang, yang ada nanti buat kamu jadi marah-marah, kalau tiba-tiba aku pulang dengan alasan rindu," balas Kaisar, yang membuat Nathalie tersenyum.
"Aku bukannya marah Pi, tapi nanti kamu jadi kebiasaan lagi, kalau aku biarin saja kamu pulang seenaknya, pas lagi kerja," ucap Nathalie.
__ADS_1
"lya deh sayang," jawab Kaisar merasa pasrah sendiri.
"Oh iya, Pi. Kalau tiba-tiba aku tinggalin kamu, kamu akan bagaimana?" Tanya Nathalie tiba-tiba, yang membuat Kaisar langsung mengerutkan keningnya bingung. Pria itu saja sampai, menempelkan satu telapak tangannya di dahi sang istri.
"Tidak panas. Tapi kok, omongan kamu tiba-tiba ngelantur sih," ucap Kaisar, yang membuat Nathalie seketika berdecak dan menghempaskan telapak tangan suaminya, dari atas dahinya.
"Ih Pi, aku lagi serius tahu. Kamu bagaimana sih ah," ucap Nathalie.
"Aku juga lagi serius, sayang," balas Kaisar. "Lagian, kamu kenapa ngomongin topik seperti ini sih sayang? Tidak usah aneh-aneh deh," lanjut Kaisar merasa tidak suka.
"Ya kan, aku cuma tanya saja Pi. Lagian, tidak mungkin juga aku tinggalin kamu kan," jawab Nathalie.
"Nah itu tahu. Seharusnya, kamu jangan tanya pertanyaan tidak berguna seperti itu lagi. Aku mana mungkin, bakalan biarin kamu ninggalin aku lagi. Cukup saja, kita berpisah lima tahun lalu. Tidak ada yang kedua kalinya kita berpisah. Baik kamu ataupun aku, apalagi sekarang udah ada Baby Rain juga, sayang. Atau aku ikat saja kamu di ranjang." Ucap Kaisar yang membuat Nathalie jadi terharu nano nano. Apalagi alis pria itu yang menggodanya.
"Tergantung sikap kamu, sayang. Kamu tetap jadi istri yang manis dan tidak mempunyai pikiran yang buruk, otomatis aku tidak akan lakukan hal itu. Apalagi nanti, yang ada kamu bakal kecapean banget lagi. Kalau sampai aku nekat. Kasihan Baby Rain yang ada," ucap Kaisar dengan senyuman manis, tapi Nathalie tidak merasa tergerak untuk membalas senyuman dari suaminya itu. Karena sudah merasa horor sendiri, dengan ucapan suaminya.
"Kalau sayang banget sama aku, seharusnya bukan cuma pipi doang, yang dapat kiss," ucap Kaisar.
Muuaaach!
Muuaaach!
Dua buah kecupan yang sengaja Nathalie berikan bunyi mendarat di bibir Kaisar.
"Kurang ah, sini aku saja yang kasih kiss ke kamu," ujar Kaisar yang dengan kepalanya yang semakin mendekat ke arah istrinya. Nathalie hanya diam saja dan membiarkan suaminya melakukan apapun yang ia mau.
Di saat bibir mereka hampir saja saling bersentuhan, tiba-tiba suara tangisan dari box bayi membuat Nathalie dengan buru-buru langsung mendorong dada Kaisar, hingga menjauh darinya. Dengan cepat juga, Nathalie langsung turun dari tempat tidur dan berjalan cepat ke arah box bayi untuk mengambil Baby Rain yang sekarang menangis. Sedangkan Kaisar, pria itu ikut bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Baby Rain sayang. Sepertinya, kamu dan Papi, akan saling berebutan perhatian Mami, setelah kamu besar nanti. Tapi tidak apa-apa, Papi tetap tidak akan pernah, tidak sayang sama kamu," gumam Kaisar dalam hati.
"Rainer sayang, yang tenang ya sayang," ucap Nathalie sambil menimang-nimang Baby Rain yang sekarang sedang rewel sekali. Sudah ia coba untuk di kasih asi, tapi bayi malah menolak dan memilih untuk terus menangis.
"Pi, bagaimana ini? Baby Rain tidak mau tenang. Sudah aku coba kasih ASI, tapi dia malah tolak," tanya Nathalie.
"Kamu jangan panik ya sayang. Kalau kamu panik, yang ada Baby Rain makin rewel. Aku keluar sebentar, buatin susu formula buat Baby Rain. Siapa tahu, dia bisa tenang setelah ini," ucap Kaisar menenangkan.
"Ya sudah Pi. Kamu jangan lama-lama ya, aku sudah bingung harus bagaimana ini soalnya," ucap Nathalie, yang mendapatkan anggukan dari Kaisar.
"Bentar ya sayang. Jangan menangis terus, kasihan Mami sudah panik banget loh, karena kamu nangis begini," ucap Kaisar mengusap pelan kepala Baby Rain dan setelah itu ia keluar dari kamar mereka.
"Baby Rain, kamu kenapa si nak. Kok bisa si nangis terus tidak mau diam? Ada yang sakit ya sayang. Makanya kamu tidak bisa diam?" Tanya Nathalie yang terus menimang-nimang Baby Rain, siapa tahu bayi itu tiba-tiba bisa tenang.
Tidak lama kemudian, Kaisar kembali masuk ke dalam kamar dengan sebotol susu yang berada di genggamannya.
"Coba sayang, kasih ke aku Baby Rain nya. Biar aku coba tenangin. Kamu duduk dulu," ujar Kaisar yang langsung mengambil alih Baby Rain ke dalam gendongannya.
"Uh sayang, anaknya Papi. Kamu yang tenang ya, sayang. Ini sudah Papi buatin susu lho buat kamu. Di minum ya sayang," ucap Kaisar dengan lembut dan ajaibnya Baby Rain langsung menurut pada Kaisar.
"Pi, Baby Rain menurut sama kamu. Astaga, kayaknya memang Baby Rain, masih ingin di peluk sama kamu dulu. Makanya rewel, karena masih kangen banget sama Papi-nya," ucap Nathalie sambil mengusap pipi Baby Rain, yang sekarang sedang sibuk menyedot susu di botol itu.
"Untung saja sayang, Baby Rain tidak bertambah nangisnya. Kalau masih nangis saja, sudah mau aku ajak kamu sama Baby Rain ke dokter spesialis anak, malam ini juga. Takutnya ada apa-apa kan sama Baby Rain nantinya," ujar Kaisar.
"Iya Pi. Untung tidak terjadi apa-apa. Aku lega jadinya sekarang," balas Nathalie.
Jangan lupa dukungannya ya reader's, salam dari Baby Rainer.
__ADS_1