
Hello, anak Papi sama Mami.
Daneesh Rainer Sturridge, buah hati kami.
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰
................
Kehidupan rumah tangga Kaisar dan Nathalie yang sangat bahagia itu, tidak terasa telah membuat mereka melawati banyak hal. Suka dan duka telah mereka lewati bersama-sama. Apalagi di tambah kehadiran Baby Rain yang semakin melengkapi kebahagiaan mereka. Tumbuh Baby Rain yang begitu cepat, sampai tidak terasa jika bayi tersebut sekarang telah berumur satu tahun lebih satu bulan.
Semakin bertambah besar, Baby Rain semakin membuat orang-orang menjadi gemas padanya, apalagi dengan senyuman yang selalu Baby Rain pamerkan. Kepintaran dari anak itu, sudah semakin terlihat jika selain wajah yang memiliki sama persis dengan Papi Kai, kepintaran dari anak itu apalagi sepertinya menurun darinya.
Hari ini, karena Kaisar yang libur bekerja, jadinya ia dan sang istri hanya bersantai di family room sambil lesehan di lantai yang telah di lapisi dengan karpet, bahkan ada bantal di bagian-bagian tertentu, sebagai penjagaan agar Baby Rain tidak akan terbentur.
"Baby Rain, sekarang kita latih berjalan lagi ya. Sekarang, Mami mau ajarin kamu buat jalan ke Papi," ucap Nathalie sambil mengangkat tubuh balita tersebut untuk berdiri.
"Baby Rain, sini sama Papi yuk," pancing Kaisar pada anaknya yang saat ini tengah berceloteh ria ke arahnya, entah apa.
"Pi, kamu siap-siap ya," ucap Nathalie yang mendapatkan anggukan dari Kaisar. Karena mana mungkin ia akan membiarkan anaknya itu sampai jatuh, walaupun sudah ia dan Nathalie pakai bantal sebagai pelindung. Hanya saja, rasa khawatir orang tua terhadap anaknya, tidak boleh di heran kan.
"Satu..." Baru aja Nathalie menghitung satu, tapi Baby Rain telah melangkah sendiri walaupun masih di pegang oleh Nathalie.
"Aduh ya ampun, anak Papi sudah tidak sabar buat bisa jalan ya. Gemesin banget si kamu," ucap Kaisar yang sekarang mengambil alih Baby Rain dari tangan istrinya untuk ia peluk.
"Papi," panggil Baby Rain dengan riang yang membuat Kaisar maupun Nathalie tersenyum. Jika di bilang, perkembangan bayi satu bulan itu dalam berbicara tergolong cepat, apalagi sekarang Baby Rain telah bisa mengatakan kata Papi dan juga Mami yang jelas.
__ADS_1
"Baby Rain, semakin hari semakin suka nempelin kamu ya, Pi. Padahal biasanya anak cowok itu sukanya nempel sama Mami-nya," ucap Nathalie tapi sambil tersenyum melihat ke arah Baby Rain yang saat ini tengah berceloteh dengan ekspresi wajah yang sangat menggemaskan di pangkuan Kaisar.
"Aku juga sebenarnya bingung juga, sayang. Tapi... kamu tidak cemburu kan, sama Baby Rain?" Tanya Kaisar sambil menaik-turunkan alisnya menggoda istrinya.
"Tidak dong. Aku bukan kamu ya, yang suka banget cemburu sama anak," ucap Nathalie yang mendapatkan kekehan dari Kaisar.
"Itu aku bukan cemburu, tapi karena aku ingin kamu juga perhatian sama aku, bukan sama Baby Rain saja. Soalnya kamu suka lupain aku sih," ujar Kaisar yang tidak ingin di salahkan.
"Idih. Baby Rain, masa Papi kamu tidak mau mengaku kalau suka cemburu. Padahal aslinya Papi kamu memang seperti itu loh," ucap Nathalie pada Baby Rain sekarang menepuk tangannya serta tertawa, ketika mendengar ucapan dari ibunya.
Entah karena ia benar-benar paham dengan apa yang di sampaikan oleh ibunya, atau karena ekspresi Nathalie saat berbicara yang terlihat lucu di mata balita itu.
"Sayang, itu kotor. Jangan di masukin ke mulut ya," ucap Kaisar mengambil mainan yang ingin Baby Rain masukkan ke dalam mulutnya itu.
"Mami, Papi jaat," aduh Baby Rain sambil menunjuk ke arah Kaisar, walaupun satu kata di akhir kalimatnya masih belum sempurna, tapi balita itu telah bisa membuat kedua orangtuanya mengerti, dengan apa yang ia ucapkan.
"Sini sayang, mending sama Mami saja. Papi kan jahat sama Baby Rain," ucap Nathalie merentangkan tangannya yang sedikit jauh jaraknya dari Baby Rain yang saat ini masih dalam posisi duduk, tapi kali ini bukan lagi di atas pangkuan Kaisar, karena balita itu melucurkan dirinya hingga duduk di karpet bersama dengan mainan-mainannya.
"Bentar Pi. Walaupun Baby Rain belum bisa jalan sendiri, tapi kan dia sudah bisa berdiri tanpa di topang lagi kalo kamu lupa," balas Nathalie.
"Nah terus, kamu mau buat apa, kalau misalnya Baby Rain sudah berdiri nantinya?" Tanya Nathalie.
"Kamu terusin pegang Baby Rain, buat jalan ke arah aku dong. Aku dulu, pas umur kayak Baby Rain begini, sudah bisa jalan sendiri loh kata Mommy," ucap Kaisar yang di angguki oleh Nathalie.
"Tapi jangan di paksa, sayang. Kan tiap anak waktu jalannya beda. Mungkin...,"
"BABY RAIN!" Teriak panik Kaisar dan juga Nathalie ketika Baby Rain sekarang tiba-tiba berdiri dan berlari ke arah Nathalie.
__ADS_1
Untung saja Baby Rain tidak jatuh dan mendarat mulus ke pelukan Nathalie, yang sudah di buat sangat panik ketika melihat anaknya dan Kaisar itu tiba-tiba berlari tanpa di sangka-sangka oleh mereka berdua.
"Ya ampun, Rainer sayang. Kamu buat Papi sama Mami panik. Tapi, kayaknya kamu sudah bisa jalan sendiri sayang," ucap Kaisar ketika menyadari sesuatu.
"Eh iya ya, Pi. Dengan Baby Rain yang menunjukkan kalau dia bisa lari, itu artinya dia sudah bisa jalan," balas Nathalie.
"Coba sayang, kamu bantu Baby Rain berdiri dan biarkan Baby Rain berjalan sendiri ke arah aku," pinta Kaisar yang langsung di angguki oleh Nathalie.
Nathalie melakukan seperti apa yang di minta oleh Kaisar. Dan seperti dugaan mereka, Baby Rain kini berjalan dengan baik ke arah Kaisar yang sekarang memanggilnya.
Cup
Kaisar langsung membawa Baby Rain ke dalam pelukannya, dan memberikan banyak kecupan-kecupan di wajah balita itu, hingga membuatnya tertawa.
"Anak Papi ternyata sudah bisa jalan ya, sayang. Pasti karena kamu sudah capek ngesot-ngesot di lantai kan, Nak," ucap Kaisar yang langsung mendapatkan pikulan di bahunya dari sang istri.
"Masak di katain ngesot si Pi. Kamu kira anak kita hantu apa?" Tanya kesal Nathalie yang membuat Kaisar menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal itu, ia hanya bingung harus berkata apa agar tidak di salahkan oleh istrinya ini.
"Ya maksud aku bukan seperti itu, sayang," ucap Kaisar.
"Sudah ah. Aku mau ambil makanan buat Baby Rain dulu. Ini udah waktunya makan siang," ucap Nathalie yang sekarang berdiri dari duduknya. "Pi, kamu mau sekalian aku ambilkan makan barengan Baby Rain, atau gimana?" Lanjut wanita anak satu itu pada suaminya.
"Tidak dulu deh sayang. Aku biar nanti, makan bareng kamu saja. Sekarang yang paling penting itu, Baby Rain dulu," jawab Kaisar.
"Ya sudah, awasi Baby Rain terus ya Pi. Biarpun Baby Rain sekarang sudah bisa jalan sendiri. Tapi karena ini baru hari pertama dia bisa jalan, kita harus hati-hati dan jaga jangan sampai Baby Rain jatuh terus kepalanya terbentur," ucap Nathalie mengingatkan suaminya.
"Iya Mami Nath yang cantik," balas Kaisar. "Katanya mau ambil makanan Baby Rain, ya sudah kamu ambil dulu gih. Atau kamu mau aku saja yang ambilkan?" Lanjut Kaisar yang sekarang menawarkan diri.
__ADS_1
"Sudah tidak apa-apa, Pi. Mending sekarang kamu jagain Baby Rain saja disini," ucap Nathalie yang setelah itu langsung menuju ke dapur, meninggalkan anak serta suaminya bermain di family room.
Bahagia banget ya baby Rainer, punya Mami sama Papi seperti Kaisar dan Nathalie. Semoga saja.