
Gila!
Aku bisa gila karena kamu sayang!
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰
................
Sesampainya Nathalie dan Kaisar di kediaman Mansion Sturridge, hal itu membuat Nathalie menjadi sangat gelisah. Bahkan tadi, tanpa sepengetahuan Kaisar, Nathalie telah mengirimkan pesan pada Kak Nana untuk secepatnya pergi dari rumah tersebut sambil membawa Baby Rain. Entah kakak iparnya itu membacanya atau tidak, yang pasti Nathalie hanya bisa berharap iya. Agar kejutannya untuk sang suami nanti malam ini, tidak akan gagal.
Tidak gagal, Tuhan.
"Kamu kenapa melamun?" Tanya Kaisar, "ayo turun," lanjut suami Nathalie itu yang sekarang mengajak sang istri.
"Iya-iya. Siapa juga yang melamun. Lagian, kalU melamun juga, bukan urusan kamu," ucap Nathalie yang mendapatkan senyuman tipis dari Reza.
"Siapa bilang bukan urusan aku?" Tanya Kaisar.
"Aku yang bilang," tegas Nathalie.
"Terserah kamu. Karena apapun urusan kamu, itu tetap termasuk urusan aku. Mau atau tidak mau, tetap urusan aku. Karena kamu punya aku Nathalie," ucap Kaisar menekankan di akhir kalimatnya, untuk selagi menegaskan pada sang istri.
"Aku bukan barang. Dan, tidak ada yang memiliki diri aku, selain aku sendiri," ucap Nathalie yang sekarang melangkah turun dari mobil, yang di susul oleh Kaisar.
__ADS_1
"Intinya you're mine," bisik Kaisar pada telinga Nathalie yang membuat wanita itu sempat merinding karena suara serak suaminya itu.
"Tidak jelas," decak Nathalie yang sekarang masuk dengan buru-buru ke dalam rumah meninggalkan Kaisar sendirian di luar karena ia hanya ingin memastikan jika ibunya dan Baby Rain sudah tidak ada di rumah itu.
"Kamu kenapa lari-lari?" Tanya Kaisar, "sejak di mobil tadi, aku perhatikan kamu seperti gelisah gitu. Apa yang kamu sembunyikan lagi dari aku, Nath? Apa perlu aku minta orang kepercayaan aku buat cari tahu semua yang kamu lakukan, huh?" Lanjut Kaisar kini masih bertanya.
"Ih percaya diri sekali kamu. Buat apa aku sembunyi-sembunyi dari kamu. Hubungan aku sama Aiden saja, tidak aku sembunyi-sembunyi. Cuma, kamu saja yang telat tahu," ucap Nathalie dengan santai.
"Sekali lagi kamu bilang nama bajingan itu. Aku tidak akan segan-segan buat cium kamu, tepat di depan para asisten rumah tangga di rumah ini. Dan bisa aja, aku akan buat kamu tidak akan bisa kemana-mana selain di kamar juga setelah ini," ucap Kaisar yang memang sengaja mengancam karena ia masih begitu kesal dengan pria yang mengaku mempunyai hubungan dengan istrinya ini.
"Berani kamu seperti itu. Jangan salahkan aku, kalau aku beneran bakal tinggalin kamu," ucap Nathalie.
"Kamu tidak akan pernah bisa tinggalin aku, sayang. Kamu sudah terikat sama aku, jadinya kamu tidak akan bisa kemana-mana. Mau kamu menangis juga, aku tidak akan pernah lepasin kamu," ucap Kaisar dengan penuh tekanan di setiap perkataannya.
"Dasar egois. Tapi aku sayang...," ucap Nathalie tepat dengan tertutupnya mata Kaisar karena dampak dari obat bius yang ia hirup dari sapu tangan yang di gunakan Aiden untuk membekap mulut dan hidung Kaisar tanpa pria itu tahu.
"Aiden, kok kamu bius suami aku?" Tanya Nathalie yang sekarang membantu Aiden untuk membawa Kaisar berbaring di sofa panjang.
"Cuma ini cara satu-satunya, agar kamu bisa pergi dari suami kamu, Nath. Kecuali, kamu ada niat buat tidak melanjutkan acara kejutan kamu, ya terserah sih," ucap Aiden dengan santai, setelah ia dan Nathalie telah berhasil membaringkan Kaisar di sofa panjang.
"Iya juga sih. Nanggung banget kalau aku berhenti sekarang. Apalagi ini sudah mau sore, tinggal beberapa jam lagi jam delapan malam," ucap Nathalie sambil melihat ke arah jam yang ada di ponselnya.
"Terus kita mau kemana sekarang?" Lanjut Nathalie bertanya.
"Astaga, Nath sepupuku sayang, tentu kita pergi ke lokasi kejutannya sekarang. Untuk urusan Kaisar, kan ada Gamal sama Kak Faiz. Nanti mereka akan buat skenario baru, bagaimana biar suami kamu yang jahanam ini, bisa ke lokasi kejutan ulang tahun buat dia," jawab Aiden, menjelaskan yang mendapatkan anggukan mengerti dari Nathalie.
__ADS_1
"Terus, kenapa kamu panggil suami aku jahanam?" Tanya Nathalie tanpa menoleh ke arah Aiden, karena sekarang wanita itu sekarang sedang berlutut di dekat suaminya dan menatap wajah tampan suaminya yang sekarang tampak tenang, tidak seperti tadi yang wajahnya terlihat tegang karena menyimpan amarah serta emosi yang besar.
"Masih pakai tanya lagi. Sudah ah yuk pergi. Kangen-kangenan sama suami kamu, nanti saja sebentar lagi malam. Sekarang kita pergi dulu, biar wajah aku yang jadi korban ini, tidak sia-sia," ucap dan ajak Aiden.
"Ya sudah iya-iya. Kita pergi sekarang," ucap Nathalie.
Cup
Satu buah kecupan Nathalie daratkan di dahi suaminya, sebelum ia akan pergi bersama dengan Aiden.
"Papi Kai, sampai ketemu nanti malam. Semoga kamu suka sama kejutan ulang tahun yang aku buatkan untuk kamu," ucap Nathalie sambil tersenyum, sebelum akhirnya wanita itu benar-benar pergi meninggalkan Kaisar sendirian di ruang tamu tersebut.
Saat di mobil, Aiden langsung mengeluarkan semua kata-kata yang sedari tadi ia tahan untuk di ucapkan pada Nathalie. Nathalie tentu tertawa tapi juga meminta maaf karena pukulan Kaisar di wajah Aiden nyata dan bukanlah sebuah skenario saja.
"You're husband so crazy, Nath. Aku baru datang ke Indonesia, sudah harus lebam-lebam seperti ini," ucap Aiden melihat ke arah Nathalie yang tidak bisa menahan tawanya.
"Maaf Aiden. Lagian, kamu juga kenapa nambah-nambah masalah sih. Kan yang buat kamu sampai di pukul sama suami aku, itu karena kamu bicara yang tidak sesuai dengan rencana awal kita," balas Nathalie.
"I don't know, Nath. Kalau aku tahu bakal seperti ini, mana mau aku bicara seperti itu. Wajah tampan aku jadi ternodai kan sekarang. " Ucap Aiden.
"Jangan ganjen jadi cowok. Sudah boleh stop main-mainnya Aiden. Kamu sudah waktunya buat menikah, kenapa masih cari perempuan cuma buat jadi teman tidur kamu saja sih? Kamu tidak takut, kalau misalnya kamu kena penyakit?" Tanya Nathalie di akhir kalimatnya. "Dan oh iya, terus gimana kalo perempuan itu hamil anak kamu?" Lanjut Nathalie bertanya.
"Ya nanti tinggal aku bilang sama Ayah dan Bunda, kalau aku mau menikahi tuh perempuan. Masalahnya gampang kan?" Jawab santai Aiden.
"Dasar gila. Kebiasaan hidup bebas, buat hidup kamu jadi seperti ini sih Ai," decak Nathalie.
__ADS_1
"Pak, tolong mobilnya di tambah cepat sedikit," lanjut Nathalie yang sekarang tertuju pada supir di depan mereka.
"Iya, Nyonya. Tapi jangan lupa vote, like, hadiah, dan rate ya!"