
KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!
SELAMAT MEMBACA READER'S!!
AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.
SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!
LET'S READER'S!!
......................
Nathalie menjadi begitu terlihat menyedihkan. Pasalnya ia memang tak mengetahui jika dulu dirinya tengah mengandung anak dari kekasihnya. Mereka memang berpacaran melewati batas, entah setan apa yang dulu membuat mereka menjadi gila akan cinta keduanya hingga melakukan satu malam dosa.
Satu malamnya Nathalie dan Kaisar.
"Terus dia ada di mana Nath?" Kaisar begitu antusias saat Nathalie mengatakan jika ia mempunyai buah hati dari hubungan terlarangnya dengan sang kekasih.
"Dia..dia..aku keguguran Kaisar..." Nathalie rasanya tak sanggup mengatakan kata yang ia ucapkan. Namun Kaisar harus mengetahui semuanya.
Kaisar menatap wajah Nathalie yang kembali meneteskan air matanya. la menakup wajah yang sembab itu. Mata Nathalie terlihat menyakitkan. Banyak luka yang tersimpan di sana.
"Maafkan aku Kaisar, dia baru berumur dua minggu saat Dokter memeriksa saat itu. Kandungan aku yang lemah akibat depresi, Kai. Hiks, maafkan aku. Aku tidak bisa jaga dia."
Oh God!
Pernyataan Nathalie membuat Kaisar menjadi orang paling bodoh di dunia ini!
Pasalnya karena kelalaian untuk mengabari kekasihnya, membuat dirinya harus kehilangan buah hati mereka.
"Bukan Nath, aku yang salah di sini. Aku yang buat kamu terus kepikiran DNA membuat baby jadi merasa tidak nyaman. Maafkan aku, Nath."
Tangis keduanya kembali terdengar. Saling peluk untuk menyalurkan kehangatan hati keduanya.
"Nath kita mulai lagi dari awal ya. Kamu mau kan jadi kekasih aku lagi?"
Nathalie menatap kesungguhan di netra Kaisar yang indah di hadapannya. Nathalie masih melihat cinta yang begitu dalam untuknya.
"Janji kamu tidak akan meninggalkan aku lagi Kaisar?" Tekan Nathalie yang trauma akan di tinggalkan.
"Janji Nath, aku ada disini. Lima tahun nama kamu masih tersimpan rapi di hati aku Nath."
Nathalie tersenyum mendengar ucapan Kaisar yang begitu sungguh-sungguh. Tuhan Memang adil, Nathalie dapat kembali merasakan cinta dari orang yang sama yang dulu ia cintai begitu dalam.
"Tidak ada perempuan lain yang ada di hati kamu, Kai?" Tanya Nathalie ingin tahu apakah selama ini Kaisar menjalin hubungan dengan gadis lain atau tidak.
"Orang dengan nama Nathalie Jauranie tidak akan pernah ada yang bisa menggeser kan nama itu di hati aku, Nathalie..."
"Aku bahagia kamu kembali Kaisar..."
"Aku lebih bahagia kamu masih menanti kedatangan aku, bee..."
__ADS_1
Keduanya saling tatap penuh arti. Entah dorongan dari mana, bibir keduanya sudah menyatu dengan sempurna. Saling ***** dan saling berbagi saliva hangat. Tak ada nafsu, hanya cinta yang belum selesai yang mereka rasakan.
"Aku harus kerja Kai..." Seolah tersadar Nathalie menatap kembali ke jam tangannya jam menunjukkan pukul dua. Nathalie terlambat 1 jam. "Aku sudah terlambat..."
"Ya sudah aku antar kamu ke ruangan kamu ya?" Tawar Kaisar yang langsung mendapatkan gelengan dari sang kekasih.
"Jangan ..nanti anak-anak tahu tentang hubungan kita Kaisar..." Nathalie berdiri dan langsung membuka pintu ruangan kosong itu. Nathalie menengok kanan kirinya memastikan tak ada yang melihatnya keluar dari ruangan itu bersama CEO mereka.
"Nath, kenapa kamu tidak mau publish hubungan kita?" Pertanyaan Kaisar membuat Nathalie mendadak diam tak berkutik. "Kamu masih ragu sama aku Nath..."
Dengan cepat Nathalie menggelengkan kepalanya, menyangkal apa yang Kaisar ucapakan.
"Aku hanya belum siap Kaisar," cicitnya sambil menundukkan wajahnya takut.
Kaisar menyentuh dagu Nathalie lembut. Menyuruhnya untuk mendongak, baiklah ia akan menuruti tingkah menggemaskan kekasihnya ini.
"Ya sudah kalau itu mau kamu. Nanti pulang aku jemput ya?"
"Tapi aku bawa motor Kaisar..."
Kaisar mengernyit heran, sejak kapan kekasihnya ini pandai mengendarai roda dua tersebut. Dulu saat di Bandung, Nathalie pernah jatuh dari motor saat latihan. Dan itu membuatnya tak mau lagi menggunakan roda dua tersebut, kalau bukan di bonceng.
"Sejak kapan kamu bisa naik motor bee?" Tanya Kaisar heran.
"Ya sejak aku ngantor disini Kai. Aku kan tidak mungkin naik taksi terus..."
Nathalie terus berjalan ke ruangannya di ikuti Kaisar yang memang ingin tahu ruangan tempat kekasihnya bekerja. Staf Marketing, begitu tulisan yang tertera di atas ruangan tempat Nathalie bekerja.
Darius sudah banyak menceritakan tentang perusahaan yang kini ia pimpin. Juga tentang Nathalie yang menjadi primadona kantor karena kepiawaiannya dalam memasarkan barang. Ucapan nya yang begitu lugas sangat meyakinkan pelanggan untuk bertransaksi dalam jual beli.
"Kamu tidak mau jadi sekretaris aku bee..?" Tawar Kaisar dengan harapan Nathalie mau dan terus berada di sampingnya.
"Hmm..aku sudah terlalu nyaman disini Kaisar.. temen-temen aku baik kok... Mereka tim yang bagus buat aku..." Jelasnya dengan harapan Kaisar tidak memaksa Nathalie menjadi sekretarisnya.
"Ya sudah apapun pilihan kamu adalah yang terbaik bee. Nanti malam aku jemput kamu ya. Aku mau kenalkan kamu pada daddy..."
"Hahhh..secepat itu Kaisar?" Nathalie seperti belum siap jika harus segera menikah. Namun pria di hadapannya ini tak perlu di ragukan lagi jika membawanya ke jenjang yang lebih serius.
"Iya..aku tidak mau jauh dari kamu lagi bee..." Tatapan sayu Kaisar membuat Nathalie luluh dan hanya mengangguk pelan.
Kaisar tersenyum senang, kekasihnya ini tak pernah berubah masih sama seperti lima tahun lalu. Hanya saja penampilannya kini yang terlihat lebih dewasa dan Kaisar akui berdekatan dengan Nathalie bisa membangkitkan gairah yang lima tahun terpendam.
"Gih masuk... sampai jumpa nanti malam.." Kaisar segera pergi menuju keruangannya yang berada di lantai atas. Nathalie menatap kepergian kekasihnya dengan senyum yang tak pernah luntur. Rasanya begitu bahagia sekali. la sangat berterima kasih pada Tuhan yang telah mengembalikan belahan jiwanya.
Saat masuk ke ruangan, tatapan mata penuh selidik tertuju ke padanya.
"Hai, maaf ya. Aku telat...?" Nathalie segera berjalan ke tempat duduknya, ia menghiraukan tatapan penuh tanya dari teman-temannya.
"Dari mana saja Nath?" Tanya Gamal begitu penasaran. Karena tak biasanya rekan kerjanya terlambat seperti ini.
"Perut aku mules tadi Mal..." Bohongnya dengan wajah melas supaya temannya percaya.
__ADS_1
"Mules apa mules Nath... Aku tadi liat lho waktu kamu di antar Tuan tampan di depan ruangan..." Kalau ini Kania menggoda Nathalie.
Nathalie menggigit pekan bibir bawahnya. Alasan apa lagi yang akan ia gunakan?
"Eh...tadi itu tidak sengaja ketemu gitu di depan..." Elaknya dengan alasan yang tak masuk akal.
"Tidak sengaja ketemu tapi saling senyum gitu...haha." Ini Hainsa yang menggoda Nathalie, membuat wajah sang empu merona di buatnya.
"Ihh bukanlah Sa, ngaco kamu ya."
"Kamu ada affair sama Tuan bos Nath...?" Kali ini Betrix yang bertanya. Sifat penasarannya sudah mendarah daging jadi ia tak bisa tenang jika rasa penasarannya belum terjawab.
Nathalie yang merasa terintimidasi mencoba untuk menetralkan gerak-gerik tubuhnya agar tak terlihat gugup.
"Ya bukanlah Bet, antara aku dan Tuan bos tidak ada apa-apa. Kita beda kastalah!" Jelas Nathalie sambil menatap komputer didepannya dengan hati tak menentu.
"Kalau ada apa-apa juga tidak apa-apa kok Nath... hahahaha" Gamal begitu semangat menggoda Nathalie, di sambut tawa teman-temanya. Nathalie yang mendengarnya perlahan tersenyum tipis dengan wajah yang seperti udang rebus.
****
Pukul 18:30 WIB
Nathalie duduk santai di depan cerminnya. la dandan layaknya anak muda yang akan pergi kencan dengan sang kekasih. Nathalie begitu semangatnya memoleskan riasan sederhana di wajahnya. Tidak terlalu tebal, namun mampu membuatnya lebih bersinar. Shaile yang berada di pintu kamar Nathalie mengernyit heran, pasalnya tak biasanya sahabatnya dandan sedemikian rupa.
"Kamu mau kemana Nath ..?" Tanya Shaile penasaran dengan tampilan anggun sang sahabat.
"Aku mau kencan, Shaile..."
Hah?
Jawaban Nathalie tentu membuat Shaile lebih penasaran lagi. Sejak kapan sahabatnya itu punya kekasih? Karena di antara mereka sudah tak ada rahasia lagi.
"Aku belum cerita sama kamu ya Shaile..." Nathalie menghampiri sahabatnya dan menyuruhnya untuk duduk bersebelahan di ranjang Nathalie. Dan dengan perlahan Nathalie menceritakan apa yang terjadi dengan Kaisar dan kesalahpahaman mereka. Namun Nathalie tak mengatakan jika ia pernah keguguran. Biarlah itu menjadi rahasia dirinya sendiri dan Kaisar tentunya.
......................
...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...
...Like...
...Favorit...
...Komentar...
...Vote...
...Hadiah...
...Rating 4,7...
...Follow Author...
__ADS_1
...Gaskeun lah!!!...