
KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!
SELAMAT MEMBACA READER'S!!
AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.
SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!
LET'S READER'S!!
......................
Semua yang hadir di aula terlebih para wanita menatap Kaisar dengan penuh wajah yang berbinar. Mereka tak pernah melihat anak bosnya sejak bekerja disini. Ketampanan yang Kaisar punya mampu menghipnotis mata yang yang memandangnya.
Berjalan penuh wibawa menghampiri direktur yang merupakan Daddy-nya sendiri. Sambutan demi sambutan menggema di ruangan yang di penuhi karyawan yang hadir dengan wajah penasaran itu.
"Selamat siang semuanya..!!" Kali ini Tuan Darius yang berpidato di depan dengan sorot mata yang tertuju kepadanya.
"Disini saya ingin menyampaikan sekedar informasi atas kemunduran diri saya menjadi direktur di perusahaan Sturridge Corp ini. Di usia saya yang seharusnya bisa istirahat dan melakukan hal yang para orang tua lakukan di masa senjanya."
Tuan Darius menatap satu persatu karyawan yang hadir dari ujung ke ujung aula. Sudah hampir 54 tahun usianya dan hampir mengabdi selama 30 tahun di perusahaan warisan keluarga besarnya.
Para karyawan banyak yang tersentuh dengan ucapan Tuan Darius yang akan mengundurkan diri. Banyak pula yang menyayangkan keputusan Tuan Darius yang akan pensiun. Namun karena sudah ada pengganti yang ada di hadapannya mereka mencoba untuk berlapang dada. Tak akan mereka lupakan kemurahan hati bos yang selalu memberi apresiasi bagi siapa saja yang berbakat meningkatkan kualitas perusahaan.
"Perkenalkan dia putra saya yang ke dua. Kakaknya perempuan, sudah berhasil mendirikan perusahaan kosmetik dengan kerja kerasnya sendiri." Cerita Tuan Darius membuat para karyawan semakin kagum dengan sosoknya yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi manusia yang berguna.
__ADS_1
"Jadi tidak ada lagi pewaris saya kecuali putra saya satu-satunya ini. Sudah tenang hati saya kali ini karena ada menggantikan perjuangan saya membesarkan perusahaan saya selama ini." Ucapan juga harapan terucap lancar dari pidatonya. Dia kemudian duduk dan memberikan mic kepada putranya yang berdiri di sebelahnya.
"Selamat siang semuanya. Perkenalkan nama saya Kaisar Claude Sturridge. Putra kedua daddy saya yang sangat saya hormati Darius Sturridge. Saya sangat berterima kasih terhadap beliau yang sudah membesarkan saya dengan kasih sayang dan juga ilmu berbisnis nya sangat berguna bagi saya dan kakak saya. Ketegasan beliau dalam mendidik kami memang patut di apresiasi.
Saya tak bisa membalas apapun yang ia lakukan terhadap kami selama hidup kami berada naungan daddy saya. Dan dengan saya menggantikan beliau duduk di singgasananya yang telah 30 tahun ia tempati, saya harap bisa meringankan sedikit beban di pundaknya." Ucap Kaisar dengan wibawa yang diturunkan dari Daddy-nya begitu menunjukkan bahwa ia mampu untuk meneruskan perjuangannya bisnis keluarga nya ini.
Sejenak Nathalie terpukau dengan cara bicara bosnya yang berbeda jauh saat kemarin ia bertemu, lebih lembut dan entahlah ada daya tarik tersendiri bagi Nathalie pada bosnya itu.
"Untuk semuanya saya meminta untuk kerjasama nya.. dan saya akan semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik menjadi pemimpin di sini."
"Sekian terimakasih atas waktu yang di berikan. Saya harap semua mau menerima hadirnya saya disini."
Semua bertepuk tangan saat Kaisar menyudahi pidato singkatnya. Wajah bahagia bercampur dengan harapan yang tinggi untuk mengembangkan perusahaan ini menjadi yang lebih besar lagi.
"Ada pertanyaan lagi..?" Kali ini Ansel, sekretaris Tuan Darius.
"Oh Naina dari divisi Humas silahkan ajukan pertanyaannya?"
Semua mata melirik ke arah Naina yang sedang senyum senyum sendiri. Mereka pasti mengira jika Naina akan menanyakan sesuatu yang tidak penting karena sudah di lihat dari raut wajahnya yang begitu kemayu.
"Tuan bos single kah..?"
"Huhuhuhu."
Sorakan dari semua karyawan sontak memenuhi aula ini. Mereka tidak membully justru tertawa karena sifat Naina memang begitu. Kecuali Nathalie, dia begitu fokus dengan CEO muda di depannya. Nathalie memang duduk di depan di samping Gamal dan para karyawan terpenting di sana.
__ADS_1
Sesekali ia mengalihkan pandangan karena ketahuan menatap bosnya terlalu intens.
"Sudah sudah. CEO baru kalian masih singel dan kini ia juga sedang mencari wanita yang cocok untuk mendampingi hidupnya." Tuan Darius melerai mereka yang tertawa juga ia berucap dengan sumringah seperti ajang mencari calon menantu saja.
Sedang yang di bicarakan hanya menggelengkan kepalanya pelan karena malu dengan kelakuan Daddy-nya yang seperti mencari jodoh untuknya.
Sekian menit berlalu semua karyawan pun membubarkan diri dari aula. Nathalie masih bungkam dengan semua yang terjadi. Gamal dan juga semua karyawan langsung menuju ke kantin untuk mengisi perut. Mereka seperti terbebas dari sarangnya dan berbondong-bondong memenuhi kantin kantor. Ada pula yang keluar untuk mencari menu baru yang tidak tersedia di kantin.
......................
...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...
...Like...
...Favorit...
...Komentar...
...Vote...
...Hadiah...
...Rating 4,7...
...Follow Author...
__ADS_1
...Gaskeun lah!!!...