Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 17 $2 - Flashback (3)


__ADS_3

KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!


SELAMAT MEMBACA READER'S!!


AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPAu STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.


SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!


LET'S READER'S!!


......................


Keesokan paginya di pemakaman Arabella Wels Sturridge, dia diistirahatkan tepat di samping makam ibunya.


Kaisar dan keluarga nya masih setia menemani mommy-nya yang sudah di kubur di pemakaman. Wanita tangguh itu akhirnya menyerah atas penyakit yang di deritanya.


Sesakit itukah, Ara?


Darius terlihat begitu terpukul saat itu, wanita yang ia cintai begitu besar meninggalkan dua malaikat yang harus ia jaga sepenuh hatinya.


Entah apa yang harus ia lakukan saat ini. Hidupnya seperti terombang-ambing di lautan kesedihan yang mendalam.


Sesak!


Darius, belahan cintanya telah pergi!


Sentuhan di pundaknya membuat ia menoleh, sudah sekian menit mereka di sana menyaksikan Darius yang hanya memeluk batu nisan istrinya itu dengan tangisan yang tanpa suara.


"Mari pulang nak, biarkan Bella beristirahat dengan tenang di sana. Biarkan nanti Annalise yang menjaga buah hatinya." Tidak dapat di pungkiri jika Granpa Aslan adalah orang yang paling bersedih di sini. Pasalnya putrinya meninggal akibat musuhnya sendiri. Namun Granpa Aslan hanya menunjukkan sedikit kesedihannya agar tak terlalu terlihat.


"Tapi Pa. Nanti Ara bisa kesepian di sana. Apa aku menyusulnya saja Pa?"


Pernyataan Darius malah membuat Kaisar dan Athena menangis histeris.


"Dad kenapa bicara seperti itu! Daddy tidak sayang sama Nana? Daddy tidak sayang sama cucu daddy? Jangan tinggalkan kita lagi Dad, cukup mommy yang pergi. Daddy jangan bicara seperti itu!" Tangis histeris Athena begitu menyayat hati Darius yang di landa kesedihan itu. Perlahan ia berdiri dan merengkuh putri kesayangannya. Mengusap lembut punggung anaknya yang masih sesenggukan menangis. Kaisar yang melihatnya pun ikut berpelukan seolah menyalurkan luka yang mereka pendam.


"Jangan seperti itu Dad, Nana sama Kai baru bertemu dan daddy harus selalu ada buat kami..hiks. Dad harus tetap ada menemani kami..."


"Iya sayang iya, daddy janji tidak akan bersikap seperti tadi. Daddy akan selalu melindungi kalian. Daddy sayang sekali sama kalian berdua..."


Darius memeluk kedua buah hatinya dengan hati yang berusaha ikhlas. la mengecup pelipis ke duanya bergantian.

__ADS_1


"Kakak...!!?" Seseorang tiba-tiba datang dengan tangis yang begitu histeris. la menyesal karena tak ada di samping kakak yang sangat ia sayangi.


Lelaki itu, Roland Garros Sturridge. Adik laki-laki satu-satunya Arabella. Hubungan keduanya sangat erat, karena Arabella sebagai kakak dan tempat berlindung Roland yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari mamanya sejak lahir, Annalise.


la memeluk batu nisan yang berukir indah nama yang ia jaga selama ini. Kakaknya Bella, seorang wanita hebat yang pernah Tuhan beri selain mamanya.


"Kak... kenapa harus pergi secepat ini?! Apa kakak sudah lelah untuk nasehati Roland lagi? Apa kakak tidak mau lihat Roland bahagia kak?" Tangis laki-laki itu begitu tulus menyayangi kakaknya. Tangisan yang jarang ia perlihatkan di hadapan semua orang kini terlihat di pemakaman kakaknya kini.


Perlahan Grandpa Aslan mendekati Roland yang masih bersimpuh di samping pusara putrinya. Merangkulnya dengan hati yang masih saja sakit karena kehilangan dua wanita dalam hidupnya.


"Tenangkan dirimu nak. Ini adalah pilihan kakakmu, dia sangat berterima kasih atas waktumu yang selalu merawatnya di sela kesibukanmu di kantor. Biarkan kali ini ia pergi dengan tenang, rasa sakitnya sudah berganti dengan wajah cerianya bertemu dengan mamamu di sana!"


Nasihat yang sang papa utarakan sangat menyentuh hati Roland yang larut akan kesedihan yang mendalam. Perlahan ia bangkit dan bejalan ke arah Darius. Sejenak mereka bertatap sendu karena kehilangan wanita yang sama-sama mereka sayangi.


Roland memeluk Darius yang notabene sahabatnya itu. Sedang Darius membalas pelukan itu tak kalah erat.


"Terima kasih sudah buat kakak ku bahagia Dar, aku bahagia. Aku tidak bisa pungkiri jika bukan kami yang jadi kakak ipar ku."


"Itu kewajiban ku Land," singkat namun sangat dalam artinya.


"Kamu Kaisar?" Tanyanya dengan wajah yang begitu berbinar. Keponakannya kini telah tumbuh dewasa.


"Iya Om. Aku Kaisar."


"Kamu sudah besar Kai. Om yakin kamu pasti akan menjadi pemuda yang tangguh. Lindungi wanita yang kamu cintai Kai jangan ada lagi kejadian seperti mommy kamu di kehidupan selanjutnya." Nasehat Roland yang begitu dalam menusuk relung hati Kaisar.


"Terima kasih Om .. Kaisar janji akan melindungi Kak Athena dan yang lainya Om. Terima kasih sudah percaya dengan Kai."


Kaisar membalas pelukan itu tak kalah erat. Dia sudah menganggap Roland seperti ayahnya sendiri.


"Mari kita pulang. Biarkan Bella istirahat dengan tenang dan damai. Biarkan ia bahagia di pangkuan Tuhan yang melindunginya..."


Instruksi dari pria yang tak lagi muda itu menyadarkan kesedihan mereka. Mereka adalah keluarga yang harmonis. Tak saling menyalahkan satu sama lain. Mereka kemudian berjalan dengan langkah pelan di pimpin Grandpa Aslan yang lebih dulu keluar di pemakaman.


Kaisar berjalan pelan sambil sesekali menoleh ke belakang.


'Selamat tinggal Mom... I will to be miss you always Mom..' batinnya mencoba untuk tegar menghadapi kejadian ini.


Tanpa ia sadari Kaisar melupakan sesuatu yang akan membuat dunianya berubah total.


Entah tanpa terasa seminggu sudah Kaisar berada di London. la sedikit depresi dengan semua yang terjadi, ia terus mengurung diri di kamar tanpa memegang ponsel yang entah dimana benda itu ia letakkan.

__ADS_1


Perlahan saat ia bangun dari tidurnya, entah mengapa tiba-tiba ia mengucapkan nama yang pernah ia lupakan selama satu minggu disini.


"Nathalie..."


Mimpi yang membuatnya tersadar jika melupakan sesuatu hal besar. Apa kabar kekasihnya itu. Perlahan ia turun kelantai bawah segera mencari kakak perempuannya. Di lihatnya Athena sedang menikmati sarapannya bersama suaminya di sana. Sedangkan Darius sudah kembali ke Indonesia tiga hari yang lalu. Tanggung jawabnya yang begitu besar mengharuskan ia kembali segera.


"Kak Athena..?" Panggil Kaisar dengan langkah cepat menuruni tangga. Athena yang melihat adiknya turun terlihat bahagia, pasalnya sudah lama ia tak melihat wajah yang terlihat kuyu di hadapannya.


"Ponsel aku mana kak?"


"Hah..kakak kan tidak tahu dek. Memang kamu taruh mana?"


Hah!


Kaisar menghela nafas kasarnya. Dia yang begitu pusing dengan semua ini.


"Aku harus segera balik ke Indonesia kak," putusnya segera.


......................


...Author Prince Aurora mengucapkan selamat mengerjakan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga di tahun ini dapat menjadi ibadah yang lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya dan mendapatkan pahala yang sebanyak-banyaknya. Selalu berkah dan Istiqomah ya, reader's!!!...


...❤️🧩📍🧩❤️...


......................


...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...


...Like...


...Favorit...


...Komentar...


...Vote...


...Hadiah...


...Rating 4,7...


...Follow Author...

__ADS_1


...Gaskeun lah!!!...


__ADS_2