
Temaram .
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰🥰
................
Di pagi ini, Nathalie seperti biasa akan membereskan keperluan yang akan di bawa dan di pakai oleh suaminya, saat akan menuju ke perusahaan. Sedangkan untuk Kaisar, sedari tadi pria itu terus bermain dengan Baby Rain.
"Papi," panggil Nathalie yang membuat Kaisar yang sedang bermain di tikar berbulu bersama dengan Baby Rain, kini menoleh ke arah istrinya.
"Kenapa sayang?" Tanya Kaisar.
"Sudah sekarang kamu ganti baju saja. Kamu sudah telat lho Pi, kalau kamu lebih fokus main sama Baby Rain terus," jawab Nathalie mengingatkan. Karena entah pria itu sering lupa diri ketika bermain dengan Baby Rain atau memang pria itu menganggap semuanya mudah saja.
"Iya-iya sayang. Ini juga aku sudah mau siap-siap kok," balas Kaisar, yang sekarang berdiri dari duduknya dan memberikan Baby Rain ke dalam gendongan Nathalie.
"Ya sudah sana cepat ganti bajunya. Awas, sampai kamu pakai alasan apa-apa ya. Pokoknya kamu harus ganti baju," ucap Nathalie. "Kan tinggal ganti baju, mandinya sudah dari tadi. Jadi, aku tahu kamu tidak akan lama-lama buat gantinya," ucap Nathalie mengomel di pagi-pagi buta begini.
"Iya sayang, iya. Kalau kamu tidak mau berhenti bicara, bagaimana caranya aku bisa ganti pakaian sekarang," balas Kaisar.
"Eh maaf. Kan aku jadi kebanyakan bicara, gara-gara kamu yang santai sekali kerjanya," ujar Nathalie.
"Maaf Pi. Sekarang kamu boleh ganti pakaian deh," ujar Nathalie.
"Nah begitu dong dari tadi, Pi. Kamu masih harus sarapan tahu, setelah ini," ucap Nathalie.
"Iya sayang maaf. Aku jadinya telat, karena keasikan main sama Baby Rain sih," ucap Kaisar beralasan.
"Tidak usah pakai alasan, Baby Rain segala. Kalau memang kamu yang malas buat kerja hari ini," ucap Nathalie yang mendapat kekehan dari Kaisar.
"Hehehe. Damai sayang damai," ujar Kaisar sambil mengangkat jari telunjuk dan tengah membentuk huruf V.
"Sudah, sekarang kita sarapan dulu. Kamu kan sudah selesai ganti pakaiannya," ucap Nathalie yang di turuti oleh Kaisar.
"Sini, Baby Rain biar aku saja yang gendong," ucap Kaisar menawarkan diri yang langsung di terima oleh Nathalie.
Mereka berdua berjalan menuju ke lantai dasar dengan senyuman yang terbit di kedua sudut bibir mereka berdua. Dan untuk Baby Rain, bayi itu terlihat begitu tenang sejak tadi, sama sekali tidak rewel.
Saat sampai di meja makan, Nathalie langsung mengambilkan makanan untuk suaminya yang sekarang sedang menatap ke arahnya, sambil tersenyum bersama dengan Baby Rain.
__ADS_1
"Baby Rain, kalau di lihat dari sini, Mami kamu jadi lebih cantik ya. Papi tidak sangka kalau Mami kamu bisa seperti ini," ucap Kaisar. Dan untuk Baby Rain, bayi itu berceloteh entah apa.
"Tidak usah bicara seperti itu, ah. Mana di depan anak sendiri lagi. Awas saja, kalau kamu ajari Baby Rain jadi playboy pas besar ya," ucap Nathalie.
"Iya sayang, tidak akan kok," balas Kaisar yang sekarang memberikan Baby Rain kembali ke gendongan Nathalie dan akhirnya ia mulai memakan makanan tersebut, sekalian ia juga menyuapi sarapan untuk istrinya yang kesulitan jika harus makan sendiri.
Selesainya mereka sarapan, Nathalie mengantarkan Kaisar ke depan sampai di teras, tempat mobil suaminya itu di parkir. Sebelum ia akan pergi, Kaisar terlebih dahulu memberikan kecupan-kecupan baik pada Nathalie maupun Baby Rain.
"Aku berangkat kerja ya sayang," ucap Kaisar.
"Iya hati-hati ya Papi Kai. Pokoknya jangan ngebut, perusahaannya juga kan tidak jauh-jauh dari sini. Jadi, mending kamu pelan-pelan aja, bawa mobilnya," pesan Nathalie, sebelum pria itu akan mengendarai mobilnya meninggalkan pekarangan rumah mereka.
Tidak seperti saat di rumah, Nathalie harus mengomel-ngomel dulu, saat di perusahaan, Kaisar terlihat sangat professional, melupakan semua tingkah manjanya selama di rumah, bersama dengan sang istri.
Tok!
Tok!
Tok!
"Masuk," jawab Kaisar, tanpa mengalihkan pandangannya dari pekerjaan.
"Ternyata ponakan Om ini lagi sibuk kerja ya. Sepertinya, Om salah waktu deh datang kesini," ucap Roland, adik dari Mommy Arabella yang membuat Kaisar langsung mengalihkan pandangannya, dari dokumen yang sedang ia baca, dan melihat Om nya tepat berada tidak jauh darinya yang kini melangkah lebih dekat dan mengambil duduk tepat di depannya.
"Tentang masalah kamu, mau turun jabatan sebagai direktur gimana. Apa kamu memang tidak mau mempertimbangkan lagi?" Tanya Roland.
"Oh masalah itu. Kenapa memangnya, Om? Apa ada keluarga yang sedang mengincar warisan itu ya?" Tanya Kaisar yang memang tepat alasannya.
"Iya begitulah. Saran Om, kamu jangan pernah melepaskan gelar ini. Biarpun kamu ingin, tapi lebih baik kamu tahan. Karena, bisa saja kan Baby Rain jadi direktur di masa depan. Kalau kamu buang kesempatan emas yang sedang kamu rasakan sekarang, kamu akan menyesal nanti. Karena bisa aja posisi ini, jatuh sama orang yang tidak tepat," ucap Roland.
"Sekalian, Om ingin ucapin selamat buat kamu sama Nathalie yang sekarang sudah resmi menjadi Mami dan Papi," ucapnya lagi.
"Terima kasih Om, kapan-kapan nanti ke rumah juga Om buat lihat Baby Rain."
"Sepertinya, nanti saja deh Kai. Om masih punya banyak jadwal, yang harus Om kontrol," ucap Roland yang setengahnya benar, dan setengahnya lagi tidak benar.
"Ya sudah deh. Tapi nanti, Om harus mampir ke rumah aku sama Nathalie ya."
"Sudah pasti. Kalau begitu, Om mau balik dulu ya. Masih ada rapat, yang harus Om hadiri soalnya," jawab Roland.
"Kalo begitu, Om hati-hati pulangnya ya," ucap mendapatkan anggukan dari Roland.
__ADS_1
Setelah kepergian sang paman, Kaisar kembali pada pekerjaannya. Hingga, di saat telah jam menunjukan waktunya makan siang, Kaisar keluar menuju ruangan tempat dia beristirahat. Saat Kaisar masuk ke dalam ruangan tersebut, tidak ada orang satupun, yang membuat pria itu memilih untuk duduk, dan mengambil ponselnya dan langsung menghubungi istrinya via panggilan video.
"Halo Papi. Kamu lagi jam istirahat ya?" Tanya Nathalie, yang di angguki oleh Kaisar.
"Halo Papi. Kamu sudah makan siang kan?" Tanya Nathalie.
"Belum sayang. Aku malas buat makan," jawab Kaisar seadanya.
"Jangan begitu Pu. Kan Papi kalau sakit, repot juga sendiri kan?" Ucap Nathalie yang membuat Kaisar kesal pada dirinya sangat sulit.
"Ya udah iya sayang. Aku akan makan sekarang. Tapi tunggu, aku mau pesan makanannya dulu," ucap Kaisar.
"Okay, aku akan tunggu. Pokoknya, aku bakal pantau kamu sampai selesai makan siang," ucap Nathalie.
"Terserah kamu deh," jawab Kaisar seadanya.
"Jangan merajuk. Nanti pas pulang, aku marah balik baru tahu rasa," ucap Nathalie yang hanya sedang menggoda suaminya, hingga membuat Kaisar seketika membulatkan matanya.
"Siapa juga yang marah," ucap Kaisar yang sekarang menunjukkan jika ia baik-baik saja dan tidak ada tanda-tanda kalau ia sedang merajuk.
"Oh bagus dong kalau begitu," ucap Nathalie merasa senang.
"Baby Rain mana, sayang?" Tanya Kaisar.
"Baby Rain lagi tidur, Pi. Jadi, kamu cuma bisa mengobrol sama aku doang sekarang," ucap Nathalie.
"Terus kamu sudah makan belum?" Tanya Kaisar, "karena bisa saja kan, kalau kamu ingatin aku soal makan terus, tapi malah kamu yang belum makan lagi," ucap Kaisar beropini.
"Sudah dong. Aku kan sekarang sudah jadi Mami, ya walaupun aku malas makan. Tapi aku paksa, karena kasihan Baby Rain yang sudah datang dengan sukacita pada siang hari ini," ucap Nathalie.
"Beneran? Serius, sudah makan?" Tanya Kaisar, yang seakan belum yakin dengan jawaban yang diberikan oleh istrinya itu.
"Ih... kan sudah aku bilang sudah. Berarti ya sudah sih," ucap Nathalie agak kesal sedikit, tapi membuat Kaisar merasa gemas dengan tingkah istrinya itu. "Kamu itu kapan makannya. Masa makanan ya belum datang-datang sih. Sudah dari tadi perasaan kita ngobrolnya," lanjut Nathalie lagi.
"lya deh aku percaya. Ini pesanan beberapa menit lagi sudah mau sampai kok, kamu tenang saja," balas Kaisar.
Romantis banget ya reader's Papi Kai dan Mami Nath.
"Oh iya Pi," ujar Nathalie tiba-tiba.
"Apa Mi?" Kaisar bertanya heran.
__ADS_1
"Jangan lupa vote, like, hadiah, sama rate ya. Mami tunggu,"
"Dengar tuh!!!!"