
KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!
SELAMAT MEMBACA READER'S!!
AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.
SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!
LET'S READER'S!!
......................
"Malam juga Nathalie..." Jawabnya dengan wajah tak kalah bahagia.
Melihat putranya yang menggandeng tangan wanita di sampingnya membuatnya begitu bahagia. Entah kenapa melihat putranya menjadi pria dewasa yang begitu bertanggung jawab sangat membanggakan hatinya.
"Mari duduk Nath... Kaisar panggil kakak kamu di atas.
"Iya Dad..."
Kaisar berjalan menuju tangga memanggil kakak perempuan, sedangkan disini Nathalie begitu canggung duduk tepat di depan Darius yang notabenenya bosnya di kantor.
"Nathalie kamu ingat, saya pernah bilang kalau saya akan memberikan kamu bonus kan? Waktu kamu jemput anak saya..."
"I..Iya Tuan saya ingat..." Nathalie nampak gugup saat ini. Darius yang melihatnya hanya terkekeh geli.
"Kamu kenapa jadi gugup begini Nath?,"
'Ya bagaimana tidak gugup coba, ketemu mertua sudah di tanyain bonus ...ingin terima nanti dikata matre!' rutuk Nathalie dalam hati sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kalau itu saya tidak masalah Tuan bos...terserah bagaimana Tuan saja..."
Darius menatap wajah Nathalie dengan senyum yang tulus. Calon menantunya ini memang unik sekali.
Kaisar kemudian turun sambil menggendong anak kecil mungkin usianya sekitar 5 tahunan. Di belakangnya di ikuti perempuan cantik yang wajahnya mirip dengan Kaisar.
"Ayo Izal, salim sama kakak cantik...!!" Suruh perempuan yang cantik itu pada anaknya yang sudah turun dari gendongan Kaisar dan berlari ke arah Grandpa Aslan.
Anak kecil bernama Fahrizal itu segera menuju ke arah Nathalie yang mematung dengan senyum yang tulus. Perlahan tangannya di sentuh tangan lembut itu dan menciumnya.
"Nama kamu siapa sayang?"
"Izal kak, Fahrizal... Nama kakak cantik siapa?"
"Hmm nama kakak Nathalie... Kamu ganteng banget Izal..." Nathalie mencoba berbaur dengan anak kecil tampan di hadapannya. Mata sipit dengan lesung pipi yang membuatnya terlihat manis saat tersenyum.
"Hehehe, terima kasih kakak cantik..."
"Sini Izal, duduk sama Om Kai." Fahrizal menggelengkan kepalanya.
"Tidak mau, ingin sama kakak cantik boleh..?" Izinnya yang langsung mendapat senyum sumringah dari Nathalie.
"Boleh, sini sama Kak Nath..." Entah apa yang membuat Fahrizal begitu nyaman duduk bersama orang yang baru ia temui.
"Izal jangan, kamu berat tahu...!" Peringat Kaisar pada Fahrizal yang hanya dibalas dengan menjulurkan lidahnya.
"Tidak apa-apa Kai... Nanti kalau pegal bisa duduk di samping aku." Nathalie begitu senang memeluk tubuh Fahrizal yang begitu mungil.
__ADS_1
"Bagaimana Nath? Kamu mau ambil bonus yang saya kasih ke kamu?" Pertanyaan Darius yang membuat Nathalie bimbang.
"Terserah baiknya bagaimana saja, Tuan bos..." Hanya itu yang mampu ia ucapkan.
"Bonus apa Dad...?" Tanya Kaisar begitu penasaran dengan percakapan yang begitu aneh.
"Bonus waktu Nathalie jemput kamu di bandara.." jelas Darius singkat.
"Oh kalau baik kenapa tidak diterima saja bee?"
Nathalie hanya menoleh ke arah Kaisar kemudian kembali memandang wajah Darius dengan senyum yang masih terlihat gugup.
"Terima saja Nath... Lumayan kan." Kali ini wanita yang berstatus ibu dari Fahrizal juga kakak dari pacarnya menyahut.
"Tapi saya takut kalau Nathalie menyesal menerima bonus nya..," perkataan Darius membuat Nathalie mengernyit heran, begitu juga dengan Kaisar dan Athena.
"Menyesal bagaimana Tuan...?" Tanya Nathalie ingin tahu.
"Iya, saya waktu itu nyuruh kamu buat jemput anak saya juga jemput bonus kamu..."
Nathalie mematung di tempatnya. la baru sadar kalau yang di maksudkan dengan bonusnya adalah kekasihnya sendiri.
"Daddy kasih restu untuk kami?" Antusias Kaisar tak dapat ia sembunyikan lagi.
"Why not Kai...? Tidak ada alasan untuk daddy menghalangi kebahagiaan kamu sayang... Sudah cukup lima tahun kamu berurusan dengan bisnis dan menyingkirkan kebahagiaan kamu... Sekarang daddy harap kamu tidak main-main Kaisar... Lelaki bertanggung-jawab lebih baik dari pada menemani tanpa memberi kepastian..."
Nathalie maupun Kaisar begitu terharu mendengar nasehat dari orang yang paling ia sayangi. Keduanya bertatapan penuh arti, senyum tak pernah luntur dari keduanya.
Hal inilah yang Nathalie begitu juga Kaisar harapkan. Sekian tahun berpisah, membuat Kaisar bertekad tak akan membiarkan kekasihnya sendiri lagi.
"Terima kasih Tuan bos, saya sangat menerima bonus yang anda berikan dan saya akan menjaganya agar tak meninggalkan saya lagi...!"
"Ya sudah daddy sudah tua, bukan waktunya daddy untuk bergadang... Kalian lanjutkan pembicaraan ini... Nathalie kalau kamu mau menginap disini... masih ada kamar kosong di rumah ini, nak."
Nathalie begitu bahagia dan mengucapkan banyak terima kasih untuk Darius yang beranjak dari duduknya.
"Umur kamu berapa Nath...?" Kali ini Athena yang bertanya pada Nathalie yang menatapnya balik.
"Aku baru 25 kak." Jawabnya terlihat lucu karena belum mengetahui nama dari kakak kekasihnya tersebut.
"Athena, panggil saja Athena..."
"Baik Kak Athena..," tak ada yang bisa menghilangkan senyum yang Nathalie punya. Perlahan-lahan tumpukan pada tubuhnya di karenakan Fahrizal yang terlihat menutup matanya.
"Biar kakak gendong Nath... Sekalian ke kamar biar makin nyenyak tidurnya..."
Athena perlahan mengangkat Fahrizal yang masih terpejam. Seolah mengerti jika yang menggendong adalah mamanya, membuatnya semakin melingkarkan pelukan eratnya.
"Kakak tidurkan Izal ya Nath..maaf belum bisa temani kamu..." Ucap Athena dengan nada melasnya. Inginnya untuk berbicara panjang lebar dengan kekasih adiknya tak jadi karena putranya yang sudah mengantuk.
"Iya tidak masalah kak... Kapan-kapan kalau ada waktu luang kita ketemu lagi."
"Oke..kalian kalau mau makan nanti bilang sama bibi di dapur ya. Jangan usah sungkan Nath, anggap saja rumah sendiri .!!"
"Iya kak..."
Kini tinggallah Nathalie dan Kaisar di ruang tamu. Penampilan Kaisar begitu tampan jika di lihat dari dekat membuat Nathalie terpukau perlahan. Pantas saja tadi Geng Bu Soleha menggoda kekasihnya yang mirip aktor Korea ini.
__ADS_1
"Kamu mau makan bee...?" Tanya Kaisar dengan wajah yang begitu dekat dengan kekasihnya.
"Tidak Kai, tapi aku ingat sesuatu." Wajah yang sedari tadi tersenyum perlahan berubah sendu.
"Ingat apa bee? Kalau menyakitkan ada baiknya di lupakan saja..." Nasihat Kaisar sembari mengelus lembut rambut kekasihnya ini.
"Anak kita Kai..." Nathalie menjeda ucapannya. "...mungkin kalau dia ada, dia sudah sebesar Izal..."
Deg!
Tentu saja hati Kaisar mencelos mendengarnya. Dia pun sebenarnya begitu sedih saat tahu kenyataan yang pahit itu.
"Sudah bee... Tidak perlu di inget lagi. Mungkin Tuhan lebih sayang dia bee... Nanti kalau sudah menikah kita buat lagi yang banyak kalau bisa..." Goda Kaisar dengan wajah yang begitu menyebalkan bagi Nathalie yang tengah mellow.
Tapi, yakin bisa tahan Kai?
Kita lihat saja ya reader's tercinta!!
"Ih kamu mah..." Nathalie mengerucutkan bibirnya kesal.
"Eh itu bibir minta di cium apa bagaimana? Kok manyun gitu sih..." Lantas ejekan dari Kaisar membuat pipi Nathalie semakin bersemu merah.
"Ih Kai... Jangan goda terus... Malu tahu, Nyesel aku tolongin kamu tadi... Biar saja kamu tadi di jadiin suami kedua sama geng Bu Soleha tadi..."
"Hehe peace sayang..." Kaisar meminta maaf, dia benar-benar tidak mau jika di jadikan piala bergilir oleh ibu-ibu tadi.
Hiih... membayangkan saja Kaisar sudah geli.
"Yuk ke rumah aku saja, bee..."
"Buat apa Kai?"
"Biar lebih bebas pacarannya..." bisikan Kaisar seketika membuat bulu kuduknya berdiri.
Setan nih, reader's!!
"Ihh cari makan di luar dulu ya..."
"As your wish baby.!!"
......................
...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...
...Like...
...Favorit...
...Komentar...
...Vote...
...Hadiah...
...Rating 4,7...
...Follow Author...
__ADS_1
...Gaskeun lah!!!...