Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 38 $2 - Bajingan!


__ADS_3

Nath, kamu kenapa berubah sayang?


Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


................


Kaisar merasa tidak terima, melihat sang istri dan juga pria bajingan itu pergi begitu saja meninggalkannya di dalam private room tersebut. Dengan langkah cepat Kaisar keluar dari ruangan tersebut dan mengejar Nathalie dan Aiden yang saat ini sedang berjalan dengan saling bergandengan tangan.


"BRENGSEK!"


"BAJINGAN!"


"SIALAN!"


"Kamu pikir, aku akan membiarkan kamu membawa istri aku begitu saja. Kamu salah brengsek," ucap Kaisar sambil menarik kerah kemeja Aiden agar bisa saling bertatapan langsung dengannya.


"Kai stop, jangan buat diri kamu malu. Disini ada banyak orang," ucap Nathalie mencoba menarik kedua tangan suaminya yang saat ini sedang menarik kerah kemeja Aiden dengan kuat.


"Bukan aku yang seharusnya malu, tapi dia. Karena, dia yang sudah buat masalah disini. Kamu istri aku, tapi dia dengan tidak tahu malunya malah mau berhak atas diri kamu," ucap Kaisar dengan nada suara penuh penekanan.


"Stop Kaisar. Kamu jangan nambah-nambah masalah deh. Mending, sekarang kamu lepasin Aiden. Aku sama Aiden sibuk dan tidak ada waktu buat ladenin kamu," ucap Nathalie menarik kedua tangan Kaisar dengan kuat hingga genggaman pria itu pada kerah kemeja Aiden terlepas.


"Kaisar, seharusnya kamu terima kenyataan kalau misalnya Nathalie lebih peduli sama aku. Bisa lihat sendiri kan, dia lebih sayang sama aku di banding kamu," ucap Aiden sambil tersenyum miring.


BUGH!


BUGH!


BUGH!


Kaisar memukul Aiden dengan membabi buta karena pertahanannya untuk tidak memukul lebih pada Aiden telah habis. Perkataan dari pria di depannya ini sudah sangat membuatnya emosi dan jadinya kedua telapak tangannya sudah tidak bisa di kontrol lagi.

__ADS_1


"KAISAR BERHENTI!" teriak Nathalie berharap Kaisar sadar dengan apa yang ia lakukan. Tapi pria itu sekarang, malah bertambah memberikan bogeman di wajah Aiden.


"Kai tolong berhenti," ucap Nathalie pelan, tapi perkataan sang istri di anggap angin lalu oleh pria itu.


"Papi, please. Aku mohon, tolong sadar sayang," ucap Nathalie yang sekarang memeluk Kaisar dari belakang, hingga membuat Kaisar yang tadinya memukul Aiden seketika terhenti.


"Papi, sudah ya. Jangan mukul Aiden lagi," ucap Nathalie dengan pelan mencoba membuat Kaisar menjadi tenang.


"Aiden, mending kamu pulang dulu. Nanti kita bicarakan ini lagi nanti," ucap Nathalie yang langsung di turuti oleh Aiden, yang saat ini dengan susah payah berdiri dari posisi terbaring di lantainya setelah Nathalie membuat Kaisar menggeser tubuhnya dari dekat tubuh Aiden, sepupunya itu.


"Ikut aku," ucap Kaisar yang sekarang menarik Nathalie untuk ikut dengannya keluar dari restoran tersebut, tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitar mereka yang menatap ke arah Kaisar dan Nathalie dengan pandangan mata yang terlihat jelas jika mereka sangat penasaran.


Nathalie hanya diam saja, saat Kaisar membawanya masuk ke dalam mobil. Sedangkan Kaisar, pria itu tampak mencoba mengatur napasnya yang saat ini masih naik turun dengan cepat sambil memegang erat stir mobilnya.


BLAM!


"ARGH..."


Kaisar memukul stir sambil berteriak frustasi yang membuat Nathalie langsung menoleh ke arah pria itu, terlihat sangat frustasi sekali sekarang! Sabar ya Papi Kai!


"Apa perlu, aku perjelas lagi?" Tanya balik Nathalie. "Dengan kamu lihat sendiri yang aku sama Aiden lakukan, kamu pasti sudah tahu Aiden itu siapa aku kan?" Lanjut Nathalie lagi, yang kini di tanggapi tawa miris oleh Kaisar.


"Ternyata aku gagal Nath. Aku gagal, jadi suami yang baik buat kamu ," ucap pelan Kaisar.


"Aku tidak bisa, buat kamu cuma lihat aku saja sosok pria yang kamu cintai. Sekarang, ada pria lain juga yang menjadi orang yang masuk di tengah-tengah pernikahan kita," ucap Kaisar.


"Setelah kamu tahu ini semua, aku tidak masalah kok, kalau misalnya kamu ingin minta pisah sama aku," ucap Nathalie, yang membuat Kaisar kembali tertawa miris, tapi kini lebih kuat hingga membuat suaranya menggema di dalam mobil tersebut.


"Segampang itu kamu minta pisah sama aku?" Tanya Kaisar merasa tidak percaya. "Oh aku jadi ingat, jadi ini maksud dari pertanyaan kamu yang kemarin? Kamu memang sudah punya rencana, buat tinggalin aku? Terus kamu bakal pergi sama pria brengsek itu?" Lanjut Kaisar, yang di tanggapi anggukan dari Nathalie.


"Aku sudah tidak merasa cocok sama kamu, Kai. Tolong ngertiin aku," ucap Nathalie.


"Kalau kita sudah tidak cocok, tidak mungkin bisa hadir Baby Rain di antara kita. Terus, kamu tidak pikirkan, bagaimana nasib Baby Rain kedepannya kalau kita pisah?" Tanya Kaisar yang sekarang menatap intens ke arah Nathalie yang sama sekali tidak mau melihatnya.

__ADS_1


"Baby Rain, suatu hari nanti pasti akan mengerti kok, Kaisar. Dari pada, aku main di belakang kamu terus kan, mending kita pisah aja. Setidaknya, kamu bisa mendapatkan pengganti aku yang lebih baik nantinya," ujar Nathalie yang membuat sudut bibir sebelah kiri pria itu terangkat.


"Kamu sudah tidam cinta lagi sama aku?" Tanya Kaisar dengan tatapan sendu.


"Tidak. Rasa cinta aku sama kamu sudah habis. Dan aku harap kamu tidak akan memaksa, buat aku tetap tinggal di dekat kamu," ucap Nathalie dengan santai.


"Coba kamu bilang lagi kalimat itu. Tapi, sambil tatap kedua mata aku sekarang," lirih Kaisar.


"Aku tidak mau. Lagian, buang-buang waktu aku saja deh," ucap Nathalie menolak. Bukan tanpa sebab, tapi karena wanita itu tahu, jika rencananya akan gagal total, jika ia sampai melihat kedua mata suaminya, sambil mengulang kalimat yang barusan ia katakan.


"Syukurlah, kamu masih mencintai aku ternyata. Jadinya... aku akan menyingkirkan pria bajingan itu, biar kamu jadi lebih fokus ke aku mulai sekarang," ucap Kaisar dengan santai tanpa beban.


"Kamu jangan gila Kai. Kamu tidak akan mungkin melakukan hal yang tidak-tidak sama Aiden kan?" Tanya Nathalie yang jujur merasa khawatir. Karena niatnya ingin membuat kejutan untuk Kaisar dengan cara seperti ini ternyata salah karena pikiran suaminya mulai tidak benar sekarang.


"Aku memang gila, sayang. Dan biar aku tidak semakin gila, kamu harus meninggalkan pria itu. Sebelum, aku benar-benar akan melakukan hal gila sama pria itu," ucap Kaisar dengan senyuman manis, yang ia perlihatkan ke arah Bella. Bukannya merasa tersentuh, Nathalie malah bergidik ngeri karena suaminya sekarang malah terlihat menakutkan di matanya.


Drt...Drt...Drt!!


Suara getaran ponsel milik Nathalie, membuat wanita itu tidak jadi membalas perkataan suaminya dan sekarang malah mencari letak ponselnya di dalam tas yang ia bawa.


📱Kak Nana is calling...


"Halo Kak," sapa Nathalie saat ia telah mengangkat panggilan dari kakak iparnya itu.


"Halo Nath. Sekarang, mending kamu stop saja sampai disini permainannya. Lebih baik kamu cari cara lain buat kejutan nanti malam," ucap Athena di sebrang sana.


Nathalie tidak langsung menjawab dan kini menoleh ke arah Kaisar, yang sekarang melihat ke arahnya.


"Iya Kak, nanti kita bicara lagi ya," jawab Nathalie seadanya dan langsung mematikan sambungan tersebut karena tidak ingin jika Kaisar sampai tahu skenario yang telah ia buat ini.


"Baby Rain, ada dimana?" Tanya Kaisar, saat Nathalie kini sedang menyimpan ponsel miliknya.


"Ada sama Kak Nana," jawab Nathalie.

__ADS_1


"Kita kesana sekarang juga. Terus, aku akan bawa kamu sama Baby Rain jauh dari sini. Aku tidak akan biarkan kamu bisa bertemu sama pria itu lagi," ucap Kaisar yang sekarang bersiap untuk mengendarai mobilnya.


"Oh tidak. Bukan ini yang aku harapkan. Aku harus memikirkan cara apa yang bisa membuat Kaisar tidak jadi bawa aku kemana-mana nanti," gumam Nathalie di dalam hati.


__ADS_2