
Nath, kami milik aku selamanya.
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰
................
Senin, 17 April 2023.
Dengan wajah berseri-seri, Kaisar bangun dari tidurnya dan melangkah menuju ke kamar mandi dengan cepat, membersihkan dirinya yang tidak membutuhkan waktu lama, sekitar sepuluh menit berlalu, Kaisar keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Nathalie yang sekarang masuk ke kamar bersama dengan Baby Rain di gendongan wanita itu.
"Sayang, kamu dari mana?" Tanya Kaisar pada Nathalie yang sama sekali tidak melihat ke arahnya.
"Dari dapur, cek sarapan," jawab Nathalie seadanya, yang membuat Kaisar jadi mengerutkan keningnya bingung. Karena nada bicara istrinya pagi ini, tiba-tiba berubah.
"Kamu kenapa? Kok seperti beda banget pagi ini," tanya Kaisar sambil menghampiri istri dan anaknya.
"Aku tidak apa-apa kok Kai. Itu perasaan kamu saja mungkin," jawab Nathalie yang semakin menambah rasa bingung di diri Kaisar.
"Tuh kan, panggil aku saja pakai nama. Pasti ada apa-apanya. Kamu kenapa si, sayang? Bilang sama aku, biar aku tahu kalau misalnya aku ada salah begitu sama kamu," tanya Kaisar masih meminta sang istri untuk menjelaskan.
"Sudah deh Kai, mending sana kamu ganti baju dulu," jengah Nathalie.
"Sebelum kamu jelasin ada apa, aku tidak akan ganti baju," ucap Kaisar.
"Ya sudah terserah kamu deh," acuh Nathalie. "Aku sama Baby Rain, mau keluar dulu selama seharian ini. Aku mau ke rumah Kak Nana," lanjut Nathalie yang saat ini mengambil tas yang telah berisi semua kebutuhan Baby Rain, selama mereka di luar rumah nanti.
"Lho sayang, hari ini aku ulang tahun lho. Masa kamu tidak akan ada di rumah selama seharian. Terus, buat apa aku minta izin tidak kerja hari ini, kalau kamu saja sibuk sama urusan kamu sendiri. Padahal, kamu sendiri yang antusias, kalau pas di hari ulang tahun aku, kita akan jalan-jalan berdua," ucap Kaisar mencoba membuat istrinya mengingat lagi tentang apa yang telah mereka berdua rencanakan.
"Nanti saja Kaisar, hari ini aku sibuk. Kamu sebagai suami, seharusnya mengerti dong," ucap Nathalie yang sekarang bersiap untuk keluar dari kamar, tapi langsung di tahan oleh Kaisar.
"Nath, kalau ada masalah itu bicara, jangan cuma diam saja seperti ini. Kalau kamu diam saja, mana aku bisa tahu kamu kenapa. Setidaknya, kan aku jadi tahu, kamu kenapa tiba-tiba berubah jadi seperti ini sama aku. Padahal semalam, kita masih baik-baik saja lho sayang. Tapi pagi ini, kamu malah jadi Nathalie yang tidak aku kenal," ucap Kaisar secara perlahan, berharap istrinya akan berbicara.
"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya? Dengar ya Kai, aku tidak apa-apa. Sudah, kamu mending kerja saja deh. Supir sudah nunggu aku sama Baby Rain di bawa. Aku pergi dulu," ucap Nathalie yang sekarang benar-benar pergi, setelah Kaisar tidak menahan lagi istrinya untuk keluar dari kamar mereka.
"Sayang, kamu kenapa sih? Jangan buat aku jadi gila, karena mikirin kamu sebenarnya kenapa?" Gumam Kaisar, sambil mengacak-acak kasar rambutnya.
Sementara Kaisar yang di landa oleh rasa frustasi di kamarnya, saat ini Nathalie dan juga Baby Rain telah berada di dalam mobil. Sebelum mobil benar-benar jalan, Nathalie terlebih dahulu melihat ke arah rumah, sambil bergumam.
"Maafin aku Pi,"
***
Saat sementara Kaisar sedang memikirkan cara agar istrinya mau berbicara baik-baik lagi padanya, agar saat ia menyusul ke rumah sang kakak, semuanya sudah akan kembali normal, tiba-tiba dua buah pesan masuk ke ponselnya.
Ting!
📱1 message and picture from Gamal...
Tanpa berpikir yang aneh-aneh, Kaisar langsung membuka apa yang di kirimkan oleh sahabat sang istri itu. Ponsel yang saat ini di genggam oleh Kaisar, tiba-tiba berpindah menjadi ke sudut ruangan, karena di lempar oleh pria itu.
"BRENGSEK! BAJINGAN!!" Teriak marah Kaisar, karena melihat gambar yang di kirimkan oleh sahabat istrinya itu ternyata adalah foto Nathalie yang sedang berjalan-jalan bersama dengan seorang pria yang entah siapa, di pusat perbelanjaan ibukota.
Sial!
Dan yang membuat Kaisar semakin marah, ketika melihat tangan istrinya yang sedang mengandeng dengan mesra tangan pria itu, belum lagi satu lengan pria itu yang juga terlihat melingkar posesif di pinggang istrinya.
Tidak mau bertambah emosi, tanpa mengetahui informasi apa-apa, Kaisar memutuskan untuk menelpon Gamal, menggunakan ponsel khusus pekerjaan untuk mengetahui tentang kebenaran dari foto yang di kirimkan oleh sahabatnya itu. Walaupun ia masih berharap, jika itu hanyalah sebuah editan saja, meski terlihat jelas di foto tersebut memang benar-benar adalah istrinya, apalagi di tambah dengan senyuman yang biasanya istrinya perlihatkan padanya, sekarang senyuman itu di berikan oleh istrinya pada pria asing yang entah siapa.
"Halo Gam, kamu dapat foto itu dari mana?" Tanya Kaisar, yang tidak ingin berbasa-basi.
"Dari temanku Kai. Itu dia kirim ke aku, karena lihat Nathalie lagi sama cowok yang tidak tahu siapa. Karena setahu dia Nathalie sudah menikah, makanya dia kirim foto itu terus tanya padaku," jawab Gamal.
"Brengsek!" Umpat kesal Kaisar.
"Tolong kamu kasih tau padaku, kalau dapat informasi terbaru tentang keberadaan istriku dimana," ucap Kaisar penuh perintah dan setelah itu menutup panggilan tersebut secara sepihak.
"Aku pastikan, kamu tidak akan hidup tenang setelah ini manusia brengsek. Berani-beraninya dia mau mengambil istriku. Aku akan buat dia menyesal karena mengganggu ketenangan rumah tangga seorang Kaisar, bajingan!" Ucap Kaisar dengan rahang mengeras dan juga kedua tangan yang mengepal kuat, hingga semua urat-urat yang ada di kedua tangannya terlihat jelas.
__ADS_1
"Apapun yang terjadi Nath, kamu tetap akan terus menjadi istri aku, kamu milik aku, Nathalie. Kamu selamanya akan tetap menjadi Nyonya Sturridge. Apapun akan aku lakukan, yang penting kamu tetap sama aku. Soal masalah ini, aku tidak akan salahin kamu. Karena ini salah pria brengsek itu, mungkin dengan memberikan sedikit hadiah, akan membuatnya melepaskan kamu, kita lihat nanti saja sayang, apa yang akan aku lakukan setelah aku ketemu kamu sama pria bajingan itu," ucap Kaisar dengan smirk jahat yang terhias di wajahnya.
Dengan wajah datar dan tatapan tajam, Kaisar keluar dari kamarnya, menuju ke garasi mobil. Ia akan mencari istrinya sekarang dan akan ia bawa pulang. Tidak peduli, jika istrinya akan berontak sekalipun.
Para pekerja di rumah, yang melihat tatapan Kaisar tadi merasa takut sendiri karena baru kali ini sang majikan terlihat sangat marah seperti hari ini. Apalagi, hari ini merupakan ulang tahun dari pria itu, seharusnya pria itu sedang tersenyum bahagia, bukan memasang wajah menakutkan seperti sekarang.
Setelah Kaisar benar-benar telah pergi dari kediamannya, Bi Asih yang telah di mintai tolong oleh Nathalie, segera menghubungi nomor nyonya nya itu.
"Halo Bi, bagaimana?" Tanya Nathalie di sebrang sana.
"Tuan sudah keluar rumah Nyonya. Tadi, raut wajah Tuan Kai kelihatan sangat menakutkan," jawab Bi Asih.
"Baik Bi, terima kasih atas informasinya. Saya tutup dulu ya," balas Nathalie yang segera menutup telepon tersebut.
Kasihan sekali Papi Kai. Hehehe.
...****************...
...NEW NOVEL !!!!...
...Little Princess Kesayangan Bos Mafia (Obsesi Tak Bertuan) ...
Mata hijau yang terpancar dari seorang bayi yang di temukan oleh Zafeer Adam Dilliager membuat pria itu terobsesi untuk memilikinya. Hingga tak di sangka, perjalanannya di Ankara, Turki membuat Adam malah menculik putri semata wayang dari keluarga Yaz Benazir.
Bagaimana kegilaan seorang Adam dalam menjaga putrinya itu dari segala musuh yang menghadang? Lalu, apakah perasaan itu akan semakin menyeruak saat Allaine tumbuh menjadi gadis yang amat mempesona semua mata?
Kisah Adam dan Allaine akan hadir di bulan ke-lima tahun ini!
Salam Author Prince Aurora || 🐨
💖💖💖
BAB 001 - Kegilaan Bos Mafia
Kembali lagi bersama Author Prince Aurora, kali ini author akan datang dengan Novel terbaru dan insya Allah lebih menarik dari sebelumnya. Novel itu berjudul Little Princess Kesayangan Bos Mafia (Obsesi Tak Bertuan).
Novel ini akan rilis bulan kelima tahun ini!
__________
Huh!
Adam, pria berusia dua puluh satu tahun itu menghela nafas panjang. Lengan kekarnya memangku seorang bayi perempuan yang dia temui beberapa waktu lalu, tidak pernah di pikirannya akan menculik seorang bayi mungil. Bisa di perkirakan bahwa usianya masih menginjak dua bulanan.
"Tuan, pesawat sudah siap di tempat."
Adam mengalihkan pandangannya dari sang bayi, menatap tajam pria di hadapannya, lalu mengangguk tanda mengerti.
Pria itu melangkahkan kakinya menuju lantai atas Hotel Al-Bujra, ketika sampai bisa dilihat pesawat pribadinya, pesawat bombardir Global 7000 yang di rancang untuk menjadi jet pribadi khusus. Pesawat yang dimiliki oleh pria berkebangsaan Rusia itu memiliki harga senilai US$ 73 juta. Kabin yang dapat dikonfigurasi dalam berbagai cara, termasuk dengan ruang makan lengkap dan teater multimedia.
Global 7000 bahkan tersedia dengan kamar tidur pribadi. Ini merupakan opsi penting, mengingat Adam yang seringkali melakukan perjalanan dengan jarak pesawat lebih dari 8.500 mil – yang berarti seperti terbang tanpa henti dari New York ke Sydney, Australia misalnya.
Tangisan bayi yang di gendong oleh Adam hampir tak terdengar dengan dominasi suara angin yang cukup kencang.
"Cup, cup, cup, baby. Tenang ya..." Sontak para pengawal yang berada di sekitar Tuan-nya nampak tercengang. Bagaimana ini adalah pertama kalinya Zafeer Adam Dilliager berkata begitu lembut? Usapan pada pipi bayi mungil dengan mata hijau itu nampak menggeliat, mata bulat dengan kiasan bintik-bintik emas di sekitarnya menambah kesan paripurna bagi Allaine.
Ya! Adam menamai bayi mungil itu dengan Allaine Princess Dilliager.
Putri semata wayangnya itu kini akan menjadi bagian dari hidup Adam. Debaran jantung Adam kian terasa jelas, matanya memancarkan sebuah perasaan yang begitu asing bagi pria itu.
Apakah dirinya mencintai bayi balita itu?
Adam terus melangkahkan kakinya, menaiki pesawat dihadapannya itu. Semua telah siap, kini dirinya akan membawa Allaine, little princess-nya untuk menuju kehidupan baru. Kehidupan dimana musuh begitu buas dan cinta yang di rasakan makin melebar menyebar setiap sendi-sendi di dalam tubuhnya.
Mungkin cukup gila!
Namun, untuk pertama kalinya Adam merasakan perasaan asing itu. Dirinya akan menunggu Allaine hingga dewasa nanti. Hanya perlu menjaga untuk menuai atas apa yang dia telah lakukan. Dirinya pasti akan sanggup menunggu Allaine tumbuh menjadi gadis cantik jelita. Hanya perlu bersabar.
__ADS_1
Ya! Hanya bersabar saja. Adam mencintai gadis kecilnya itu, little princess-nya!
Allaine Princess Dilliager.
💖💖💖
Moskow, Rusia.
Tidak terasa, setelah tiga jam lebih dua puluh menit berlalu. Pesawat yang membawa Adam beserta rombongan kini telah sampai di halaman Mansion Dilliager.
Mansion Dilliager yang berlokasi di ujung utara kota Moskow itu sangatlah megah, tak lupa teras putih pualam dengan pemandangan tak terbatas yang sangat indah. Bukan itu saja, mansion ini juga memiliki taman yang sangat indah. Desain interiornya yang klasik lengkap dengan balutan emas asli yang membuat seisi rumah menjadi terlihat jauh lebih megah lagi. Mansion Dilliager ini dapat ditaksir memiliki harga senilai US$ 723 juta.
Adam melangkahkan kakinya masuk menuju gerbang Mansion Dilliager. Para pelayan menyambut kedatangan sang tuan dengan antusias setelah sebelumnya Gulsen, sang pengawal pribadi memberitahukan seisi Mansion Dilliager kabar mengenai bayi mungil yang akan datang bersamanya.
"Selamat datang, Tuan."
Adam mengentikan langkah kakinya, kemudian berbalik menghadap seluruh pelayan dan penjaga yang ada. Pria itu masih menimang-nimang Allaine kecil dalam gendongannya.
"Hari ini aku akan memberitahukan kepada kalian semua mengenai sosok bayi di gendonganku ini. Perkenalkan dia adalah Allaine Princess Dilliager, putri angkatku. Kalian harus menjaga dan melindunginya lebih dari diri kalian sendiri.
Paham?"
Suara dingin dan tegas itu menggema, berbeda dengan saat Adam berinteraksi bersama Allaine. Suaranya sangat lembut, seperti berbisik pada kaca yang begitu mulia. Perkataan Adam itu mendapat balasan dari bawahannya itu.
"Baik, Tuan. Kami paham."
"Ma'az, perketat kembali penjagaan mansion. Lalu, tutup seluruh akses mengenai Allaine-ku dari Negera Turki hingga seluruh dunia beserta musuh-musuhku." Tegas Adam.
"Baik, Tuan." Ma'az memberi hormat lalu segera menyusul keluar Mansion beserta kawannya, Gulsen.
Seluruh pelayan dan pengawal Mansion Dilliager kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Adam bergegas menuju ke lantai dua. Letak dimana kamarnya berada. Langkah kakinya yang tegap melangkah melewati anak tangga dengan ornamen nuansa emas, memberikan kesan megah nan indah.
Clik!
Kamar Adam terbuka..
Di dalamnya telah ada box tempat tidur Allaine-nya. Adam sebelumnya telah memerintahkan kepada pelayan untuk segera mempersiapkan segala kebutuhan yang akan dia gunakan dalam mengurus Allaine kecil.
Tempat tidur yang berada di samping ranjangnya, kemudian lemari berwarna putih telah di siapkan untuk kebutuhan pakaian bayi mungil bermata hijau itu.
Dirinya sengaja menempatkan princess kecilnya itu dalam satu ruangan yang sama. Dirinya sendiri yang akan menjaga Allaine sepenuh hati, tanpa terlalu membutuhkan pengasuh. Entah kenapa, tapi saat ini Adam belum rela jika ada orang yang akan menyentuh Allaine selain dirinya.
Ya! Hanya dirinya.
"Princess Daddy, tidur ya. Cup, cup, sayang..."
Ucap Adam lembut. Matanya menelisik setiap sudut wajah kemerahan itu. Usapan lembut pada Allaine kecil membuat bayi itu menguap, mengusap wajahnya. Hingga membuat seorang Adam terkekeh geli melihatnya.
Cup!
Kecupan di dahi manis Allaine mengakhiri gendongan Adam. Pria itu meletakkan Allaine kecil di dalam box tempat tidurnya. Senyuman tipis dia layangkan pada Allaine, princess-nya.
Setelah menunggu beberapa saat, Adam bergegas menuju kamar kecil guna membersihkan tubuhnya. Kucuran air shower dalam kamar mandi tak membuat Adam mendengar suara tangisan Allaine. Hingga tangisan itu menjadi-jadi..
Click!
Adam keluar dari kamar mandi, sontak mendengar suara tangisan yang dia tahu itu siapa membuat Adam belingsatan menuju box Allaine. Tanpa mempedulikan tubuhnya yang hanya di balut dengan handuk sebatas pinggang, Adam memangku Allaine. Pria dua puluh satu tahun itu membawa Allaine dalam gendongannya menuju teu di jendela kamar. Hal itu membuatnya dapat melihat halaman belakang Mansion Dilliager.
Puluhan lampu taman hias menyertai pandangan pria itu, pancuran air di tengah-tengah halaman menambah kesan damai dalam pandangannya. Hatinya begitu tenang saat melihat sang putri.
Adam begitu mensyukuri nikmat bagaimana Tuhan mempertemukannya dengan Allaine kecil, bayi mungil dengan mata hijau yang menyengat indera penglihatannya.
Gila!
__________
Jangan lupa like, vote, favorit, komentar, hadiah, rate, dan follow author sebagai bentuk dukungan dari kalian semua ya reader's. Tak ada artinya author tanpa kalian semua, so happy for you! 😍😍
Novel akan mulai rilis tanggal 5 bulan 5!!!
__ADS_1