Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 44 $2 - Mami Nath dan Papi Kai


__ADS_3

Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


................


Nathalie kembali dari dapur dengan kedua tangannya yang sekarang berisi tempat makanan khusus bayi, yang telah Baby Rain pakai selama ini. Baby Rain yang melihat ibunya yang membawa makanan untuknya, seketika menepuk kedua tangannya, sambil tertawa.


"Sayang, Baby Rain keliatan senang banget karena kamu bawa makanan buat dia," ucap Kaisar sambil tersenyum melihat tingkah lucu sang anak.


"Uh sayangnya Mami, sudah lapar banget ya. Makanya senang banget, karena tahu Mami bawa makanan buat kamu?" Ucap Nathalie yang sekarang mengambil duduk di depan Kaisar dan juga Baby Rain.


"Mamam," ucap Baby Rain dengan raut wajah yang bayi itu buat terlihat sedih. Seakan mengekspresikan diri jika ia sudah sangat lapar sekarang.


"Baby Rain sudah lapar. Ya sudah sini Mami suapi ya," ucap Nathalie yang sekarang menyendok makanan Baby Rain sambil meniup-niup makanan tersebut, sebelum akhirnya ia menyuapkan pada Baby Rain.


Sementara Nathalie bertugas menyuapi Baby Rain, di sisi lain Kaisar bertugas untuk mengelap bibir Baby Rain yang belepotan karena makanan. Nathalie terus menyuapi Baby Rain, hingga makanan di dalam mangkok berukuran kecil itu tandas, habis di makan oleh Baby Rain.


"Hore! Anak Papi pintar. Makanannya habis dan tidak ada sisanya sama sekali," ucap Kaisar sambil mengangkat pelan kedua tangan Baby Rain ke atas.


"Papi, sekarang kamu makan dulu. Ini sudah lewat jam makan, nanti asam lambung kamu naik lagi karena belum makan siang," ucap Nathalie pada Kaisar yang saat ini sedang sibuk bermain dengan Baby Rain.


"Kamu saja dulu sayang, yang makan. Kan kamu juga belum makan. Biar Baby Rain, aku yang jaga," ucap Kaisar menolak dan malah meminta istrinya yang pergi makan siang dulu.


"Papi ini, kalau di bilangin jangan keras kepala deh. Ayo kamu saja yang duluan makan. Nanti aku menyusul makan, setelah kamu selesai makan," ucap Nathalie.


"Lho aku kan ikutin sayang. Kamu keras kepala, tapi aku sayang," ucap Kaisar.


"Ih Papi, ini bukan waktunya buat kamu keras kepala ya," ucap Nathalie.

__ADS_1


"Kan aku cuma ikutan kamu saja sayang," ucap Kaisar.


"Ihs kok begitu? Pokoknya harus makan sekarang," ucap Nathalie yang sekarang memaksa.


"Ya sudah, kita makannya bareng saja sayang, biar adil," ucap Kaisar karena baik ia dan juga Nathalie tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mau makan terlebih dahulu.


"Okay," ucap Nathalie menyetujui.


"Kamu gendong Baby Rain dulu, aku mau ambil tempat duduk khusus Baby Rain, terus sekalian ambilin makanan buat kita berdua," ucap Kaisar yang di setujui oleh Nathalie.


Kini Baby Rain telah berpindah pada pangkuan sang mami. Sedangkan Kaisar sekarang berdiri sambil membawa mangkok bekas makan milik Baby Rain.


Sementara menunggu Kaisar, Nathalie mengubah posisi tubuh Baby Rain yang duduk di atas pangkuannya itu, agar menghadap ke arahnya.


"Mimi," ujar Baby Rain, yang membuat Nathalie tersenyum.


"Iya sayang," balas Nathalie.


"Oh sayangnya Mami, mau minum susu ya," ucap Nathalie yang sekarang mengerti kemauan dari anaknya itu.


"Mami, Mimi." Baby Rain kini merengek, karena apa yang ia inginkan boleh di berikan oleh sang ibu.


"Eh jangan nangis, sayang. Kita ke kamar ya. Nanti miminya pas di kamar aja," ucap Nathalie sambil berdiri dari duduknya membawa Baby Rain ke dalam gendongannya.


"Mami." Kini Baby Rain lebih merengek karena balita itu merasa jika ibunya tidak mau memberikan apa yang ia inginkan.


"Aduh anak, Mami. Jangan menangis dong sayang," ucap Nathalie sambil mengusap-usap punggung Baby Rain, sambil berjalan menuju ke arah kamarnya dan Kaisar yang berada di lantai dua.


Saat Nathalie berpas-pasan dengan Bibi Asih yang sekarang sedang membawa keranjang berisi baju bersih yang telah selesai di cuci dan di setrika, Nathalie langsung meminta tolong pada Bibi Asih untuk mengatakan pada Kaisar, jika ia dan Baby Rain sedang berada di dalam kamar, karena sang anak sedang rewel minta ASI yang di angguki oleh Bibi Asih.

__ADS_1


"Mami," rengekkan dari Baby Rain, sekarang telah berubah menjadi sebuah Isakan kecil, hingga membuat Nathalie jadi cepat-cepat menuju ke kamar. Karena bisa bahaya jika balita itu sampai terlalu lama tidak di berikan keinginannya, akan membuat ia menjadi lebih lama menangis yang ada.


Setelah berada di kamar, Nathalie langsung memberikan apa yang di inginkan oleh Baby Rain, yang sekarang terlihat begitu tenang meminum ASI darinya. Sebenarnya, bisa saja tadi saat Baby Rain meminta ASI padanya saat sedang berada di family room, langsung ia berikan. Hanya saja, setelah bayi kecilnya ini berhenti rewel yang akan gantian rewel adalah bayi besarnya, yaitu suaminya sendiri. Karena Kaisar, sangat tidak menyukai jika Nathalie sampai memberikan ASI pada Baby Rain, selain di dalam kamar.


Karena hal itu Kaisar sama saja memberikan orang akses melihat apa yang seharusnya dilihat olehnya saja. Dan untuk itu, Nathalie jadi terburu-buru ke kamar tadi.


Sementara Nathalie yang sedang memberikan ASI pada Baby Rain, Reza yang saat ini telah selesai menyiapkan untuknya dan sang istri, di hampiri oleh salah satu pembantu rumah tanggannya.


"Tuan," panggil sopan Bibi Asih.


"Iya, kenapa Bi?" Tanya ramah Kaisar.


"Itu Tuan, tadi Nyonya berpesan kalau sekarang Nyonya sama Tuan Muda, sedang berada di kamar. Karena Tuan Muda yang lagi rewel minta ASI," ucap Bibi Asih menjelaskan yang mendapatkan anggukan paham dari Kaisar.


"Oh begitu, ya Bi. Kalau gitu, terima kasih ya. Saya mau datangi istri dan anak saya dulu, kalau seperti itu," ucap Kaisar yang sekarang mengambil nampan berisi makanannya dan sang istri, berserta dua gelas air putih.


"Mari Tuan," balas sopan Bibi Asih. Walaupun Kaisar sudah mengatakan untuk Bibi Asih biasa saja memanggilnya, karena dirinya tentu menghormati Bi Asih dan seluruh pekerja di rumahnya ini yang memiliki usia di atasnya. Tapi tetap saja, namanya para pekerja di rumahnya seakan sadar diri dengan posisi mereka, mereka tetap bersikap sopan dengan memanggil Kaisar dengan Tuan, dan Nathalie Nyonya, serta si kecil Rainer dengan sebutan Tuan Muda.


Kini Kaisar telah berada di depan kamarnya. Walaupun sempat sedikit kesusahan, tapi akhirnya pria itu bisa masuk dengan nampan yang ia pegang ke dalam kamar.


"Baby Rain, sudah tidur?" Tanya Kaisar pada Nathalie yang sekarang baru selesai meletakkan Baby Rain ke dalam box bayi.


"Astaga, anak itu benar-benar. Kok sekarang Baby Rain, hobinya tidur ya sayang," heran Kaisar yang sekarang meletakan makanan miliknya dan Nathalie di atas meja yang ada di dalam kamar tersebut.


"Entahlah. Kamu seperti itu mungkin pas kecil dulu," ucap Nathalie yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Kaisar.


"Lah terus, Baby Rain ngikutin siapa dong. Masa ngikutin tetangga sih," ucap Kaisar yang langsung mendapatkan cubitan maut dari sang istri.


"Enak saja, bilang Baby Rain ngikutin tetangga," ucap Nathalie.

__ADS_1


"Hehehe. Maaf sayang, aku cuma bercanda kok." Jari telunjuk dan jari tengah miliknya langsung ia angkat membentuk huruf V, yang berarti meminta berdamai. "Kan, Baby Rain ini, made in Mami Nath dan Papi Kai. Ya kali ngikutin tetangga sih," lanjut pria itu.


So sweet banget ya keluarga Papi Kai.


__ADS_2