Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 53 $2 - Papi Jahat!


__ADS_3

Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


................


Semenjak perjalanan pulang hingga sampai di rumah, Nathalie sama sekali tidak mempedulikan Kaisar dan lebih peduli pada Rainer. Bahkan sepanjang perjalanan, Nathalie hanya mengajak Rainer bicara saja, tanpa peduli dengan sang suami. Walaupun pria itu, mencoba masuk dalam obrolannya dan anak mereka.


"Rainer, sayang kamu ke kamar kamu duluan ya. Nanti Mami nyusul, Mami mau ke kamar Mami sama Papi sebentar," ucap Nathalie yang kini sedang berlutut di depan sang putra, agar mereka bisa bertatapan.


"Baik Mami," jawab Rainer dan setelah itu berlari pelan untuk masuk ke dalam kamarnya.


Seperginya Rainer, Nathalie langsung masuk ke dalam kamarnya, tanpa peduli dengan suaminya itu yang sedari tadi memperhatikan interaksinya bersama Rainer.


Saat baru saja Kaisar akan ikut menyusul sang istri, pintu kamar Rainer terbuka, dan menampilkan sang anak yang mengeluarkan kepalanya dari balik pintu.


"Semangat Papi. Mami pasti malah, kalena tadi, Papi bilang Mami aneh," ucap Rainer memberikan semangat untuk sang ayah.


"Semoga Papi, tidak benar-benar tidur di luar ya sayang." Kata Kaisar, sebelum akhirnya masuk ke dalam.


"Sayang..."


"Bella..."


"Istriku..."


"Sayangku..."


"Cintaku..."


"Kamu masih marah?" Tanya Kaisar, dengan berbagai macam panggilan sayang, tapi tidak mendapatkan jawaban dari Nathalie yang kini sedang sibuk mengganti pakaiannya. Ia mungkin akan mandi, tapi nanti setelah ia selesai mengurus Rainer, jadinya ia hanya mengganti pakaiannya sekarang.


Kaisar melangkah mendekat. "Jangan marah lagi dong."


"Kaisar lepas! Aku harus ke kamar Rainer sekarang," ucap Nathalie, yang sekarang telah di peluk oleh suaminya dari belakang.


"Berhenti marah dulu sama aku. Baru aku lepas," desak Kaisar.


"Aku tidak marah." jawab cepat Nathalie.

__ADS_1


"Kalau bukan marah, kenapa panggilnya Kaisar, hmm..."


"Aku tidak marah, Papi." ulang Nathalie.


Kini Kaisar membalikan tubuh sang istri, agar mereka berdua bisa saling berhadapan sekarang.


"Terus dari tadi, kenapa kamu seperti mengabaikan aku?" Tanya Kaisar, yang jujur butuh sebuah jawaban yang tepat.


"Hehehe... aku cuma lagi ingin lihatin reaksi kamu saja bagaimana," jawab Nathalie, yang membuat Kaisar seketika speechless sendiri.


"Maksud kamu?" jujur Kaisar tidak mengerti.


"Sudahlah lupain. Kasihan Rainer sudah menunggu lama," ucap Nathalie yang ingin segera pergi, tapi lagi-lagi kedua bahunya kini di tahan oleh Kaisar, sehingga ia harus mengurungkan niatnya.


"Sayang... please bicara yang jelas. Kalau aku ada salah, bilang aja. Aku bukan cenayang loh, yang bisa tahu apa yang kamu pikirkan sekarang," ucap Kaisar yang berharap istrinya itu bisa mengerti.


"Sebenarnya... aku kesal sama kamu." jujur Nathalie, pada akhirnya.


"Aku kesal, karena kamu buat Rainer jadinya tidak menghormati gurunya di sekolah," lanjut Nathalie yang tentunya membuat Kaisar mengerutkan keningnya.


"Aku beneran tidak paham loh, sayang." kata Kaisar.


Nathalie menghembuskan napasnya pelan, sebelum ia akhirnya menceritakan semua yang terjadi di sekolah tadi, sampai pada Rainer yang tidak suka ketika ada teman perempuan sekelasnya yang menyatakan menyukai anak itu pada sang suami.


"Oh kalau soal Mr. Frans seperti itu, itu bukan salah aku. Aku cuma minta, Rainer buat tidak membiarkan kamu dekat sama gurunya yang namanya Mr. Frans itu ," ucap santai Kaisar.


"Tidak usah membenarkan diri. Aku tuh tidak mau ya, kalau Rainer tumbuh jadi anak yang tidak bisa menghormati gurunya di sekolah," ucap Nathalie yang sekarang mengomel.


"Iya-iya maaf. Nanti, aku akan bicara sama dia, biar tidak seperti itu lagi ya. Sudah, kamu jangan marah-marah lagi," ucap Kaisar yang sekarang membawa Nathalie kedalam pelukannya dan mengusap punggung sang istri dengan sayang, seraya ingin menenangkan perasaan kesal Nathalie padanya.


"Sudah Pi, lepas. Aku sudah bilang sama Rainer untuk tidak lama loh di kamar," ucap Nathalie sambil melepaskan pelukan mereka.


"Aku ikut. Aku ingin godain anak kita. Tadi pagi dengan percaya diri, dia bilang sebentar lagi sudah mau punya pacar. Eh ternyata pas di deketin tidak mau juga," ucap Kaisar yang membuat Nathalie menggelengkan kepalanya.


"Jangan sampai, Rainer nangis Pi." peringat Nathalie.


"Tidak janji sayang." kata Kaisar.


Kini mereka berdua keluar dari kamar, menuju ke kamar sebelah yang tepatnya kamar sang anak. Di kamarnya, dengan masih menggunakan seragam lengkap juga sepatu yang masih terpasang di kedua kakinya, balita tersebut asik bermain dengan permainan mobil-mobilannya.

__ADS_1


"Rainer..." panggil Nathalie pelan.


"Mami sama Papi, sudah baikan?" Tanya Rainer tanpa mengalihkan pandangannya dari acara bermainnya.


"Kan Mami sama Papi tidak berantem sayang." bingung Nathalie.


"Tapi... tadi Mami marah kan sama Papi?" tanya Rainer tepat sasaran.


Mendapat pertanyaan seperti itu, membuat Nathalie langsung menoleh ke arah Kaisar, seakan meminta penjelasan dari suaminya.


"Tidak usah nuduh, sayang. Dari cara kamu tiba-tiba tidak peduli sama aku, di mobil tadi. Rainer sudah bisa tahu," ucap Kaisar mencari pembelaan diri dan tidak ingin di salahkan.


Nathalie jadi teringat, jika Rainer ini merupakan anak yang cepat tanggap dengan sekitarnya.


"Iya sayang, Mami sama Papi sudah baikan." jawab Nathalie karena tidak ada pilihan lain.


"Syukullah. Papi tidak jadi temanan sama nyamuk malam ini," ujar Rainer. Karena ayahnya sendiri yang mengatakan itu padanya.


"Ya sudah, sekarang Rainer mandi dulu. Terus, nanti Mami temani untuk buat PR dari sekolahnya ya," ucap Nathalie yang mendapatkan anggukan dari balita tersebut.


"Rainer..." panggil Kaisar.


"lya Pi," jawab Rainer yang sekarang sedang di bantu oleh ibunya untuk membuka seragam sekolahnya yang sedikit ribet.


"Kata Mami, ada anak perempuan yang bilang suka ya sama kamu?" Tanya Kaisar memulai aksinya untuk menggoda sang putra.


"Ih Mami! Kok bilang-bilang sama Papi sih?" Tanya Rainer, yang merasa tidak terima, ketika ayahnya mengetahui tentang fakta apa yang terjadi tadi siang.


"Loh memangnya tidak boleh?" Tanya Nathalie, merasa heran sendiri.


"Tidak boleh!" jawab Rainer.


"Cieee... anak Papi ada yang suka nih di sekolah. Cieee," ucap Kaisar yang kali ini bertambah menggoda Rainer.


"Papi ih! Lainer tidak suka," ucap Rainer.


"Masa sih? Katanya bentar lagi Rainer mau punya pacar. Itu sudah ada yang bilang suka loh, tidak mau di ajak jadi pacar saja memang?" Tanya Kaisar lagi-lagi, hal itu membuat sang anak menjadi kesal dengan ayahnya.


"Huaaa... Mami, Papi jahat," pecah sudah tangisan Rainer karena godaan dari Papi Kai itu.

__ADS_1


Terus goda, ya Papi Kai!!! 😅


__ADS_2