Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 006 $2 - Kesal


__ADS_3

KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!


SELAMAT MEMBACA READER'S!!


AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.


SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!


LET'S READER'S!!


......................


Bandara Soekarno-Hatta



Nathalie membuka kertas karton bertuliskan nama Kaisar Claude Sturridge. Mungkin ini cara lama yang pernah semua orang gunakan untuk menjemput seseorang yang datang dari bandara.


"Memang seperti ini akan berhasil Bu?" Tanya Mang Adi, sopir yang tadi bersama Nathalie.


"Ya siapa tahu ya Mang. Memang Mang Adi tahu yang mana anak Tuan Darius?" Nathalie balik tanya ke Mang Adi. Sang empu hanya menjawab dengan cengiran khas orang tua yang wajahnya sudah penuh keriput.


"Hehe..belum pernah Bu, kan saya baru 4 tahun kerja di perusahaan si bos, Bu."


"Saya juga belum pernah Mang, mau minta foto sama Tuan Darius nanti dikiranya saya banyak tanya."


Nathalie menunggu kedatangan si bos muda di tempat yang sudah ramai, banyak pengunjung yang menjemput para keluarganya. Pesawat sudah tiba, dengan hati yang berdebar Nathalie menunggu.


Dia takut kalau seandainya dugaannya benar dengan apa yang hatinya takutkan. Dia belum siap. Meski lima tahun kejadian itu telah berlalu, namun ada kalanya luka itu kembali terbuka.


Sialan!


la meyakinkan hatinya kalau itu bukanlah sesuatu yang buruk.


"Tidak mungkinkan nama itu hanya satu, pasti si bos muda beda orang kan?" Selalu itu yang dipikirkan otak dan hatinya.


Nathalie mengangkat kertas yang dia punya saat para penumpang turun dari pesawat dan menuju ke arah pintu keluar. Dia celingukan mencari laki-laki yang di harapkan bosnya itu.


Seorang pemuda berjalan ke arahnya dengan topi hitam yang melekat di atas kepalanya. Kacamata hitam yang ia gunakan mampu membuat pengunjung wanita terpaku ke arahnya. Tak terkecuali Nathalie!

__ADS_1


Pemuda yang berjalan dengan penuh wibawa dan sangat gagah itu menghampirinya. Koper yang ia pegang langsung berpindah ke tangan Mang Adi yang menyadari jika itu 'Bos Muda' yang ia tunggu.


"Hai.."


Nathalie mematung di tempat sesaat sebelum suara bariton itu membuyarkan lamunannya. la gugup bukan main, penampilan casual bos mudanya ini sangat cocok dengan postur tubuhnya yang tinggi dan sangat gagah. Celana jeans sobek di dengkul dan kaos yang serba hitam itu cocok di kulitnya yang putih. Jaket di tangannya itu langsung berpindah ke wajah Nathalie begitu di lihatnya wanita di depannya melamun. Membuat sang empu terkesiap dari lamunannya.


"Ma-maafkan saya Tuan. Saya speechless banget lihat Tuan Muda.." Ucap Nathalie tanpa ragu di hadapan Bos Mudanya itu dengan cengiran khasnya. Beginilah sikapnya kepada semua orang untuk memuji dan mengambil hati pelanggan perusahaan.


"Mari masuk Tuan.."


Nathalie membuka pintu mobil di hadapannya. Sementara pemuda yang bernama Kaisar Claude Sturridge tersebut enggan beranjak dari tempatnya. Ia menatap Nathalie untuk memastikan sesuatu yang janggal di hatinya.


"Mari Tuan..Tuan mau saya antar langsung ke rumah atau mau ke tempat lain dulu?"


"Ke rumah saya."


Barulah Kaisar beranjak dari tempatnya. Ia duduk dengan nyaman di kursi penumpang. Nathalie masuk dan duduk di samping Mang Adi. Mobil berjalan pelan meninggalkan bandara.


"Alamatnya Tuan..?"


"Anggrek Merah No.21"


Nathalie membulatkan mulutnya takjub. Siapa yang tidak tahu perumahan elit tersebut. Harganya yang sangat fantastis tidak bisa membuat karyawan setara Nathalie bermimpi untuk menempati rumah di sana.


Kostnya yang lumayan luas saja ia sangat bersyukur, apalagi tinggal di perumahan itu. Tidak mungkin ada di benaknya sekalipun.


***


Tiga puluh menit berlalu...


Sampailah mereka didepan sebuah rumah yang sangat megah. Nathalie menelan ludah dengan susah payah. Apa yang di lihatnya kini cukup membuktikan jika Bos Mudanya ini sangat kaya raya. Nathalie turun dan membukakan pintu untuk Kaisar.


Kaisar turun dan melangkah menuju rumahnya yang telah di sambut oleh beberapa maid yang berjejer rapi.


"Selamat datang Tuan Muda" Ucap mereka serempak. Kira kiranya ada sepuluh maid yang bertugas di sana. Lima maid wanita dan tiga laki-laki, dan dua penjaga laki-laki yang berada di depan gerbang tinggi di depan.


Nathalie berjalan di belakang Bos Mudanya. Para maid menyambut koper yang di turunkan dari bagasi oleh Mang Adi.


"Maaf Tuan, berhubung pekerjaan saya sudah selesai, saya pamit untuk kembali ke kantor Tuan..!!"

__ADS_1


Kaisar yang sedari bersandar di sofa untuk melepas penatnya menoleh ke arah Nathalie yang berdiri di sampingnya. Dia membuka topi dan kacamata hitamnya. sesaat Nathalie terpukau dengan ketampanan bosnya itu. Namun harus ia tahan agar citranya tak terkesan buruk untuk pertama kali.


"Siapa yang menyuruh kamu untuk kembali ke kantor.." pertanyaan Kaisar membuat Nathalie mengernyit heran.


"Tapi Tuan.. pekerjaan saya..."


"Pekerjaan kamu disini..bukannya Daddy menyuruh kamu untuk menjemput dan membantu saya.!!"


"Kan ada.."


"Tidak ada.." Dengan cepat Kaisar memotong ucapan Nathalie.


"Sekarang kamu yang bereskan baju saya di kamar.."


"Tapi Tuan..."


"Tidak ada tapi-tapian. Saya mau istirahat, saya lelah."


Kaisar beranjak menaiki tangga dan menuju ke kamarnya. Nathalie menghela nafas dan menghembuskannya pelan ia menatap jaket yang ada di tangannya, mendekatkan ke hidungnya perlahan menbaui wangi yang begitu sangat lembut dan terasa menenangkan.


Huh!


''Baunya tidak asing lagi..tapii..."


......................


...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...


...Like...


...Favorit...


...Komentar...


...Vote...


...Hadiah...


...Rating 4,7...

__ADS_1


...Follow Author...


...Gaskeun lah!!!...


__ADS_2