
KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!
SELAMAT MEMBACA READER'S!!
AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.
SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!
LET'S READER'S!!
......................
Tepat pukul 7 malam, Kaisar telah parkir di depan gerbang kost Nathalie. Kaisar mengedarkan ke sekeliling kost memang tidak terlalu sempit dan tidak terlihat kumuh. Namun penjagaannya yang tidak terlalu ketat membuat Kaisar terlaku khawatir jika ada sesuatu yang tidak diinginkan.
Kaisar melihat maps yang tadi Nathalie kirim. Benar disini tempatnya, Kaisar turun dari mobilnya karena ia tak tahu dimana kamar kekasihnya, Kaisar segera menghubungi nomor kekasihnya tersebut.
Tak berselang lama panggilan terhubung ke sang kekasih..
"Halo Kai..."
"Halo bee..aku sudah di depan ini bee, tidak tahu kamar kamu yang mana?"
"Ya sudah, aku ke luar ya!"
Tut!
Panggilan langsung tertutup. Kaisar menyandarkan badannya ke sisi depan mobil mewahnya. Sedari tadi tingkahnya tak luput dari pandangan tiga orang ibu-ibu yang berada tak jauh dari tempat berdiri.
"Siapa jeng kok ganteng banget ya?" Tanya seorang ibu-ibu dengan badan yang sedikit gempal.
"Iya jeng saya baru lihat ada cowok seganteng itu. Mirip artis Korea itu lho Mbak..."
"Iya jeng, yah kok di depan kos saya. Yuk kita samperin siapa tahu dia terpesona dengan kecantikan kita..." Setelah mendapat anggukan dari temannya, mereka langsung menuju ke tempat Kaisar berdiri.
"Hai Mas ganteng... boleh kenalan tidak?" Ucap Bu Mirna yang berbadan gempal tersebut menatap genit Kaisar.
Kaisar di tanya pun hanya mengernyitkan dahi heran ia bingung harus bagaimana.
"iya, mas kok ganteng banget sih beda sama yang di rumah, hitam dekil ewh...," kali ini Bu Damini yang memuji Kaisar.
"Nak ganteng namanya siapa. Ada hal apa kok ke kos saya. Mau ketemu sama ibu kos ya..!!" Bu Soleha mengedipkan matanya sebelah.
Oh Tuhan!
Jangan sampai nanti suami mereka melihat kelakuan istrinya yang seperti ini!
"Eh, tidak Bu. Saya ada janji dengan kekasih saya Bu..." Kaisar tersenyum kikuk.
Perubahan wajah ketiga wanita tak lagi muda tersebut, begitu kentara di mata Kaisar.
__ADS_1
"Yah sudah punya kekasih to, patah hati kita dong jeng!"
"Iya jeng padahal saya juga mau loh sama mas ganteng jadi suami ke dua saya juga tidak masalah kok.." Bu Damini terlihat menekuk bibirnya sedih.
Sedang Kaisar hanya menggaruk belakang kepalanya, ia merutuki Nathalie yang tak kunjung muncul sehingga ia harus di goda perempuan-perempuan centil di depannya.
Dari kejauhan Nathalie mendekati Kaisar yang sedang dikerubungi geng ibu kost-nya. Entah apa yang membuat wajah Kaisar begitu bahagia saat Nathalie sudah di depan matanya.
"Hai bee." Panggil Kaisar yang langsung bersembunyi di belakangnya tubuh mungil Nathalie.
"Ini kenapa ya Bu?" Tanya Nathalie pada ibu-ibu yang ada di depannya kini.
"Itu lho Nath, bilangin sama Mas Ganteng itu. Siapa tahu mau jadi suami kedua saya. Nanti saya kasih deh apa yang ia mau..!!"
Nathalie melongo tidak percaya.
Apa?
Suami kedua?
"Iya Nath, kalau tidak mau sama Bu Damini, sama Ibu saja juga boleh kok, suami saya mumpung lagi pos ronda."
Astaghfirullah!
Aku bertobat kepadamu Ya Tuhan!
Nathalie hanya meringis mendapati kekasihnya yang sedang jadi rebutan para ibu-ibu. Saat Nathalie ingin membalas ucapan ibu-ibu, terlebih dahulu sudah ada jeweran di telinga masing-masing. Siapa lagi kalau bukan para suami yang melakukannya.
"Eh eh. Bukan begitu lho Pi, tadi cuma bercanda?"
"Bapak bukannya tadi lagi ngeronda yaa...?" Tanya Bu Soleha mengalihkan pembicaraan.
"Iya tadi... waktu bapak lihat ibu genit sama berondong bapak langsung pulang..." Ucapnya datar menatap tajam istrinya.
"Ya sudah..maaf pak, kan mereka yang ajak ibu, yuk pulang nanti ibu kasih servis yang mantap buat bapak!"
Wanita seperti Bu Soleha memang pandai dalam merayu suaminya yang terlihat dingin. Namun bak di cocok hidungnya. Pak Mardan, suami Bu Soleha hanya menurut saja saat di gandeng istrinya.
Nathalie yang melihat kepergian ibu kostnya segera sadar dan mengejar Bu Soleha yang baru beberapa langkah.
"Bu Leha. Saya mau pamit sebentar Bu. Gerbangnya jangan di kunci ya."
"Iya Nath... jam 10 ya jangan kemalaman..!!" Peraturan di kost ini memang ketat walaupun di campur dengan laki-laki.
"Siap Bu. Terima kasih..."
Nathalie berjalan pergi menemui Kaisar yang hanya melihat interaksi kekasihnya dengan ibu kostnya.
"Yuk berangkat sekarang..." Pinta Nathalie yang langsung menatap Kaisar yang sedari tadi diam juga menatap wajah Nathalie dalam.
__ADS_1
"Kenapa kamu berubah Nath?" Tanya Kaisar dengan binar wajahnya begitu bahagia.
"Berubah bagaimana Kai? Aku masih sama seperti dulu kok."
"Berubah jadi semakin cantik."
Blush!!
Sialan, jantung Nathalie memompa cepat!!
Pipinya tiba-tiba berubah seperti udang rebus mendapati pujian dari sang kekasih. Nathalie saat ini memakai dress warna navy dengan renda kain tile di dadanya juga motif bunga yang menggambarkan hatinya sedang bahagia. Rambut sampingnya iya kepang dan mengikatnya kebelakang dan yang lainnya ia biarkan tergerai indah.
Kaisar yang melihat kekasihnya malu kemudian terkekeh geli. Nathalie tidak berubah, selalu seperti ini sejak dulu. Itu yang membuat Kaisar tak berpaling dari wanita yang pernah ia sentuh luar dalam. Walaupun di London banyak wanita yang tak kalah cantik, namun hatinya masih terpaut dengan wanita di hadapannya ini.
Kaisar membuka pintu dan mempersilahkan Nathalie masuk terlebih dahulu. Kemudian Kaisar menuju ke kursi kemudi dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Aku gugup Kaisar..." Tidak dapat di pungkiri ini pertama kalinya ia dihadapkan dengan hal yang sangat membuatnya gugup.
la tidak pernah segugup ini saat bertemu dengan kliennya meskipun kliennya orang terhormat sekalipun. Namun kini seolah rasa percaya dirinya pudar perlahan.
"Tenang sayang. Aku disini untukmu..." Suara lembut Kaisar membuatnya sedikit lebih tenang.
"Baiklah, bantu aku memantaskan diri bersanding denganmu Kaisar.."
"Tak ada yang pantas selain dirimu bee."
***
Keduanya berjalan beriringan menuju rumah yang tidak kalah besar dari rumah Kaisar di Inggris.
Nathalie begitu takjub dengan rumah yang begitu indah seperti istana. Mereka langsung masuk ke dalam dan mendapati Darius yang tengah bersantai membaca koran di ruang tamu. Melihat siapa yang datang, membuatnya tersenyum.
"Malam Tuan Darius..!" Sapa Nathalie begitu santun.
......................
...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...
...Like...
...Favorit...
...Komentar...
...Vote...
...Hadiah...
...Rating 4,7...
__ADS_1
...Follow Author...
...Gaskeun lah!!!...