
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰
................
Acara ulang tahun Kaisar berjalan dengan begitu baik, bahkan senyuman di wajah pria itu tidak pernah luntur sama sekali selama berjalannya acara. Dan untuk Aiden, Kaisar telah meminta maaf karena ia telah memukul pria itu tadi siang, walaupun memang ia sempat sangat emosi pada Aiden, tapi tetap saja ketika mengetahui kebenarannya Kaisar menjadi tidak enak.
"Pi, ikut aku bentar yuk," bisik Nathalie dan setelah itu menjauhkan wajahnya memamerkan senyuman terbaiknya, pada sang suami.
Kaisar tidak memberikan jawaban, tapi pria itu memberikan tatapan seolah memberikan pertanyaan pada istrinya.
"Ikut saja, nanti juga kamu tahu," ucap Nathalie lagi.
"Ai, aku pergi dengan istriku dulu ya. Tidak tahu nih, dia mau bawa aku kemana sekarang. Mana kelihatannya tidak sabaran lagi," ucap Kaisar sambil terkekeh karena sekarang Nathalie telah menarik-narik lengan jasnya yang tadinya sempat ia tidak sadari, jika saat ia telah berada di dalam ruangan ini pakaiannya sudah di ganti.
Kaisar sempat bertanya dan Nathalie menjawab jika itu ulahnya saat Kaisar masih dalam pengaruh obat bius.
"Ya sudah sana pergi. Aku mau ketemu sama ponakan tampan aku dulu. Selama seharian, aku harus nahan diri main sama Baby Rain, cuma gara-gara biar bisa fokus ngerjain kamu tahu," ucap Aiden sambil menggerakkan kedua tangannya mengusir Kaisar dan Nathalie.
"Tidak usah pakai usir segala juga kali. Aku sama Kaisar sudah mau pergi juga," ucap Nathalie pada sepupunya. "Ayo Pi, kita tinggalkan nih manusia playboy cap gentong," lanjut Nathalie yang sekarang menarik lengan Kaisar.
"Hadiah ulang tahun kamu, Papi. Aku sudah siapin kado buat kamu, semoga saja kamu bakal suka, nantinya," ucap Nathalie ketika mereka telah berada di dalam lift, kemudian ia menekan angka dimana kado tersebut telah ia siapkan.
"Padahal, tidak ada kadonya juga tidak apa-apa lho, sayang. Kamu buatin pesta ulang tahun buat aku saja, sudah buat aku senang. Seharusnya kamu tidak usah pakai repot-repot beli kado segala lagi," ucap Kaisar.
"Ya tidak apa-apa dong. Ini aku belinya pakai uang aku sendiri, yang aku tabung selama bertahun-tahun sebelum kita menikah. Jadi kamu harus terima," ucap Nathalie dengan senyuman mengembang.
"Aduh sayang, seharusnya kamu simpan saja uang kamu. Ini apalagi yang kamu beli, aduh kan bisa pakai uang aku saja buat beli," ucap Kaisar.
"Ih Papi, kalau aku pakai uang kamu, yang ada bukan kado lagi dong ," ucap Nathalie.
"Tapi sayang..." Ucap Kaisar tertahan.
"Sssttt... Sudah deh, kamu ikutin aku saja sekarang. Tapi sambil tutup mata ya," ucap Nathalie sambil menunjukkan kain yang telah ia bawa untuk menutup mata suaminya.
"Aku jadi semakin penasaran, sebenarnya apa yang kamu beli sih," ucap Kaisar tapi mengikuti kemauan istrinya untuk menutup matanya menggunakan kain.
"Nanti juga kamu tahu kok. Apalagi, aku pernah lihat kamu kelihatan suka banget sama apa yang mau aku kasih ini," ucap Nathalie mencoba untuk terlihat misterius.
"Tidak mungkin. Aku bisa marah kalau misalnya, kamu habisin uang kamu buat itu," ucap Kaisar tiba-tiba kepikiran sesuatu yang ia rasa sangat mustahil akan di beli oleh istrinya, tapi kemungkinan juga bisa saja itu yang di beli oleh istrinya ini.
"Ih jangan begitu dong. Ini aku belinya susah lho, Pi. Masa, kamu mau main marah-marah sama aku," ucap Nathalie yang sekarang sedang sibuk mengarahkan suaminya untuk menuju ke tempat kado tersebut di letakkan.
"Aku cuma tidak mau, kamu habisin uang kamu demi keinginan aku sayang," jawab Kaisar.
"Ya tidak apa-apa dong, Pi. Kita kan suami istri, uang suami berarti uang istri. Nah... sebaliknya juga seperti itu. Lagian, kamu yang lebih banyak habisin uang buat keinginan aku selama ini jadi seharusnya kamu biasa saja dong," ucap Nathalie.
[ Setuju tidak para bunda? Uang istri milik suami? 😅 ]
"Itu karena memang kewajiban aku, sayang. Untuk buat kamu bahagia, ya aku harus melakukan apa saja," balas Kaisar.
"Sudah ah. Ini kita sudah sampai, nanti aku hitung sampai tiga ya. Setelah ini, kamu tidak akan nebak-nebak lagi kado seperti apa yang mau aku kasih ke kamu," ucap Nathalie.
"Okay sayang," ucap Kaisar.
"Satu..."
"Dua..."
"Tiga..."
"Surprise," ucap Nathalie bertepatan dengan terbukanya kain yang menghalangi penglihatan Kaisar sedari tadi.
__ADS_1
"Sayang..." Kaisar seketika tidak bisa berkata-kata ketika melihat kado yang diberikan oleh istrinya itu.
"Kamu suka kan, sama kado yang aku kasih?" Tanya Nathalie, " pasti suka dong. Kan kamu suka banget sama mobil ini," lanjut Nathalie dengan senyuman.
"Ini terlalu berlebihan sayang. Tapi terima kasih, kamu sudah mau beliin mobil ini buat aku," ucap Kaisar yang sekarang menarik Nathalie untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Kamu tidak marah nih, sama aku?" Tanya Nathalie sambil tertawa, karena pria itu tadi sempat akan marah padanya.
"Tidak jadi. Kan, nanti aku bisa beliin kamu barang yang lebih mahal dari ini nantinya," jawab Kaisar.
"Awas ya, kalo berani-beraninya kamu seperti itu," ancam Nathalie.
"Ih tidak boleh begitu dong, sayang. Masa kamu bisa, aku tidak bisa. Kan kata kamu, uang suami, uang istri juga, terus sebaliknya seperti itu. Jadinya, kita berdua harus saling menguntungkan dong," ucap Kaisar.
"Ish dasar ya," ucap Nathalie yang mendapatkan kekehan dari Kaisar.
"Kita masuk ke dalam lagi yuk. Kan kadonya sudah aku lihat," ucap Nathalie.
"Tidak mau lihat-lihat dulu?" Tanya Nathalie, karena merasa heran sendiri, suaminya itu tidak berniat untuk mendekati mobil yang menjadi kado ulang tahunnya itu.
"Nanti saja, kalau mobilnya sudah ada di rumah. Lagian, aku masih ingin peluk kamu terus dulu sampai puas. Selama seharian ini, aku belum bisa peluk kamu," ucap Kaisar yang sekarang memeluk istrinya dari belakang serta memberikan kecupan di pipi istrinya.
"Dasar bucin," decak Nathalie.
"Bucin sama istri sendiri mah, tidak apa-apa. Kalau bucin sama istri orang, beda lagi ceritanya," ujar Kaisar.
"Aku potong masa depan kamu, kalau kamu sampai seperti itu di belakang aku," ucap Nathalie sambil membalikkan tubuhnya, agar bisa berhadapan dengan suaminya.
"Mana berani aku gitu. Apalagi, aku sudah punya istri cantik, anak yang lucu juga tampan. Buat apa lagi, aku cari yang lain, tambah-tambah beban pikiran saja," balas Kaisar sambil mengusap pipi istrinya.
"Bagus. Good Papi," ucap Nathalie. "Oh iya, aku masih punya satu kejutan lagi buat kamu," lanjut wanita itu.
"Kali ini, apalagi sayang? Astaga, kamu habisin uang buat apalagi kali ini," Tanya Kaisar yang merasa tidak habis pikir.
"Ada deh. Kamu ikutin aku saja deh kali ini. Kita naik lift lagi ke atas," jawab Nathalie sambil menarik tangan suaminya agar mengikutinya kembali untuk ke lift.
"Iya. Sudah nanti kamu tahu pas setelah kamu masuk ke dalam," ucap Nathalie sambil tersenyum.
"Kejutannya tidak mahal-mahal lagi kan, sayang?" Tanya Kaisar yang membuat Nathalie berdecak.
"Iya-iya tidak kok. Yang kali ini aku buat tidak banyak menghabiskan uang," ucap Nathalie.
"Yakin?" Tanya Kaisar, seakan tidak percaya pada perkataan istrinya itu.
"Ish! Jadi suami itu, seharusnya percaya sama perkataan istri dong," decak Nathalie.
"Iya-iya aku percaya sama kamu, sayang. Kamu tidak mungkin bohong," ujar Kaisar.
"Ya sudah, sekarang kamu boleh buka pintunya. Kamu lagi penasaran kan, sama isi di kamar ini apa?" Pinta Nathalie yang di angguki oleh Kaisar.
Secara perlahan, Kaisar mulai membuka pintu kamar tersebut, menggunakan kartu yang merupakan akses untuk bisa masuk ke dalam kamar tersebut. Hal pertama yang di lihat oleh Kaisar ketika ia membuka pintu tersebut adalah lampu kamar yang di matikan dan di gantikan oleh cahaya lilin yang terhias begitu cantik di lantai.
Ketika ia masuk ke dalam kamar tersebut, Kaisar jadi lebih bisa melihat apa yang ada di kamar tersebut. Bahkan ada fotonya saat sedang merajuk pada istrinya, fotonya saat sedang tertidur, bahkan ada banyak foto lain yang sama sekali tidak di ketahui oleh pria itu, sejak kapan ia di potret.
"Ke balkon Pi," pinta Nathalie, yang di angguki oleh sang suami.
Kaisar tersenyum ketika melihat di balkon kamar hotel tersebut telah tersedia makan malam romantis, khusus untuk dua orang.
"Bagaimana? Tidak mahal lagi kan kejutan kali ini?" Tanya Nathalie pada Kaisar yang saat ini menatap ke arahnya.
"Dinner romantis seperti gini, seharusnya di lakukan sama aku, bukan kamu, sayang. Tapi aku sangat senang, karena kamu sudah berusaha buat aku bahagia di hari ini, walaupun kamu buat aku emosi dulu selama seharian," ucap Kaisar sambil menarik tubuh istrinya agar masuk ke dalam pelukan hangatnya.
"Peace Papi Kai," ucap Nathalie sambil mengangkat jari telunjuk serta jari tengahnya hingga membentuk huruf V.
__ADS_1
"Karena aku lagi senang, makanya aku tidak akan marah-marah sama kamu," ucap Kaisar yang sekarang bertambah mengeratkan pelukan mereka dan sesekali ia akan memberikan kecupan di pelipis dan juga dahi istrinya.
Cup!
Cup!
"Ya sudah, kita makan yuk. Nanti sudah mau dingin makanannya, kalau di biarin lama-lama," ajak Nathalie yang sekarang merenggangkan pelukan mereka, melihat ke arah suaminya.
"Kiss dulu, baru aku mau makan," ucap Kaisar sambil memajukan bibirnya ke depan.
Muaaach!
"Sudah kan. Sekarang waktunya kita makan ya," ucap Nathalie yang berniat ingin melepaskan pelukan mereka, tapi Kaisar tiba-tiba kembali mengeratkan pelukan mereka lagi yang membuat Nathalie jadi bingung dengan tingkah suaminya itu.
"Aku tidak mau jauh-jauh dari kamu. Energi aku sudah kamu kuras selama seharian lho, sayang. Karena emosi dengan permainan yang kamu buat selama seharian ini. Jadinya, aku butuh charger dulu, biar energi yang sudah terbuang, bisa kembali lagi," ucap Kaisar.
"Lah, terus kita makannya bagaimana dong, kalau seperti ini?" Tanya Nathalie.
"Kalau soal itu, urusan gampang," ucap Kaisar yang sekarang duduk di salah satu kursi, dan menarik Nathalie agar bisa duduk di atas pangkuannya.
"Bisa saja modusnya," ucap Nathalie yang mendapatkan kekehan dari Kaisar.
"Ini bukan modus sayang. Tapi keharusan, karena hari ini kan ulang tahun aku jadinya kamu harus nurut sama aku," ucap Kaisar yang mendapatkan nyinyiran dari Nathalie, walaupun tanpa suara, tapi bibir wanita itu bergerak mengatakan apa yang di ucapkan oleh Kaisar dengan ekspresi wajah yang di buat berlebihan.
"Ya sudah deh iya-iya. Sekarang kita makan. Kamu masih pakai banyak alasan lagi, aku bakal keluar terus ambil Baby Rain saja. Biarpun Kak Nana sudah ambil alih Baby Rain buat bersama mereka hari ini," ucap Nathalie yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari pria itu.
"Eh jangan dong sayang. Kapan lagi, aku bisa punya waktu berdua seperti ini tanpa ada Baby Rain. Bukannya aku tidak suka dengan kehadirannya anak kita, hanya saja aku juga ingin punya waktu berdua sama kamu, biarpun tidak selalu, setidaknya kita masih punya waktu berdua sebagai sepasang suami istri," ucap Kaisar yang di angguki oleh Nathalie.
"Sudah sekarang jangan banyak bicara lagi. Waktunya buat makan," ucap Nathalie, karena suaminya itu karena terus mengajaknya bicara, mereka jadi tidak bisa makan terus.
"Suapi dong. Aku kan lagi ultah, jadinya harus di suapi kalau mau makan," ucap Kaisar manja.
"Dasar manja," ucap Nathalie, tapi ia melakukan apa yang di minta oleh suaminya itu.
"Dan buat kamu, biar aku yang suapi," ucap Kaisar yang sekarang mengambil satu sendok makanan menyuapi istrinya.
Acara saling suap-menyuap itu terjadi hingga makanan mereka habis, kini mereka berdua saling berpelukan sambil melihat pemandangan lampu-lampu kota yang terlihat begitu indah dari lantai atas tempat mereka berada sekarang.
"Sayang," panggil Kaisar pada Nathalie yang sedang sibuk melihat pemandangan di depannya.
"Kenapa Pi?" Tanya Nathalie.
"Aku ingin itu, boleh tidak?" Ucap Kaisar yang sekarang memberikan sebuah kode, tapi sama sekali tidak di tangkap oleh Nathalie yang sekarang membalikkan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan suaminya.
"Kamu ingin apa sih?" Tanya Nathalie, "jangan pakai kode-kode segala deh. Langsung to the point saja, aku lagi loading lama soalnya sekarang," lanjut Nathalie, yang membuat Kaisar mengerucutkan bibirnya lucu.
"Ih sayang, masa kamu tidak paham sih. Itu loh, duh bagaimana ya bilangnya. Kalau aku terlalu perjelas, yang ada kamu malah nabok aku lagi, terus bilang aku mesum," ucap Kaisar yang sekarang mendapatkan anggukan mengerti dari Nathalie. Karena sekarang, ia telah menangkap maksud dari permintaan dari suaminya itu.
"Boleh saja sih. Tapi, kan di dalam kamar lagi banyak lilin tuh. Nanti bisa jadi kebakaran bagaimana?" Tanya Nathalie di akhir kalimatnya.
"Aku matikan lilin-lilinnya sekarang juga," ucap Kaisar yang tanpa menunggu balasan dari istrinya, langsung masuk ke dalam kamar.
"Astaga, suami aku kok begitu banget ya. Kalau untuk urusan begitu dia cepat banget bertindak," ucap Nathalie sambil tertawa kecil, ketika ia melihat sang suami yang sedang berjuang mematikan semua lilin yang berada di dalam kamar, serta pria itu sudah menyalakan lampu di dalam kamar, agar suasananya tidak gelap gulita ketika semua lilin telah di padamkan.
"Semua lilinnya sudah aku padamkan semua, sayang. Jadi itu artinya aku sudah bisa mendapatkan apa yang aku mau kan," ucap Kaisar sambil mengusap pelan bibir istrinya.
"Belum boleh," jawab Nathalie.
"Pokoknya boleh," balas Kaisar seakan tidak peduli dengan kata-kata dari istrinya itu karena sekarang ia telah mengangkat tubuh istrinya untuk di bawa masuk ke dalam kamar.
"DASAR SUAMI PEMAKSA!" Teriak Nathalie yang cukup kaget karena di angkat tiba-tiba dalam gendongan suaminya.
Lah lah lah, Papi Kai gercep banget ya reader's!!
__ADS_1
Semoga Kai cepat-cepat bisa jadi kakak ya!!
Hehehehe.... See you 🥰