
SELAMAT HARI RAYA IDUEL FITRI READER'S!!
Mohon maaf lahir dan batin untuk kalian serta keluarga. Maaf ya kalau selama kalian mengenal author ada yang salah dalam kata atau respon dari author sendiri. Sehat-sehat selalu, reader's!!!💖💖
......................
Telah jauh sikap yang mendominasi, rasa sayang itu terlihat sangat berbuah mencintai.
Selalu.
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰🥰
................
Kediaman Keluarga Kaisar.
Kaisar kembali ke dalam kamar dengan nampan berisi makan malamnya. Pandangan Nathalie yang sedari tadi sibuk melihat Baby Rain yang sekarang telah terlelap, kini melihat ke arah suami yang tersenyum manis ke arahnya.
"Baby Rain, sudah tidur ternyata," ucap Kaisar pelan sambil meletakkan nampan di atas meja nakas.
"Masih ngantuk kayaknya, makanya cepat banget tidurnya," balas Nathalie.
"Ya sudah, sini biar Baby Rain aku gendong buat ke box bayi," ujar Kaisar yang sekarang ingin mengambil alih anak mereka dari sang istri, tapi langsung di cegah oleh Nathalie.
__ADS_1
"Jangan dulu Pi, nanti kalau Baby Rain bangun, bagaimana?" Tanya Kaisar, tentu tidak ingin jika hal itu sampai terjadi.
"Tidak akan kok, sayang. Kamu tenang saja," ucap Kaisar meyakinkan, dan kini ingin mengambil alih Baby Rain, yang untungnya sekarang di biarkan oleh sang istri.
"Ulu-ulu anak Papi yang ganteng. Tidur yang nyenyak ya, sayang," ucap Kaisar sambil mengusap-usap pelan kepala Baby Rain dengan penuh kasih sayang. Dan setelah itu, barulah ia meletakkan dengan hati-hati, Baby Rain ke dalam box bayi.
"Karena Baby Rain sudah tidur, sekarang waktunya kamu buat makan bareng aku," ujar Kaisar yang sekarang mengambil duduk di samping istrinya dengan nampan yang berada di atas pangkuannya.
"Tidak ah Pi. Aku masih kenyang," tolak Nathalie, karena ia benar-benar sudah makan tadi.
"Ya sudah, kamu temani aku makan saja, kalau begitu. Biar... aku tidak kelihatan jomblo, karena cuma makan sendiri," ucap Kaisar, yang langsung mendapatkan pukulan pelan di bahunya.
"Sudah punya anak satu juga. Bukan berarti, kamu makan sendiri, terus kelihatan jomblo ya," balas Nathalie.
"Hehehe. Bukan begitu, maksud aku sayang," jawab Kaisar sambil terkekeh.
"Sudah-sudah sayang. Aku mau makan dulu, ya. Masa kita jadinya bertengkar, cuma karena masalah sepele begini," ucap Kaisar yang sekarang memilih untuk menyudahi percakapan mereka yang tidak terlalu penting itu, karena jika di teruskan akan berujung pada perdebatan.
"Tadi, kerjanya bagaimana?" Tanya Nathalie membuka topik pembicaraan baru.
"Lancar sayang."
"Makanannya, di habisin dong. Masih ada sisa setengah lagi tuh," lanjut Nathalie sambil melihat isi piring suaminya yang masih tersisa makanan.
"Sudah tidak nafsu, sayang. Aku mau bawa ke dapur aja makanannya," balas Kaisar.
__ADS_1
"Loh, tidak baik lho buang-buang makanan seperti itu. Sini, aku suapi saja, mau tidak?" Tawar Nathalie yang mendapatkan anggukan dari Kaisar.
"Ya sudah deh, kalau di suapi sama kamu, mana bisa aku tolak," ucap Kaisar yang sekarang membuka mulutnya, meminta Nathalie untuk segera menyuapinya.
"Buka mulutnya yang besar, bayi besarku," ucap Nathalie.
"Kenapa harus bayi besar, kenapa tidak suami tampan saja?" Tanya Kaisar, dengan mulut penuh makanan.
"Di habisin dulu makanannya, Pi. Baru kamu bicara," tegur Nathalie, karena ia tidak ingin jika suaminya sampai tersedak.
"Hehehe, iya sayang. Tapi di jawab dong pertanyaan aku," ucap Kaisar yang masih menuntut jawaban dari pertanyaannya tadi.
"Kamu kan, memang bayi besar. Soalnya kamu manja banget. Suka banget, kalau di suapi sama aku," jawab Nathalie
"Jadi, aku lebih dominan jadi suami kamu atau bayi besar buat kamu?" Tanya Kaisar lagi.
"Astaga Papi, itu pertanyaan seperti apa sih. Ada-ada saja kamu ini," ucap Nathalie sambil menggelengkan kepalanya. "Sudah, ini kamu makan lagi aja," lanjut Nathalie kembali menyuapi suaminya.
"Sayang, nanti pas ulang tahun aku, boleh tidak kalau aku minta satu hari saja, waktu berdua sama kamu, tanpa ada Baby Rain?" Tanya Kaisar dengan pelan. Ia takut, jika istrinya akan marah ketika mendengar apa yang ia katakan ini.
"Bisa saja sepertinya Pi. Pas ulang tahun kamu, Baby Rain sudah bisa di tinggal. Apalagi Baby Rain kan, tidak cuma minum ASI saja. Minum susu formula juga, jadinya bolehlah," ucap Nathalie sambil menghitung dalam hati, berapa bulan usia Baby Rain, saat tepat usia suaminya bertambah.
"Tapi sepertinya, kita lihat nanti saja deh, sayang. Kalau misalnya belum bisa, ya sudah aku batalin saja. Kita menghabiskan waktu bertiga saja, di tempat yang aman buat Baby Rain," ucap Kaisar kembali berpikir, merasa tidak tenang juga jika harus meninggalkan Baby Rain nanti.
"Ya sudah, nanti kamu atur mana yang baik aja, deh Pi. Aku ikut kamu saja," balas Nathalie.
__ADS_1
Mau buat konflik lagi ga ya? 🤔🤔