Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 40 $2 - Sayang, Kamu Dimana?


__ADS_3

Sayang, kamu kenapa?


Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


................


Kaisar mulai mengerjab-ngerjabkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Hal pertama yang di lihat oleh pria itu adalah Gamal dan Faiz, kedua pria itu yang sekarang sedang menatap ke arahnya. Kaisar sempat diam, sebelum ia mengingat apa yang terjadi, hingga membuatnya seketika langsung bangun dari tidurnya.


"Istriku mana?" Tanya Kaisar dengan tidak sabarannya.


"Tidak ada. Waktu aku dengan Gamal sampai disini, Nathalie sudah tidak ada " jawab Faiz pada pertanyaan Kaisar.


"Waktu aku tanya sama asisten rumah tangga di rumah kamu sih, katanya tadi Nathalie pergi sama pria yang tidak tahu siapa, mungkin itu pria yang aku tunjukkan ke kamu Kai waktu pagi tadi," sambung Gamal ikut menjawab pertanyaan dari Reza.


"Brengsek. Berani-beraninya pria itu bawa istriku. Aku harus cari mereka, aku harus tambah kasih pelajaran buat dia," ucap Kaisar yang langsung emosi, setelah mendengar jawaban yang di berikan kedua pria dihadapannya itu.


"Kai, dengan cara kamu emosi seperti ini, tidak akan buat kamu bisa menemukan Nathalie sama Aiden," ucap Faiz yang membuat Kaisar memicingkan matanya curiga, karena ternyata Faiz tahu nama dari pria yang sedang bersama dengan istrinya sekarang.


"Kok kakak bisa tahu, nama dari pria yang lagi sama istri aku? Jangan-jangan---," tuduhan Kaisar tidak bisa berlanjut, karena di potong oleh Gamal.


"Eh kamu jangan berpikir yang tidak-tidak. Ya kali, aku sama Kak Faiz mau khianati kamu, Kai. Itu Kak Faiz tahu namanya, karena aku sama Kak Faiz kan cari tahu Nathalie ada dimana sekarang, selagi nunggu kamu bangun. Makanya Kak Faiz jadi tahu," ucap Gamal menjelaskan, berharap Kaisar akan percaya.


"Terus, dimana istri aku sekarang?" Tanya Kaisar menuntut.


Tanpa berkata, Gamal memberikan ponselnya pada Kaisar. Emosi Kaisar semakin naik, bahkan urat-urat di lehernya langsung menonjol saking marahnya.


"Kasih tahu padaku, dimana lokasi tempat ini sekarang," tegas Kaisar.

__ADS_1


"Sabar Kai," ucap Kak Faiz.


"Mana bisa aku sabar, saat aku lihat istriku masuk di kamar hotel sama laki-laki lain? Suami mana yang begitu bodoh mau membiarkan hal yang tidak seharusnya terjadi malah terjadi," ucap Kaisar yang sekarang telah berdiri dari duduknya dan bersiap-siap untuk pergi.


"Kalau kamu memang mau Nathalie balik sama kamu, bukan dengan cara kamu pergi dengan keadaan seperti ini. Sana kamu mandi dulu, siap-siap yang rapi. Jangan buat diri kamu di permalukan sama Aiden nantinya," ucap Kak Faiz.


"Aku tidak peduli. Karena yang paling penting sekarang, Nathalie bisa balik ke aku," ucap Kaisar yang sekarang akan melangkah pergi, tapi langsung di tahan oleh kedua pria di depannya.


"Dengarkan kata-kata aku sama Gamal, kalau kamu mau ketemu sama Nathalie. Kalau sudah tidak mau ketemu sama istri kamu, ya terserah," ucap Kak Faiz. "Karena yang tahu keberadaan Nathalie sekarang, cuma aku sama Gamal." Lanjut Kak Faiz.


"Kalian mau mengancam ku? Terserah aku tidak peduli," ucap Kaisar yang sekarang benar-benar pergi dan meninggalkan Gamal dan Faiz yang sekarang menggelengkan kepala mereka.


"Ck. Nath, Nath, suami kamu sudah mau jadi gila, karena kelakuan kamu selama seharian ini," gumam Gamal.


"Mana keras banget, mengalahkan batu lagi," sambung Kak Faiz.


"Sudahlah Kak, daripada kita berdua jadi ikutan gila seperti dia. Kita langsung masuk ke plan B saja sekarang. Sulit buat ajak tuh orang kerja sama saat dia lagi emosi seperti ini," ucap Gamal yang langsung di setujui oleh Kak Faiz.


"Thank you," ucap Kak Faiz, pada pada orang suruhannya yang memang sudah bersiaga di depan rumah ketika Kaisar tidak bisa di ajak kerjasama dengan baik.


***


Kaisar membuka matanya dan ia hanya di sambut oleh kegelapan. Tidak ada cahaya sama sekali, hingga membuatnya mencoba meraba-raba ke segala tempat berharap ia akan menemukan saklar lampu. Entah dia ada dimana sekarang, yang pasti ia harus menemukan jalan keluar dari tempat tersebut karena ia tahu saat ini ia sedang di sekap di sebuah ruangan.


"Papi," panggilan suara yang sangat di kenal oleh Kaisar, membuat pria itu melihat ke segala arah.


"Sayang, kamu dimana?" Tanya Kaisar berharap ia akan menemukan keberadaan istrinya. Karena ia tahu, suara tersebut adalah milik istrinya.


"Papi, maafkan aku," lagi suara itu terdengar yang membuat Kaisar semakin gelisah karena tidak bisa menemukan keberadaan istrinya.

__ADS_1


"Sayang... sebenarnya kamu ada dimana?" Tanya Kaisar yang merasa frustasi hingga ia berjalan terus kesana kemari, walaupun di dalam kegelapan yang membuatnya bukan hanya sekali, tapi berkali-kali tersandung. Tapi bukan itu yang terpenting, baginya hanya menemukan sang istri dan membawanya pergi dari sini adalah hal yang terpenting.


"Pi...Pi...Pi," sekarang yang di dengar oleh Kaisar adalah suara dari Baby Rain.


"Sayang, Baby Rain. Kalian berdua ada dimana? Jangan tinggalkan aku seperti ini," gumam Kaisar. "Aku tidak siap, kalau harus kehilangan kalian berdua sayang. Tolong jangan pergi," ucap Kaisar dengan suara lirih.


"Kalian berdua hidup aku. Kalau tidak ada kalian, apa gunanya aku tertawa? Tidak ada artinya. Jadi aku mohon Nath, kamu sama Baby Rain jangan tinggalkan aku," ucap Kaisar yang sekarang lebih ke memohon. Bahkan pria itu karena tidak lagi bisa menemukan tempat yang membuatnya bisa tahu dimana asal suara tersebut, sekarang berlutut di lantai.


"Papi, mungkin aku sudah banyak buat kesalahan sama kamu. Tapi selama ini kamu begitu sabar sama aku. Dari awal pernikahan kita, kamu tidak pernah marah-marah sama aku, bahkan buat sentuh aku dengan kasar tidak pernah sama sekali," suara Nathalie kembali terdengar.


"Itu karena aku mencintai kamu," jawab Kaisar.


"Sejujurnya, aku sedikit heran sebenarnya. Hati kamu terbuat dari apa si, Papi Rain? Kenapa bisa sebaik ini sama aku? Apapun mau kamu lakukan buat aku. Bahkan, kamu tidak pernah sekalipun marah saat dulu aku seenaknya dan tidak menghormati kamu sebagai suami aku," ucap Nathalie.


"Sayang, mana mungkin aku marah sama kamu. Sedangkan, kamu yang sudah buat aku menjadi versi Kaisar yang lebih baik di masa sekarang. Kamu yang sudah buat aku tahu bagaimana caranya mencintai orang dengan tulus, bukan hanya karena nafsu sesaat. Kamu yang sudah buat semuanya berubah, kamu buat aku mencoba memberikan semua yang terbaik buat kamu. Kamu saja yang tidak tahu, di balik semua perlakuan romantis yang aku lakukan, aku harus berusaha keras. Karena aku ingin kamu selalu nyaman sama aku, makanya aku berusaha terus," ucap Kaisar.


"Sayang... tolong kembali sama aku. Jangan pergi sama dia, aku tahu kita saling mencintai," racau Kaisar.


"Kai, mungkin sekarang aku terkesan egois, setelah apa yang kamu lakukan buat aku selama ini. Tapi, jujur aku tidak bisa meninggalkan Aiden, aku sayang sama dia bahkan sepertinya aku lebih mencintai Aiden di banding cinta aku ke kamu,"


Deg!


Hancur...


Hancur sudah pertahanan Kaisar saat ini, setelah mendengar kalimat yang di ucapkan oleh istrinya. Bukan ini yang ia harapkan di hari ulang tahunnya. Bukan kado seperti ini yang ia mau, tapi kenapa semuanya malah jadi seperti ini.


"Kai, aku harap kamu mau melepaskan aku sekarang. Kamu bisa mengejar kebahagiaan kamu dengan orang lain. Dan biarkan aku, sekarang bahagia dengan pilihanku. Selamat tinggal Kaisar," ucap Nathalie.


"TIDAK! NATHALIE, KAMU TIDAK BISA MENINGGALKAN AKU BEGITU SAJA. AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN KAMU PERGI," teriak Kaisar, di dalam kegelapan yang sekarang juga di selimuti oleh keheningan karena tidak ada suara dari sang istri yang terdengar lagi.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2