Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 11 $2 - Terpuruk


__ADS_3

KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!


SELAMAT MEMBACA READER'S!!


AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.


SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!


LET'S READER'S!!


......................


Nathalie berangkat dengan mata panda yang terlihat jelas memutari lingkar matanya. Shaile yang melihatnya sangat prihatin dengan keadaan sahabatnya itu.


Innalilahi....


" Kamu tidak apa-apa Nath? Kalau kamu libur saja bagaimana? Aku kasihan melihat kamu seperti ini."


Tadi malam saat pulang, Shaile menjumpai Nathalie yang duduk di bawah kasur dengan wajah yang sudah sembab. Dia bingung apa yang membuat sahabatnya begitu terpuruk ini.


Shaile sangat khawatir apa yang terjadi. Dia bertanya pada Nathalie saat tangisnya sudah mereda. Entah mengapa ia ikut sedih mendengar cerita masa lalu sang sahabat se-surganya itu. Nathalie yang biasanya sangat ceria ternyata menunjukkan kerapuhannya yang selama ini yang di pendam.


la juga melihat pesan yang di tunjukkan Nathalie kepadanya. Berulang kali Shaile mencoba memanggil nomer itu kembali, namun suara operator lebih mendominasi. Dan akhirnya ia pun menuntun Nathalie yang telah lelah menangis ke ranjang, Shaile memeluk Nathalie agar lebih tenang. Dia mencoba menjadi lebih dewasa di situasi ini.


"Tidak apa-apa kok, Shaile. Sebentar lagi juga hilang."


"Hilang bagaimana? Wajah kamu juga pucat begitu Nath!!" Shaile begitu khawatir dengan sahabatnya. Pasalnya tuh Nathalie tidak begitu menunjukkan kesedihan selama ini.

__ADS_1


Dan ini pertama kalinya Shaile melihat sisi lain Nathalie!


"Tidak masalah, kamu berangkat gih. Motor aku masih di sini. Nanti sore kamu ke sini saja kalau mau bonceng."


"Ya sudah, nanti kalau ada apa-apa kamu kabari aku ya. Aku khawatir kalau sampai kamu kenapa-kenapa, Nath." Ucap Shaile sedih.


"Sudah, aku aman kok. Terima kasih ya Shaile."


"Oke, aku berangkat. Take good care of yourself."


Shaile langsung meminta taksi online yang di pesannya melaju ke tempat perusahaannya di tuju. Dia mencoba untuk tidak kepikiran terus dengan keadaan sahabatnya itu. Umur Shaile memang lebih tua dari Nathalie, namun itu tak membuat nya menjadi orang yang harus di hormati oleh sahabatnya itu.


***


Nathalie memasuki kantor yang hampir dua setengah tahun ia tempati. Nathalie sangat senang dengan pekerjaan yang sudah sesuai di hatinya. Perusahaan besar dan mungkin yang paling maju di Indonesia di bidang pemasaran produk rumah tangga.


Rambut panjangnya ia gulung di belakang dan menyisakan poni yang menggemaskan di depannya. Nathalie selalu cantik bagi yang melihatnya meskipun matanya sudah terlalu sembab karna menangis tadi malam.


Tak lupa di setiap langkah di koridor, dia melemparkan senyum pada setiap karyawan yang menyapanya. Nathalie memang sudah terkenal di kantornya dikarenakan pekerjaannya yang sangat memuaskan. Nathalie selalu berhasil memikat para petinggi perusahaan lain untuk ikut menggunakan barang yang ia jual. Teknik marketing yang jelas, lugas dan sangat luwes itulah yang membuat para konsumen menjadi tertarik dengan hasil kerjanya. Nathalie memang sesungguh itu dalam bekerja.


Jam menunjukkan pukul 06:55. Hampir terlambat sepertinya. Nathalie menuju ke tempat absen para karyawan dan segera menuju lift untuk mengantar nya ke lantai 8 tempat ia bekerja.


"Hai Nath!" Sapa seorang lelaki yang ikut masuk ke lift yang hampir tertutup. Terdiri dari 5 orang yang ada di dalam termasuk Nathalie dan Gamal di sampingnya. Lift melaju pelan kelantai yang di tuju.


"Hai juga Mal..." Nathalie memaksa senyum palsu yang berharap tidak ada orang kesedihannya.


"Wajah kamu kusut banget sih" Ejek Gamal dengan gaya tengilnya.

__ADS_1


"Biasalah ada masalah keluarga Mal" Jawabnya berbohong. Dia tidak mau ada yang simpati karena masalah yang sedang di hadapi saat ini.


"Oh... Semoga cepat selesai ya." Gamal sedikit mengetahui bahwa Nathalie berasal dari Bandung tapi ia tak tahu kalau sebenarnya Nathalie ini anak orang kaya di tempatnya tinggal.


Nathalie hanya tersenyum menanggapi ocehan Gamal. Lift berjalan pelan hingga berhenti di lantai 8 Nathalie turun bersama Gamal. Mereka berjalan ke tempat kerjanya yang berdampingan. Nathalie meletakkan tasnya ke meja dan menghidupkan komputer nya. Memeriksa barang yang keluar dan masuk hari ini dan kemarin.


"Kemarin ada masalah tidak waktu aku tidak masuk?"


"Aman Nath, aku sudah tangani!"


......................


...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...


...Like...


...Favorit...


...Komentar...


...Vote...


...Hadiah...


...Rating 4,7...


...Follow Author...

__ADS_1


...Gaskeun lah!!!...


__ADS_2