
KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!
SELAMAT MEMBACA READER'S!!
AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.
SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!
LET'S READER'S!!
......................
Hening!
Keduanya masih diam tanpa suara. Tidak ada percakapan yang memulai. Keduanya hanya saling tatap, menyalurkan kehangatan hati yang telah lama beku akan rindu yang menggebu.
"Kenapa wajah ini berbeda?" Perlahan Nathalie membelai halus wajah tampan di hadapannya ini, tangan Kaisar tidak tinggal diam, dia ikut menggenggam erat tangan Nathalie dan mencium telapak tangan yang halus itu. Seolah ia kembali menyalurkan cinta yang begitu dalam kepada perempuan di hadapannya kini.
"Aku kecelakaan Nath. Wajah aku rusak parah dan aku tidak bisa apa-apa. Jadi keluarga aku memutuskan untuk operasi Nath, dan itu yang membuat aku takut..." Kaisar menjeda ucapannya sebentar seraya menatap manik mata coklat bening dihadapannya.
Sesekali dia membelai rambut Nathalie yang menggantung di sisi wajah dan menyelipkan di belakang telinga.
"Aku takut kamu tidak mengenali diri aku, Nath. Terbukti kan kemarin kamu tidak ingat apa-apa saat aku di depanmu?"
Nathalie menundukkan wajahnya, air mata sesekali masih mengalir di netra yang sudah sembab. Nathalie terisak.
"Aku cuma tidak mau beharap lebih Kai, sudah lima tahun aku selalu berharap kalau kamu akan kembali lagi ke sini untuk aku. Aku juga berharap ini bukan mimpi aku saja, Kai!"
Hah!
Pernyataan Nathalie membuat Kaisar mendesah perlahan. Dengan apa lagi ia meyakinkan jika semua ini bukan mimpi.
"Ini bukan mimpi Nath, ini nyata!" Tekan Kaisar supaya kekasihnya itu tidak menganggap jika dirinya sedang berhalusinasi.
"Aku tidak ada niat untuk meninggalkan kamu setelah satu malam berharga itu, Nath. Aku pergi karena dapat kabar dari kakek aku kalau Mommy di London keadaannya sedang drop, Nath.
Aku tidak bisa berpikir jernih, aku minta maaf yang meninggalkan kamu saat ini. Kamu pasti juga mengira kalau aku ini pengecut. Tapi kamu harus percaya sama aku, Nath. Aku benar-benar tidak bisa apa-apa saat di sana."
"Tapi kenapa kamu tidak memberi kabar padaku, Kai? Apa aku tidak sebegitu pentingnya di hidup kamu?" Tanya Nathalie menatap tajam wajah sendu di hadapannya.
__ADS_1
"Kamu sangat penting Nath! Kamu penting melebihi apapun. Tapi aku harus berada di keadaan yang aku juga tidak bisa apa-apa, Nath. Aku takut Nath, aku takut kalau kamu akan berpaling dari aku yang sudah meninggalkan kamu dulu!" Ucap Kaisar yang menggebu-gebu membuat Nathalie diam tidak berkutik. Dirinya diam mendengarkan penjelasan Kaisar hingga membuatnya pergi tanpa kabar.
***
Flashback On Kaisar Claude Sturridge, lima tahun lalu.
Pukul 23:47 WIB, Bandung, Jawa Barat.
Pesan yang dikirim seseorang di negeri nan jauh berbeda membuat Kaisar harus tergesa pergi meninggalkan tempat ia di besarkan. Pikirannya tidak bisa berpikir jernih, dia langsung memesan tiket online pesawat dan mendapatkan jam terbang yang lebih cepat. Bahkan dirinya pun lupa dengan barang yang sini. Lelaki itu hanya mengenakan hoodie yang menutupi kepalanya dari dinginnya malam. Tas ransel yang ia gantung di pundak kirinya, tidak ada yang mengira jika dia pergi ke luar negeri. Pasalnya Kaisar tidak membawa barang berat seperti ransel atau apapun itu. Yang melekat di tubuhnya sudah lebih cukup dari apapun.
Sekian jam berlalu, Kaisar sudah tiba di bandara internasional London City. Kaisar turun dari pesawat mengedarkan pandangannya di seluruh penjuru. Tepat di samping pintu keluar, Kaisar melihat kakek dari mommy-nya yang sudah berdiam diri disana. Kaisar berlalu kearah kakeknya dengan nafas yang tersengal-sengal dan mata yang berkaca.
"Grandpa?" Panggil Kaisar dengan suara seraknya. Pria paruh baya itu menoleh, mendapati wajah tampan cucunya yang sudah lama ia rindukan.
Mereka berpelukan dengan erat seolah menyalurkan rindu yang teramat dalam bagi keduanya.
"Kau terlihat lebih dewasa nak!" Puji Grandpa Aslan dengan bangga pada cucu laki-lakinya ini.
"Dimana Mommy, Grandpa?" Tanya Kaisar dengan raut wajah yang terlihat menyedihkan.
Kemudian Kaisar berangkat meninggalkan bandara bersama Granpa Aslan. Sebelum ke rumah sakit mereka pergi ke rumah dulu untuk sekedar berganti baju dan membersihkan diri. Kaisar mendapati handphone nya yang sudah mati karena kehabisan baterai. Dia lupa jika harus menemui sang kekasih yang mungkin sudah menantinya di suatu tempat yang sudah mereka janjikan.
Kaisar segera mengisi baterai nya berharap sudah terisi untuk mengabari wanita pujaannya di Indonesia.
Selang beberapa menit Kaisar selesai menunaikan aktivitas membersihkan diri. Dirinya segera berganti baju dan membawa ponselnya menuju ke lantai dasar menjumpai kakeknya yang sudah menunggu di sofa.
Rumah Granpa Aslan begitu besar disini, dia merupakan salah satu pengusaha terkaya di London Inggris. Tak ayal di kehidupannya yang sudah renta ia masih bergelimang harta.
Di sofa Grandpa Aslan tidak sendiri, dia duduk bersama kakak perempuannya yang sudah terlebih dahulu terbang kesini siang tadi.
"Kak Athena?" Sapa Kaisar dengan wajah yang tidak kalah bahagia. Mereka berpelukan layaknya pertemuan ini merupakan hal yang jarang mereka lakukan.
Dua saudara kandung namun harus terpisah karena alasan tertentu. Athena besar di Jakarta bersama daddy-nya, Darius. Sedangkan Kaisar ia harus hidup di Bandung bersama nenek dari daddy-nya sejak umur 10 tahun. Hal itu di karenakan, Kaisar yang pernah menjadi korban penculikan akibat persaingan antar perusahaan Darius dulu.
"Kakak sudah sampai di sini?" Tanya Kaisar melepaskan pelukan hangat mereka.
__ADS_1
"Sudah dek. Tadi kakak kesini bareng Kak Faiz." Athena tutur lembut kepada sang adik. Umur mereka memang terlalu jauh selisih 10 tahun. Namun itu tak membuat mereka harus dihormati seperti pada orang lain. Anggun tetaplah kakak Kaisar yang penuh dengan canda tawa dan gurauan saat ia masih kecil bersama.
Faiz sendiri adalah suami dari Athena, mereka melangsungkan pernikahan baru beberapa bulan yang lalu.
Kalau reader's sudah baca Novel A² (Azza dan Alister). Faiz adalah salah satu sahabat Alister dari SMA dan kuliah.
Bisa di baca juga ya!
"Oh Bang Faiz mana?" Tanya Kaisar karena tidak melihat wajah kakak iparnya tersebut.
"Bang Faiz sudah ke rumah sakit dek. Kakak yang menyuruhnya untuk temani daddy di sana."
"Kita berangkat sekarang nak!!" Instruksi dari Grandpa Aslan membuat Athena dan Kaisar menoleh dan mengangguk wajah mereka.
Mereka berangkat bersama dengan supir Aslan yang selalu mendampingi kemanapun Aslan pergi. Mobil berjalan dengan kecepatan sedang melalui jalan yang cukup ramai. Entah apa yang membuat Kaisar begitu gelisah sambil terus memainkan handphonenya yang dengan begitu serius. Pemandangan itu tidak luput dari pengawasan Athena yang duduk di sampingnya.la mengelus pundak Kaisar seolah tahu apa yang adiknya rasakan.
"Kenapa? Nathalie tidak bisa di hubungi?"
Kaisar mengangguk pelan dan kembali menatap luar jendela mobil.la berusaha menenangkan hatinya yang terasa gundah.
"Ini sudah malam di sana Kai. Biarkan dia istirahat, besok pagi kamu bisa jelasin semuanya ke dia." Nasehat Athena selalu pas di hati Kaisar yang di bilang keras kepala. Tak ayal Kaisar sangat menyayangi kakaknya ini.
"Aku takut dia marah, Kak." Pikiran Kaisar berkelana entah kemana. Apalagi dia yang sudah mengambil sesuatu berharga yang telah dijaga gadis itu selama hidupnya. Janji yang Kaisar ucapan untuk bertanggung jawab memang tidak main-main. Seharusnya Kaisar tadi bertemu dengan keluarga Nathalie untuk mengikatnya ke jenjang lebih serius. Namun, seperti kata pepatah, manusia hanya bisa merencanakan tanpa bisa menentukan.
......................
...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...
...Like...
...Favorit...
...Komentar...
...Vote...
...Hadiah...
...Rating 4,7...
__ADS_1
...Follow Author...
...Gaskeun lah!!!...