Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 28 $2 - Lahiran Nathalie


__ADS_3

Kai, baby kita akan lahir. Jika aku tidak pernah kembali dalam dekapan kamu, aku akan selalu hadir di sela-sela darah dalam tubuhmu. Cintaku, hatiku, hidupku...


Kai, jika aku pergi. Tambahkan hatimu, luaskan ikhlas dalam dirimu. Kita manusia, dan kepemilikan dirimu atas hidupku telah di ambil kembali oleh Tuhan. Aku harap, kamu bahagia dengan cinta kita yang telah lahir. I love you Kaisar, my husband.


Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


................


Jam dinding berulang-ulang mengalun, dari detik ke menit, dan menit ke jam, hingga jam telah usang.


Senja telah pudar, dan cahaya malam di kaki langit tampak mengakar. Nathalie menggeliat tidak nyaman, ketika perasaan tidak nyaman ia rasakan di perutnya. Saat ia mulai tersadar dari lelap tidurnya, wanita hamil itu mulai menyadari ternyata bukan perasaan tidak nyaman yang sedang ia rasakan, melainkan perasaan sakit luar biasa di perutnya.


Sshhh!


Istri Kaisar itu meringis mencoba menahan perasaan sakit yang ia pikir akan berangsur-angsur akan menghilang, tapi ternyata sakitnya menjadi lebih parah, hingga membuat Nathalie tidak bisa menahan rasa sakitnya.


"Papi bangun," panggil Nathalie sambil menepuk-nepuk pelan tubuh suaminya, berharap pria itu akan bangun.


"Papi," panggil Nathalie lagi dengan menahan rasa sakit yang semakin tidak bisa ia tahan. Karena rasa sakitnya terus bertambah.


Sialan pria ini, kebo sekali!!!


"KAISAR BANGUN!!!! PERUT AKU SAKI!!!!," Teriak Nathalie dengan sekuat tenaga. Kali ini, ia benar-benar mengeluarkan semua tenaganya. Bahkan ia telah memukul-mukul wajah suaminya, tanpa peduli jika Kaisar akan marah, itu bisa menjadi urusan nanti. Karena yang paling penting sekarang, adalah kondisinya yang sedang di landa oleh kesakitan.


"Sayang, kamu kenapa?" Kaget Kaisar yang terbangun karena merasakan pukulan-pukulan di wajahnya. Dan ternyata itu adalah pukulan yang berasal dari Nathalie, Mami mudanya.


"Papi, perut aku sakit banget," ucap Nathalie dengan air mata yang telah membahasi pipi tembam nya.


"Kita ke rumah sakit sekarang," panik Kaisar langsung buru-buru bangun dari tidurnya, ketika melihat pakaian yang di gunakan oleh istrinya telah basah. Itu pasti di karenakan air ketuban dari istrinya yang telah pecah. Kaisar langsung menuju ke pintu kamarnya dan membuka lebar pintu tersebut, dan setelah itu pria itu mengambil dompet, dan juga kunci mobil serta langsung mengangkat tubuh Nathalie kedalam gendongannya.


"Aku tidak tahan Papi. Perut aku sakit banget," keluh Nathalie.


"Kamu tahan ya, sayang. Kita akan segera sampai di rumah sakit," balas Kaisar mencoba untuk tetap fokus, walaupun rasanya ia tidak bisa melakukannya. Apalagi saat melihat kondisi istrinya yang sedang kesaktian seperti ini.


"Tidak bisa Papi. Aku sudah tidak kuat lagi," ucap Nathalie.

__ADS_1


"Please sayang, kamu sabar ya. Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Kaisar yang sekarang telah meletakkan tubuh istrinya di jok mobil sambil memakaikan seatbelt untuk istrinya. Setelah itu, Kaisar menuju ke jok pengemudi dengan sedikit berlari.


"Aku mohon kamu jangan berpikir yang aneh-aneh sayang. Kamu ikuti instruksi aku ya, tarik napas, terus hembuskan. Lakukan seperti itu terus ya," ucap Kaisar.


"Aaaa... Aku tidak bisa Papi. Perut aku sudah semakin sakit tahu," teriak Nathalie yang memang sudah merasa tidak tahan dengan sakit yang ia rasakan.


"Aku yakin, kamu pasti bisa sayang," ucap Kaisar yang sekarang mulai mengendarai mobilnya untuk meninggalkan area rumah mereka. Tapi sebelum itu, Kaisar sempat memberikan pesan pada dua orang satpam yang berjaga untuk membangunkan para asisten rumah tangga, agar bisa membantu menghubungi Mansion Sturridge dan sahabatnya, Shile.


"Kai, kalau aku tidak bisa bertahan, aku titip baby kita ya sama kamu. Kamu harus rawat anak kita dengan baik," ucap Nathalie di tengah-tengah menahan rasa sakit yang ia rasakan sekarang, yang tergolong susah di jelaskan jika hanya di uraikan dengan kata-kata saja.


Mendengar perkataan yang di katakan oleh istrinya, membuat Reza melepaskan satu tangannya dari stir, dan menggenggam erat tangan sang istri.


"Kamu kuat sayang. Jadi, kamu tidak perlu bicara yang aneh-aneh. Bentar lagi kita akan sampai di rumah sakit," ucap Kaisar yang sekarang menahan kecepatan mobilnya.


Tidak terhitung berapa kali Kaisar menghela napas, dan menghembuskannya, hanya karena ia ingin bisa fokus menyetir.


Sebenarnya jika tadi ia membangunkan supir pribadi mereka, mungkin ia tidak akan seribet ini, tapi semuanya sudah terlanjur. Dan untuk itu, ia hanya bisa berdoa untuk keselamatannya dan sang istri, agar bisa sampai di rumah sakit dengan selamat.


Sesampainya di rumah sakit, Kaisar langsung keluar dari dalam mobil dan buru-buru menggendong istrinya keluar dan berlari masuk ke dalam. Karena sekarang sudah dini hari, maka rumah sakit tampak sepi, tapi langsung seketika heboh karena teriakan Kaisar yang menggema di lorong rumah sakit.


"DOKTER!!! SUSTER!!!..."


"Tuan, istrinya akan segera kami bawa ke ruang persalinan ya," ucap salah satu perawat yang tidak mendapatkan respon apa-apa dari Kaisar, yang hanya fokus mendorong brangkar sambil memegang telapak tangan Nathalie dengan satu tangannya.


"Kai," panggil pelan Nathalie karena ia merasa jika energinya mulai habis saat ini.


"Sayang, kamu bisa. Aku yakin, kamu bisa," ucap Kaisar yang tidak bisa menahan air matanya untuk tidak tumpah ketika melihat kondisi istrinya yang terbaring seperti ini.


Sakit, Tuhan.


Kaisar tidak sanggup melihat orang yang paling di cintanya dalam kondisi seperti ini.


"Kai, kok aku merasa kamu gelap ya," ucap Nathalie.


"Sayang, kamu harus tetap sadar," ujar Kaisar seakan tahu jika istrinya sudah mulai merasa pusing sekarang.


"Kai, kepala aku pusing," gumam Nathalie yang matanya tertutup, tapi ia mencoba untuk tetap terbuka.

__ADS_1


"Sayang, kalau seperti ini lebih baik kamu caecar saja ya. Aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu," ucap Kaisar yang tidak mendapatkan jawaban dari sang istri, karena Nathalie tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri, hingga membuat Kaisar seketika terserang kepanikan.


"Nath, sayang. Bangun sayang, kamu buat aku takut," ucap Kaisar tapi sama sekali tidak mendapatkan respon dari Nathalie.


"Tuan, kalau kita tidak langsung mengambil tindakan, bisa bahaya untuk ibu dan bayi yang ada di kandungannya," ucap Dokter Crystall, dokter kandungan yang menangani Nathalie.


"Tolong selamatkan keduanya, Dok." Ucap Kaisar dengan bibir yang bergetar.


"Baik Tuan, kami akan melakukan semuanya dengan baik," ucap Dokter Crystall.


Perasaan Kaisar sekarang kacau. Ia tahu keinginan istrinya adalah melahirkan normal, tapi apadaya ternyata istrinya tidak mampu, hingga sekarang ia sedang menemani istrinya yang saat ini sedang di operasi.


Sambil terus menggenggam tangan milik istrinya, Kaisar terus memanjatkan doa, agar operasinya berjalan dengan lancar. Tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan, selain berdoa.


"Sayang, aku cuma berharap kamu sama baby baik-baik saja. Tidak ada harapan lain selain itu yang aku mau," ucap Kaisar sambil melihat ke arah wajah istrinya yang terlihat begitu tenang, di saat sedang tidak sadar seperti ini.


Kaisar terus setia menunggu, hingga akhirnya terdengar tangisan seorang bayi, yang membuat air mata pria itu mengalir. Buah hatinya dan Nathalie telah lahir ke dunia.


"Selamat Tuan Kaisar, anaknya laki-laki. Dan anaknya dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun," ucapan selamat dari Dokter Crystall yang menangani operasi istrinya.


"Sayang, anak kita sudah lahir. Baby tampan kita sudah bisa bersama-sama dengan kita sekarang," bisik Kaisar di telinga istrinya.


"Pasien mengalami pendarahan," ucap Dokter Crystall saat sedang proses ingin menjahit, yang membuat Kaisar langsung panik.


"Kamu tidak akan meninggalkan aku kan, sayang?" Tanya Kaisar, walaupun sama sekali tidak akan mendapatkan jawaban apa-apa dari istrinya.


"Please, jangan tinggalkan aku sama baby sayang," mohon Kaisar yang kini menyatukan keningnya dan Nathalie.


"Jangan sayang, jangan," racau Kaisar.


"Dok, detak jantung pasien melemah," ucap perawat yang membuat Kaisar semakin di landa rasa ketakutan luar biasa.


"Aku belum siap, sayang. Dan tidak akan pernah siap untuk kehilangan kamu," ucap Kaisar.


"Takdir, tolong biarkan aku bisa bersama dengan istriku lebih lama lagi. Tolong, jangan terlalu kejam dengan takdir kami berdua," batin Kaisar.


................

__ADS_1


Jangan! Jangan katakan itu, sayang. Akan apa jadinya aku tanpa dirimu dalam sela luka itu. Aku hanya ingin dirimu, tidak juga aku. Baby kita membutuhkan kamu, cepatlah datang. Karena air mata ini telah terkuras hingga menjadi gersang.


__ADS_2