Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 29 $2 - Baby Rain


__ADS_3

Dari hati ini, rasa bahagia itu menjelma menjadi duri-duri yang kian hari merangkak naik menuju kesempurnaan.


Selamat datang, putra kecil Mami, Daneesh Rainer Sturridge.


Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


................


Kaisar sama sekali tidak mau beranjak dari bed hospital yang di tempati istrinya. Saat ini Nathalie telah di pindahkan ke ruang inap, setelah menjalani operasi. Walaupun sempat membuat jantung Papi muda itu rasanya akan copot, tapi dirinya bersyukur karena sang istri sekarang telah baik-baik saja. Hanya saja, Nathalie belum sadarkan diri di karenakan masih dalam pengaruh obat bius.


Sementara Kaisar yang sibuk menunggu istrinya siuman, Athena, Faiz, Fahrizal, Shaile, dan Gamal sekarang sedang sibuk dengan malaikat kecilnya dan Nathalie. Mereka yang baru berubah status menjadi aunty dan uncle itu, terlihat sangat bahagia melihat baby kecil yang saat ini sedang tertidur di box khusus baby.


Kaisar tadi sudah sempat menggendong sang bayi , selama menuju ke ruangan inap sang istri dan sekarang bukannya ia tidak mau terlalu peduli dengan anaknya, hanya saja ia ingin memastikan keadaan sang istri dulu. Karena kejadian di ruang operasi tadi, sejujurnya membuatnya sedikit ada rasa trauma, ketika istrinya yang hampir saja tidak bisa di selamatkan.


"Kai... sakit," ringis Nathalie yang membuat Kaisar tersadar dari keterpakuannya.


"Sayang, kamu sudah sadar ternyata," ucap Kaisar buru-buru memeriksa keadaan istrinya.


"Baby kita bagaimana?" Tanya serak Nathalie, karena seingatnya pandangannya sempat menggelap dan ia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.


"Itu lagi sama Kak Nana dan sahabat kamu lainnya sayang. Baby kita ternyata cowok, sesuai dugaan kamu," ucap Kaisar dengan senyum merekah. Pria itu memberikan banyak kecupan-kecupan kecil di telapak tangan istrinya.


"Aku di operasi ya?" Tanya Nathalie karena ia merasakan sakit di perutnya, yang membuat senyum Kaisar sempat memudar.


"Maaf sayang. Aku tahu, kamu ingin lahiran normal, tapi...," ucapan Kaisar menggantung.


"Sudah tidak apa-apa, yang penting baby kita baik-baik aja," balas Nathalie sambil tersenyum.

__ADS_1


Sementara mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba terdengar suara tangisan dari sang bayi yang membuat Nathalie langsung menoleh ke asal tangisan bayi itu berasal.


"Cup cup, keponakan aunty. Sudah ingin di peluk Mami ya," ucap Athena yang saat ini sedang menimang-nimang keponakannya itu di dalam gendongan.


"Sudah Kak, di kasih dulu sama Nath baby-nya. Pasti Nathalie juga sudah ingin peluk anaknya," ucap Shaile yang di angguki oleh Athena yang saat ini melangkah menuju ke bed hospital.


Dengan hati-hati Athena meletakkan bayi itu pada Nathalie. Wanita itu tersenyum ketika melihat malaikat kecilnya ini terlihat begitu tampan.


"Papi, baby mirip banget sama kamu," gumam Nathalie tersenyum sambil menyentuh tangan kecil milik sang bayi.


"Selamat sayang, kamu harus mengurus dua Kai mulai sekarang," ucap Kaisar yang membuat Nathalie tersenyum.


"Jadi Kai, nama anak kalian apa? Sekarang Nathalie sudah siuman kan. Kata kamu, tunggu Nathalie siuman, baru kamu akan bilang siapa nama dari keponakan kita yang ganteng ini," ucap Faiz yang terlihat tidak sabaran.


Ehem....


Sebelum berbicara, Kaisar sempat berdehem sedikit untuk menetralkan suaranya. Kaisar melihat ke arah Nathalie, yang menggangguk, tanda untuk ia langsung saja memberitahu nama dari Baby Kai dan Nath.


"Baby Rain," ucap kelima orang itu secara bersama, Athena, Faiz, Shaile, Gamal, dan si kakak kecil Fahrizal.


"Ya ampun, Baby Rain tersenyum. Pasti dia suka sama namanya," seru Shaile ketika melihat senyuman yang tiba-tiba terbit di bibir si kecil.


"Kamu ganteng banget sayang, kalo senyum. Mami cuma berharap, kamu akan menjadi anak baik nanti pas dewasa nanti," ucap Nathalie pada Baby Rain yang terlihat begitu tenang di dekapannya.


"Nath, kamu coba kasih ASI dulu buat Baby Rain. Dari tadi, dia belum minum loh, karena Baby Rain nolak pas di kasih susu formula," ucap Athena.


"Iya Kak. Ini juga mau aku kasih ASI," balas Nathalie.


"Kalau begitu, kami keluar dulu ya," ucap Faiz, karena tidak ingin mengganggu waktu keluarga kecil sang adik.

__ADS_1


"Jaga Nathalie dan Baby Rain-nya Kai. Awas saja kamu tidak ada, di saat kami kembali kesini," ucap Athena memberikan peringatan.


"lya Kak, tenang aja. Masa aku tinggalin istri dan anak aku disini sendiri sih," jawab Kaisar.


"Ya sudah, kami keluar dulu," ucap Athena.


"Selamat ya Nath, Kai," ucap Shaile dan Gamal. Kini Shaile pun tengah berbadan dua, yang membuat keduanya perlu hati-hati dan menjaga kesehatan.


"Dadah, baby. Abang Izal keluar dulu ya," sahut Fahrizal dengan tangan yang mengelus pelan pipi baby kecil pasangan muda itu.


"Dadah juga, Abang Izal." Nathalie menjawab sahutan itu dengan nada suara yang di buat-buat seperti bayi.


Kini tinggallah keluarga kecil yang sedang berbahagia di dalam ruangan itu. Dengan bantuan Kaisar, kini Baby Rain sudah bisa meminum ASI, bahkan bayi itu terlihat begitu lahap, mungkin karena memang sudah sangat haus, karena belum minum sedari tadi.


Kelaparan dari perut sembilan bulan ya, reader's!!


"Sayang, Rain pasti sudah haus banget ya," ujar Kaisar sambil tersenyum.


"Iya Papi, keliatan banget. Kasihan, anak Mami harus nunggu Mami siuman dulu, baru bisa minum ASI," ucap Nathalie sambil mengusap sayang kepala Baby Rain.


"Sayang..." Panggil Kaisar pada Nathalie.


"Kenapa Pi?" Tanya Nathalie.


"Aku pikir, aku akan kehilangan kamu, tadi," jawab Kaisar, yang membuat Nathalie tersenyum.


"Buktinya kamu tidak kehilangan aku kan, Pi?" Tanya Nathalie, yang di angguki oleh Kaisar.


"Tapi tetap saja aku takut. Aku sampai, tidak ada niatan lagi ingin punya anak, selain Rain," jawab Kaisar. "Aku takut, apa yang kamu alami di ruang operasi tadi, bisa terjadi lagi. Dan lebih parahnya lagi...," Kaisar tidak bisa melanjutkan kata-katanya, karena baru di pikirkan saja, ia sudah sanggup.

__ADS_1


"Sudah, tidak usah di pikirkan. Mending sekarang, kita fokus sama Rain. Aku mau, anak kita tidak akan pernah merasakan yang namanya kekurangan kasih sayang dari orang tua," ucap Nathalie sengaja ingin mengubah topik pembicaraan mereka.


Terima kasih Tuhan, atas nikmat indah seorang istri dan anak yang tampan. Aku sangat bersyukur karena hal ini.


__ADS_2