Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 37 $2 - Game Of Nathalie


__ADS_3

Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.


Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰


................


"Nath, kamu yakin pakai cara ini, rencana kamu bakal berhasil?" Tanya Shaile yang saat ini sedang sibuk mengendong Baby Rain di dalam gendongannya.


"Iya Shaile, aku yakin kok. Apalagi tadi kata Bi Asih di telepon, Kaisar lagi marah-marah sekarang," ucap Nathalie yang terlihat senang karena suaminya berhasil masuk ke dalam permainan yang telah ia buat.


"Astaga Nath. Apa kamu yakin, yang kamu lakukan sekarang ini, itu tidak terlalu berlebihan buat suami kamu?" Tanya Shaile lagi. Karena sahabatnya itu hanya takut saja, jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan karena skenario yang di buat oleh Nathalie.


"Tenang aja Shaile. Walaupun Kaisar mungkin lagi marah-marah sekarang, tapi dia tidak akan mungkin menyakiti istrinya. Palingan yang di sakiti tuh Aiden," sambung Athena pada sahabat adik iparnya itu.


"Bukannya apa-apa Kak, saya hanya tidak ingin terjadi apa-apa sama Aiden. Apalagi ini hari pertama dia di Jakarta lho. Mana orang tuanya titip ke kita lagi, kamu juga Nath. Sepupu kamu kok di jadikan korban sih," keluh Shile. Pasalnya Aiden yang di maksudnya itu adalah orang yang sekarang sedang bermain peran sebagai selingkuhan Nathalie.


Dan Aiden ini, merupakan sepupu Nathalie yang sudah menetap lama di Bandung dan baru hari ini datang ke Jakarta untuk menengok keponakannya, Baby Rain. Dan setelah datang ke Jakarta, Nathalie malah meminta bantuan yang di terima langsung oleh Aiden, yang jadi penasaran dengan sifat dari suami sepupunya itu. Karena ia juga baru sempat melihat Kaisar lewat sosial media saja.


"Sudah Shile tenang saja. Aiden tidak akan kenapa-kenapa kok. Lagian, itu si suami Nathalie memang galak banget ya?" Tanya Aiden di akhir kalimatnya.


"Kalau Kaisar lagi marah, kamu akan tahu sendiri," jawab Athena apa adanya.


"Tapi Kak Nana, wajah adik kakak itu kelihatan anak baik-baik loh, masa galak banget jadi orang," balas Aiden yang sekarang beropini.


"Sudah ih, kenapa jadi pada bahas suami aku sih. Sdah-sudah, sekarang mending kita siap-siap Ai, aku harus mancing suamiku biar benar-benar marah dan kecewa sama aku," ucap Nathalie.


"Bukan sahabat aku," gumam Shaile, karena melihat tingkah Nathalie yang sekarang.


"Bukan juga adik ipar aku," balas Athena ikut bergumam.


"Astaga, aku sampai tidak di akui kalian karena mau lakukan ini," ucap Nathalie sambil tertawa.

__ADS_1


"Nath, Kak Nana cuma mau ingetin kamu buat jangan terlalu mancing emosi Kaisar ya. Bisa saja dia itu tidak sampai malam, sudah buat kekacauan nanti," ucap Athena membuka suara, sebagai saran untuk adik iparnya itu.


"Iya Kak, tidak akan kok. Ini cuma buat tidak ketahuan saja, kalau aku sudah buat kejutan buat dia," balas Nathalie.


"Nath, kita berangkat sekarang?" Tanya Aiden, sambil melihat ke arah jam yang telah menunjukkan waktu yang tepat untuknya dan Nathalie kembali beraksi.


"Bentar," ucap Nathalie yang sekarang menghampiri Baby Rain dan memberikan kecupan lembut di pipi halus bayi itu.


"Mami pergi dulu ya sayang. Kamu sama aunty kamu dulu ," ucap Nathalie.


"Kalian berdua hati-hati. Terutama kamu Ai, jangan nambah-nambah masalah. Awas saja kamu, kalau sampai melakukan hal lebih, yang membuat suami sahabat aku itu makin gila nanti," ucap Shaile yang membuat Aiden seketika tertawa karena kekhawatiran berlebih dari Athena dan Shile.


"Kamu tenang saja. Aku cuma ikut kemauan Nathalie saja kok. Lagian, kalau misalnya ada apa-apa gitu, jangan salahin aku dong Shile, kan yang panggil aku itu Nathalie. Niat aku kesini kan, buat ketemu sama di tampan Rain," ucap Aiden.


"Sudah-sudah sana, kalian berangkat saja," relai Athena kerena kelihatannya percakapan mereka tidak akan selesai jika tidak ada yang dengan cepat merelai obrolan mereka.


"Kami berangkat dulu Shile, Kak Nana," pamit Nathalie


***


Kaisar membuka dengan kasar pintu private room yang ada di depannya. Setelah mendapatkan kabar terbaru dari Gamal, jika saat ini istrinya masih dengan pria asing yang entah siapa itu sedang makan berdua di salah satu restoran bintang lima, tidak membutuhkan waktu lama, Kaisar langsung menancap gas mobilnya ke lokasi tersebut.


"APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN, NATHALIE?" Tanya Kaisar, dengan napas yang naik turun secara tidak teratur.


"Kai, kamu kenapa kesini?" Tanya balik Nathalie yang sekarang berdiri dari duduknya, hingga membuat genggaman tangannya bersama dengan Aiden di atas meja terlepas.


"Kamu tanya aku kenapa?" Tanya Kaisar lagi karena tidak habis pikir, kenapa istrinya malah balik bertanya padanya seperti ini. "Aku tanya sama kamu. Apa ada suami, yang rela melihat istrinya lagi senang-senang sama pria lain, di saat tepat hari itu juga merupakan ulang tahunnya. Dan harapannya hanya ingin menghabiskan waktu bersama istri dan anaknya. Tapi, apa yang aku dapatkan sekarang?" Lanjut Kaisar, masih dengan emosi yang tetap coba ia redamkan karena sekarang sedang berhadapan dengan istrinya.


"Memang kenapa kalau ini ulang tahun kamu?" Tanya acuh Nathalie.


"Lagian Kaisar, kan sudah aku bilang aku lagi sibuk hari ini. Seharusnya kamu paham dong, aku juga butuh quality time. Aku bosan kalau setiap hari cuma di rumah terus," ucap Nathalie.

__ADS_1


"Tapi bukan dengan cara kamu jalan sama pria ini, Nath. Ada aku suami kamu, kenapa harus sama orang tidak jelas ini?" Tunjuk Kaisar pada Aiden yang saat ini berdiri.


"Eh, jangan usah pakai tunjuk-tunjuk segala bisa?" Tanya Aiden menghampiri Kaisar dan membawa Nathalie untuk berada di belakangnya.


"Kamu tidak usah ikut campur. Bajingan seperti dirimu, hanya orang asing yang tidak berhak ikut campur urusanku dengan istriku." Ucap Kaisar mendorong tubuh Aiden.


"Orang asing di matamu, tapi tidak di mata istrimu. Kamu bisa tanya sendiri sama Nathalie, kalau aku ini siapanya dia. Dan sudah berapa lama aku sama dia berhubungan di belakang kamu ini," ucap Aiden dengan smirk yang membuat kedua tangan Kaisar semakin mengepal kuat.


"Dan mungkin saja Rainer itu, sebenarnya anak aku sama Nathalie," lanjut Aiden yang memang sengaja cari gara-gara. Padahal dalam aturan skenario mereka, tidak ada kalimat ini. Hanya saja, Aiden ingin menambahkan saja.


BUGH!


BUGH!


Dua buah bogeman tanpa di sangka-sangka kini mendarat di pipi Aiden, hingga membuat pria itu dengan refleks langsung memegang pipinya.


"Kai kamu apa-apaan sih. Kamu kenapa pukul Aiden, huh? Kamu aneh tahu tidak, datang sudah marah-marah tidak jelas lagi. Nambah umur, bukannya semakin dewasa, malah semakin kayak anak-anak," kesal dan marah Nathalie.


"Aku kayak anak-anak?" Tanya Kaisar sambil menunjuk dirinya sendiri. "Bisa-bisanya kamu berubah seperti ini Nath, hanya karena pria ini. Lebih baik sekarang kamu ikut aku pulang," lanjut Kaisar yang sekarang ingin mengambil tangan Nathalie, tapi langsung di tahan oleh Aiden.


"Nathalie datang sama aku. Dan lagian, dia sudah setuju buat menghabiskan waktu sama aku selama seharian ini. Jadi, kamu tidak boleh mengganggu," ucap Aiden.


Tatapan Kaisar tiba-tiba menjadi sendu melihat ke arah istrinya.


"Sayang, kamu kenapa sebenarnya? Kamu kenapa jadi seperti ini? Terus dengan kamu jalan seperti ini sama dia, Baby Rain kamu bawa kemana?" Tanya Kaisar yang sekarang melembut.


"Sudah deh Kai. Mending kamu pulang saja deh. Kamu jangan menggangu aku sama Aiden," ucap Nathalie dan setelah itu menarik Aiden untuk pergi dari private room tersebut.


Sakit.


Kamu kenapa Nath?

__ADS_1


Apa aku ada salah sama kamu?


Tolong, jangan lupa like sama komentarnya, Nath!


__ADS_2