Satu Malam Nathalie

Satu Malam Nathalie
BAB 45 $2 - Suami Anak Posesif


__ADS_3

Oh, Tuhan. Papi Kai dan Rainer sama-sama posesif ya pada Mami Nath.


................


Beberapa bulan kemudian...


Hari ini, keluarga besar Sturridge akan mengadakan acara perkumpulan keluarga, maka dari itu Nathalie dan Kaisar tentu akan ikut juga. Karena mereka termasuk ke dalam anggota keluarga besar Sturridge. Dan sekarang mereka berdua sedang bergantian menemani Baby Rain yang sudah semakin aktif, semenjak balita itu sudah bisa jalan sendiri. Hingga alhasil, Kaisar harus memantau anaknya itu yang berjalan kesana kemari, sementara menunggu istrinya yang sekarang sedang merias dirinya. Padahal, Kaisar sudah melarang untuk istrinya melakukan itu.


"Rainer, jangan lari-lari nak. Astaga, nanti kalau kamu jatuh, bagaimana?" Ucap Kaisar yang entah untuk keberapa kalinya. Karena yang pasti, ia sudah mengatakan hal itu berulang kali, sedari ia yang gantian menjaga sang anak.


"Papi," ujar balita itu sambil tertawa, melihat ekspresi kelelahan sang papi yang sedari tadi terus mengejar dirinya.


"Iya sayang. Sudah ya mainnya, nanti gantengnya hilang lho, kalau main terus." Kaisar mencoba membujuk balita tersebut karena ia juga lelah sendiri harus ikut berlari saat Rainer kecil berlari.


"Papi peyuk," ucap Rainer kecil tiba-tiba, sambil merentangkan kedua tangannya meminta sang ayah untuk segera memeluk dirinya.


"Rainer jagoan Papi, sekarang sudah capek ya?" Tanya Kaisar sambil membawa sang anak kedalam gendongannya.


"Iner apek, Pi," jawab Rainer kecil yang membuat Kaisar suka tertawa karena cara bicara Rainer kecil yang belum terlalu sempurna itu suka membuatnya merasa gemas dengan sang putra.


"Ya sudah, sekarang kita ke Mami yuk. Kita berdua, jangan biarin Mami terlalu merias diri karena yang ada orang-orang disana bisa terpesona lagi dengan Mami," ucap Kaisar yang sekarang membawa sang anak untuk masuk ke dalam kamarnya dan sang istri.


"Sayang... Sudahan make-upnya, mau sampai kapan?" Tanya Kaisar kali ini sedikit merengek ke arah Nathalie yang terlihat masih sangat sibuk dengan mengatur penampilannya di depan kaca.


"Apa si, Pi. Aku sudah berpenampilan paling biasa lho ini. Tidak usah protes deh," ucap Nathalie sambil melihat ke arah suami dan anaknya yang berada di belakangnya lewat cermin rias.


"Mami dah antik. Nda usah lias dili agi," ujar cadel sang anak. Semakin bertambahnya bulan, Rainer kecil semakin aktif berbicara, hingga membuat Kaisar dan Nathalie berpikiran, jika anak mereka ini bisa secepatnya lancar berbicara, jika terus seperti ini.

__ADS_1


"Itu kamu dengarkan, Rainer saja sudah melarang kamu buat make-up lagi. Sudah tidak make-up saja, kamu sudah cantik. Apalagi make-up seperti ini," sambung Kaisar pada ucapan sang putra tadi.


"Ish, tidak suami, tidak anak. Kenapa dua-duanya jadi posesif begini sih?" Tanya Nathalie yang sekarang sudah selesai merias wajahnya dan sedang menutup semua peralatan makeup yang ia pakai. Dan setelah itu, ia berdiri dari duduknya menghadap ke arah suami serta juga Rainer kecil.


Kaisar nampak tersenyum karena sekarang ia telah memiliki sekutu untuk membuat Nathalie tidak boleh terlalu memakai make-up, karena sang anak juga ternyata memiliki pemikiran yang sama dengannya. Ah rasanya senang sekali.


"Kita berangkat sekarang?" Tanya Kaisar pada istrinya yang sedang memakai wajah masam padanya, tapi berbeda pada sang anak malah tersenyum hangat.


"Rain sayang, sini Mami gendong saja ya. Kan nanti Papi mau bawa mobil," ujar Nathalie tidak menanggapi perkataan suaminya, tapi ia malah mengajak bicara anaknya yang mendapatkan gelengan kepala dengan cepat dari Rainer.


"Iner ama Papi aja, Mi. Mami dah antik soalnya," ujar Rainer kecil yang membuat Nathalie kaget.


"Kamu yang ajarin pasti ya?" Tuduh Nathalie yang membuat Kaisar langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Aku tidak pernah ajarin lho, sayang. Tiba-tiba saja Rainer sudah bilang seperti itu kok. Masa, aku mau ajarin anak kita buat ikutin karakter aku sih. Biarpun aku Papi-nya, bukan berarti Rainer juga harus mirip sama aku kan," ujar Kaisar membela dirinya.


"Terserah kamu sayang, mau kamu percaya sama aku atau tidak. Tapi yang pasti, aku sudah bilang yang benar sama kamu," ujar Kaisar.


Huh!


Nathalie menghela napas pelan, sebelum ia membuka suaranya kembali.


"Ya sudah, sekarang kita berangkat. Ini kita sudah mau terlambat lho," ucap Nathalie saat melihat jam dinding di atasnya telah menunjuk pukul setengah tujuh malam.


"Ay-ay captain," ucap Kaisar sambil memberikan hormat pada sang istri lewat satu tangannya yang bebas.


Sekarang mereka bertiga melangkah turun dari kamar mereka yang berada di lantai dua itu menuju ke garasi yang mobilnya sudah siap dan tinggal di bawa oleh Kaisar. Kini mereka bertiga telah berada di dalam mobil dengan Kaisar yang duduk di jok pengemudi, sedangkan Nathalie di sampingnya bersama dengan Rainer kecil yang duduk anteng di pangkuannya.

__ADS_1


Perjalanan mereka memakan wakt sekitar satu jam lebih karena Mansion Sturridge dan kediamannya bersama sang istri yang sekarang tentu memang sangat jauh. Jadinya, mereka harus berangkat lebih awal, walaupun acara kumpul-kumpul tersebut nanti jam delapan malam.


"Pi," panggil Nathalie di saat mereka sudah setengah perjalanan.


"Kenapa sayang?" Tanya Kaisar menoleh sedikit ke arah istrinya, sebelum akhirnya kembali melihat ke arah jalanan.


"Tidak apa-apa kok. Aku cuma mau panggil kamu aja," ujar Nathalie yang membuat Kaisar tersenyum.


"Bilang saja sayang, kalau ada sesuatu yang ingin kamu mau," ujar Kaisar.


"Tidak ada kok. Aku cuma tiba-tiba ingin panggil kamu saja, Pi. Seperti bagaimana ya, ingin saja begitu," balas Nathalie.


"Astaga sayang. Padahal tidak apa-apa lho, kalau kamu ingin kita apa dulu gitu, sebelum kita sampai di Mansion," ucap Kaisar. la seakan ingin sang istri mengatakan apa yang sedang berada di otak cantiknya sekarang.


"Cuma ingin tanya sih sebenarnya. Kan, ini pertemuan semua anggota keluarga Sturridge," ucap Nathalie yang mendapatkan anggukan dari Kaisar.


"Terus kenapa?" Tanya Kaisar yang langsung mendapatkan decakan dari Nathalie karena omongannya belum selesai, tapi sudah langsung mendapatkan pertanyaan dari sang suami.


"Sabar dong Papi. Kan aku belum selesai bicara," jawab Nathalie.


"Iya-iya sayang maaf. Lanjutin deh bicaranya sekarang," ucap Kaisar.


"Bukannya Kak Nana dan Kak Faiz lagi di luar kota ya menemani Izal seminggu lalu?" Tanya Nathalie yang memang betul jika dirinya mendapat kabar bahwa Kak Athena dan suaminya tengah menemani sang putra mengikuti perlombaan di luar kota.


"Oh itu, kata Kak Nana sudah pulang tadi pagi kok," jawab Kaisar menjelaskan.


"Sudah pulang? Terus Izal juara?"

__ADS_1


__ADS_2