
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰🥰
................
Enam puluh satu hari kemudian...
Waktu terasa begitu cepat, karena Baby Rain sekarang telah menginjak usia dua bulan sebagai seorang bayi, di mata semua orang.
Di usia Baby Rain yang ke dua bulan ini, Nathalie dan Kaisar membuat sebuah acara kumpul-kumpul keluarga, yang membuat kolam renang mereka di penuhi oleh tamu undangan di sore hari, menjelang malam ini.
"Sayang," panggil Kaisar tiba-tiba merapat ke arah Nathalie, yang saat ini sedang menggendong Baby Rain sambil mengobrol dengan sepupunya.
"Kenapa Papi?" Tanya Nathalie yang sekarang pandangannya beralih ke arah Kaisar.
"Tidak apa-apa, cuma kangen kok," ucap Kaisar yang membuat Nathalie menggelengkan kepalanya.
"Ada-ada saja deh", ujar Nathalie.
"Baby Rainnya, mau di bawa kemana?" Tanya lagi Nathalie, karena Kaisar ingin segera pergi, tanpa mengatakan apa-apa padanya.
"Hehehe. Aku mau bawa keliling ngobrol sama Aunty dan Unclenya Baby Rain," jawab Kaisar.
Di tengah keluarga, Kaisar yang sedang menggendong Baby Rain sekarang sedang menjadi pusat perhatian. Lihat saja sekarang, para keluarga sedang menikmati wajah menggemaskan Baby Rain yang saat ini sedang mengangkat alisnya.
"Ya ampun, lucu banget sih. Kan jadinya ingin bawa pulang ke rumah," ucap salah satu perempuan yang membuat senyuman Kaisar terbit. Karena ia tahu sendiri, bagaimana menarik pusatnya sang anak, semenjak lahir, hingga sekarang.
"Ya jangan dong. Kalo kalian bawa pulang Baby Rain, yang ada istriku ngamuk sama aku," balas Kaisar yang mendapatkan tawa dari mereka semua. Teman-teman Kaisar datang untuk menengok sang baby, suasana ricuh di kediaman itu.
"Tapi serius deh, Kak Kai itu, mirip banget sama Baby Rain. Sudah seperti pinang di belah dua tahu tidak. Mirip banget, tidak ada bedanya," ucap wanita yang lebih muda beberapa tahun di bawah Kaisar.
"Kan ini anak aku. Jadinya, tidak usah heran kalau kita itu mirip," ucap Kaisar, yang mendapatkan tanggapan setuju dari mereka semua.
"Oh iya, sepertinya aku tinggal kalian dulu ya. Ini popoknya Baby Rain, sudah penuh," ucap Kaisar di angguki oleh mereka semua.
Kini Kaisar berjalan meninggalkan kolam renang itu, dan menuju ke arah kamarnya dan Nathalie, yang telah kembali pindah ke atas, atas permintaan Nathalie yang katanya lebih ingin di kamar atas, karena memiliki balkon.
Kepergian dari Kaisar itu, membuat pandangan mata Nathalie tidak terlepas, hingga pria itu tidak bisa ia lihat lagi.
"Shaile, kayaknya aku ke dalam dulu ya. Aku mau cek Kai sama Baby Rain dulu," ujar Nathalie.
"Iya Nath," jawab Shaile.
Nathalie melangkah cepat menuju ke kamar dan ia sempat bertanya pada pelayan tentang keberadaan suami dan anaknya, yang hari ini bertugas menata makanan yang ia dan Kaisar pesan untuk memeriahkan pesta sederhana itu.
Karena Nathalie telah mengetahui jika suami dan sang anak berada di dalam kamar, maka wanita itu dengan langkah sedikit cepat menaiki undakan tangga. Berbeda dengan Nathalie yang entah apa yang sedang ia khawatirkan terjadi pada Baby Rain, karena saat ia melihat Kaisar membawa masuk Baby Rain, tidak terlihat jika sedang menangis.
"Sayang, sekarang kamu pakai popoknya ya. Kan sekarang sudah bersih," ucap Kaisar dengan begitu telaten memakaikan popok pada Baby Rain, yang sekarang kembali berceloteh.
"Biar Mami tidak perlu repot lagi, jadi Papi saja ya, yang gantiin," ucap Kaisar lagi yang suka sekali mengajak anaknya mengobrol, walaupun tanggapan yang di berikan oleh Baby Rain hanyalah suara-suara bayi pada umumnya saat berusia dua bulan.
"Kasihan, Mami lelah terus tiap hari. Selain harus urusin kamu, Mami juga harus mengurus Papi," ucap Kaisar. "Sebenarnya bisa saja si, Mami cuma urus kamu saja, tapi Papi beneran bakal banyak iri sama kamu deh," ujar Kaisar.
"Jadi boleh nih, kalau aku cuma sibuk urus Baby Rain saja?" Tanya Nathalie, melangkah mendekat ke arah tempat tidur setelah tadi ia hanya menjadi pendengar semua perkataan yang di lontarkan oleh suaminya.
"Eh jangan sayang ya. Aku belum mau kamu tidak perhatian lagi sama aku," ucap Kaisar.
"Bercanda Papinya Rain. Terus ini, Baby Rian kenapa ganti popok?" Tanya Nathalie melihat ke arah bayi gemoy yang sekarang sedang tersenyum melihat ke arahnya, yang tentu di balas oleh Nathalie yang ikut tersenyum, serta memposisikan tubuhnya menjadi setengah berbaring di samping Baby Rain.
"Popoknya sudah penuh tadi sayang. Jadinya aku ganti deh, kasihan Baby Rain jadinya tidak nyaman kan," jawab Kaisar.
__ADS_1
"Tidak pup?" Tanya Nathalie lagi, yang kini mendapatkan gelengan kepala dari Kaisar.
"Ya sudah, kamu sekarang kasih ASI dulu buat Baby Rain. Aku mau keluar bentar ke kolam," ucap Kaisar.
"Okay. Kamu mending temenin tamu-tamunya deh," balas Nathalie.
"Nanti telepon saja, kalau ingin apa-apa ya," ucap Kaisar yang membuat Nathalie terkekeh.
"Kamu seperti jauh banget saja sih. Padahal kita masih di rumah yang sama," ucap Nathalie.
"Ya tidak apa-apa sayang. Kan biar lebih cepat begitu," balas Kaisar.
"Ya sudah, kalau begitu sana. Kalau lama-lama, yang ada kamu tidak jadi pergi lagi," ucap Nathalie.
"Iya sayang, iya. Ini aku keluar dulu,"
Jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan semua keluarga yang bertamu di kediaman Kaisar dan Nathalie, telah pulang semua. Kaisar kini duduk di sofa ruang tengah, sambil memejamkan matanya sebentar, hingga ada sebuah tangan yang sekarang bertengger di kedua bahunya, dan memijat bahunya dengan baik.
"Sayang, kamu kok kesini sih?" Tanya Kaisar, tanpa membuka matanya, karena ia sudah tahu jika yang memijatnya saat ini, adalah sang istri. Karena yang memiliki aroma seperti yang ia cium sekarang, hanyalah istrinya.
"Kamu yang kenapa, kok masih duduk saja disini? Bukannya ke kamar saja, biar bisa langsung istirahat," tanya balik Nathalie sambil mengomel.
"Aku cuma duduk bentar aja, sayang. Ini juga sudah mau ke kamar kok," jawab Kaisar, yang sekarang membuka matanya dan menarik kedua tangan istrinya, agar sekarang memeluk lehernya.
"Ya sudah, kita ke kamar yuk," ajak Nathalie.
"Baby Rain, sudah tidur?" Bukannya menjawab, Kaisar malah bertanya.
"Sudah Papi," jawab Nathalie.
"Tumben banget. Biasanya jam segini, Baby Rain masih bangun," ucap Kaisar merasa heran sendiri. Karena selama dua bulan berjalan ini, Baby Rain, selalu membuatnya dan Nathalie harus secara bergantian begadang.
"Okay, kita ke kamar sekarang. Sekalian, aku bisa peluk kamu dengan sepuasnya malam ini. Karena Baby Rain, sudah tertidur pulas," ucap Kaisar sangat antusias, yang membuat Nathalie terkekeh.
"Tapi gendong ya," ucap Nathalie yang niatnya hanya bercanda, tapi malah di lakukan oleh sang suami. Karena sekarang, pria itu melompat dari arah sofa yang ia duduki, hingga sekarang bisa berada di samping istrinya. Dan tidak membutuhkan waktu lama, Nathalie telah berada di gendongan pria itu.
"Kita ke kamar sekarang," ucap Kaisar yang sekarang langsung melangkah menuju ke arah tangga.
"Pi, aku cuma bercanda tahu. Kok kamu malah gendong aku beneran sih," ucap Nathalie, yang sekarang mengalungkan tangannya di leher suaminya, yang sekarang sedang tersenyum, mendengar kalimat yang di lontarkan oleh istrinya.
"Di pendengaran aku, apapun itu, selain kata perpisahan, akan aku lakukan di saat kamu minta," ucap Kaisar.
"Ih Papi, kalau bicara tidak pernah ya kehabisan akal," ucap Nathalie dengan senyuman cantik yang terpatri di bibirnya.
"Kaisar Claude Sturridge gitu. Nanti, waktu besar Baby Rain seperti itu pasti," ucap Kaisar.
"Iya Papi. Oh iya, kan ulang tahun kamu sudah dekat nih, nanti kamu mau kado apa dari aku?" Tanya Nathalie, membuka topik baru.
"Sebelum aku jawab, tolong bukakan pintunya sayang," pinta Kaisar, yang langsung di turuti oleh Nathalie.
"Jadi, bagaimana Pi. Kado seperti apa yang kamu mau?" Tanya Nathalie, terus melihat ke arah suaminya, walaupun sekarang ia telah di letakkan di atas tempat tidur oleh suaminya.
Sebelum menjawab pertanyaan dari istrinya, Kaisar terlebih dahulu mengambil tempat di pinggir tempat tidur, sambil mengusap sayang kepala istrinya.
"Aku tidak butuh kado apa-apa dari kamu. Karena kamu, dan juga Baby Rain, sudah jadi kado paling terbaik dan tidak akan tergantikan, di hidup aku," jawab Kaisar.
"Kaisar, aku lagi serius loh. Kamu yang benar saja deh," ucap Nathalie.
"Sayang... aku sudah mencoba, untuk membuat suasana jadi romantis lho. Kok kamu malah buat rusak suasananya sih," decak kesal Kaisar yang membuat Nathalie terkekeh, walaupun hanya pelan. Karena tidak ingin membangunkan si kecil yang sekarang sedang tertidur lelap, di dalam box bayi.
"Pelan-pelan saja sayang, suaranya. Nanti, kamu buat Baby Rain bangun lagi," ucap Nathalie mengingatkan, yang membuat Kaisar seketika tersadar, jika perkataannya barusan telah melebihi bas volume.
__ADS_1
"Eh maaf sayang, aku kelepasan tadi. Lagian, kamu masa tega gitu sama aku," ucap Kaisar lagi.
"Sudah deh Pi. Kok kamu malah jadi manja gini? Aku masih merasa heran loh sampai sekarang," ucap Nathalie yang benar-benar bingung, karena semenjak kelahiran Baby Rain sampai sekarang, Kaisar jadi suka seperti ini.
"Masa kamu tidak tahu sih, kalau aku sengaja melakukan ini semua, agar kamu tidak akan pernah lupa perhatian sama aku," jawab Kaisar.
"Astaga Pi. Kan sudah aku bilang, aku tetap akan memperlakukan kamu sama Baby Rain, sama rata. Aku tidak mungkin cuma urus anak kita, terus kewajiban aku sebagai istri aku malah aku lupain," ucap Nathalie.
"Ya sudah si sayang. Aku juga, sudah kebiasaan seperti ini. Jadi kamu harus terima," ucap jawab Kaisar yang sekarang ikut naik ke atas tempat tidur dan menarik istrinya masuk ke dalam pelukan hangatnya.
"Kita tidur saja ya Pi. Kamu kan harus kerja besok," ucap Nathalie yang mendapatkan gelengan kepala dari Kaisar.
"Aku tidak mau kerja besok. Aku maunya di rumah saja bareng kamu sama Baby Rain, biar dulu sama Ansel sayang" balas Kaisar yang langsung mendapatkan sentilan maut dari Nathalie.
"Tidak ada malas-malasan ya. Kamu sudah berapa kali tidak datang ke perusahaan selama Minggu berjalan ini. Masak tidak berangkat kerja lagi, bagaimana mau jadi contoh, kalau pemimpin perusahaannya seperti ini," ucap Nathalie sengaja menyindir secara langsung pada Kaisar, tapi pria itu malah terkekeh dengan santai.
"Sudah sayang, tadi kan kata kamu tidur. Sudah sekarang kita tidur saja, kamu tidak usah ngomel-ngomel lagi. Nanti Baby Rain bangun lho," ucap Kaisar sengaja membawa nama anak mereka untuk membuat Nathalie berhenti mengomel.
"Ihs. Awas saja kamu tidak berangkat ke perusahaan besok. Aku pastikan, aku tidak akan biarkan kamu bisa tidur di dalam rumah," ancam Nathalie, walaupun sekarang wanita itu terlihat begitu nyaman dalam pelukan suaminya.
"Eh jangan seperti itu, sayang. Aku akan kerja kok, kamu tenang aja. Sudah ya, jangan usah bicara lagi. Karena ini mau makin larut malam. Kita berdua juga sudah capek kan. Selagi Baby Rain tidak kebangun, mending kita tidur aja," ucap Kaisar memberikan saran.
"Iya ini juga aku mau tidur kok," dirinya dalam pelukan suaminya.
"Selamat tidur Mami, sayang," ucap Kaisar.
"Selamat tidur Papi," balas Nathalie.
Cup
Satu buah kecupan, yang cukup lama Kaisar berikan di dahi istrinya, sebagai tanda rasa sayangnya yang begitu tulus.
"Kamu, tidak ada niat buat balas cium aku sebelum tidur?" Tanya Kaisar penuh harap.
Muach!!
Satu buah kecupan manis, Nathalie daratkan di bibir Kaisar. Hanya kecupan singkat hingga membuat Kaisar menatap istrinya, seperti ingin protes.
"Kok cuma begitu aja?" Tanya Kaisar yang membuat helaan napas terdengar dari gadis itu.
"Begitu saja untuk sekarang, ya Papi. Kita sudah sama-sama lelahkan. Nanti kalau keterusan kemana-mana kan, bisa bahaya," ucap Nathalie menjelaskan maksud dari perkataannya.
"Tidak akan keterusan kok, sayang. Cuma ciuman biasa saja paling," bujuk Kaisar, tapi Nathalie tetap kekeuh pada pendiriannya.
"Pokoknya tidak. Tidur sekarang, atau aku tendang keluar kamu, kalau tidak mau tidur-tidur juga," ucap Nathalie yang kali ini mengancam.
"Iya-iya sayang, ini aku mau tidur kok," balas Kaisar.
Papi Kai takut banget ya sama Mami Nath, selamat malam orang tua muda untuk Baby Rain.
......................
Hai Hai Hai !!!!
Reader's tersayang, aku mau kasih informasi mengenai give away yang sebelumnya aku umumin ya.
Nah, pengumuman give away akan di umumkan pada tanggal 20 Mei 2023. Jadi, terus pantangin novel Satu Malam Nathalie dan jangan lupa follow ya.
Sekian terima gaji. Hehehe.
Salam dari Rainer, Papi Kai, dan Mami Nath ya. 💖💖💖
__ADS_1