
KATA ATAU TYPO DI CERITA NOVEL INI MOHON MAAF BILA MASIH ADA SALAH!!
SELAMAT MEMBACA READER'S!!
AKU BUAT NOVEL INI LANGSUNG TANPA STEP BY STEP ATAU SCENARIO. KALIAN PASTI TAHU KAN KALAU AUTHOR PRINCE AURORA KALAU MENULIS NOVEL LANGSUNG TULIS.
SO, KALAU ADA IDE LANGSUNG KOMEN SAJA YA!
LET'S READER'S!!
......................
Faiz yang melihat adik iparnya terlihat berantakan merasa iba. "Nih pakai ponsel kakak dulu Kai, kamu bisa hubungi kekasih kamu dulu..."
Kaisar menerimanya dengan mata berbinar. Setelah mengucapkan terima kasih, Kaisar beranjak ke arah balkon yang menghadap langsung ke taman.
Berulang kali ia mencoba untuk menghubungi nomer Nathalie yang ia hapal di luar kepala. Tak ada jawaban, hanya operator yang menjawab panggilan darinya.
Hah!
Kaisar mendesah frustasi mengacak rambutnya yang terlihat kusut.
"Kemana kamu, Nath?"
****
Esok paginya Kaisar segera berangkat menuju bandara. Entah mengapa Kaisar terlihat begitu murung. Dan Athena yang sedari tadi bersedih seolah perasaanya yang tidak enak akan kepulangan adiknya kali ini.
"Apa tidak bisa di tunda dek..?" tanyanya begitu berat melepaskan pelukannya.
"Tidak bisa kak. Aku harus segera bertemu Nathalie. Aku tidak mau kehilangan dia. Aku harus tanggung jawab dengan perbuatanku sama dia..."
Kaisar menatap wajah yang cantik dihadapannya kini. la mengusap air mata yang mengalir di pelupuk matanya.
"Tapi kakak khawatir sama kamu Kai..."
Kaisar tersenyum mendengar nada khawatir kakaknya. "Aku sudah besar kak. Sudah 25 tahun kalau kakak lupa. Aku bisa jaga diri aku sendiri kak..."
"Ya sudah kalau sudah sampai kamu kabarin kakak ya."
"Pasti kak. Kak Faiz aku titip Kak Athena ya."
__ADS_1
"Pasti Kai, kamu hati-hati di jalan."
Kaisar menoleh ke arah Grandpa Aslan yang terlihat berkaca-kaca. Perlahan Kaisar memeluk kakeknya.
"Grandpa, Kai pergi ya. Jaga diri Grandpa baik-baik. Nanti kalau urusan Kaisar sudah selesai Kai bakal jenguk Grandpa dan bawa Nathalie kesini."
Grandpa Aslan mengangguk ia menepuk pundak cucunya menyalurkan semangat. "Selesaikan urusanmu dulu Kai. Grandpa harap cucu Grandpa tidak menyakiti hati perempuan manapun."
Nasehat Grandpa akan selalu ia tanamkan dalam hati dan pikirannya. Mobil yang di tumpangi Kaisar berjalan dengan kecepatan sedang menuju ke bandara internasional. Harapan yang sangat ingin ia wujudkan untuk membawa kekasihnya ke hadapan Grandpa Aslan.
***
Sekian jam berlalu, di kediaman Granpa Aslan, Athena berjalan mondar-mandir dengan perasaan yang begitu gelisah. Pasalnya sudah lebih dari 1 jam ia belum mendapatkan kabar dari adiknya yang sudah sampai di Indonesia.
Jantungnya berdetak lebih cepat mendengar tayangan televisi yang menyaksikan adanya kecelakaan di jalan yang di lewati oleh adiknya menuju bandara.
Tiba-tiba telepon rumah berdering. Dengan tergesa Athena mengangkatnya..
Seketika tubuhnya melemas seketika, Faiz yang sedari tadi melihat tingkah laku istrinya segera menghampiri Athena yang sudah hampir pingsan.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Ya Tuhan..."
Keadaan di rumah itu begitu diliputi kesedihan yang mendalam. Grandpa Aslan sampai pingsan mendengar peristiwa tragis yang menimpa cucu kesayangannya tersebut.
Cobaan apa lagi, God!
Flashback Off.
****
Hiks!
Hiks!
Nathalie menatap lelaki yang menangis dihadapannya begitu teriris. Bukan hanya ia yang tersakiti, namun Kaisar lebih dari itu. Nathalie perlahan memeluk Kaisar dari samping. Kisah kelam kekasihnya begitu menyayat hati bagi yang mendengarnya.
"Terus kenapa kamu tidak langsung pulang, Kai?" Tanya Nathalie yang langsung menatap wajah sayu di hadapannya.
"Aku takut, Nath. Aku takut kamu melupakan aku setelah kejadian yang pasti membuat kamu kecewa dengan perbuatan aku..."
__ADS_1
"Aku di sana mencoba belajar bisnis dari Grandpa, Nath. Supaya waktu aku kembali, aku Tidka terlalu bodoh di depan kamu."
Keduanya saling menatap, salah paham yang menjauhkan mereka selama ini kini hilang sudah. Tapi Nathalie masih diam jika di tanya tentang perasaannya kini.
"Ada satu hal yang akan aku katakan Kaisar!!" Kaisar menatap penuh harap pada Nathalie yang nampak serius.
"Apa Nath?"
Huh!
Nathalie terdiam dengan wajah yang seperti hilang semangat. Dia menerawang jauh di masa lalu, disaat dia kehilangan sesuatu yang membuatnya begitu terpuruk setelah kehilangan sang kekasih.
"Waktu aku depresi seminggu setelah kamu pergi, aku..." Nathalie menatap lekat wajah Kaisar dengan ragu.
"Aku hamil, Kaisar."
"Hahhh..!!"
Kaisar membulatkan matanya terkejut ada perasaan campur aduk di hatinya antara rasa bersalah meninggalkan Nathalie menjalani hidupnya sendiri juga perasaan bahagia yang hadir jika ia akan menjadi seorang ayah.
"Kamu serius Nath...?"
......................
...Jangan lupa dukungannya, reader's!!...
...Like...
...Favorit...
...Komentar...
...Vote...
...Hadiah...
...Rating 4,7...
...Follow Author...
...Gaskeun lah!!!...
__ADS_1