
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰
................
"NATHALIE"
"SAYANG!!..."
Teriak Kaisar memanggil-manggil nama istrinya, tapi sama sekali tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Nathalie. Hingga beberapa menit kemudian, sebuah suara kembali terdengar, tapi bukan suara yang sedang di harapkan oleh Kaisar yang sekarang ia dengarkan.
"Hei Kai, bagaimana? Kamu sudah dengar sendiri kan? Kalau Nathalie lebih memilih aku daripada kamu?" Tanya Aiden dengan nada suara yang jelas terdengar jika pria itu saat ini sedang mengejeknya.
"Dasar pria tidak tahu malu. Jangan bersembunyi, kalau kamu memang jagoan. Kita selesaikan semuanya secara jantan, jangan cuman tahunya bersembunyi di balik microphone!"
Hahahaha!!!
Tawa Aiden seketika pecah ketika mendengar ucapan dari Kaisar. Padahal kalimat yang di ucapkan oleh Kaisar, sama sekali tidak ada lucunya.
"Menyerah saja, Kaisar. Sudah waktunya kamu untuk melepaskan Nathalie, karena istri kamu itu milikku sekarang. Dan ya, kamu tidak ada hak lagi untuk bersama dengan Nathalie nantinya setelah surat yang sudah aku dan dia urus diam-diam selesai."
Aiden yang sedang asik mengerjai Kaisar yang sekarang sudah sama persis seperti orang stress, seketika langsung kaget ketika Nathalie menepuk pelan pundaknya, setelah wanita itu mematikan microphone, agar Kaisar tidak akan bisa mendengarkan obrolan mereka.
"Aku cuma minta tolong, jagain sebentar karena aku sudah kebelet banget tadi. Eh tapi, ternyata kamu malah nambah karangan cerita baru lagi," ujar Nathalie yang mendapatkan kekehan dari Aiden.
"Biar lebih seru, Nath. Biar kejutannya makin tidak terduga begitu lho," ucap Aiden membela dirinya sendiri.
"Sudah ah, kamu tidak jelas lama-lama," balas Nathalie yang sekarang melangkah keluar dari ruangan tersebut untuk menuju ke rencana terakhir yang akan menjadi penutup dari semua siksaan perasaan sakit hati Kaisar selama seharian.
"Nath, sudah tidak mau lanjut nih? Masih seru lho padahal," tanya Aiden yang membuat Nathalie membalikkan tubuhnya agar bisa bertatapan dengan sepupunya itu.
"Cukup. Suami aku bisa gila kalau di buat makin lama seperti ini. Lagian, ini tinggal beberapa jam sudah mau ganti tanggal, masa kejutannya lewat tanggal ulang tahunnya, kan tidak etis banget," jawab Nathalie.
"Ya sudah okay. Kasihan juga, Kaisar sudah hampir tidak waras sekarang," balas Aiden sambil cekikikan, tapi tidak lagi di tanggapi oleh Nathalie karena ia akan ke tempat suaminya berada sekarang.
Sedangkan Kaisar, pria itu yang sekarang terdiam sendiri di kegelapan, tiba-tiba menoleh ke arah sumber cahaya yang membuat ruangan tersebut menjadi tidak gelap gulita seperti tadi. Kaisar bisa melihat momentnya bersama sang istri, lewat layar tancap hingga ketika ada Baby Rain. Senyuman Kaisar terbit, sekaligus air matanya yang tiba-tiba keluar tanpa ia minta.
"Halo Papi Kai," sapa Nathalie dengan senyuman mengembang.
__ADS_1
"Bagaimana? Permainan aku selama seharian ini berhasil tidak?" Pertanyaan tersebut, membuat Kaisar langsung berpikir apa maksud dari ujaran istrinya itu.
"Hehehe. Selama seharian ini, kamu pasti heran kan kenapa aku bisa tiba-tiba berubah?" Tanya Nathalie.
"Itu karena, aku lagi ngerjain kamu, Pi. Aku kira kamu bakal marah sama aku. Tapi ternyata, kamu malah marah sama Aiden. Mana dia sampai kena pukulan dari kamu lagi,"
"Dia memang pantas menerima pukulan dari aku, sayang. Karena dengan berani-beraninya dia mau menggantikan posisi aku di samping kamu," gumam Kaisar, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tanpa yang tepat berada di depannya itu.
"Aku tahu, apa yang lagi ada di pikiran kamu sekarang. Tapi sayang, sebenarnya Aiden itu sepupu aku lho. Kamu memang belum pernah lihat dia, karena Aiden dan keluarganya menetap di Bandung, bahkan di saat pernikahan kita mereka tidak sempat datang waktu itu,"
Satu fakta yang di katakan oleh istrinya barusan, membuat Kaisar jadi kaget sendiri. Jadi selama seharian ini, ia hanya sedang terpengaruh dengan permainan istrinya.
"Kalau kamu mau temui aku, kamu bisa masuk lewat cahaya yang ada di samping kamu sekarang," ucap Nathalie dan setelah itu layar tancap itu mati dan hanya meninggalkan cahaya warna putih.
Mengikuti permintaan dari istrinya, Kaisar melangkah menuju ke cahaya putih yang berada di sampingnya itu. Saat Kaisar telah berhasil melewati jalanan yang ternyata merupakan jalanan rahasia itu, hanya ada keheningan yang ia dapatkan, walaupun kamu di ruangan tersebut kini sedang dalam keadaan menyala.
"Sayang... Kamu dimana? Aku sudah ada di ruangan yang kamu bilang," ucap Kaisar sambil ke segala arah, siapa tahu ia akan bisa melihat istrinya.
Tiba-tiba lampu seketika pandam, tapi kini dengan suara selamat ulang tahun, yang di nyanyikan oleh suara yang sangat ingin di peluk oleh Kaisar saat ini. Dengan membawa troli yang berusia kue yang bertingkat
"Selamat ulang tahun,"
"Selamat hari ulang tahun, selama ulang tahun Papi-nya Rainer," nyanyi Nathalie sampai ia tepat berada di dekat suaminya.
Nathalie yang sedari tadi tubuhnya tertutup oleh kue yang sedang ia bawa, kini melangkah mendekati suaminya dengan senyuman yang cerah sambil menjentikkan jarinya ke atas yang membuat ia dan Kaisar sekarang jadi di soroti oleh lampu sorot.
"Selamat ulang tahun suamiku. Maaf, karena aku sudah buat kamu jadi marah-marah selama seharian ini," ucap Nathalie dengan senyuman mengembang di bibirnya.
Bukannya menjawab pertanyaan dari istrinya, Kaisar malah menarik tubuh Nathalie untuk masuk ke dalam pelukannya. Ia memeluk istrinya dengan erat, syarat akan takut jika semuanya ini hanya mimpi dan istrinya akan kembali pergi dan berencana akan meninggalkannya.
"Jangan tinggalkan aku, sayang. Jangan, aku mohon jangan," racau Kaisar yang sekarang pelukannya semakin mengerat.
"Iya Papi, aku tidak akan meninggalkan kamu kok," ucap Nathalie yang sekarang mengangkat satu tangannya seakan memberikan kode.
Suasana yang tadinya gelap, sekarang berubah menjadi suasana terang dengan banyak hiasan simple tapi elegan. Apalagi di tambah ada begitu banyak tamu yang berada di dalam ball room hotel tersebut. Bahkan sekarang mereka telah menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Kaisar.
Kaisar yang masih ingin memeluk istrinya, sama sekali tidak mempedulikan itu hingga membuat Nathalie harus mengambil tindakan untuk melepaskan paksa pelukan mereka yang membuat Kaisar langsung memajukan bibirnya ke depan yang di tanggapi kekehan dari sang istri.
"Sudah tidak usah merajuk. Nanti, aku tidak akan kasih kejutan utamanya buat kamu, kalau kamu merajuk sekarang," ucap Nathalie tapi tidak membuat Kaisar mengubah ekspresi wajahnya.
__ADS_1
"Selamat datang, di acara ulang tahun Kaisar Claude Sturridge, CEO Sturridge Corp yang sama-sama kita hormati dan kita sayangi," ucap seorang MC yang membuat Kaisar menoleh ke arah pria itu sebentar, sebelum ia melihat ke arah istrinya lagi.
"Kalau mau buat kejutan seperti ini, kenapa harus pakai pura-pura selingkuh, si sayang?" Rajuk Kaisar, "sayang mah tega sama aku," lanjut pria itu.
"Ulu-ulu Papi-nya Rain sayang. Maaf ya, tapi kamu suka kan, sama kejutan yang aku buat ini?" Tanya Nathalie tanpa menghilangkan senyumannya.
"Tidak... aku tidak suka," jawab Kaisar sambil menahan sudut bibirnya yang kini sudah mau tersenyum.
"Ih Papi. Ini baru kejutan pertama lho, kalau kamu sudah tidak suka, berarti sisa kejutannya aku batalin saja deh. Tidak guna juga, aku buat siapin ini semuanya," ucap Nathalie yang kini merajuk.
"Lho kok jadi kamu yang marah sih? Kan disini kamu yang kerjain aku selama seharian. Seharusnya, aku yang marah sama kamu lho," ucap Kaisar.
"Maaf Pi. Aku cuma ingin buat kesan yang berbeda dengan kejutan yang mau aku kasih ke kamu," ucap Nathalie yang langsung di tarik kembali oleh Kaisar untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Baby Rain, mana sayang?" bisik Kaisar pada istrinya.
"Liat saja di sana, itu lagi sama Kak Athena," bisik balik Nathalie, yang membuat Kaisar langsung menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh istrinya, tanpa melepaskan pelukan mereka berdua.
"Wow! Sepertinya, yang mempunyai acara hari ini masih ingin berpelukan terus bersama dengan sang istri. Tapi Tuan Kaisar, saatnya anda untuk meniup lilin terlebih dahulu. Mesra-mesraan sama istrinya, bisa kapan aja lagi, kan kalian masih mempunyai banyak waktu," ucap MC yang membuat Kaisar tersenyum, tapi tidak membuat dirinya mau melepaskan sang istri malahan kini ia membawa sang istri untuk berdiri di dekat kue ulang tahun tersebut.
"Kai, ayo lepas dulu dong. Masa kita pelukan terus begini sih? Kan kamu mau make a wish terus tiup lilin," ucap Nathalie pelan.
"Tidak mau. Nanti kamu kabur kalau aku lepas," ucap Kaisar sambil terkekeh.
Terima kasih, my wife. I'm so happy for today.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
[ Sapardi Djoko Damono ; Aku Ingin ]
__ADS_1