
Retislaya rindu, merangkak dalam pilar hitam berasumsi denganmu.
Dan malam-malam ini, aku akan mengajak tinta kepada pembaca untuk mendukung kisah kami dengan like, vote, rate, follow, dan hadiah serta kalimat indah syair kalian di lantai komentar. Aku rasa itu harapanku.
Semoga bahagia dan terimalah kisah kita, happy birthday reading!!🥰
................
Beberapa bulan kemudian....
Bulan yang terus berganti, membuat Baby Rain semakin aktif, apalagi bayi imut itu sekarang telah berusia lima bulan. Dan kemampuannya sudah semakin meningkat. Bayi kecil itu sekarang, kadang-kadang sudah bisa duduk sendiri, tanpa di bantu oleh Kaisar maupun Nathalie, hingga membuat kedua orang tua muda itu kaget sendiri.
Apalagi Kaisar, karena ini adalah pengalaman pertamanya sebagai orang tua, ia jadi berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, di rumah sakit. Hanya karena, ia ingin keberadaan tentang Baby Rain. Dan ternyata, permasalahan duduk itu merupakan hal yang sering terjadi dan tanpa di duga-duga. Dan tentu, sebagai orang tua, ia dan Nathalie harus semakin hati-hati, jangan pernah membiarkan Baby Rain sendiri, apalagi saat berada di tempat yang lumayan tinggi.
Seperti hari ini, Nathalie dan juga Baby Rain hanya berdua di rumah, di temani oleh para pekerja yang tentunya ada di rumah mereka. Sedangkan Kaisar, sudah sekitar lima hari pria itu sibuk di luar kota, karena ia sedang mengganti sang kakak ipar, Faiz yang sedang sakit. Otomatis pekerjaan akan sedikit bertambah.
"Sayang, kamu rindu ya sama Papi?" Tanya Nathalie, pada bayi lima bulan itu yang saat ini sedang tengkurap di atas tempat tidurnya, dengan pandangan bayi itu ke arah foto pernikahan Nathalie dan Kaisar yang terpajang di dinding.
"Pi," ucap Baby Rain, yang membuat Nathalie jadi tersenyum.
Ternyata dugaannya benar, Baby Rain sedang merindukan ayahnya. Karena biasanya, Kaisar akan selalu mengambil waktu luang tiap harinya bersama sang anak hingga tidak heran jika Baby Rain, jadinya mencari sang ayah. Karena ayah dan anak ini sangatlah dekat.
"Sabar ya, sayang. Kan, Papi lagi kerja sekarang, lagi gantiin Uncle Faiz yang lagi sakit. Nanti, pasti Papi akan cepat pulang kok," ucap Nathalie sambil membawa Baby Rain ke dalam pelukannya.
Karena tidak ingin membiarkan si bayi terus berceloteh mencari ayahnya, jadinya Nathalie ingin membawa Baby Rain jalan-jalan walaupun hanya sekedar mengelilingi rumah saja.
Baru saja Nathalie akan melangkah menuju ke pintu kamar, pintu kamar tersebut sudah terbuka dulu dan menampilkan Kaisar yang masuk sambil tersenyum ke arah Nathalie dan Baby Rain.
__ADS_1
"Surprise, aku pulang sayang." ucap Kaisar.
"Lho Pi, kamu kok sudah pulang saja?" Tanya Nathalie, yang jelas merasa sangat heran.
"Bukannya, masih ada dua hari lagi ya sebelum kamu pulang?" Lanjut Nathalie kembali bertanya, walaupun dalam lubuk hatinya yang terdalam wanita itu merasa sangat senang karena sang suami pulang di saat ia sudah sangat merindukan Kaisar, selain Baby Rain tentunya.
"Kamu tidak suka aku pulang lebih cepat? Kamu tidak rindu nih, sama aku?" Tanya Kaisar, bukannya menjawab pertanyaan dari sang istri, Kaisar malah ikut bertanya.
"Masih perlu aku jawab?" Tanya Nathalie, yang membuat Kaisar langsung tersenyum.
"Uh istriku yang cantik ini, sudah rindu banget ya sama aku," ucap Kaisar yang sekarang melepaskan semua barang bawaanya dan langsung memeluk Nathalie dan juga Baby Rain dalam satu dekapan.
"Aku juga, sudah rindu berat sama kalian. Makanya, aku pulang cepat. Aku usahain semua pekerjaaan kakak, semuanya selesai tadi pagi, biar aku bisa langsung pulang sekarang. Biar aku bisa bersama istri cantik, dan anakku yang tampan seperti aku ini," ucap Kaisar yang senyumannya semakin mengembang.
"Kamu sudah makan?" Tanya Nathalie, saat Kaisar telah melepaskan pelukan mereka.
"Sudah sayang. tadi pas di pesawat aku makannya," jawab Kaisar yang memang benar adanya.
"Tidak usah sayang. Masa aku sudah wangi begini, mau mandi lagi," ucap Kaisar yang membuat kening Nathalie berkerut bingung.
"Memangnya kamu mandi dimana?" Tanya Nathalie yang jelas bertanya-tanya.
"Tadi di lantai bawah, sebelum kesini aku mandi dulu dong. Biar aku bisa langsung peluk kalian. Tanpa perlu harus mandi dulu," jawab Kaisar, yang mendapatkan anggukan dari Nathalie.
Sementara Nathalie dan juga Kaisar yang sedang sibuk berbicara itu, mereka tidak memperhatikan jika Baby Rain sedang melihat ke arah mereka, dengan ekspresi wajah yang sedih ke arah Kaisar, yang kini hanya menggenggam tangan Baby Rain, tapi tidak melihat ke arah bayi itu, karena sibuk berbicara dengan sang istri.
"Pi" panggil Baby Rain, bukan hanya sekali, tapi beberapa kali hingga membuat baik Kaisar dan Nathalie melihat ke arah bayi itu.
__ADS_1
"Pi," ucap Baby Rain lagi, dengan tangannya yang ia angkat seakan ingin meminta Kaisar untuk menggendongnya, bahkan Baby Rain memperlihatkan ekspresi wajah sedih. Karena sang papi belum juga menuruti apa yang di inginkan oleh bayi itu.
"Oh anaknya Papi, ingin di peluk ya. Oh sini-sini, sayang. Maaf ya, kamu sudah rindu banget ya sama Papi," ucap Kaisar yang langsung dengan cepat mengambil alih Baby Rain ke dalam gendongannya, menepuk-nepuk punggung bayi itu.
"Baby Rain, suka nyari-nyari kamu lho Pi. Terus suka manggil-manggil kamu lagi, tiap lihat foto pernikahan kita," ucap Nathalie sambil mengusap sayang kepala Baby Rain.
"Sudah jelas. Papi-nya yang tampan ini kan, ngangenin orangnya," balas Kaisar sambil tersenyum.
"Terserah kamu deh. Oh iya Pi, kamu main sama Baby Rain dulu ya bentar. Aku mau keluar soalnya. Bentar saja kok, tidak akan lama," ucap Nathalie sekalian mengingat jika ia mempunyai keperluan sebentar di luar.
"Kamu mau kemana sayang? Biar aku yang antar saja ya," tawar Kaisar yang tentu tidak ingin jika istrinya akan keluar sendirian.
"Tidak usah Pi. Aku bisa sendiri kok, cuma ingin ke minimarket aja. Kan cuma keluar kompleks perumahan saja," jawab Nathalie.
"Kan biar dekat, lebih baik aku anterin saja sayang," balas Kaisar.
"Ish. Dengerin omongan istrinya dong," decak Nathalie. "Sekarang lebih baik kamu fokus kangen-kangenan sama Baby Rain dulu, anaknya lagi kangen loh itu," lanjut Nathalie sambil memperhatikan Baby Rain yang sekarang tersenyum, ketika mendengar namanya di sebut oleh sang ibu.
"Ya sudah deh," pasrah Kaisar pada akhirnya. "Tapi, kamu harus di antar sama supir ya? Aku tidak izinin kamu keluar tanpa supir," lanjut Kaisar.
"Iya Papi yang bawel, yang bawelnya ngalahin aku," ucap Nathalie, yang mendapatkan kekehan dari Kaisar.
"Aku sama sekali tidak masalah, biarpun di bilang bawel sama kamu, yang penting kamu itu sayang dan cintanya sama aku doang," ucap Kaisar dengan senyuman mengembang, merasa puas dengan apa yang barusan ia katakan.
"Iya-iya. Aku mau ngelak juga, tidak ada gunanya. Karena jawabannya memang benar," ucap Nathalie.
"Ya sudah, katanya kamu mau ke mini market," ucap Kaisar.
__ADS_1
"Iya-iya, ini juga mau berangkat kok, Pi. Jagain Baby Rain dengan baik ya," ucap Nathalie.
Detik-detik suasana hati Kaisar tenang, ya reader's!! Jangan lupa dukungannya. Selamat bahagia.