
Ceklekk
Kedua pintu yang saling berhadapan terbuka, Ariel dan Angel keluar dari kamar mereka secara bersamaan.
Tatapan Ariel terpaku pada Angel yang sangat.....
Entahlah, lidah Ariel sampai tidak bisa berkata-kata melihat penampilan Angel yang sangat cantik dan sexy malam ini.
Angel berjalan meninggalkan Ariel yang masih diam mematung karena terpesona olehnya, Angel pun mengibaskan rambutnya didepan pria itu hingga membuat ujung rambut Angel menyentuh hidung Ariel.
Ariel memejamkan mata, bau semerbak dari parfum yang di pakai Angel sangat lembut membuat Ariel terbuai sejenak.
Jantung Ariel kembali berdebar, bahkan debaran kali ini benar-benar menggila. Naluri kelelakian Ariel bangun seketika, apakah Angel melakukan ini dengan sengaja.
"Ariel apa kau tidak lapar?" Suara lembut Angel masuk ke pendengaran Ariel, bahkan tangan halus Angel membelai pipi Ariel yang di tumbuhi bulu-bulu halus.
Tubuh Ariel menegang seketika. Tangan Ariel menangkap tangan Angel yang masih berada di pipinya. "Aku lapar. Apa aku boleh memakanmu?"
"Tentu saja." Kali ini suara Angel terdengar lebih menggoda. Ariel dapat merasakan wajah Angel yang perlahan mulai mendekat ke arahnya hingga bibir mereka nyaris bersentuhan.
"ARIEEELLLL!!!!! "
Suara melengking Angel mengagetkan Ariel, bahkan Ariel sampai membuka matanya. Ariel dapat melihat Angel yang duduk di ruang makan menatap kesal padanya. Lalu tatapan Ariel beralih pada tangannya yang menempel di pipi tanpa ada tangan Angel yang ia genggam.
"Sial!!! Sepertinya aku sudah mulai gila gara-gara gadis berisik itu." Ucap Ariel dengan suara rendah sambil melangkah ka ruang makan.
"Cepatlah aku sudah kelaparan." Angel terlihat tidak sabar.
Ariel menarik kursi lalu mendudukinya. "Jika sudah kelaparan kenapa tidak makan duluan saja."
"Aku memasak untukmu Arielllll." Angel menampilkan senyum terpaksa.
Deg
Seorang gadis yang memasak untuknya.
"Ayo makan." Ajak Ariel akhirnya. Sesekali Ariel melirik ke arah Angel yang duduk di depannya, Angel memang terlihat sangat lahap memakan makanan yang ada di piringnya bahkan sampai terdapat sisa makanan di ujung bibir Angel.
Tangan Ariel terangkat mengikuti naluri hatinya, menyentuh ujung bibir Angel dan membersihkan sisa makanan tersebut.
"Maaf ada sisa makanan tertinggal di ujung bibirmu."
__ADS_1
Angel terdiam menatap Ariel dengan pandangan yang sulit di artikan. Bagi Angel ini adalah suatu perbuatan yang sangat manis di yang lakukan oleh seorang pria terhadap seorang gadis.
Angel merasa berdebar saat tangan Ariel menyentuh ujung bibirnya, setelah Ariel kembali menurunkan tangannya Angel terlihat kikuk. "Te_terimakasih. Ayo kita lanjutkan makannya."
Ariel mengangguk dan kembali makan namun entah apa yang ada di dalam fikirannya. Mereka menyelesaikan acara makan malam dalam keheningan tanpa ada yang berbicara.
Angel membereskan piring kotor di bantu oleh Ariel, kemudian Angel mencuci piring dan tiba-tiba Ariel berada persis di belakang tubuhnya dengan tangan yang terjulur ke depan.
Angel menahan nafas berada sedekat ini dengan Ariel, apalagi kerasnya dada Ariel menempel di punggung Angel.
"Aku hanya ingin mencuci tangan." Kata Ariel dengan santai lalu setelah mencuci tangannya, Ariel pergi ke ruang tengah untuk menonton televisi.
Angel kembali bernafas akhirnya, ia benar-benar gugup berada di dekat Ariel seperti tadi sore dan seperti yang baru saja terjadi. Tangan Angel memegang dadanya, merasakan detak jantung sendiri yang menggila. "Bodoh! Seharusnya kan aku yang membuat di terpesona, bukan aku yang terpesona karena dia!!! Bodoh!!!" Angel memukuli kepalanya sendiri.
Setelah selesai mencuci piring, Angel mencuci buah apel dan Anggur lalu membawa keruang tengah.
Angel mendudukan bokong sintalnya di sebelah Ariel duduk. Rupanya Ariel tengah menonton drama yang banyak di gandrungi para kaum hawa belakangan ini karena para aktornya sangat tampan. Drama yang berlatar belakang kerajaan di kemas dalam sebuah kisah percintaan yang membuat siapapun penontonnya ikut terhanyut.
Wangi tubuh Angel mengganggu kosentrasi Ariel dalam menonton tv, Ariel melirik pada Angel sekilas namun Ariel buru-buru memalingkan wajahnya kembali. Selain sebagian dada Angel yang terekspos, ujung gaun yang di pakai Angel otomatis terangkat saat Angel duduk sehingga paha putih mulus Angel terpampang jelas.
"Kenapa kau memakai pakaian seperti itu?" Tanya Ariel tanpa melihat ke arah Angel.
"Aku tidak bermaksud berbicara seperti itu."
"Lalu apa maksudmu?"
Ariel hanya diam tanpa ingin menjawab pertanyaan Angel, sementara Angel terlihat kesal karena Ariel tak menjawab pertanyaan darinya.
Akhirnya mereka kembali fokus pada layar tv dimana sedang menampilkan pertarungan antara seorang Raja yang menjadi tokoh utama dalam drama tersebut dengan seorang musuh yang ingin merebut istri dari Raja. Sang Raja kalah dalam pertarungan membuat istrinya menangis histeris, lalu sang penjahat mencium paksa bibir sang Ratu. Awalnya sang Ratu menolak namun lama kelamaan Ratu itu terlihat menikmati ciuman dari musuh mendiang suaminya.
Angel dan Ariel yang tadinya sedih tiba-tiba merasa jengkel namun scene adegan berikutnya sungguh membuat Angel dan Ariel menegakkan tubuh. Sang musuh Raja yang sedang mencium ratu tiba-tiba melepaskan ciuman mereka, lalu sang musuh tersebut batuk dan memuntahkan banyak darah dan akhirnya mati. Sang Ratu kembali ke jasad Raja dengan berderai air mata, sang ratu ikut berbaring disebelah jasad suaminya dan memeluknya. "Aku hanya akan mencintaimu di dalam hidupku dan kemanapun kau pergi aku akan ikut." Setelah mengatakan itu sang ratu batuk darah dan kemudian meninggal. Ternyata sang Ratu
HHHHUUUUUAAAAAA
Angel berteriak dan menangis histeris membuat Ariel berjengit kaget. Angel segera mematikan tv lalu memaki di depan tv tersebut. "Dasar Drama sialan, kenapa membuat sad ending??!! "
Ariel meraih kotak tisu dan menyodorkan di hadapan Angel. Angel mengambil beberapa lembar tisu untuk mengusap air matanya.
Sroooottt
Tanpa malu Angel membersihkan ingus dari hidungnya yang membuat Ariel bergidik jijik. Ariel belum pernah bertemu gadis mengerikan seperti Angel di alamnya.
__ADS_1
"Maaf." Ujar Angel yang telah sadar dengan ketidak sopanannya.
"Tidak apa-apa."
Ariel ingin beranjak dari duduknya namun Angel menahan tangannya, dan kini Angel memutar tubuhnya dan duduk menghadap Ariel.
"Ada yang ingin aku tanyakan." Ucap Angel langsung pada poin utama.
"Apa?" Tanya Ariel tanpa melihat ke arah Angel, justru Ariel mengambil buah anggur di atas meja yang tadi di bawa oleh Angel.
"Sebenarnya kau siapa dan asalmu dari mana?"
Pertanyaan Angel membuat gerakan Ariel yang akan memasukkan anggur ke dalam mulutnya terhenti.
Ariel menoleh pada Angel. "Kau benar-benar ingin tahu?"
Angel mengangguk antusias. "Benar. Aku sangat ingin tahu siapa dirimu."
Ariel kembali melanjutkan memasukkan anggur ke dalam mulutnya yang tadi sempat terhenti.
Ariel menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Angel. Ariel merubah posisi duduknya menjadi menghadap Angel.
"Aku berasal dari alam kegelapan."
Angel yang mendengarkan pengakuan dari Ariel cukup terkejut namun ia tak ingin memotong cerita Ariel.
"Aku di tugaskan turun ke bumi untuk memusnahkan kaumku yang berkhianat. Dan sesuai perjanjian kita, kau harus membantuku."
"Kenapa aku?" Tanya Angel penasaran karena selama ini ia memang sangat penasaran dengan alasan Ariel yang memilih dirinya untuk bekerjasama dan melakukan kontrak darah dengannya.
"Karena aku melihat kau yang sedang putus asa dan mempunyai dendam yang begitu besar. Dan satu lagi, kau mempunyai aura tersendiri yang bisa menarik kehadiran bangsa kegelapan."
"Aku???"
Ariel mengangguk. "Benar, aku juga belum tahu kenapa. Aku masih menyelidikinya."
"Ok baiklah, pertanyaan selanjutnya." Angel terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu. "Apa kau makhluk abadi?"
Ariel terkekeh pelan mendengar pertanyaan Angel. "Bukan. Aku bukan makhluk abadi, kami sama seperti manusia hanya saja kami mempunyai umur yang lebih panjang dari manusia."
Angel bernafas lega. "Syukurlah kau bukan dari jenis hantu."
__ADS_1