Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
37. Memulai


__ADS_3

Flashback


Masih di restaurant di tepi pantai


Perkataan Malvin terus terngiang di kepala Ariel tentang menikahi Angel secepatnya. Menurut Ariel menikahi Angel saat ini bukanlah hal yang buruk mengingat Ariel adalah pria normal yang mempunyai hasyrat, apalagi dirinya tinggal satu atap bersama Angel.


Hal yang selalu membuat Ariel khawatir adalah ia tidak bisa mengontrol hasyratnya karena ia tidak ingin merusak Angel. Mungkin terdengar kolot, namun Ariel sebagai seorang pangeran yang di didik keras di ajarkan untuk selalu menjaga kehormatan seorang wanita.


Selama ini Ariel selalu menahan tangannya agar tidak menyentuh aset berharga milik Angel, hanya sebatas ciuman. Itupun terkadang Ariel merasa bersalah karena ia merasa telah menodai bibir Angel.


Sepanjang sarapan fikiran Ariel tidak berada di sana, ia sibuk merancang bagaimana caranya ia melamar Angel.


Bunga dan cincin?


Ariel mempunyai banyak di cincin dimensinya.


"Tunggu di sini sebentar." Ariel pergi keluar mencari tempat yang sepi, ia lalu mengeluarkan beberapa bunga yang selain cantik juga berkhasiat menyehatkan tubuh dan menenangkan pikiran lewat aromanya.


Setelah itu Ariel mengeluarkan salah satu cincin bermata biru yang selain cantik itu juga merupakan cincin dimensi yang dapat menyimpan berbagai benda.


Ariel memejamkan mata, hatinya sungguh berdebar, ia benar-benar gugup bahkan melebihi saat dirinya akan di uji kelayakannya di angkat sebagai seorang jenderal.


Ariel menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Ariel membuka matanya, dengan tekad bulat ia kembali melangkah memasuki restaurant dan berjalan ke arah Angel.


Beberapa wanita tampak melirik kedatangan Ariel yang tampan tapi juga romantis dengan membawa bunga yang sepertinya akan di berikan kepada seorang gadis. Memikirkan para gadis yang meliriknya saja sudah membuat Ariel bergidik ngeri.


Jantung Ariel semakin berdebar kencang manakala ia dan Angel saling bersitatap, Angel terlihat cantik dengan wajah bingungnya. Tidak, Angel memang selalu terlihat cantik di mata Ariel.


Setelah tadi Ariel melihat beberapa video cara melamar seorang gadis, kini Ariel akan mempraktekkan salah satunya.


Ariel berlutut tepat di hadapan Angel dengan satu kaki di tekuk menyentuh lantai, Ariel mencoba menyelami manik hitam Angel yang selalu membuatnya tenggelam terpesona oleh gadis tersebut.


"Marry me?"


Dua kata yang mampu membuat Ariel merasa sangat gugup, ia takut Angel akan menolaknya. Sungguh ia tidak ingin kecewa, namun semua keputusan ada di tangan Angel.


Mata Angel terbelalak lebar, mungkin gadis itu tidak pernah menyangka akan di lamar Ariel secepat ini.


Banyak orang yang menyerukan. " Terima! Terima! Terima." Termasuk Malvin dan Mia.


Sungguh lutut Ariel sampai bergetar karena rasa gugupnya yang luar biasa.


Air mata Angel mengalir deras, bukan karena sedih, Ariel tahu itu tapi itu air mata kebahagiaan.


Bruk

__ADS_1


Angel memeluk tubuh Ariel sambil terisak, Ariel pun membalas pelulan Angel tak kalah erat.


"Yes, I will." Jawab Angel menerima ajakan Ariel untul menikah dengannya.


Ariel sungguh sangat lega mendengarnya, sorak sorai dan suara tepuk tangan terdengar riuh di dalam Restaurant. Bahkan Mia dan Malvin terlihat sangat bahagia, namun saat ini tidak ada yang bisa mengalahkan rasa bahagianya Ariel.


"Ayo ikut aku?" Ajak Ariel pada Angel dengan menarik tangan gadis itu keluar dari restaurant.


"Kemana?"


Ariel menoleh ke belakang, menatap wajah Angel yang kebingungan. "Tentu saja menikah."


"Dan biarkan kami berdua yang jadi saksi di pernikahan kalian berdua." Ungkap Malvin yang berjalan di belakang Angel bersama Mia.


Lalu terjadilah sebuah pernikahan sederhana dan sangat mendadak di sana, mereka hanya menikah secara keagamaan. Beberapa kali Mia sampai meneteskan air mata terharu melihat Angel yang kini statusnya telah berubah menjadi seorang istri.


.


.


*  *  *


Kembali ke masa sekarang


Ariel mencoba menjernihkan pikiran kotornya tentang Angel yang sedang kosentrasi memakaan makan malamnya, karena Angel butuh asupan energi sebentar lagi.


Jika kepalanya mendongak pastilah ia melihat bra warna merah yang tercetak jelas di kaos putih yang sedang Angel kenakan.


"Kali ini biarkan aku saja yang membereskan piring kotornya." Ucap Angel menahan Ariel yang baru saja berdiri dari duduknya.


Ariel tersenyum lembut. "Terimakasih istriku."


Ariel terus memperhatikan lekuk tubuh istrinya yang sangat aduhai, Ariel sudah tidak tahan lagi bahkan sang naga miliknya sudah bangun sejak tadi.


"Apakah belum selesai?" Ariel berdiri di belakang Angel dengan melingkarkan tangannya di perut Angel.


"Belum sebentar lagi." Jawab Angel tanpa menoleh ke belakang pada Ariel.


Ariel menggesekkan hidungnya di leher Angel dengan beberapa kali menyesap dan membuat tanda kepemilikan di sana. Tentu saja perlakuan Ariel membuat Angel merinding sekujur tubuhnya.


Angel mematikan keran air karena telah selesai, diselesaikan secepat kilat karena Angel sudah tidak bisa berkosentrasi lagi akibat sentuhan dari Ariel.


"Geli sayang aaahhh."


Ariel tersenyum senang dengan respon Angel, dengan sekali tarikan Ariel mengangkat tubuh Angel ala bridal style. "Kita lanjutkan di kamar mandi sayang." Ariel mengedipkan sebelah matanya yang di angguki oleh angel.

__ADS_1


Ariel mendudukan Angel di atas closet, Ariel kembali mengisi bathtup dengan air hangat karena air yang tadi di siapkan oleh Ariel sudah menjadi dingin.


"Sudah siap." Ariel berdiri dan berjalan mendekati Angel yang masih duduk di atas closet.


Angel pun bangkit dan segera menyambar bibir Ariel begitu Ariel telah berada di hadapannya.


Ariel sekarang tidak akan menahan lagi, karena Angel telah sah menjadi miliknya. Angel malam ini terlihat agresif dan Ariel menyukainya karena ia tidak perlu lagi menahan tangannya yang ingin menyentuh setiap inci tubuh Angel.


Ariel menyesap bibir Angel dengan rakus, Angel pun tak mau kalah. Lidah mereka saling berbelit dan saling bertukar salifa.


Ariel menarik rambut belakang Angel sehingga kepala Angel mendongak keatas, itu memudahkan bagi Ariel untuk lebih lama dalam menikmati bibir Angel. Sebelah tangan Ariel yang bebas pun mulai masuk ke dalam kaos Angel dari bawah.


Dengan hati berdebar baik Angel maupun Ariel mereka baru kali ini di  sentuh dan menyentuh lawan jenis. Tangan Ariel sedikit bergetar saat menyentuh salah satu buah dada Angel yang yang pas di tangan Ariel, dengan lembut dan sangat hati-hati Ariel mulai menggerakkan jari-jarinya dengan gerakan seperti meremas. Rasa kenyal yang Ariel rasakan mampu menaikkan gairahnya dengan cepat padahal masih ada bra yang menjadi penghalang tangannya.


Ciuman mereka terlepas dan saat itu juga sebuah ******* meluncur dari bibir Angel yang sedikit membengkak karena ulah Ariel.


"Aaaahhhh ssstttt aaahhhh." Tubuh Angel meremang dengan sentuhan tangan Ariel di bagian dadanya karena selama ini belum pernah Angel merasakan hal demikian.


Rasanya ingin berteriak karena sungguh geli namun juga nikmat secara bersamaan.


Ariel tersenyum melihat ekspesi Angel yang terlihat menikmati sentuhannya. Ingin melakukan hal yang lebih jauh lagi, Ariel menghentikan dulu kegiatannya karena sekarang kedua tangannya sedang bekerja untuk meloloskan kaos over size dari tubuh Angel.


Angel menatal Ariel dengan sayu sambil menggigig bibir bawahnya yang menambah kesan sexy di mata Ariel.


"Kau selalu membuatku tergoda baby." Kata Ariel sambil meremas sebelah dada Angel sedangkan tangan Ariel yang satu lagi ia gunakan untuk melepas pengait bra.


Klik


Pengait bra terlepas dan Ariel membuang asal bra tersebut. Ariel memandangi dua buah gunung kembar milik Angel yang sekarang tanpa penghalang apapun.


"Ini sangat indah baby."


Angel yang malu pun berusaha menutupi area dadanya dengan kedua tangannya, wajah Angel bersemu merah karena malu. "Aku malu." Angel memalingkan wajah namun Ariel segera menarik dagu agar Angel agar Angel menatapnya. "Tidak perlu malu, ini adalah hakku karena kita sudah sah menjadi suami istri." Dengan perlahan Ariel menurunkan tangan Angel yang menutupi dadanya.


"Maafkan aku yang belum mengenalkanmu kepada keluargaku Angel."  Ariel membelai wajah Angel dengan perlahan lalu turun di leher terua turun ke bawah hingga tulang selangka.


Angel memejamkan kembali matanya menikmati setiap sentuhan Ariel. "Untuk sekarang aku sangat mengerti dengan kondisi kita yang mengharuskanmu untuk menutupi hubungan kita terlebih dahulu. Kedepannya kita akan menghadapi semua secara bersama."


"Tentu. Terimakasih untuk segala pengertianmu sayang."


Ariel kembali menciumi bibir Angel dengan melepaskan kain terakhir yang melekat di tubuh Angel, Ariel sendiripun dengan cepat melepaskan segala pakaian yang melekat di tubuhnya hingga sepasang pengantin baru itu tampak full naked.


Ariel mengangkat tubuh Angel dan meletakkannya secara perlahan di dalam bathtup, lalu Ariel pun ikut masuk kedalam bathtup dan duduk di belakang Angel.


"Kita akan melakukan ritual mandi panas sayang." Ariel mulai membasahi punggung Angel dengan air.

__ADS_1


"Baiklah, aku juga sudah tidak sabar dengan service dari suamiku ini." Sahut Angel mulai menikmati pijitan di pundaknya yang secara perlahan terus menerus merambat ke bagian tubuh yang lain.


__ADS_2