Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
7. Kabur


__ADS_3

Jam pelajaran telah usai, Angel buru-buru merapikan bukunya dan hendak pergi dari kampus agar tidak mengalami kejadian mengerikan itu lagi.


Gwen yang duduk di sebelah Angel memegangi tangan Angel. "Angel kau mau ke mana? Aku sudah bilang padamu tadi pagi jika aku punya hadiah dan kejutan untukmu."


Deg


Wajah Angel memucat dan keringat dingin mulai keluar dari dahinya. "Perutku sakit Gwen, aku ingin ke toilet dulu."


"Akan ku temani."


"Tidak perlu, kau belum merapikan buku-bukumu. Aku sudah tidak tahan lagi." Angel menampilkan ekspresi sedang sakit perut lalu menarik tangannya dengan kuat dan segera berlari dari sana.


Gwen memang belum merapikan buku-bukunya, Gwen segera memasukkan bukunya ke dalam tas dan berniat menyusul Angel di toilet. Gwen tetap akan menjalankan rencananya sore ini juga karena Gwen telah merencanakan hal ini cukup lama.


"Gwen."


Gwen yang hendak berdiri mendengar namanya di panggil oleh suara dari seseorang yang di sukainya membuat Gwen segera membalikkan badannya.


"Di mana Angel?" Tanya Michael di depan Gwen.


Senyum manis Gwen langsung luntur begitu saja mendengar nama Angel keluar dari bibir Michael. "Sudah pulang. Ada apa?." Jawab Gwen yang terlihat tidak suka.


Michael menggeleng. "Tidak apa-apa." Setelah mengatakan hal tersebut Michael berjalan melewati Gwen.


Gwen membalikkan badan mengikuti kepergian Michael sampai punggung Michael menghilang di balik pintu.


"Sialll!!!" Teriak Gwen menggebrak meja yang kebetulan kelas telah kosong. "Apasih bagusnya Angel?! Aku lebih cantik! Aku juga peringkat dua di kelas tapi kenapa Michael tidak pernah meminta bantuanku! Kenapa selalu mengabaikanku dan mencari si cupu Angel?!"


Nafas Gwen naik turun menahan emosi yang bergejolak di dadanya, ia benar-benar sudah muak dengan si gadis cupu dan jelek Angel.


Awalnya Gwen senang berteman dengan Angel walaupun Angel sering di olok-olok gadis cupu dan jelek oleh orang-orang di kampus, namun karena Angel selalu mendapatkan nilai yang lebih bagus dari Gwen bahkan Angel mendapatkan beasiswa, dan sekarang Michael yang notabenenya adalah pria yang di sukai Gwen malah terlihat dekat dengan Angel jadilah Gwen membemci Angel.


Michael memang pria yang tampan dan terkenal tidak suka terlalu dekat dengan wanita, ia juga berasal dari keluarga yang terpandang dan cukup di segani sehingga banyak gadis yang tergila-gila dengan Michael.


Angel sekuat tenaga lari menuju area parkiran kampus, setelah sampai di dekat sepeda miliknya Angel berhenti dengan nafas yang terengah-engah. Angel mengatur nafasnya terlebih dahulu dan mengeluarkan botol air minum dari dalam tasnya.


"Hai gadis jelek." Seseorang memanggil Angel dengan menepuk pundaknya sehingga Angel yang tengah minum air menjadi tersedak dan menyemburkan airnya.


"Hahahahaha." Beberapa orang yang berada di parkiran menertawakan Angel.


Yang menepuk pundak Angel tak lain adalah salah satu mahasiswa yang sering mengolok-olok Angel. Angel tak mengenalnya karena mereka beda kelas namun Angel sudah terbiasa di perlakukan seperti ini hampir setiap hari di kampus.


"Huuuuu dasar gadis cupu."

__ADS_1


"Dasar gadis jelek! Cepat sana pulang! merusak pemandangan saja." Kali ini ada seseorang yang mendorong punggung Angel sampai tubuh Angel terhuyung ke depan, untung saja Angel tidak sampai jatuh tersungkur.


Kalimat-kalimat seperti itu sudah sering Angel dengar hampir setiap hari namun Angel tak pernah ambil pusing.


Angel kembali meminum air di dalam botol lalu segera menaiki sepedanya dan pergi dari tempat itu secepat mungkin sebelum Gwen menyadari jika ia tidak ada di toilet.


Jarak rumah Angel dan kampusnya tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu kurang lebih tiga puluh menit jika menggunakan sepeda.


Ponsel didalam tas Angel terus berdering namun Angel mengabaikannya karena ia tahu pasti yang menghubunginya adalah Gwen.


Sementara Gwen terlihat sangat kesal tidak menemukan Angel ditoilet manapun yang ada di kampus, setelah Gwen tidak menemukan Angel di toilet yang dekat dengan kelas mereka akhirnya Gwen mencari Angel di seluruh toilet yang ada di kampus.


Gwen mencoba menghubungi Angel namun gadis itu tidak mengangkat ponselnya.


"AAAGGGHHHRRR!!!!!!" Gwen berteriak dan menendang salah satu tong sampah yang ada di dekatnya.


.


.


.


*  *  *


Angel menutup pintu dengan tergesa lalu ia pergi ke dapur untuk minum air putih.


"Ahhh lega rasanya." Angel tersenyum lega saat tenggorokannya yang kering telah di basahi oleh air.


Angel berjalan ke sofa yang ada di ruang tengah lalu mendaratkan bokong sintalnya pada busa sofa. Angel mengambil ponsel dari dalam tasnya dan ia dapat melihat Gwen telah menghubunginya sebanyak sepuluh kali.


Jari-jari tangan Angel dengan lincah mengetikkan pesan di ponselnya untuk Gwen.


Maaf Gwen tadi aku langsung pulang, ada tetangga yang menghubungiku jika rumahku banjir karena sepertinya aku lupa mematikan keran air. Dan ternyata iya, maaf ya... 


Send.


Angel terkikik geli membayangkan saat ini Gwen sedang mengamuk membaca pesan darinya.


Namun tidak lama kemudian terdengar suara notifikasi tanda pesan masuk.


Gwen


Tidak apa-apa Angel. Aku bisa memberikan hadiah dan kejutannya untukmu besok. 

__ADS_1


Haahh ternyata Gwen sungguh keras kepala dan tidak melepaskan Angel dengan mudah. Biarlah Angel akan memikirkan cara untuk lepas dari rencana busuk Gwen nanti, sekarang Angel hanya ingin mandi karena gubuhnya lengket oleh keringat.


Gwen meningglkan tas nya di meja lalu sambil melangkah riang ia membuka pintu kamarnya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh, Angel tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang tidur di ranjang miliknya karena Angel tidak melirik sedikit pun pada tempat tidurnya.


Angel benar-benar sangat bahagia hari ini, bahkan ia tidak berhenti bersenandung lagu-lagu kesukaannya di bawah guyuran dinginnya air shower.


Sekitar sepuluh menit Angel mandi, ia melilitkan handuk di tubuhnya dan keluar dari kamar mandi dengan santai. Begitu Angel keluar dari kamar mandi matanya menangkap sesosok pria yang tidur di ranjangnya.


"AAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!" Suara melengking Angel sampai membuat Ariel seketika bangun terduduk karena kaget.


"DASAR MESUMMMMM!!!!!!!!" Teriak Angel kembali.


Glek


Kini Ariel dapat melihat dengan jelas Angel yang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan sebagian tubuhnya yang di lilit handuk. Namun handuk tersebut hanya mampu menetupi separuh buah dada Angel yang cukup besar, apalagi paha putih mulus milik Angel pun terekspos. Rambut basah Angel semakin membuat gadis itu terlihat cantik dan sexy.


Cantik. Puji Ariel dalaam hati.


Ariel buru-buru menghilang dari sana menggunakan teleportasi, namun yang terjadi justru Angel syok melihat Ariel yang bisa menghilang begitu saja dari pandangannya.


"HANTUUUUUUUUUUU."


GREP


Ariel kembali muncul di belakang tubuh Angel dan membekap mulut Angel dengan tangan besar Ariel.


"Berisik!!!" Bentak Ariel dengan suara rendah.


Mengetahui Ariel kembali muncul di belakang tubuh Angel, membuat kepala Angel sakit dan berputar-putar seperti ada burung-burung yang mengelilingi kepalanya, pandangan mata Angel menjadi berkunang-kunang dan mengabur.


Brukkk


Angel pingsan dan roboh di tubuh Ariel. Ariel membelalakkan ke dua bola matanya karena tubuh Angel bertumpu pada tubuhnya, jika tidak Angel pasti sudah jatuh tersungkur karena tak sadarkan diri.


Dengan terpaksa Ariel menggendong tubuh Angel ala bridal style. "Huh! Dasar gadis berisik yang merepotkan! Sudah berisik pi_" Glekk


Kata-kata Ariel terhenti saat melihat dua gunung besar persis di depan matanya, jantung Ariel berpacu dengan cepat dan Ariel tidak mengerti apa yang terjadi dengannya.


Ariel memalingkan wajah dari pemandangan yang menggiurkan di depan matanya, ia buru-buru meletakkan tubuh Angel di atas tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh Angel hingga leher.


Ariel mengambil salah satu obat dari dalam cincin dimensinya dan memasukkannya ke dalam mulut Angel. Beberapa detik kemudian Angel mulai sadar dan membuka matanya, namun karena ia masih syok saat melihat Ariel sudah ada di depannya membuat Angel kembali hendak berteriak namun segera di cegah oleh Ariel dengaan menutup mulut Angel dengan tangannya. "Aku bukan hantu. Cepat ganti baju dan aku akan menunggumu di halaman belakang untuk mengajarkanmu latihan fisik." Angel mengangguk dengan kaku sambil menatap mata Ariel.


"Bagus." Kata Ariel setelah itu ia kembali menghilang dan muncul di halaman belakang rumah Angel.

__ADS_1


Iya sih, mana mungkin ada hantu yang setampan dia. Batin Angel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Dia kan sakti jadi seharusnya tidak aneh jika dia bisa menghilang dan muncul kembali dengan mudah. Dasar aku yang bodoh." Angel merutuki kebodohannya sendiri.


__ADS_2