Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
38. Mobil Baru


__ADS_3

Angel menggeliat di dalam tidurnya, tiba-tiba alam bawah sadarnya mengingatkan jika  ia mempunyai kadwal kuliah pagi ini. Mata Angel langsung terbuka lebar dan ia segera oleh ke samping namun Ariel sudah tidak di sampingnya.


Angel mengambil ponsel di atas nakas dan melihat jam, untungnya dia tidak kesiangan. Buru-buru Angel ke kamar mandi untuk melakukan rutinitasnya dan saat ia keluar dari kamar mandi, ia menemukan pakaian yang telah di siapkan oleh seseorang di atas ranjang. Tentu saja itu Ariel, pikir Angel karena tidak ada orang lain lagi di rumah ini namun anehnya Angel tidak melihat Ariel di kamar ini.


Kriettt


Angel membuka pintu kamarnya setelah selesai merapikan diri untuk pergi kuliah. Aroma masakan langsung tercium di hidung Angel dan ia dapat melihat Ariel tengah berkutat di dapur.


Langkah Angel terasa ringan karena pagi ini selain tubuhnya yang segar dan sudah tidak mengalami perih di area pangkal pahanya, ia juga merasa sangat bahagia melihat suaminya sibuk di dapur.


"Kenapa kau tidak membangunkanku?" Angel memeluk tubuh Ariel dari belakang.


Ariel berbalik dan menatap lembut pada Angel. "Aku tidak ingin menganggu tidur nyenyakmu, aku tahu kau sangat lelah."


Cup


Ariel mencium kening Angel membuat pipi Angel bersemu merah.


"Aku baik-baik saja, aku juga tidak lelah. Badanku sangat segar hari ini mungkin itu karena obat yang semalam kau berikan padaku. Terimakasih."


Ariel mengusap puncak kepala Angel. "Tidak perlu berterimakasih, itu sudah kewajibanku sebagai suamimu. Ayo kita sarapan, setelah itu aku akan mengantarmu ke kampus."


"Naik motor? Terbang? Atau menggunakan teleportasi?" Tanya Angel beruntun.


Ariel terkekeh kecil. "Kau salah semua baby, ayo kita sarapan dulu." Ariel menarik tangan Angel menuju meja makan yang telah tersaji makanan dan segelas susu untuk Angel sementara Ariel memilih jus untuk minumannya pagi ini setelah sarapan.


PRANGGGG


Ariel dan Angel tersentak kaget mendengar suara pecahan dari sebuah benda benda  lalu setelah itu terdengar suara cekcok tetangga mereka.


"Hufffttt sepertinya tetangga kita sedang mengalami perang dunia ke tiga." Kata Angel sambil menarik kursi untuk ia duduki.

__ADS_1


"Biarkan saja, yang penting kita jangan sampai seperti itu." Sahut Ariel.


Angel mengangguk setuju. "Aku akan berusaha menjaga rumah tangga kita walaupun kata  beberapa orang, menjalani kehidupan rumah tangga itu sangat sulit dan banyak rintangan terutama lima tahun pertama."


Ariel menggenggam tangan Angel. "Semoga kita bisa menghadapinya bersama dengan baik."


Angel mengangguk sambil tersenyum. Mereka melewati acara sarapan sambil bersendau gurau meskipun beberapa kali mereka mendengar suara benda pecah dari rumah tetangga mereka namun Ariel dan Angel memilih tidak ikut campur dengan kehidupan rumah tangga orang lain.


"Ini mobil baru siapa?" Angel membulatkan kedua bola matanya saat melihat sebuah mobil baru yang cukup mahal berada di halaman rumahnya.


"Mobil kita, apa kau suka?"


"Ini sungguh keren, aku sangat suka."


"Memangnya kau mempunyai kartu identitas diri dan juga sim?" Angel bertanya sambil berkacak pinggang. "


Ariel membuka pintu mobil dan mempersilahkan Angel untuk masuk. "Kau tidak perlu khawatir soal itu. Masuklah agar kau tidak terlambat pergi ke kampus." Ariel mengingatkan Angel.


Kemudian Ariel berjalan memutar dan membuka pintu mobil lalu segera masuk kedalamnya. "Kenapa wajahmu tegang begitu?"


Wajah Angel memang terlihat sangat tegang dengan memegang erat sealtbelt, Angel menoleh ke arah Ariel. "Apa kau sudah pintar mengemudi? Aku takut kau akan menabrak pembatas jalan atau tiang listrik. Kita adalah pengantin baru, tentu saja aku tidak ingin salah satu dari kita menjadi duda atau janda."


Tawa Ariel menyembur keluar dengan keras sementara Angel justru jengkel dengan respon Ariel dan mengerucutkan bibirnya.


Setelah reda tawanya, Ariel menyentil dahi Angel. "Kau tahu aku bukan manusia biasa baby, aku dengan cepat mempelajari kebiasaan manusia.


"Iya iya aku tahu, kau yang paling hebat." Angel sampai mengacungkan dua jempolnya memuji suaminya.


Ternyata Ariel mengendarai mobil dengan sangat baik sampai membuat Angel terpesona dengan kadar ketampanan Ariel yang meningkat pesat saat mengendarai mobil seperti saat ini. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di kampus tempat Angel belajar karena letaknya memang cukup dekat dengan rumah Angel.


"Aku masuk ke kelas dulu." Pamit Angel kepada Ariel.

__ADS_1


"Tunggu! Masih ada yang tertinggal."


Gerakan Angel yang akan membuka pintu menjadi terhenti dan menoleh ke arah suaminya. "Apa yang tertinggal?"


Sreett


Ariel menarik tengkuk Angel dan ******* bibir wanitanya degan dalam, setelah hampir satu menit bibir mereka berpagutan akhirnya Ariel melepaskan bibir Angel yang telah menjadi candu untuknya. "Ini yang tertinggal."


"Kau nakal sekali suamiku." Angel mencubit perut Ariel yang keras.


"Setelah ini aku akan bertemu dengan Malvin di perusahaanya. Kalau kau sudah selesai, kau bisa menghubungiku nanti aku akan menjemputmu."


"Baiklah aku akan menghubungimu nanti saat aku telah selesai."


Ariel tersenyum dengan meletakkan telapak tangannya diatas kepala Angel. "Jaga dirimu baik-baik, berhati-hatilah terutama pada orang yang berambut perak."


Angel mengangguk paham dengan apa yang di maksud oleh suaminya tersebut. "Aku mengerti, aku turun dulu. Sampai jumpa."


Angel keluar dari dalam mobil lalu di sambut oleh beberapa pasang mata yang menatap ke arah dirinya dengan penasaran namun itu hal yang tidak penting bagi Angel dan Angel mengabaikannya.


Saat Angel berjalan menyusuri koridor ia bertemu dengan Michael, pria tersebut pun melambaikan tangan pada Angel dan mendekat ke arah wanita tersebut. "Apa kau sudah sehat? Kau bilang tidak enak badan saat meninggalkaan pesta Mia."


Angel tersenyum simpul. "Aku sudah baik-baik saja."


Sesungguhnya Michael ingin bertanya terkait dengan hadiah liburan saat pesta dansa di ulang tahun Mia, karena Michael tahu Angel yang memenangkan lomba dansa tersebut sedangkan yang Michael ketahui Angel adalah pasangan dansanya. Namun jika Angel tidak membahas hal tersebut Michael enggan mempertanyakannya.


"Ayo kita ke kelas." Ajak Michael kepada Angel dengan meraih tangan Angel untuk ia genggam, namun Angel menyadari hal tersebut oleh karena itu saat Angel melihat Mia, Angel segera berjalan mendahului Michael dan menyapa Mia yang berada tak jauh dari mereka.


Michael pun hanya menggengam angin pada akhirnya dan tersenyum masam tanpa Angel ketahui. Michael berjalan di belakang Angel dan ikut menyapa Mia lalu mereka bertiga masuk ke dalam kelas.


Beberapa kali Mia menyikut Angel dan menggoda Angel dengan berbisik di telinga Angel. "Bagaimana rasanya malam pertama? Apakah sangat nikmat? Atau kau belum melakukannya karena aku lihat cara berjalanmu masih biasa saja tidak seperti kesakitan."

__ADS_1


Wajah Angel bersemu merah karena malu persis seperti kepiting rebus mendengar berbagai pertanyaan Mia yang sangat vulgar, sementara Michael mencoba menajamkan pendengarannya saat melihat Angel dan Mia berbisik-bisik.


__ADS_2