Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
23. Pernyataan Ariel


__ADS_3

Tik


Tik


Tik


Gerimis mulai turun membasahi bumi, aroma tanah basah pun tercium pada setiap indera penciuman seseorang bila berada di luar ruangan.


Angel membuka heels dan menentengnya, kakinya merasa sakit berjalan dengan heels di jalan yang tidak rata ini. Angel membuka sebuah aplikasi di ponsel mencari arah agar ia segera sampai di jalan besar.


Jalanan yang di lalui Angel sangat sepi, tidak ada rumah sama sekali. Jika dalam keadaan suasana hati yang baik, pasti Angel tidak akan berani lewat di jalan ini. Namun karena hati Angel kini sedang kesal yang sudah mencapai ubun-ubun, tentu saja ia menjadi berani bahkan bila bertemu hantu saja ia pasti akan melempar heels nya ke kepala si hantu.


Dengan kecepatan seperti kilat Ariel kini berdiri di hadapan Angel, Ariel melepas topeng hitam yang ia pakai. Namun dengan dingin Angel terus berjalan melalui Ariel.


"Angel." Ariel menahan pergelangan tangan Angel hingga langkah Angel akhirnya terhenti.


"Tanganmu terluka."


"Bukan urusanmu." Ucap Angel dengan ketus tanpa membalikkan badan menatap Ariel.


Ariel berjalan hingga ia berhadapan dengan Angel. "Kau marah padaku?"


"Menurutmu?"


Tes


Tes


Tes


Hujan mulai turun membasahi bumi. Angel mencoba melepaskan tangan Ariel namun tenaga Ariel terlalu besar.


"LEPASKAN AKU!!!" teriak Angel sambil menitikkan air mata namun tersamarkan dengan air hujan yang membasahi tubuhnya.


"Aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kau mau aku obati."

__ADS_1


Angel menatap Ariel dengan tajam. "Aku tidak butuh perhatianmu!!!"


"Kenapa kau marah padaku?" Tanya Ariel menelisik netra hitam milik Angel.


Angel menarik tangannya dengan kencang hingga terlepas dari tangan Ariel dan berkacak pinggang. "Kau masih bisa bertanya kenapa aku marah padamu?" Angel menaikkan nada suaranya karena hujan mulai turun dengan deras.


"Kau adalah pria yang menjadi ciuman pertamaku, kau adalah pria yang pertama kali memelukku, menggenggam tanganku. Dan setelah melakukan semua itu kau berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa diantara kita. Kau pikir aku wanita yang seperti apa???!!!"


Hati Angel sangat sakit dengan diamnya Ariel beberapa hari ini karena itu Angel mengeluarkan semua kekesalan yang ada di hatinya. "Kau mengajarkan ku dansa, tapi kau membiarkanku pergi bersama Michael, namun saat acara di mulai kau malah menghilangkan Michael pergi entah ke mana dan kau yg akhirnya berdansa denganku. Kau pikir kau ini siapa mempermainkan hatiku?"


"Kau ini pria brengsek Ariel!!! Kau melukai perasaanku." Kata Angel terbata-bata karena isakan tangisnya.


Ariel yang sejak tadi memilih diam mendengarkan semua yang Angel ingin luapkan, merasakan sakit di hatinya ketika ia tahu jika dirinya melukai hati Angel. Ariel fikir Angel yang menyukai Michael tentu tidak akan ada Ariel di hati Angel namun kini semua yang Angel ungkapkan menjadi jawaban tentang banyak hal yang menjadi pertanyaan di hati Ariel tentang perasaan Angel padanya.


Ariel mendekap tubuh Angel dengan erat namun Angel berusaha melepaskan tubuh Ariel. "Lepaskan aku!"


"Maafkan aku Angel, maafkan aku."


Angel menangis kerasa dengan memukul-mukul lengan Ariel, namun itu semua tidak ada artinya karena Ariel tetap tidak ingin melepaskan pelukannya di tubuh Angel.


"Kau jahat!!!"


Ariel menempelkan dahinya di dahi Angel, keduanya kini sudah basah kuyup karena derasnya air hujan. Plastik belanjaan Angel pun sudah jatuh ke tanah dan kotor.


Dengan rasa gugup dan hati berdebar yang luar biasa, Ariel memberanikan diri menyatakan perasaannya. "I love you Angel."


Kata-kata Ariel mengagetkan Angel. Angel menegakkan tubuh dan menatap Ariel dengan tatapan tak percaya. "Kau bohong."


Ariel menggeleng. "AKU TIDAK BERBOHONG, AKU MENCINTAIMU." ucap Ariel dengan suara lantang.


Angel semakin terisak, namun kali ini adalah tangisan bahagia. Angel memajukan tubuhnya dan mengecup bibir Ariel sekilas namun ternyata Ariel menahan tengkuk Angel dan Ariel mencium bibir Angel dengan dalam.


Suara petir menggelegar bersahut-sahutan namun tidak di pedulikan baik oleh Angel maupun oleh Ariel.


Ariel tahu mungkin langit sedang marah padannya dan mengutuk dirinya karena ia terlibat perasaan dengan bangsa manusia di mana semua itu adalah hal yang seharusnya tidak boleh terjadi.

__ADS_1


Namun Ariel juga tidak ingin melukai hati Angel lagi, Ariel pun ingin merasakan bahagia yang tidak pernah ia rasakan perasaan bahagia yang seperti ini selama hidupnya.


Hujan mulai reda namun ciuman antara Angel dan Ariel belum juga usai, mereka berbagi saliva di sertai air hujan. Ariel mengangkat tubuh Angel seperti gendongan koala, Angel pun melingkarkan kakinya di tubuh Ariel.


Suara decapan lidah ke duanya seperti tak ingin usai, baik Ariel maupun Angel kini memcari posisi ternyaman masing-masing.


Ariel semakin lihai dalam membelit lidah Angel membuat Angel terbuai dan mengalungkan tangannya dengan erat di leher Ariel agar tidak terjatuh. Tangan Ariel yang menyangga kedua bokong Angel pun ikut meremas bongkaham padat tersebut. Membuat Angel menggerakkan tubuhnya dan menjadi alarm tanda bahaya bagi Ariel.


Karena letak titik inti tubuh Angel menempel pas di bagian pusaka terlarang milik Ariel.


****!!!!  Pekik Ariel dalam hati. Ia harus menghentikan ciuman ini sebelum hasyratnya menginginkan hal yang lebih dari ini.


Ting


Ariel melepaskan ciuman mereka, seketika mata Angel terbelalak lebar karena saat ini ia sudah berada di ruang tamu rumahnya.


"Kita sudah di rumah?"


"Iya. Bajumu basah dan kau harus segera mandi air hangat agar tidak sakit."


Angel kembali memandangi wajah Ariel, senyum tipis terbit di bibir Angel. "I love you too Ariel." Angel kembali mengecup singkat bibir Angel.


Ariel pun ikut tersenyum. "Terimakasih sudah mencintai makhluk sepertiku."


"Kau memang makhluk seperti apa? Kau ini adalah makhluk yang tampan juga sexy dengan perut kotak-kotak yang begitu menggiurkan."


Ariel menaikman sebelah alisnya. "Jadi selama ini diam-diam kau memperhatikanku dan mengagumiku?"


Angel cepat-cepat menutup mulutnya denga  telapak tangan. "Ups keceplosan."


Angel segera turun dari gendongan Ariel dan berlari menunju kamarnya. "Aku mau mandi dulu ya sayang."


"Sayang?" Ariel menatap pintu kamar Angel yang terlah tertutup rapat. "Terdengar sangat manis."


Ariel pun masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya yang basah. Dibawah guyuran shower Ariel termenung memikirkan apa yang akan terjadi pada hubungannya dan Angel di masa depan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan Ariel sebelum ia berani menyatakan perasaannya.

__ADS_1


Pada akhirnya Ariel harus memberitahu Angel semua hal yang tahu tentang jati diri Angel yang sebeenarnya dan tentang apa yang menjadi kekhawatiran Ariel untuk menjalin hubungan dengan gadis itu.


Terutama tentang musuh-musuh Ariel yang akan segera mengetahui letak kelemahan Ariel saat ini.


__ADS_2