Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
22. Kekesalan Angel


__ADS_3

"Maukah kau menjadi kekasihku Angel?"


Angel menundukkan wajahnya, mencoba berfikir jernih dan mencari tahu sampai ke dasar harinya yang paling dalam tentang perasaannya untuk Michael. Setelah Angel merasa yakin kini ia akan menjawab pernyataan cinta Michael sekarang juga karena Angel tidak ingin terfikiran hal itu terus jika tidak segera di jawab.


"Angel....."


Dengan perlahan Angel mengangkat kepalanya memandangi wajah Michael. Wajah yang dulu selalu membuatnya semangat untuk pergi kuliah, wajah yang di gilai banyak gadis di kampusnya dan wajah yang sampai di beri gelar most wanted oleh para gadis.


Namun kini hati Angel telah mantap membuat keputusan. "Maaf Michael tapi aku tidak bisa menjadi kekasihmu." Ucap Angel dengan sangat menyesal.


"Kenapa?"


"Entahlah." Angel menggelengkan kepala.


"Apa kau menyukai pria lain? " Tanya Michael penasaran.


Angel seketika terkesiap dengan pertanyaan Michael, namun benarkah Angel menyukai Ariel? Angel belum berani mengambil kesimpulan. "Aku juga tidak tahu." Jawab Angel pada akkhirnya.


Michael tersenyum ramah. "Berarti kau sedang dekat dengan seorang pria karena jawabanmu seperti itu."


"Maaf...." Cicit Angel merasa tidak enak karena menolak Michael.


"Kau tidak perlu meminta maaf padaku, selama kau masih mengijinkanku untuk bersikap biasa dan kita masih saling berbincang aku tidak masalah."


"Terimakasih." Baru saja Angel tersenyum lega tiba-tiba ada seseorang yang memanggil.


"Hai Michael, kaukah itu?"


Dua orang pria berjalan mendekat ke arah Angel dan Michael dengan membuka topeng mereka, Michael segera berdiri dari duduknya dan berjabat tangan seraya memberi high five layaknya pria pada umumnya.


"Aku kira salah mengenalimu." Ucap salah satu pria yang memakai jas biru. "Kau datang bersama pacarmu?" Pria tersebut melirik ke arah Angel.


Angel tersenyum dengan terpaksa. "Bukan, aku hanya teman Michael."


Michael pun akhirnya memperkenalkan Angel dengan kedua temannya tersebut.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Michael terlibat perbincangan yang sangat seru dengan dua temannya, Angel akhirnya memilih pergi untuk mencari Ariel dengan alasan akan pergi mengambil minum dan camilan kepada Michael.


Angel sudah berkeliling di rumah Mia namun sama sekali tidak menemukan sosok Ariel.


"Dasar hantu balok es!!! Pergi menghilang begitu saja." Sungut Angel.


Angel memutuskan untuk pulang ke rumah tanpa memberitahu Michael. Angel menaiki taxi untuk pulang ke rumah, namun sebelum ia sampai di rumah Angel meminta kepada sopir taxi untuk berhenti di sebuah toserba untuk membeli beberapa camilan dan mie instan.


Taxi kembali melaju dengan kecepatan sedang, Angel sibuk mengotak atik ponselnya hingga ia tidak menyadari jika arah yang tengah di tempuhnya berbeda dengan arah jalan pulang menuju rumahnya.


"Nona sudah sampai, silahkaan turun." Ucap sopir taxi dengan menoleh kebelakang ke arah Angel.


Angel mengangkat wajahnya. "Terima_ Hei!!! Ini di mana?"


Angel tadinya sempat bingung karena ia berada di tempat asing, tepatnya di halaman rumah kosong. Ada sekitar delapan pria yang tengah berdiri di dekat taxi yang ia naiki sekarang.


Glek


Angel menelan ludahnya kasar, dirinya sedang di culim dan para pria itu sudah pasti memiliki niat jahat kepadanya. Angel sedang mengira-ngira mampukah dirinya melawan sembilan pria termasuk sang sopir taxi.


"Silahkan keluar nona." Kata pria yang membukakan pintu untuk Angel.


Dengan terpaksa Angel turun dari taxi, para priaa yang ada di sana menetap Angel dengan tatapan lapar apalagi melihat bentuk tubuh Angel yang di balut gaun ketat. Walaupun gaun tersebut memiliki lengan yang panjang namun gaun Angel kini sangat pendek hingga kaki jenjang Angel yang putih mulus terpampang dengan jelas.


"Mau apa kalian?" Tanya Angel datar.


Sang sopir taxi keluar dari taxinya dan menjawab pertanyaan Angel. " Tentu saja kami menginginkanmu gadis cantik."


Angel menyandarkan tubuhnya dengan santai di pintu mobil yang tertutup. "Siapa yang akan maju duluan?"


"Ha ha ha ha ha. " Semua pria yang ada di sana tertawa terbahak-bahak mengira Angel adalah gadis yang sudah sangat berpengalaman.


"Baiklah kalau begitu kami yang akan maju duluan." tiga pria maju ke hadapan Angel termasuk si sopir taxi yang lakn*t tersebut.


Angel sudah memperkirakan serangan apa yang akan ia lakukan untuk menghajar para pria mengerikan yang ada di depannya saat ini.

__ADS_1


Saat ketiga pria tersebut mengulurkan tangan hendak menyentuh Angel tiba-yiba ada yang turun dari langit mendarat tepat diatas mobil taxi.


BRAAAKKK


Semua tatapan mata segera tertuju pada seseorang yang kini berdiri di atas mobil taxi.


Mata Angel berbinar melihat sosok pria bertopeng hitam yang datang seperti pahlawan kesiangan.


Namun dalam sekejap pandangan berbinar Angel berubah menjadi tatapan jengkel, Angel memalingkan wajah dan kembali menatap ke arah depan.


"Hei siapa kau? Turun dari atas mobilku?" Teriak sang sopir taxy kepada Ariel.


Tanpa mereka duga Ariel mengeluarkan pedang hitam pekat miliknya lalu menusukkan dengan mudah ke atap mobil yang berada di bawah kakinya.


"NO!!! Mobilku! Hentikan! Apa yang kau lakukan?! DASAR GILA!!!"


Ariel menyeringai lebar setelah menusuk-nusukkan pedangnya di atap mobil taxi itu. Ariel membaca sebuah mantra lalu ia melompat di atas Angel dan mendarat di tanah dengan telapak tangan menyentuh tanah.


Seperti ada kekuatan tak kasat mata yang membuat semua orang terhuyung dan menyebabkan para makhluk kegelapan yang bersembunyi di dalam tubuh para pria yang akan mencelakai Angel pun keluar.


"Makhluk kegelapan lagi? Kenapa mereka suka sekali mencari masalah denganku?" Sungut Angel dengan lirih.


Ariel mengeluarkan rantai kasat mata yang hanya mampu di lihat oleh Ariel, Angel dan tentunya para makhluk kegelapan sendiri untuk mengikat para makhluk kegelapan agar tidak kabur. Ariel kini menatap tajam kepada para pria yang mencelakai Angel, sedangkan para para penjahat tersebut menatap marah kepada Ariel yang mengganggu kegiatan mereka.


Delapan pria itu maju serentak menyerang Ariel namun saat Ariel baru saja mengayunkan pedangnya, mereka semua langsung berhenti seketika dan salung pandang.


Pedang hitam pekat Ariel memang mempunyai aura membunuh yang luar biasa, sehingga musuh akan merasa takut jika sudah ada di dekat pedang hitam itu.


"Ada apa dengan nyali kalian?" Tanya Ariel dengan sinis.


Delapan pria tersebut tiba-tiba ragu hendak menyerang pria bertopeng yang memegang pedang hitam pekat itu. Mereka saling berpandangan dan menggeleng, akhirnya mereka memilih kabur dari sana yang tentu saja tidak akan di biarkan dengan mudah oleh Ariel.


Ariel mengayunkan pedangnya sehingga muncul cahaya keemasan yang menyambar punggung para penjahat itu, membuat delaapan pria tersebut jatuh tersungkur kendepan dengan memuncratkan darah dari mulut mereka. Kedelapan pria tersebut tak sadarkan diri lalu menghilang begitu saja.


Ingin rasanya Angel bertanya namun ia benar-benar masih kesal dengan Ariel.

__ADS_1


Angel memilih pergi dari sana setelah mengambil belajaan miliknya dari dalam taxi dengan berjalan kaki sambil berdoa agar ia tidak kesasar, karena Angel tahu Ariel akan mengeksekusi para pengkhianat kaumnya saat ini juga.


__ADS_2