Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
32. Pertempuran part. 3


__ADS_3

Kekuatan yang di miliki oleh Angel saat ini rasanya bagaikan mimpi bagi Angel. Bagaimana tidak, Angel yang awalnya hanya gadis yang mempunyai fisik lemah dan sering sakit-sakitan sejak bertemu Ariel kini ia sehat segar bugar.


Bahkan kekuatan yang di miliki oleh Angel terasa sangat mengagumkan bagi Angel. Ia bisa langsung menguasai ilmu bela diri, menguasai setiap senjata yang ia pegang. Benar-benar luar biasa.


Angel tidak mengetahui mengapa ada makhluk kegelapan yang bisa lolos dari Ariel, yang Angel ketahui tadi adalah memang banyak makhluk kegelapan yang merasuki tubuh manusia jahat di dermaga sana.


Angel berlari seraya melemparkan pedangnya dan jatuh menancap di tanah tepat di depan makhluk kegelapan.


Wussshhh


Jebb


Langkah makhluk kegelapan seketika terhenti melihat pedang yang menghalangi larinya.


"Hei, kau mau kemana?"


Makhluk kegelapan tersebut mengedarkan pandangannya mencari sumber suara yang terdengar seperti seorang gadis.


"Aku di sini."


Sang makhluk kegelapan melihat ke atas dan ternyata ada seorang gadis manusia yang cantik sedang duduk dengan santai di atas peti kemas.


"Kenapa manusia sepertimu bisa melihat makhluk sepertiku?"


Angel hanya mengedikkan bahu acuh. "Terserah mata ku mau melihat apapun yang ingin kulihat."


"Mau apa kau sebenarnya?" Tanya makhluk kegelapan kepada Angel yang sangat terkejut karena manusia biasa seperti Angel mampu melihatnya.


Angel tersenyum manis lalu melompat turun ke hadapan makhluk kegelapan lalu mencabut pedangnya dari tanah. "Mau membunuhmu. Kau mau kan aku bunuh?"


"Ha ha ha ha ha kau pikir kau siapa mampu membunuhku? Kau hanya gadis manusia yang lemah." Ejek si makhkuk kegelapan.


Raut wajah Angel berubah menjadi dingin. "Aku sangat merasa kesal kau sudah menghinaku."


"Aku tidak menghinamu, aku hanya berbicara kenyataan." Kini sang makhluk kegelapan mengeluarkan pedangnya ingin segera menyingkirkan gadis kecil yang menjadi penghalang jalannya, ia harus segera pergi dari tempat ini sebelum sang Jenderal menangkap dan membunuhnya.


Angel pun telah siap memasang kuda-kuda dan menggenggam erat pedangnya. "Majulah pengkhianat!"


"Dengan senang hati gadis kecil, akan ku buat kau merasakan sakitnya nyawamu saat di cabut." Sang makhluk kegelapan segera menyerang Angel hingga suara nyaring dari pedang mereka yang saling beradu memekakkan telinga.


Trang


Trang


Trang


Dengan lihai Angel mampu berkelit dan menghindar setiap serangan dari makhluk kegelapan yang sedang menyerangnya saat ini.


Duaghh


Angel menendang tulang kering musuhnya saat mendapat kesempatan yang bagus hingga sang makhluk kegelapan jatuh bersimpuh.


"Bangs*t!!!"


Duaghh

__ADS_1


Angel kembali memberikan pukulan dari sikunya yang lancip dan keras di wajah musuhnya.


Darah hitam mengalir dari hidung makhluk kegelapan akibat ulah Angel.


"Aku tidak ingin langsung menghabisimu karena aku masih ingin bermain-main dengan makhluk yang sudah mengejekku." Angel tersenyum miring. "Ayo bangun makhluk jelek, apa kau merasa sudah kalah dengan manusia seperti diriku ini?"


"Cuihh kita lihat saja siapa yang akan menjadi pemenangnya." Dengan bertumpu pada pedang miliknya, makhluk kegelapan tersebut kembali berdiri dan siap untuk bertarung kembali dengan Angel.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat aksi pertarungan Angel dan makhluk kegelapan dengan seringaian lebar.


"Jadi itu gadis yang bernama Angel? Cantik." Seseorang yang sedang mengawasi Angel hanya mengangguk-anggukan kepala. "Tapi bagaimana bisa manusia biasa seperti Angel mampu melihat makhluk kegelapan? Aneh."


Trang


Trang


Trang


Crasshh


Makhluk kegelapan mampu melukai Angel dengan menggores lengan putih Angel hingga mengeluarkan darah.


"Damn it!!!" Mata Angel berkilat marah. "Kita segera akhiri saja ini. Kau sudah membuatku jengkel."


Makhluk kegelapan menyerang bagian kepala Angel, dengan gesit Angel menundukkan tubuhnya lalu Angel kembali berdiri dan langsung menendang dada musuhnya.


Makhluk kegelapan mundur beberapa langkah namun Angel segera kembali menyerangnya,  Angel terlihat sangat mengerikan saat sedang marah seperti ini.


Angel terus menyerang tidak memberikan kesempatan hingga musuhnya terlihat kewalahan.


Trang


Dengan cepat sang makhluk kegelapan berlari ke arah pedangnya, namun usahanya percuma karena Angel segera melemparkan pedangnya tepat mengenai punggung musuhnya hingga tembus sampai jantung dan dada makhluk tersebut.


Brukkk


Lagi, sang makhluk kegelapan jatuh bersimpuh di tanah dengan tangannya yang memegangi dadanya yang tertumbus oleh pedang biru.


Angel segera mendekat dan mencabut pedangnya dari punggung musuhnya.


Sreeettt


Darah hitam mengalir dari punggung dan dada makhluk kegelapan itu, bahkan makhluk tersebut terbatuk-batuk dengan memuntahkan banyak darah hitam dari mulutnya.


Angel berjalan ke hadapan musuhnya dan menatap sinis pada makhluk kegelapan tersebut. Angel melambaikan tangan dengan tersenyum mengejek.


"Selamat tinggal makhluk jelek, pasti kau sangat marah karena berhasil di kalahkan oleh manusia sepertiku."


Sang makhluk kegelapan hanya menatap tajam pada Angel tanpa bisa melakukan apapun pada gadis itu karena api hitam mulai membakar dadanya dan kemudian merambat ke sekujur tubuh makhluk tersebut.


Angel kembali membuat lenyap pedang birunya namun ia bingung harus pergi ke mana.


Seseorang yang tengah mengawasi Angel menyeringai lebar saat matanya menangkap ada luka di lengan Angel yang mengeluarkaan darah. "Aroma darahmu sungguh harum dan memabukkan Angel, bukankah itu artinya aku harus memilikimu. Namun sayangnya kau memiliki pedang biru, itu artinya kau bukanlah manusia biasa bagi orang yang memberikan pedang biru tersebut padamu. Tentu saja aku akan merebutmu dari tangannya.".


Pria yang diam-diam mengawasi Angel akhirnya memilih pergi dari tempat itu karena bisa merasakan kehadiran Ariel yang semakin mendekat.

__ADS_1


"Belum saatnya kita bertemu dan bertarung Ariel." Dalam sekejap pria tersebut hilang begitu saja bak di telan bumi, pria tersebut menggunakan teleportasi untuk pergi dari sana.


.


.


*  *  *


Setelah Ariel berhasil menghabisi Adolf, ia memilih kembali ke tempat di mana ia meninggalkan gadisnya tadi.


Ariel menggunakan teleportasi agar lekas sampai di dermaga yang sedang ramai oleh polisi, tentu saja Ariel masih menyamarkan tubuhnya agar tak ada satu orang pun yang mampu melihatnya.


Ariel berdiri ditempat di mana ia meninggalkan Angel tadi, tatapan Ariel menyapu seluruh orang di bawah sana takut jika Angel sampai terlibat polisi namun Angel tidak ada.


Tiba-tiba mata Ariel terbelalak saat hidungnya mencium aroma musuh abadinya.


"Sial!!! Dia ada di sini, jangan sampai ia menyakiti Angel." Ariel segera membentangkan sayap lalu terbang mencari keneradaan Angel di bawah sana.


Tak berselang lama Ariel menemukan Angelnyang tengah berdiri sambil menempelkan ponsel milik gadis itu di telinga.


Angel merasa kesal karena sejak tadi Ariel tidak menjawab panggilannya, bahkan Angel sampai harus menghentakkan kakinya untuk mengurangi rasa kesalnya.


"Kau mencariku?" Tanya Ariel yang tiba-tiba datang dari arah belakang tubuh Angel lalu memeluk Angel dari belakang.


Angel mengerucutkan bibir lucu. "Aku kira kau pergi meninggalkanku, dan tak kembali lagi."


"Aku tidak mungkin meninggalkanmu baby."


Angel memegang tangan Ariel yang berada diatas perutnya. "Apa polisi sudah membereskan semuanya?"


"Sudah, apa kau ingin melihatnya?"


Angel terlihat tengah berfikir sejenak sebelum menjawab. "Tidak. Kita kembali saja ke hotel, aku lelah dan ingin segera mandi air hangat."


"Baiklah ayo kita kembali ke hotel." Ajak Ariel yang mulai memusatkan kekuatannya untuk melakukan teleportasi. Sebenarnya teleportasi itu menguras banyak tenaga dalam saat melakukannya namun itu setara dengan penghematan waktu yang di gunakan.


.


.


*  *  *


"Akhirnya sampai juga di hotel." Angel  berjalan segera masuk kamar mandi dan menyiapkan air hangat di dalam bathtup namun Ariel menghentikan langkah Angel dengan meenahan lengan gadis itu.


"Kau terluka. Tunggu sebentar akan aku obati." Ariel memejamkan mata sejenak lalu menjilati luka Angel yang ada di lengan gadis itu.


Angel menatap Ariel yang tengah serius mengobati dirinya. "Bahkan aku lupa jika aku terluka."


Setelah luka Angel berangsur-angsur membaik, Ariel melepaskan Angel untuk memmbersihkan diri gadis itu.


"Terimakasih sayang." Senyum manis terbit di bibir Angel sebelum Angel masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa kau membutuhkan bantuan untuk menggosok tubuhmu saat mandi baby?" Tanya Ariel bersandar di pintu kamar mandi.


Angel sedikit terhenyak namun setelahnya ia tersenyum penuh arti. "Tidak." Jawaban Angel membuat wajah Ariel sedikit suram. "Tapi kau kan belum mandi, bagaimana jika kau mandi juga untuk menghemat waktu? Setelah itu kita istirahat."

__ADS_1


"Ide yang bagus." Jawab Ariel yang segera tersenyum cerah


__ADS_2