Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
34. Kue dari Leona


__ADS_3

"Kau sengaja menggodaku baby?" Tanya Ariel dengan suara serak, pastinya Ariel sedang berusaha meredam gairahnya.


"Menggoda? Kenapa aku harus menggodamu? Aku benar-benar lupa membawa pakaianku." Angel tersenyum tipis tanpa menoleh ke arah Ariel masih memilih gaun tidur yang akan ia pakai malam ini. Angel hendak kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya namun pelukan erat Ariel membuatnya lebih memilih diam.


Cup


Ariel mulai menciumi dan menjilati leher Angel, hal itu tentu membuat Angel merinding dan kembali berdebar. Sensasi ini sungguh seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutmu.


"Aaahhhhh Ariellllll aaaahhhhh geliii sssttt." ******* yang keluar dari mulut Angel semakin membuat Ariel semangat untuk mengeksplor bagian leher, dan telinga Angel. Ariel mengulum telinga Angel dan meniupkan hembusan nafasnya tepat di telinga Angel membuat Angel bergerak dengan gelisah.


Angel seperti mati kutu, niatnya ingin menggoda  Ariel namun kini justru dirinya yang tergoda. Kini bibir Ariel turun mencium dan menjilati area punggung Angel yang tidak tertutup handuk, sungguh ini bagian yang sangat sensitif bagi Angel.


Angel berusaha menahan diri agar tidak menerjang Ariel karena kini titik inti tubuhnya sudah merasa geli dan basah akibat sentuhan-sentuhan Ariel yang memabukkan yang mampu menjadi rangsangan hebat bagi Angel.


"Sudaaaaahhhh Riel aaahhhh geli." Angel memegang kuat gaun tidur yang ada di tangannya. Matanya hanya terbuka separuh karena menahan segala rasa yang di timbulkan oleh sentuhan Ariel, padahal tangan Ariel masih belum berpindah tempat, masih tetap melingkar di perut Angel tidak berani naik ke atas.


"Kau sangat wangi baby, aku menyukainya."


Kali ini pertahanan Angel runtuh saat mendengar suara berat Ariel, Angel menjatuhkan gaun tidurnya lalu berbalik menatap Ariel yang terlihat sangat sexy bagi Angel dan membuat kadar ketampanan Ariel meningkat pesat.


Cup


Angel memajukan wajahnya dan mencium bibir Ariel, bukan hanya mencium tapi ******* bibir Ariel dengan buas. Ariel sempat terkejut dengan serangan Angel namun sedetik kemudian Ariel berusaha mengimbangi permainan lidah Angel.


Lidah mereka saling membelit dan mencecap hingga terdengar nyaring suara cumbuan mereka di dalam kamar hotel tersebut.


Ariel memeluk tubuh Angel erat hingga keduanya menempel satu sama lain, sedangkan Angel mengalungkan tangannya di leher Ariel.


"Hah hah hah hah."


Keduanya melepaskan ciuman mereka karena hampir kehabisan oksigen, nafas mereka terengah-engah satu sama lain. Ariel dan Angel menempelkan dahi mereka masing-masing lalu tersenyum bersama.


"Aku sungguh takut tidak bisa menahan hasyratku baby."


Angel menggenggam tangan Ariel. "Aku tahu kau selalu berusaha menahan hasyratmu, namun aku yang terlalu menggoda untukmu. Benar kan?"

__ADS_1


Ariel terkekeh pelan. "Kau seperti magnet, susah untuk menjauh dan lepas darimu. Aku sungguh tidak ingin berpisah denganmu Angel."


"Aku selalu ada untukmu dan tidak akan pernah pergi meninggalkanmu." Angel melepaskan tautan kening mereka, menatap manik Ariel dengan lekat.


"Alice sudah tahu dirimu, cepat atau lambat aku harus menceritakan tentangmu kepadanya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya dengan hubungan kita, tapi aku rela tinggal di bumi menjadi manusia biasa sepertimu hanya untuk selalu bisa bersama denganmu Angel."


Angel tersentak kaget dengan ungkapan hati Ariel. "Ka_kau mau menjadi manusia biasa demi aku?" Tanya Angel dengan tergagap.


Ariel mengangguk mantap tanpa terlihat keraguan sedikitpun dari sorot mata teduhnya. "Nanti jika semua tugasku sudah selesai, aku akan mencari cara agar bisa menjadi manusia biasa sepertimu. Kita akan selalu bersama, menua bersama dan menjadi pasangan sehidup dan semati."


Angel merasa sangat bahagia dengan ungkapan hati Ariel yang menunjukkan betapa Ariel sungguh mencintai Angel begitu dalam. Mata Angel berkaca-kaca karena rasa terharu dan luapan kebahagiaannya karena di cintai Ariel sedemikian rupa.


Angel segera menubruk tubuh Ariel dan memeluk pria tersebut sambil terisak. Ariel pun membalas pelukan Angel namun Ariel masih belum mengerti kenapa Angel menangis.


"Kenapa menangis baby? Apa aku telah membuat kesalahan dan kau pun menjadi sedih?" Tanya Ariel sambil mengelus kepala Angel.


Angel menggeleng di dalam pelukan Ariel. "Tidak, ini adalah air mata kebahagiaan. Aku sangat bahagia bersamamu sayang."


"Kita tidur sekarang. Ini sudah lewat tengah malam, kau harus menjaga kesehatanmu." Ariel melepaskan pelukan mereka dan mengambil gaun tidur Angel yang tadi sempat di jatuhkan oleh gadis itu.


Handuk Angel jatuh tanpa di sengaja saat Ariel mengambil gaun tidur Angel di dekat kaki gadis itu. Ariel terpaku melihat handuk tersebut yang telah teronggok di lantai, bisa di pastikan jika Ariel berdiri dia akan melihat tubuh polos Angel.


"Aku benar-benar tidak sengaja, maaf." Cicit Angel menyadarkan Ariel dari lamunannya.


"Aku ke kamar mandi dulu." Jawab Ariel yang masih tetap menunduk lalu menghilang menggunakan teleportasi. Ariel merasa lega karena dirinya menguasai teleportasi, andai saja tidak mungkin Ariel akan melihat tubuh polos Angel kemudian Ariel tidak bisa membali membayangkan jika dirinya lepas kendali.


Ariel segera menanggalkan satu persatu pakaiannya dan berdiri di bawah guyuran air dingin shower cukup lama untuk membuang fikiran nakalnya terhadap Angel.


.


.


*  *  *


Leona tampil cantik malam ini menggunakan gaun panjang berbahan sutra yang sangat halus berwarna putih. Ia ingin agar Daniel terpesona oleh kecantikannya.

__ADS_1


Leona sengaja membuat kue dari rumah untuk di berikan kepada Daniel malam ini, dan sekarang Leona tengah menuju ruang kerja Daniel di mana pria itu menghabiskan waktu setiap malam dengan berbagai catatan tugas kerajaannya.


Tok


Tok


Tok


Dari dalam ruang kerja Daniel keluarlah seorang kasim yang selalu mengikuti kemanapun Daniel pergi setiap harinya.


"Ada apa?" Tanya Kasim Peter kepada penjaga.


Sang penjaga menunduk memberi hormat lalu menunjuk ke arah belakang dirinya. "Maaf tuan Kasim Peter, tapi nona Leona ingin bertemu dengan yang mulia pangeran."


Kasim Peter masuk kembali ke dalam ruang kerja Pangeran Daniel untuk memberitahu kedatangan Leona.


Tak berselang lama Kasim peter kembali ke pintu dan mempersilahkan Leona untuk masuk ke dalam, sedangkan kasim Peter memilih keluar untuk memberi ruang kepada Daniel dan Leona.


"Kenapa kau kemari?" Tanya Daniel tanpa mengangkat wajah yang sedang sibuk membaca semua  laporan kerajaan.


Leona meletakkan kue yang ia buat di atas meja. "Aku membuatkan kue kesukaanmu, makanlah."


Leona berjalan dan berdiri di belakang Daniel yang sedang duduk, dengan perlahan Leona memijit pundak dan kepala Daniel.


Perlahan Daniel memejamkan mata menikmati pijatan Leona yang sangat pas bagi Daniel.


"Jangan sering tidur malam Daniel! Kau harus menjaga kesehatanmu, aku tidak ingin kau sampai sakit." Omelan Leona terdengar di sela aktivitas memijitnya.


"Terimakasih sudah perhatian kepadaku."


"Bagaimana dengan kondisi yang mulia raja?" Tanya Leona kembali.


Daniel menghembuskan nafas panjang. "Entahlah aku semakin bingung dengan penyakit Ayah, dan kita sama sekali belum mengetahui jenis penyakit apa."


Leona diam-diam tersenyum miring di belakang Daniel.

__ADS_1


__ADS_2