Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
35. Malvin (Love in Transmigration)


__ADS_3

"Mia? Kau di sini juga?" Angel sungguh terkejut saat dirinya membuka pintu kamar hotel dan ternyata bertepatan dengan Mia yang keluar dari kamar persis di depan kamar yang Angel tempati.


Mia dan Angel saling berpelukan. "Iya, aku datang kemari sejak kemarin sore."


"Kenapa tidak memberitahuku?" Angel mencubit perut Mia.


"Maaf aku lupa karena ada beberapa hal yang harus ku urus. Oh iya Angel apa kau datang kemari bersama pria yang berdansa denganmu malam itu?" Tanya Mia penuh dengan tatapan selidik.


Angel bingung harus menjawab apa, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ah itu...... Sebenarnya....."


Kriettt


Belum sempat Angel menjawab, Ariel membuka pintu kamar hendak menyusul Angel pergi ke bawah untuk sarapan. "Aku kira kau sudah pergi baby." Ucap Ariel dengan merengkuh pinggang Angel.


Kening Mia berkerut namun sedetik kemudian ia paham dengan yang terjadi.


"Ariel, perkenalkan ini Mia temanku yang ulang tahun kemarin." Angel memperkenalkan Mia pada Ariel, barulah pandangan Ariel tertuju pada Mia.


"Mia." Mia mengulurkan tangan yang hanya di pandangi dengan datar oleh Ariel, lalu Ariel menoleh ke arah Angel seperti meminta pendapat dan Angel mengangguk.


Ariel akhirnya menjabat tangan Mia dengan wajah datar dan dinginnya. "Ariel."


Mia sangat terkejut dengan ekspresi yang di tunjukan Ariel padanya, padahal baru beberapa detik yang lalu Ariel terlihat hangat, ramah dan mudah tersenyum saat menatap Angel namun saat menatap dirinya ekspresi Ariel benar-benar berubah.


"Kalian sudah sarapan?" Tanya Mia memecah keheningan di antara mereka bertiga.


"Belum." Angel menggeleng.


"Kalau begitu kita sarapan bersama saja." Usul Mia yang sebenarnya ingin Ariel tolak, namun sebelum kata-kata penolakan keluar dari bibir Ariel keluarlah seorang pria dari kamar yang Mia tempati.


Pria tersebut Angel ketahui adalah pria yang selalu ada di samping Mia saat pesta ulang tahun Mia berlangsung kemarin, sehingga Angel mengambil kesimpulan jika pria ini adalah kekasih Mia.


"Mereka siapa Mia?" Tanya pria yang baru saja keluar dari kamar yang sama dengan kamar Mia.


"Dia Angel teman sekelasku, sedangkan pria ini adalah kekasih Angel, Ariel." Jawab Mia kepada pria yang berdiri di sampingnya.


"Perkenalkan, namaku Malvin." Pria bernama Malvin mengulurkan tangannya di depan Ariel, tanpa menunggu waktu lama Ariel segera menjabat tangan Malvin begitupun dengan Angel."


"Aku mengajak mereka sarapan bersama kita." Ucap Mia memberitahukan kepada Malvin.


Tadinya Ariel berharap jika pria bernama Malvin ini akan menolak usul dari Mia, namun yang terjadi malah sebaliknya. "Itu terdengar sangat bagus, ayo kita sarapan bersama."


Mia dengan senang hati segera menarik tangan Angel pergi dari sana. "Ayo kita segera cari sarapan yang enak di sekitar sini, perutku sudah lapar."


"Kau selalu saja lapar di manapun dan kapanpun." Timpal Angel dan Mia segera terkikik geli.


Malvin memilih berjalan mengikuti kedua gadis yang telah berjalan mendahului para pria, namun saat melewati Ariel langkah Malvin berhenti sejenak dan mengucapkan beberapa kata yang membuat tubuh Ariel tiba-tiba menegang. Lalu dengan santainya Malvin melanjutkan langkahnya kembali.


Ariel buru-buru menormalkan kembali ekspresinya lalu mengikuti langkah Malvin yang berada di belakang Angel dan Mia.

__ADS_1


Suasana di dalam lift kosong dan akhirnya di naiki oleh mereka berempat, Angel dan Mia masih saling berceloteh membahas tentang bikini apa yang akan mereka kenakan nanti saat di pantai.


Sedangkan Ariel dan Malvin hanya berdiri sambil bersandar di dinding lift. Sesekali Ariel melirik ke arah Malvin yang terlihat tenang dan santai, dengan kekuatan batinnya Ariel dapat mengetahui jika Malvin adalah orang yang baik dan hanyalah manusia biasa, namun kenapa Malvin bisa mengetahui siapa jati diri Ariel yang sebenarnya.


"Aku sangat penasaran kenapa seorang pangeran dari bangsa kegelapan bisa sampai turun ke bumi." Ucap Malvin dengan suara yang sangat rendah hingga tak akan ada yang mampu mendengarnya kecuali Ariel karena memiliki kekuatan khusus.


Ariel segera menoleh kearah Malvin yang memandang lurus ke depan pada pintu lift yang tertutup.


Ting


Pintu lift terbuka, Angel dan Mia segera keluar dari dalam lift diikutin oleh Malvin, Ariel berusaha menahan perasaannya yang bergejolak di dada, ia tidak ingin Angel sampai curiga dan khawatir oleh karena itu Ariel tetap menampilkan ekspresi datarnya seperti biasa.


Mereka berempat keluar dari hotel dan memilih restaurant yang di rekomendasikan oleh Mia.


Mia mengatakan jika selain makanaannya yang enak, restaurant ini juga menyediakan pemandangan yang sangat bagus yang langsung mengarah ke pantai.


"Kau ingin makan apa?" Tanya Angel kepada Ariel.


Ariel menoleh pada Angel dan tersenyum. "Terserah kau saja baby."


Akhirnya Angel memilih menu yang paling enak dan paling di sukai di restaurant tersebut.


Begitupun dengan Mia dan Malvin, mereka memesan makanan yang tidak jauh berbeda dengan Angel.


"Aku pergi ke toilet sebentar ya?" Angel berpamitan kepada Ariel dan Ariel hanya mengangguk.


"Aku juga ingin ke toilet sebentar." Pamit Mia pada Malvin.


Mia hanya terkikik tanpa memperdulikan ucapan Malvin, Mia segera berdiri dan mengikuti langkah Angel.


Ariel menatap intens Malvin yang juga tengah menatapnya dengan ramah. "Bagaimana bisa manusia biasa sepertimu bisa mengetahui siapa diriku yang sebenarnya?"


Malvin menyandarkan punggungnya di kursi dengan santai. "Terserah kau mau percaya atau tidak pangeran Ariel, aku bisa melihat sesuatu yang tidak bisa di lihat oleh manusia biasa."


Malvin menjeda kalimatnya sejenak sebelum kemudian pria itu bertanya kepada Ariel. "Aku hanya tidak tahu alasanmu turun kr bumi ini karena apa?"


"Memusnahkan kaumku yang berkhianatbdan pergi ke bumi."


Malvin mengerutkan kening. "Bagaimana bisa mereka turun ke bumi, bukankah harus mempunyai kekuatan yang sangat hebat baru mereka bisa turun ke bumi?"


"Mereka bersekutu dengan bangsa Iblis."


Malvin menunduk dan terlihat jika pria tampan tersebut tengah berfikir keras. "Kau dan Angel apakah saling mencintai?"


Ariel mengangguk sebagai jawaban.


"Nikahi Angel secepatnya, jika perlu hari ini juga karena kau tidak akan pernah menduga apa yang akan di lakukan pangeran Iblis kepada kalian berdua terutama Angel."


Ariel tersentak kaget dengan usul dari Malvin, pria di depannyaa benar-benar tidak sederhana namun Ariek masih tidak dapat mengira-ngira siapa Malvin sesungguhnya, kenapa mempunyai penglihatan yang sangat tajam.

__ADS_1


"Kenapa kau berbicara seperti itu?"


Malvin tersenyum misterius. "Aku hanya memberi saran yang terbaik untuk kalian, itu pun jika kau mau mendengarkanku."


"Akan ku pertimbangkan."


"Itu lebih baik."


.


.


*  *  *


"Jadi dia bukan kekasihmu Mia?" Tanya Angel tidak percaya.


Mia hanya menggeleng karena tengah sibuk memoles bibirnya dengan lipstik sambil mematut dirinya di depan cermin.


"Lalu kenapa dia bisa bersamamu saat pesta ulang tahunmu dan sekarang kalian pun liburan bersama?" Angel benar-benar tidak mengerti dengan Mia teman sekelasnya ini yang sekarang memang hubungan mereka lebih dekat tidak seperti dulu karena Angel selalu bersama Gwen.


Mia menatap Angel lewat pantulan cermin, berhubung toilet sedang sepi Mia mau sedikit menceritakan dirinya dengan Malvin.


"Seminggu yang lalu aku mabuk dan salah masuk kamar hotel, kau mungkin tidak akan percaya jika aku memperkosa Malvin."


"Hah apa???? Kau gila????"


Mia justru terkikik geli. "Itulah yang terjadi, dalam keadaan mabuk aku memaksa Malvin berhubungan denganku dan Malvin sangat terkejut saat tahu jika aku masih perawan."


Angel menggelengkan kepala, merasa pusing dengan tingkah temannya yang satu ini.


"Paginya Malvin mengatakan akan bertanggung jawab padaku namun aku tidak mau, aku masih ingin hidup bebas. Namun setelah kejadian itu besoknya orang tuaku berencana menjodohkan aku dengan pria pilihan mereka."


"Dan kau pasti tidak mau." Sahut Angel.


"Tentu saja aku tidak mau. Aku mengatakan kepada orang tuaku jika aku sudah memiliki kekasih lalu aku minta tolong kepada Malvin untuk berpura-pura menjadi kekasihku agar orang tuaku membatalkan rencana mereka dalam menjodohkanku."


Angel ikut memoleskan lipsti di bibirnya lalu menatap pantulan bayangan Mia di cermin. "Lalu mereka menyetujuinya?"


"Tentu saja." Jawab Mia singkat.


Angel masih tidak mengerti kenapa semudah itu orang tua Mia menyetujui laki-laki pilihan Mia sendiri.


"Aku tahu yang ada di dalam fikiranmu Angel. Orang tuaku langsung menyetujuinya karena mengira aku tidak suka pria sebab selama ini aku tidak pernah dekat dengan pria manapun oleh karena itu orang tuaku memilih untuk menjodohkan diriku."


"Dan Malvin?"


"Dia setuju membantuku tentu saja sebagai bentuk rasa tanggung jawabnya karena telah mengambil mahkotaku."


Angel kembali menggelengkan kepalanya. "Kau memang benar-benar gila Mia, tapi jujur kau sangat keren." Angel sampai mengacungkan ke dua jempol tangannya memuji Mia.

__ADS_1


"Ayo kita kembali, para pria tampan itu pasti sedang menunggu kita." Angel melangkah keluar di ikuti oleh Mia yang ikut berjalan di belakang Angel.


__ADS_2