
Mata Angel tengah di tutup menggunakan kain oleh Gwen, persis seperti waktu itu. Angel berjalan dengan tangannya yang di tuntun oleh Gwen, tentu saja Angel sudah tahu ke mana Gwen akan membawanya.
Saat mereka telah sampai di gudang penutup mata Angel di buka. Angel perlahan membuka matanya namun di saat yang bersamaan kedua tangannya telah di pegangi oleh dua orang, ternyata Salsa dan Hilda.
Angel tersenyum miring, saat perlahan kedua matanya terbuka Angel dapat melihat dengan jelas Gwen, Shandy, Bianca, Salsa dan Hilda.
"Kau terlihat tidak terkejut Angel?" Tanya Gwen yang kini berdiri tepat di hadapan Angel.
Angel masih tersenyum miring. "Karena aku sudah tahu rencanamu Gwen."
"Kau bohong." Sangkal Gwen tidak mau mempercayai yang Angel katakan padanya.
"Terserah jika kau tidak percaya." Ucap Angel dengan enteng.
Kali ini Shandy yang mendekat ke arah Angel dan mencengkram mulut Angel dengan kuat. "Kenapa kau bisa secantik ini Angel? Aku jadi semakin ingin menjualmu." Shandy melepaskan cengkraman tangannya lalu berbalik menghadap Gwen. "Lelang keperawanan Angel sekarang Gwen, tak perlu di buka bajunya aku rasa banyak pria yang tertarik."
Gwen mengeluarkan ponsel dari dalam tas lalu memotret Angel, Gwen segera mengotak-atik ponsel yang ia pegang, dan tak lama kemudian Gwen tersenyum lebar. "Aku sudah dapar lima orang yang akan membeli Angel, mereka akan ke sini sekarang juga."
"Bagaimana dengan harganya?" Tanya Bianca yang sekarang ikut mendekat pada Angel.
"Tenang saja, kita akan mendapatkan uang banyak." Jawab Gwen, namun di hatinya sedikit merasa aneh karena Angel sama sekali tidak berontak atau berteriak.
Bianca membelai wajah Angel lalu turun ke leher dan berhenti di dada Angel. "Kau memiliki dada yang cukup besar Angel, pantas saja hargamu mahal. Aku tidak sabar ingin melihat kehancuranmu di perkosa lima orang sekaligus. Ha ha ha ha ha." Bianca tertawa diikuti teman-temannya yang lain termasuk Gwen.
Krietttt
Pintu gudang di buka dari luar, terlihat lima pria masuk ke dalam gudang. Kelima pria tersebut masih merupakan mahasiswa di Eldon University di mana Angel tengah menuntut ilmu saat ini.
"Akhirnya semuanya telah lengkap." Kata Angel dengan lirih.
Hilda yang sedang memegangi tangan Angel mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"
Angel hanya menggeleng dan tersenyum. "Tidak ada."
"Woww woww aku sama sekali tidak menyangka jika Angel bisa berubah secantik ini. Tidak rugi aku membayar mahal untuk menjadi yang pertama dalam menjamah tubuhnya." Ucap Daren dengan seringaiannya yang lebar.
"Benar. Dia sangat cantik dan hot, aku sudah tidak sabar ingin menyentuhnya." Pria bernama Carl menimpali.
__ADS_1
Sedangkan ke tiga pemuda yang lain mengatakan hal yang tak jauh berbeda dengan Carl.
Angel yang mendengar hal itu merasa sangat jijik dan ingin muntah, ia ingin sekali memukul mulut kotor para pria yang menatapnya dengan mesum, menatap Angel seperti srigala kelaparan.
Mereka semua tidak tahu jika di atap gedung yang menjadi gudang tersebut ada sosok yang mengamati mereka sejak tadi.
Hati Ariel terasa terbakar mendengar kelima pria di bawah sana membicarakan Angel secara vulgar.
Karena semua sudah beekumpul inilah saatnya.
"Berikan dia obatnya Gwen." Perintah Bianca. "Aku ingin melihat Angel menggeliat seperti cacing kepanasan dan merayu ke lima pria itu minta untuk di setubuhi."
Gwen dengan semangat mendekati Angel dan mengambil tiga butir obat dari botol kecil yang ada di dalam tasnya.
Angel mengangkat kaki dan mengarahkan kakinya ke perut Gwen.
Dhuuaaggghhh
Gwen terpental tiga meter dari tempat ia berdiri tadi. Semua orang kaget dengan yang dilakukan Angel, belum usai dari rasa terkejut mereka tiba-tiba atap gudang tersebut jebol dan turun seseorang dari ketinggian sepuluh meter tanpa memakai alat apapun.
Ariel turun dan menekan kekuatannya kebawah hingga para makhluk kegelapan yang bersemanyam di tubuh semua orang yang ada di gudang tersebut keluar dan terhempas dengan kuat.
Mereka semua kaget ada sepuluh orang yang mengenakan pakaian aneh keluar dari tubuh mereka.
"Siapa kau?" Tanya Shandy yang penasaran dengan pria tampan dan berotot yang tiba-tiba hadir di tengah-tengah mereka.
Ariel tidak mengindahkan pertanyaan dari Shandy justru ia menatapnke arah Angel dan mengangguk yang di balas oleh anggukan juga oleh Angel, seolah Angel telah tahu dengan isyarat yang di berikan oleh Ariel.
Para makhluk kegelapan ingin melarikan diri dari tempat itu namun ternyata Ariel sudah memasang pelindung agar tidak ada satu pun makhluk kegelapan yang kabur.
Ariel mendekati para makhluk kegelapan yang tadi terhempas sangat jauh dari tubuh manusia yang mereka masuki, tubuh kesepuluh makhluk kegelapan bergetar ketakutan karena mereka yakin akan di habisi sebentar lagi oleh pangeran dari bangsa kegelapan yang juga menjadi Jendral paling di takuti.
"Ampun Jendral."
"Ampun pangeran."
Ke sepuluh makhluk kegelapan bersujud meminta pengampunan dari Ariel. Namun Ariel hanya tersenyum sinis dan mengangkat tangannya ke atas lalu muncullah pedang hitam pekat dengaan aura yang menakutkan.
__ADS_1
"Tidak usah pedulikan mereka, urusan kalian adalah denganku." Ucap Angel yang membuat orang-orang yang tadi fokus dengan kehadiran Ariel kini beralih padanya.
"Kau benar urusan kita belum selesai." Gwen bangkit setelah ia tadi terjatuh karena Angel menendang perutnya.
Angel menyatukan tangan dengan kuat sehingga Hilda dan Salsa saling berbenturan dengan kuat dan jatuh ke lantai. Pengangan Salsa dan Hilda terlepas dari tangan Angel membuat Angel kini terbebas dan lebih leluasa. Angel berjalan ke depan dan menyerang Shandy yang paling dekat dengannya.
Shandy hendak menghindar, namun pukulan Angel telak mengenai wajahnya. Pukulan yang sangat kuat mengebabkan Shandy jatuh tersungkur.
"Bangs*t." Teriak Gwen yang tak terima atas perlakukan Angel kepada Shandy. Gwen dan Bianca maju untuk menghajar Angel tapi mereka kalah cepat dengan Angel yang berlari ke arah mereka lalu melompat dan menendang dada Gwen dan Bianca dengan kedua kakinya. Gwen dan Binca pun ikut terjatuh dan mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.
Angel berjalan mendekat dan menduduki perut Gwen, satu tangan Angel menarik rambut Gwen hingga kepala Gwen tertarik dan menengadah ke atas.
"Aku sangat jijik dengan wajah munafikmu Gwen. Sumpah akun ingin menghabisimu namun itu terlalu ringan untukmu." Kata Angel dengan amarah luar biasa keluar dari dalam dirinya.
Plakkk
Plakkk
Plakkk
Plakkk
Berulang kali Angel menampar wajah Gwen hingga Gwen menangis kesakitan.
"Ampun Angel." Lirih Gwen di tengan isak tangisnya.
Angel mengangkat sebelah alisnya. "Ampun? Maaf aku sama sekali tidak berniat untuk mengampunimu."
Angel menarik tas Gwen dan mencari obat yang akan Gwen berikan tadi padanya, Angel pun memasukkan tiga butir obat ke dalam mulut Gwen dengan paksa.
"Ayo kita pergi, acaranya berantakan." Ajak Daren pada empat pria di sebelahnya.
"Iya aku setuju, ayo kita pergi." Kata Carl yang mulai berbalik dan akan melangkah.
"JANGAN ADA YANG BERANI PERGI DARI SINI!!! " Teriak Angel membuat ke lima pria tadi langsung menoleh dan menatap Angel. Angel berdiri dan berjalan ke arah Daren dan teman-temannya.
"Urusan kita belum selesai." Ucap Angel dengan menyeringai lebar.
__ADS_1