
Kekuatan Ariel mampu melemparkan tubuh para makhluk kegelapan yang berkhianat cukup jauh dari para manusia yang sedang bersitegang dan sebentar lagi terlihat akan saling menyerang.
Dua puluh musuh makhluk kegelapan yang akan Ariel hadapi, salah satunya memiliki kekuatan yang cukup tinggi karena dia mempunyai sepasang sayap hitam juga seperti Ariel.
"Kenapa kau berkhianat Adolf?" Tanya Ariel dengan tatapan tajamnya pada salah satu makkhluk kegelapan yang mempunyai sayap seperti dirinya.
"Karena jika aku bersekutu dengan pangeran Iblis dia akan memberikanku banyak kekuatan Jenderal, bukankah itu sangat menarik?" Jawab Adolf dengan angkuh.
"Cih hanya karena kekuatan dari bangsa Iblis membuatmu bersedia mengkhianati bangsamu sendiri???!!! Jika kau ingin lebih kuat harusnya kau berlatih lebih keras lagi!!!" Ariel meninggikan suaranya. "Aku menyesal pernah mempercayaimu Adolf, bahkan orang tuamu sudah merelakan jika aku herus membunuhmu dari pada mereka mempunyai putra pengkhianat seperti dirimu."
Adolf merasa marah karena Ariel menyebut tentang orang tuanya, Adolf mengepalkan telapak tangannya dengan kuat sampai telapak tangannya terluka oleh kuku jarinya sendiri.
"Jangan pernah berani menyebut tentang orang tuaku Jenderal!!!"
Ariel tersenyum sinis. "Kenapa? Merasa bersalah karena telah melukai hati orang tuamu? Itu pun jika kau mempunyai hati."
Adolf sebenarnya adalah salah satu prajurit kesayangan Ariel. Kekuatan Adolf cukup tinggi, ia mempunyai sepasang sayap hitam persis seperti Ariel sehingga memudahkan Adolf untuk menjalankan tugas-tugas kemiliterannya.
Terakhir Adolf bertugas menjaga perbatasan dengan Ariel, setelah tugas Ariel selesai dan Ariel kembali ke istana tiba-tiba Adolf ikut menghilang namun sebelumnya ternyata Adolf sudah pergi menemui orang tuanya dan mengatakan bahwa dirinya bersekutu dengan Iblis, orang tua Adolf jelas marah kepada putra mereka dan segera melaporkan kepada Ariel namun ternyata Adolf telah pergi secepat mungkin bersama beberapa pengkhianat lain dari kaum kegelapan.
"Kau pikir aku tidak berusaha Jenderal? Aku sudah berusah semampuku walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun tetap saja kami tidak seperti kau Jenderal yang dengan mudahnya menguasai banyak ilmu sihir dan meningkatkan kekuatan dalam waktu cepat. Kami ingin yang lebih praktis."
"Maka bersiaplah kalian menerima hukuman untuk para pengkhianat seperti kalian yang pantas untuk di musnahkan." Ariel telah bersiap dengan kedua tangannya memegang pedang hitam dengan erat.
"Teman-teman mari kita bunuh saja Jenderal Ariel Charless Theodor!!!" Seru Adolf kepada teman-temannya yang lain.
Para makhluk kegelapan mengangkat tangan mereka ke udara. "Baik! Ayo kita bunuh Jenderal."
Para makhluk kegelapan mengeluarkan senjata milik mereka di tangan hanya dalam hitungan detik.
Hanya dengan sekali hentakan tubuh Ariel melayang dan mendarat di tengah-tengah para pengkhianat dari kaumnya tersebut.
Trang
Trang
Trang
Terdengar suara dentingan dari benda-benda tajam yang memekakkan telinga. Ariel sebisa mungkin menebaskan pedangnya ke semua makhluk kegelapan yang menyerang dirinya secara bersamaan.
Para pengkhianat makhluk kegelapan terlihat sangat ingin sekali melenyapkan Ariel namun Ariel bukanlah tandingan mereka.
Crash
Crash
Crash.
Tiga makhluk kegelapan telah terkena goresan dari pedang Jenderal mereka di beberapa bagian tubuh mereka, lalu keluarlah darah hitam dan tubuh mereka terbakar begitu saja oleh api hitam seperti yang pernah terjadi waktu itu.
"Aaakkkkhhhh." Teriak para makhluk kegelapan saat tubuh mereka terbakar oleh api hitam.
__ADS_1
Duagh
Duagh
Beberapa makhluk kegelapan menendang dan memukul Ariel namun gerakan tangkisan Ariel terlalu cepat hingga mereka menjadi kewalahan sendiri.
Trang
Para makhluk kegelapan bersama-sama mengayunkan pedang namun sebelum itu terjadi Ariel sudah dapat membaca pergerakan mereka sehingga Ariel melompat ke atas dan kembali turun dengan bertumpu pada pedang yang berkumpul menjadi satu di tengaah lalu Ariel menendang wajah satu persatu dari mereka yang memegang pedang tersebut.
Duagh
Duagh
Duagh
Tujuh makhluk kegelapan segera tumbang jatuh terlentang. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi Ariel melepaskan pedangnya dan si pedang Victor bergerak sendiri menebas leher makhluk kegelapan tersebut.
Crash
Crash
Crash
Musuh Ariel jatuh dan tumbang. Sepuluh makhluk kegelapan telah berhasil Ariel lumpuhkan, kini tinggal sepuluh lagi termasuk Adolf.
.
.
Disisi lain Angel berlari mengejar pria berkumis tebal yang sedang berusaha kabur bersama salah satu anak buahnya. Angel berlari sekuat tenaga lalu melompat naik ke salah satu peti kemas dan berlari di atasnya.
Angel sengaja berlari memutar arah karena berniat ingin menghadang ketua gangster si kumis tebal tersebut.
Tap
Angel melompat turun dan tinggal satu belokan lagi si kumis tebal akan bertemu dengannya.
Ketua Gangster si kumis tebal tiba-tiba berhenti dari aksi kabur mereka saat melihat seorang gadis yang cantik dan sexy sedang mengikat sepatu di depan mereka.
"Wah wah.... Kenapa bisa ada gadis cantik sendirian di tempat seperti ini." Si kumis tebal berjalan perlahan mendekati Angel.
Angel mendongak menatap si kumis tebal lalu mengedipkan mata dan tersenyum menggoda. "Saya tersesat tuan."
"Ow kasihan sekali gadis cantik sepertimu bisa sampai tersesat di tempat menakutkan seperti ini, ikutlah denganku. Kau akan ku ajak ke tempat yang penuh keindahan seperti surga dunia." Si kumis tebal mulai menggunakan jurus rayuan mautnya.
"Benarkah tuan? Apakah ada tempat seperti itu?" Tanya Angel seraya berdiri tepat di hadapan si kumis tebal.
Pria berkumis tebal tak pernah lepas menatap ke dua gunung raksasa milik Angel kaki jenjang putih mulus yang hanya terbalut hot pants dengan sneakers berwarna putih.
"Tentu saja benar, ayo segera ikut denganku." Pria berkumis tebal mengulurkan tangan di hadapan Angel yang segera di terima oleh Angel dengan mata berbinar. Pria tersebut pun terlihat sangat bahagia karena ia sebentar lagi akan berhasil membawa gadis cantik di depannya saat ini.
__ADS_1
Tangan Angel pun terulur menerima tangan pria berkumis tebal namun yang terjadi selanjutnya adalah Angel menarik dengan keras tangannya membuat pria berkumis tebal ke arah Angel.
Duaghh
Dengan sigap Angel menendang pria berkumis tebal tepat di senjata pamungkas miliknya.
"AAAKKKHHHH!!!!" Jerit si pria berkumis tebal yang langsung jaatuh terduduk dan segera memegangi pusaka kesayangannya.
"Boss!!!" Pekik anak buah pria berkumis tebal yang sejak tadi mengikuti majikannya.
Anak buah pria berkumis yang terpekik kaget segera balik badam dan hendak kabur dari Angel. Dengan cepat Angel berlari dan melompat keatas bahu anak pria berkumis tebal lalu memegang kepala atas dan rahang pria tersebut.
"Krekkkk."
Brukk
Anak buah dari pria berkumis tebal mampu Angel atasi dengan baik. Pria berkumis tebal tiba-tiba bergidik ngeri dengan yang telah di lakukan oleh gadis cantik namun tidakannya sangat mengerikan.
"Giliranmu." Angel menyeringai menatap Pria berkumis tebal yang kini tubuhnya gemetar, dengan gerakan cepat pria berkumis tebal meraih pistol yang ada di balik jaketnya.
Dor
Ternyata gerakan Angel lebih cepat dari pria berkumis tebal. Angel menembak pistol yang sedang di genggam pria berkumis tebal yang mengarah kepadanya hingga pistol yang di genggam pria berkumis tebal terpelanting jatuh ke tanah.
Pria berkumis tebal menatap Angel dengan tatapan tajam penuh amarah.
"Tidak perlu melihatku sampai seperti itu."
Dor
Angel membidik lengan pria berkumis tebal yang hendak mengambil senjatanya.
"Aaakkkhhh!!!! Bangs*t!!!"
Mendengar teriakan pria berkumis tebal membuat Angel mengangkat bahu acuh. "Jangan berteriak, berisik!!!"
Dor
Dor
Dengan tanpa ampun Angel menembaki ke dua kaki pria berkumis tebal hingga terdengar suara teriakan kesakitan yang menyayat hati namun tidak untuk hati Angel.
Tap
Tap
Tap
Angel mendengar suara langkah kaki beberapa orang, tentu saja Angel segera memasukkan kembali senjatanya di balik punggungnya. Dan benar saja pria berkepala plontos dengan dua anak buahnya tengah berlari mengejar pria berkumis tebal.
Angel memasang wajah sedih dan ketakutan untuk memulai drama berikutnya.
__ADS_1