
Angel berjalan menuju halaman belakang di mana Ariel tengah menunggu dirinya, Ariel terlihat tampan memakai kaos berwarna putih dan celana denim. Angel baru menyadari itu karena tadi ia tidak terlalu memperhatikan penampilan pria itu.
Sedangkan Angel sendiri ia memakai hoodie crop top berwarna navy dan celana panjang hitam, perut rata Angel terekspos sehingga Ariel segera memalingkan wajah dengan pipi yang sedikit bersemu merah.
"Aku sudah siap!" Kata Angel dengan penuh semangat.
"Duduklah bersila di sini." Perintah Ariel yang segera di di lakukan oleh Angel tanpa membantah.
Angel duduk tanah dengan kaki yang di silangkan lalu Ariel pun duduk di belakang Angel dengan posisi yang sama.
"Tahanlah, ini akan terasa sedikit panas." Ariel menempelkan ke dua telapak tangannya di punggung Angel dengan memejamkan mata.
Angel tahu Ariel sedang memberinya kekuatan oleh karena itu Angel pun ikut memejamkan matanya.
Awalnya rasa hangat yang menjalar dari punggung Angel terus merambat ke seluruh tubuh namun lama kelamaan rasa hangat itu berubah menjadi rasa panas seperti membakar punggung Angel.
Angel mengetatkan giginya menahan rasa panas, ia tidak bersuara sama sekali agar tetangganya tidak curiga padanya.
Rasanya sungguh panas, Angel pun merasa ia sudah tidak sanggup menahannya lagi. Untunglah Ariel telah selesai dan menarik kembali ke dua telapak tangannya.
"Panas?" Tanya Ariel yang masih duduk bersila di belakang Angel
Perlahan Angel membuka matanya, berbalik menghadap Ariel dan mengangguk. "Iya, ini sangat panas dan aku rasanya seperti terbakar." Jawab Angel jujur.
"Minumlah." Ariel menyodorkan botol kecil yang entah berisi cairan apa ke depan Angel yang segera di ambil Angel dan di minum isinya.
"Sekarang mulailah melakukan gerakan sit up lima puluh kali dan push up juga lima puluh kali." Perintah Ariel dengan entengnya.
Angel melebarkan bola matanya. "Apa kau gila? Aku tidak kuat melakukan semua itu."
"Kau bisa." Ucap Ariel dingin.
"Tidak bisa!" Angel tetap bersikeras.
"Kau bisa!!!" Kali ini Ariel sedikit menknggikan nada bicaranya.
"Sudah ku bilang aku tidak bisa!!!!!" Bahkan kini Angel hampir berteriak.
Ariel memejamkan matanya merasa kesal dengan gadis berisik di depannya ini. Kenapa ada gadis seperti ini yang terlahir ke dunia ini? Dan kenapa hanya gadis inilah yang mampu membantu Ariel dalam melakukan tugasnya.
Sial!!!
__ADS_1
Ariel memaki dalam hati karena harus menghadapi gadis yang sangat menjengkelkan ini.
Ariel membuka kembali matanya lalu menatap Angel dengan tajam. "Angel apa kau sudah lupa dengan perjanjian kita?"
Aura Ariel benar-benar mengintimidasi, membuat bulu kuduk Angel seketika berdiri. "I_iya a_aku ingat sekarang. Akan kulakukan semampuku." Ucap Angel dengan terbata kemudian ia berdiri mengambil posisi gerakan push up.
Dasar pria menjengkelkan, sudah tahu aku gadis yang lemah lembut dan gemulai, mana mungkin aku bisa melakukan yang ia perintahkan padaku. Uhhhh rasanya aku ingin sekali memukul kepalamu Ariel !!!
Ok aku akan bersabar karena kau tampan, yah karena kau tampan. Sekali lagi, karena kau tampan.
Angel memandang wajah Ariel dengan tatapan jengkel sebelum ia memulai push up.
1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 sampai di hitungan ke sepuluh Angel berhenti, ia menatap Ariel tak percaya jika ia bisa melakukan ini dengan mudah, sangat mudah bahkan.
"Ariel ini_"
"Lanjutkan." Perintah Ariel dengan dingin walaupun Ariel sebenarnya menyunggingkan sengum tipisnya tanpa Angel sadari.
Angel menahan mulutnya yang ingin bertanya kepada Ariel, bagaimana pria sakti dan dingin itu melakukannya.
Sampai di hitungan ke lima puluh Angel sama sekali tidak merasa lelah, ia bangkit berdiri dan kemudian mengambil posisi sit-up. Angel pun melakukan gerakan sit-up sampai lima puluh kali, dan lagi-lagi ia merasa tidak lelah bahkan merasa tenaganya masih banyak.
Angel sangat senang, bahkan saking senangnya ia tidak memperhatikan kakinya saat akan berdiri hingga ia tersandung kakinya sendiri dan jatuh kedepan.
Tidak sakit. Pikir Angel, kemudian ia membuka mata dan alangkah terkejutnya Angel saat tahu Ariel menopang tubuhnya agar tidak jatuh.
Kedua tangan Ariel memegang perut Angel yang rata sehingga kulit mereka bersentuhan, begitupun dengan Angel yang ternyata kedua tangannya memegangi leher Ariel.
Tatapan keduanya bertemu, mereka tenggelam dalam pesona mereka masing-masing.
Ariel merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, Ia tidak pernah dekat dengan gadis manapun kecuali Leona. Ariel memang menyukai Leona sejak kecil tapi tidak pernah merasakan jantungnya berdebar sehebat ini selama ia hidup. Mungkinkah Ariel sedang memiliki suatu penyakit? Ariel akan menanyakan hal ini nanti kepada Alice.
Angel pun dapat merasakan hembusan nafas Ariel yang hangat, Angel seolah tenggelam dalam netra coklat milik Ariel. Anehnya walaupun tangan Ariel kini berada di perutnya, itu sama sekali tidak membuat Angel risih malah membuat Angel nyaman berada sedekat ini dengan Ariel. Bukankah yang Angel sukai adalah Michael? Entahlah, hati Angel tiba-tiba bingung memikirkannya.
Entah siapa yang memulai namun kini wajah Ariel dan Angel semakin mendekat, bahkan Angel sudah menutup matanya. Tatapan Ariel pun tak lepas dari bibir Angel yang berwarna pink alami hingga ke dua bibir mereka mulai bersentuhan.
Klontang
Klontang
Baik Ariel maupun Angel langsung melebarkan bola mata mereka karena kaget, bahkan Angel segera berdiri tegak mencari sumber suara tersebut.
__ADS_1
"Dasar suami pemalas! Hobinya mabuk dan judi! Sana pergi cari uang!"
Klontang
Klontang
Tatapan Angel dan Ariel segera tertuju pada sumber suara tersebut yang tak lain adalah tetangga Angel yang jarak antara rumah Angel dengan tetangganya sekitar dua puluh meter. Mereka adalah sepasang suami istri yang hampir setiap hari bertengkar.
"E_eh itu tetanggaku memang hampir setiap hari seperti itu. Jadi jangan terkejut jika kau mendengar lagi suara-suara aneh seperti panci yang di banting atau suara piring pecah." Ucap Angel sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Angel sendiri kini memilih menunduk, enggan menatap Ariel karena merasa kikuk.
Sedangkan Ariel berusaha menahan debaran di dadanya dan kembali memasang wajah jutek dan dinginnya. "Bereskan kamar yang tidak terpakai itu. Aku pergi dulu ada urusan."
Sayap hitam di punggung Ariel muncul, mengepak dengan indah dan akan mengantarkan Ariel pergi kemanapun yang Ariel mau.
Baru saja kaki Ariel tidak menapak bumi, Angel panik dan buru-buru memeluk kaki Ariel yang sudah terangkat. "Ariel ini bahaya! Bahaya!!!"
"Apa lagi?" Ariel menatap ke bawah pada Angel yang memeluk kakinya.
"Turun! Cepat turun!" Perintah Angel.
Dengan terpaksa Ariel turun kembali hingga kakinya menapak bumi. "Ada apa?" Tanya Ariel dengan ketus.
"Jangan terbang ketika hari masih terang seperti ini, bagaimana jika ada orang yang melihatmu? kau akan menjadi viral dan di buru sayapmu oleh para kolektor." Angel terlihat sangat cemas, hal itu tergambar jelas di wajah cantiknya.
"Dasar bodoh." Ariel mendorong kepala Angel dengan jari telunjuknya. "Orang tak akan melihatku apa lagi sayapku jika aku tidak menghendakinya. Kau lupa siapa aku?"
Angel menggeleng. "Justru aku tidak tahu siapa kau, bukankah kau belum memberitahuku tentang siapa dirimu yag sebenarnya?"
Ariel menepuk dahinya, bisa-bisanya ada gadis seperti Angel. Dan tadi bisa-bisanya jantungnya berdebar dan mereka hampir......
Ah entahlah mungkin ada yang salah dengan jantung Ariel. Yang jelas kini Ariel harus pergi karena harus memastikan sesuatu.
"Ya sudah aku pergi dulu."
"Tunggu!" Angel kali ini menarik ujung kaos Ariel.
Ariel menghembuskan nafas kasar.
"Hati-hati, aku takut kau tertabrak pesawat di atas sana. Dan jangan pulang terlalu malam, aku akan memasak untuk makan malam kita."
Sebenarnya Ariel ingin kembali memarahi Angel karena kekhawatirannya yang tidak masuk akal takut Ariel tertabrak pesawat. Oh yang benar saja namun setelah mendengar Angel akan memasak untuk makan malam mereka membuat perasaan Ariel melunak.
__ADS_1
"Baiklah aku akan segera kembali." Ariel kembali terbang ke atas langit, dan Angel dapat melihat kecepatan Ariel terbang sungguh luar biasa.
"Pasti rasanya enak ya bisa terbang seperti burung, aku juga ingin merasakannya tapi Ariel kan galak." Angel berguman pelan menatap kepergian Ariel. Setelah Ariel tidak terlihat lagi di atas sana Angel masuk kembali ke dalam rumah untuk membereskan kamar yang tidak terpakai karena mulai malam ini Ariel akan menempati kamar tersebut.