
"Kau sudah datang?" Malvin melihat Ariel ketika ia baru masuk ke dalam ruangannya bersama sekertaris dan asisten pribadinya setelah rapat yang di gelar pagi ini.
"Apa kau sangat sibuk?" Tanya Ariel dengan wajah datarnya saat Malvin telah duduk di kursi kebesarannya.
Sebelum pertanyaan Ariel di jawab oleh Malvin, pria tersebut memerintahkan sekertarisnya untuk menyediakan minuman untuk Ariel dan dirinya sendiri.
"Yahhh aku memang sedikit sibuk, itu sudah biasa. Jika kau terjun ke dunia bisnis sepertiku kau akan memahaminya." Jawab Malvin yang terlihat ramah seperti biasanya.
Malvin melonggarkan dasinya yang terasa mencekik, setelah itu ia bertanya kepada Ariel. "Aku tahu kau mencariku ke sini karena ingin meminta bantuanku. Katakan saja apa yang kau mau pangeran."
Ariel mendengus. "Sudah ku katakan berapa kali padamu, jangan memanggilku seperti itu."
"Ok ok baiklah Ariel apa yang bisa ku bantu untukmu?"
Ariel meletakan ke dua siku tangannya di atas meja, menatap Malvin dengan sangat serius. "Aku ingin memiliki sebuah perusahaan, karena aku ingin merebut Callista Property dari tangan para pencuri dan ku kembalikan kepada pemilik yang sebenarnya."
"Callista Property? Apa maksudmu? Bukankah pemilik Callista Property adalah tuan Brandon?" Tanya Malvin terkejut.
Ariel mengangguk. "Itulah yang orang lain tahu. Aku tidak mau tahu kau harus membantuku untuk meerebut kembali Callista Property dari tangan Brandon."
Malvin semakin tidak mengerti namun ia tidak mau tinggal diam. "Joseph." Panggil Malvin kepada asisten pribadinya yang memang meja kerjanya satu ruangan dengan Malvin.
"Iya tuan." Joseph yang sedang mengerjakan tugas pekerjaannya seketika berdiri saat Malvin memanggilnya.
"Tolong selidiki Callista Property, perusahaan yang belum lama ini bekerjasama dengan perusahaan kita. Semuanya, dari latar belakangnya dan tentang Tuan Brandon."
Joseph mengangguk mantap. "Baik tuan."
"Dua jam lagi aku ingin laporan yang ku minta tersebut sudah ada di meja kerjaku." Pinta Malvin kepada asisten pribadinya yang tentu saja Joseph langsung bergerak saat itu juga.
Ariel yang melihat cara kerja Malvin pun menginginkan mempunyai orang kepercayaan seperti Joseph.
Setelah itu sekertaris Malvin kembali masuk ke dalam ruangan dengan membawa dua cangkir kopi.
Pandangan Malvin kembali terarah pada Ariel. "Tunggu dua jam lagi, semua data yang kau inginkan akan segera kau dapatkan."
Ariel mengangguk setuju. "Aku ingin mempelajari bagaimana mengelola sebuah perusahaan."
Mata Malvin menyipit melihat Ariel dengan tatapan meremehkan. "Memangnya kau punya uang?"
Ariel tersenyum sinis. "Memangnya emas sudah tidak berlaku lagi di dunia ini? Aku mempunyai beberapa gunungan emas jika kau merasa aku tidak punya uang."
Malvin sampai membuka mulutnya karena kaget saat mendengar yang di katakan oleh Ariel.
"Batu-batu berlian dan batu-batu yang lainnya aku mempunyai banyak jika emas memang sudah tidak berlaku lagi di dunia ini."
Malvin menggoyangkan kedua tangannya. "Tidak, bukan begitu. Semua barang yang kau sebutkan tadi tentu saja masih mahal harganya di sini."
Ariel mengedikkan bahu. "Baguslah kalau begitu, berarti aku bukan orang miskin kan?"
"Heemmm kau seorang milliyuner karena mempunyai gunungan emas yang tidak akan habis sampai tujuh turunan delapan tanjakan." Dengus Malvin lalu terkekeh.
"Untuk masalah perusahaan aku bisa meminta asisten pribadiku untuk bekerja padamu selama beberapa minggu mengajarimu tentang cara mengelola perusahaan."
Ariel mengangguk setuju. "Ok kita sepakat."
__ADS_1
"Silahkan di minum kopinya." Malvin mempersilahkan kepada Ariel. Baru saja Ariel akan menyentuh cangkirnya tiba-tiba gerakannya terhenti. Tentu saja hal itu menyita perhatian Malvin. "Ada apa?"
"Aku pergi dulu, aku merasakan ada beberapa makhluk kegelapan berada tidak jauh dari sini." Jawab Ariel lalu menoleh ke arah Joseph yang sedang serius dengan layar komputernya, lalu Ariel memutuskan untuk menggunakan teleportasi dan muncul di atap gedung perusahaan Malvin.
Malvin langsung tersentak kaget melihat Ariel yang tiba-tibaa menghilang dari hadapannya. "Dia benar-benar mengagetkanku, hampir saja aku jantungan." Malvin mengelus dadanya menenangkan detak jantungnya yang baru saja menggila.
Saat Ariel berada di atas gedung perusahaan Malvin, ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah. Arah timur, Ariel dapat merasakan beberapa makhluk kegelapan berada di sana.
Ariel menyamarkan tubuhnya agar orang lain tidak bisa melihat kehadirannya lalu ia terjun dari atas gedung tersebut.
Sayap hitam Ariel keluar dari balik punggung kokohnya, sayap hitam itu mengepak dengan indah dan melesat dengan sangat cepat.
Benar saja sekitar sepuluh kilo meter dari gedung perusahaan Malvin, Ariel dapat melihat seorang pemuda yang sedang berkelahi melawan sepuluh orang sekaligus. Pertarungan yang jelas tidak seimbang, di mana setengah dari kesepuluh orang yang mengeroyoknya telah di rasuki makhluk kegelapan sehingga menjadi lebih kuat.
Ariel melesat turun ke bawah dengan satu tangan menyentuh tanah, gelombang kekuatan dari tangan Ariel yang menyentuh tanah seketika membuat lima makhluk kegelapan yang bersembunyi di dalam tubuh manusia lagsung terlempar keluar.
"Aakkkhhh!!!!" Teriak ke lima makhluk kegelapan.
Dengan cepat Ariel mengeluarkan pedang hitam miliknya dan mengejar para makhluk kegelapan yang siap hendak melarikan diri.
Crassshhh
Sebetan pedang hitam Ariel mengenai dua punggung makhluk kegelapan, seketika darah hitam keluar dan tubuh mereka terbakar dengan sendirinya.
"Ampuni kami Jendral, kami menyesal. Kami akan menebus semua kesalahan kami." Ketiga makhluk kegelapan berlutut di hadapan Ariel dengan wajah memucat.
"Kalian kira aku sampai turun ke bumi karena ingin memberi pengampunan untuk kalian? Sayang sekali kalian telah keliru, aku kemari karena hendak mengambil nyawa kalian." Ariel maju menyerang ke tiga makhluk kegelapan dengan pedang di tangannya, ketiga makhluk kegelapan tersebut akhirnya bangkit karena tidak ingin mati sia-sia tanpa perlawanan, walaupun kecil kemungkinan mereka bisa menang melawan Jendral mereka.
Trangg
Trangg
Trangg
Duagghh
Kaki Ariel menendang perut salah satu musuhnya hingga jatuh terlentang, lalu Ariel melemparkan pedang hitamnya ke arah musuh tersebut.
Jlebbb
Pedang hitam menembus dada musuh Ariel tersebut dan membuatnya tewas seketika.
Duaghh
Duaghh
Ariel menangkis satu persatu tendangan dari dua musuhnya, bahkan tanpa menggunakan pedang pun dengan mudah Ariel menghindar dari sabetan pedang dari dua musuhnya.
"Victor!!!" Seru Ariel, lalu pedang hitam tersebut terbang dengan cepat ke arah Ariel.
Sreettt
Ariel kini telah menggenggam erat pedangnya, tanpa membutuhkan waktu lama Ariel telah berhasil menghabisi dua musuh terakhirnya.
Kelima musuh Ariel telah tewas dan telah terbakar habis, Ariel menoleh ke arah pemuda yang tadi sedang di keroyok. Nasibnya sungguh buruk karena pemuda tersebut tidak memiliki senjata sedangkan ke sepuluh musuhnya menggunakan tongkat bisbol sebagai senjata mereka. Walaupun pemuda tersebut cukup mahir ilmu bela diri namun tetap saja ia kewalahan menghadapi musuhnya.
__ADS_1
Akhirnya Ariel menampakkan dirinya dalam jarak yang cukup jauh lalu berlari menolong pemuda tersebut, bahkan Ariel mengeluarkan pistol dan beberapa peluru dari cincin dimensinya.
Dor
Dor
Dor
"AAAKKHH!!!! SIAL!!!"
"BANGSAT!!!"
Ariel menembaki kaki tiga orang yang menyerang pemuda di sana, semua orang kaget dan menghentikan serangan meteka kepada pemuda tersebut karena tiba-tiba datang orang asing yang menembaki kaki mereka.
Tujuh penjahat yang tersisa ingin melarikan diri menjauhi Ariel yang mengarahkan senjata kepada mereka.
Dor
Dor
Dor
Ariel menembaki sebelah kaki tujuh orang yang tersisa, sedangkan pemuda yang di keroyok tadi menatap Ariel dengan bingung namun masih tersirat rasa lega di wajah tampannya.
Maka yang terjadi saat ini adalah kesepuluh penjahat tersebut meringis kesakitan sambil memegangi kaki mereka yang tertembak.
"Menurutmu aku harus menghabisi mereka atau membiarkan mereka kembali kepada bos mereka dalam keadaan seperti itu?" Tanya Ariel sambil menatap ke arah pemuda yang terlihat hampir babak belur.
"Kau akan mendapatkan masalah jika sampai mereka mengadu kepada bos mereka. Jika kau mampu menghilangkan barang bukti lebih baik kau habisi mereka." Jawab pemuda tersebut dengan yakin.
Ariel diam sejenak memikirkan langkah apa yang akan ia ambil.
"Tolong lepaskan kami, kami tidak mengenalmu dan tidak akan mengganggumu. Kami janji." Kata salah satu dari kesepuluh penjahat yang telah di lumpuhkan Ariel.
"Aku tidak membutuhkan janjimu." Ucap Ariel dengan dingin dan aura mengimintidasi yang sangat kental.
Ariel kembali mengarahkan pistolnya kepada kesepuluh penjahat, mereka dengan panik berusaha kembali melarikan diri walau dengan langkah tertatih.
Dor
Dor
Dor
Ariel menembaki mereka semua tepat di organ vital mereka sehingga kesepuluh penjahat tersebut jatuh tergolek tak bernyawa.
Ariel mengarahkan tangannya kepada sepuluh mayat yang tergeletak di tanah lalu muncullah sinar seperti kilat kepada sepuluh mayat tersebut dan muncullah api yang membakar habis tubuh kesepuluh penjahat tersebut dalam waktu singkat menjadi abu.
Ariel hanya cukup melambaikan tangan lalu datanglah angin besar yang menerbangkan abu para penjahat tersebut ke udara.
Pemuda yang di tolong oleh Ariel tampak syok sampai jatuh terduduk menatap semua yang baru saja terjadi dengan tak percaya.
Ia yang awalnya merasa senang karena ada seseorang yang menolongnya kini berubah ketakutan dan cemas, takut nyawanya juga akan terancam karena pria yang baru saja menolongnya bukanlah manusia biasa.
Ariel berjalan mendekati pemuda yang ia tolong dengan wajah datar yang semakin membuat pemuda tersebut takut.
__ADS_1
"Si_siapa kau se_sebenarnya?" Tanya pemuda tersebut dengan terbata.
Ariel berjongkok persis di depan pemuda tersebut sambil mengulurkan tangan. "Perkenalkan, aku adalah Ariel Charles Theodor."