
Angel dan Ariel memilih bersembunyi di tempat yang sedikit gelap untuk menyamarkan keberadaan mereka di tempat yang sedikit tinggi sehingga mereka bisa mengawasi apa yang terjadi di bawah sana.
Baik Angel maupun Ariel sama-sama mengenakan pakaaian serba hitam, untunglah sebelum kemari tadi sore sewaktu di hotel Ariel memberikan pedang biru untuk Angel. Pedang yang sangat cantik bahkan mampu membuat Angel jatuh cinta hanya pada pedang tersebut pada pandangan pertama.
Ariel juga memberikan sebuah pistol untuk Angel simpan untuk pertahanan diri, karena nanti situasi di sana pasti akan kacau dan mengerikan. Mereka berdua akan menghadapi para musuh yang merupakan anggota gengster.
"Lima menit lagi transaksi obat-obatan terlarang itu akan berlangsung." Ariel memberitahukan kepada Angel yang berdiri di sampingnya.
Angel mengangguk dengan mantap. "Aku mengerti. Lalu kapan mereka akan melakukan perdagangan manusia?"
"Lima belas menit lagi saat kapalnya telah datang." Ariel menunjuk sebuah peti kemas berwarna merah. "Kau lihat di sana baby, di dalamnya para gadis akan di jual ke luar negri dan ada pula yang akan di ambil bagian organ tubuhnya."
Angel yang mendengar hal tersebut seketika bergidik ngeri namun merasakan marah yang luar biasa hingga ubun-ubun terhadap perbuatan tidak manusiawi seperti itu.
Para penjahat itu benar-benar sadis membuat Angel ingin sekali menebas leher mereka dengan pedang biru yang Angel genggam saat ini.
Namun tiba-tiba Ariel menggenggam tangan Angel yang memegang pedang. "Aku tahu kau sangat marah tapi kau harus bisa mengontrol emosimu agar pertarungan di menangkan oleh mu." Tatapan Ariel begitu lembut kepada Angel membuat hati Angel yang panas terbakar amarah kini mulai menghangat. "Baiklah aku akan menuruti kata-katamu sayang."
Ariel mendekap tubuh Angel dan mencium kening gadis tersebut. "Berhati-hatilah jangan sampai terluka, aku sudah memberikan kekuatan untukmu yang mana sekarang kekuatanmu meningkat."
"Terimakasih, aku akan berhati-hati."
Ariel melepaskan pelukannya di tubuh Angel, mengamati kembali di bawah sana yang sudah akan melakukan transaksi obat-obatan terlarang.
"Kita akan lihat pertunjukan yang akan aku berikan sebagai hadiah untuk mereka." Ucap Ariel dengan seringaian lebarnya.
Angel mengikuti arah pandang Ariel ke bawah sana, nampak dua orang menyeramkan berdiri paling depan sambil berhadapan. Di belakang dua orang yang terlihat seperti ketuanya, banyak anak buah mereka yang selalu siap menjaga ketua mereka dari serangan apapun yang tiba-tibaa terjadi.
Salah satunya adalah pria paruh baya berkumis tebal dan terlihat seperti ketua dari kelompok sebelah kiri mengangkat sebelah tangannya lalu dengan sigap anak buahnya yang berdiri di belakang dirinya membawa dua koper besar yang di letakkan diatas meja yang sebagai tempat pembatas antara kelompok kanan dengan kelompok kiri.
"Ini uangnya mana barangmu?" Tanya pria berkumis tebal kepada pria berkepala plontos yang berdiri paling depan terlihat seperti ketua dari kelokpok tersebut.
"Bawa kemari!" Perintah pria berkepala plontos kepada anak buah yang berdiri tepat di belakangnya.
"Siap boss!" Jawab sang anak buah lalu membawa koper berukuran sedang dan ikut meletakannya diatas meja.
__ADS_1
"Kita buka bersama." Ajak pria berkepala plontos kepada pria berkumis tebal.
"Aku setuju. Dalam hitungan ke tiga." Jawab pria berkumis tebal.
"Satu, dua....." Pria berkumis tabal dan pria berkepala plontos menghitung bersama. "Tiga!"
Klekk
Kedua koper di buka secara bersamaan. Pria berkepala plontos membelalakkan kedua matanya lebar.
"Bangsat!!! Kau membohongiku!" Seru pria berkepala plontos. Tanpa di perintah anak buahnya yang sedang membuka koper berisi barang-barang terlarang segera menutup kembali kopernya lalu berbalik dan berjalan kembali ketempat tadi ia berdiri yaitu di belakang bosnya.
"Apa maksudmu?" Teriak pria berkumis tebal tidak terima.
Dengan ketakutan dan tubuh gemetar, anak buah dari pria berkumis tebal menoleh kepada bosnya. "B_bos ko_koper kita kosong, uangnya hi_hilang."
Seperti tersambar petir pria berkumis tebal menoleh ke arah koper miliknya dan benar apa yang di katakan oleh anak buahnya jika koper miliknya telah kosong dan tidak tahu kemana pergi uang sebanyak itu dalam waktu singkat.
"Kemana uangku?" Tanya pria berkumis tebal dengan panik.
Pria berkumis tebal menggeleng kuat. "Tidak! Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku sudah menyiapkan uangnya bahkan aku sudah memeriksanya kembali sebelum turun dari mobil."
"Penipu! Kau fikir aku akan percaya dengan kata-katamu."
Pria berkumis tebal segera mengeluarkan senjata laras pendeknya dan mengarahkan kepada pria berkepala Plontos. "Aku tidak suka di bilang penipu bangsat!!!"
Srekkk
Dalam hitungan detik semua anak buah mereka sudah memegang senjata dan saling menodongkan senjata tersebut.
Saat situasi telah berubah menjadi tegang seperti itu, Ariel melompat ke bawah dengan menyamarkan tubuhnya hingga yang bisa melihatnya saat ini adalah Angel dan para makhluk kegelapan yang akan berhadapan dengannya.
Plakk
Seperti waktu itu, Ariel mendarat dengan sebelah telapak tangannya menyentuh tanah lalu terjadilah gelombang besar dari kekuatan Ariel membuat para makhluk kegelapan keluar dari tubuh manusia yang mereka tempati dan terjungkal begitu saja.
__ADS_1
Ariel berdiri dan mengangkat tangan ke atas lalu muncullah pedang hitam legam ditangan Ariel. "Sudah siap kalian menerima hukuman dariku?"
Wajah para makhluk kegelapan saat melihat keberadaan jenderal mereka pun menjadi pucat pasi.
"Jenderal!!!???"
Hanya senyum sinis yang diperlihatkan Ariel untuk para pengkhianat kaummya, aura membunuh dari Ariel terasa sangat menyesakkan para pengkhianat kaum kegelapan.
Sedangkan di sisi lain para manusia yang saling menodongkan senjata mereka terlihat sudah semakin tersulut emosi.
"Jika kau tidak ingin bertransaksi denganku jangan menghinaku dengan cara seperti ini!!!" Teriak pria berkepala plontos. "Jangan salahkan aku yang akan berperang melawanmu."
Pria berkumis tebal tertawa keras. "Seberapa pun kerasnya aku meyakinkanmu jika aku tadi benar-benar membawa uang kaau tetap tidak akan percaya. Atau jangan-jangan kaulah yang mencuri uangku?"
Pertanyaan dari pria berkumis tebal membuat emosi pria berkepala plontos memuncak.
Dor
Terdengar suara tembakan untuk pertama kali dari pria berkepala plontos yang segera mengeluarkan senjatanya dan menembakkan peluru dari pistolnya tersebut ke arah pria berkumis.
Namun ternyata pria berkumis tebal memakai pakaian anti peluru yang membuatnya selamat.
Dor
Dor
Dor
Suara tembakan terus menerus terdengar dari ke dua kelompok genster tersebut. Mereka berhamburan pergi tempat yang aman sambil saling adu tembak.
Banyak korban yang berjatuhan, Angel hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum sinis melihat akhir dari para penjahat yang terlihat miris.
Angel hanya ingin melihat siapa yang selamat dan ia yang akan membereskannya nanti. Sudut mata Angel melihat pria berkumis tebal tengah kabur dari sana dengan salah satu anak buahnya.
"Tidak akan ku biarkan kau lepas begitu saja." Dengan sekali lompatan Angel mendarat di tanah dengan mulus dan ia segera berlari mengejar para penjahat yang hendak kabur.
__ADS_1