Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
15. Gudang part. 3


__ADS_3

Bianca kembali berlari mendekati Angel untuk menyelamatkan Shandy, wajah Shandy sudah babak belur berlumuran darah. Bianca menarik baju belakang Angel hingga Angel melepaskan Shandy.


Namun Angel tak sebodoh itu, Angel melepaskan jaket hitamnya membuat tubuh Bianca jatuh terjerembab ke belakang.


"Akkhhh!!!" Pekik Bianca merasa sakit di area bokongnya.


Salsa dan Hilda segera menghampiri Angel dan bersimpuh di kaki Angel. "Ampuni kami Angel, tolong lepaskan kami Angel."


"Tidak bisa! Kalian pun harus menerima akibat dari perbuatan kalian kepadaku."


Angel berjongkok di depaan kedua gadis itu


Plakk


Plakk


Plakk


Plakk


.


.


*  *  *


"Ahhhh panas aahhh tolong dinginkan tubuhku." Pinta Gwen kepada sepuluh pria yang berada satu kerangkeng dengannya.


"Ha ha ha ha ha." Ketawa kelima pria yang di datangkan oleh Victor.


"Datanglah kepada kami cantik." Kata salah satu pria di dalam Kerangkeng tersebut.


Semua pria yang ada di sana bergantian melepaskan kain yang melekat ditubuh Gwen hingga tubuh Gwen polos tak memakai sehelai benang pun.


Daren, Carl dan tiga teman mereka yang lain pun ikut menjamah tubuh Gwen. Entah sudah berapa kali tubuh Gwen bergetar mengalami pelepasan.


Lima pria yang di datangkan oleh Victor merekalah yang pertama menikmati tubuh Gwen. Lalu kini giliran rombongan Daren, Carl dan tiga temannya yang akan menikmati tubuh Gwen.


Tubuh Gwen sudah lemas tak bertenaga dengan banyaknya cairan yang keluar dan merembes di sela-sela paha Gwen, bahkan bekas cairan kenikmatan pun ada di sekujur tubuh Gwen yang di semprotkan ke lima pria yang pertama kali menikmati tubuh Gwen.


Daren tidur terlentang di bawah tubuh Gwen dengan pusaka Daren yang menancap dan menggenjot titik inti tubuh Gwen, sementara Carl dari arah belakang Gwen memasukkan pusakanya lewat lubang belakang milik Gwen.


"Aaakkhhh!!!" Gwen berteriak kesakitan walaupun tadi kelima pria sebelumnya telah melakukan hal yang sama pada Gwen.


Tubuh Gwen hilang kesadaran, dan kini ia pingsan dengan tubuhnya yang masih di gagahi oleh kelima pria rombongan Daren dengan teman-temanya secara bergantian.


Dari kejauhan tampak Angel tengah menarik kaki Shandy dan Bianca di tangan kanan dan kiri Angel.


Srettt


Srettt


Srettt


Angel melemparkan tubuh Shandy dan Bianca di luar pintu sel kerangkeng.


Angel membuka pintu kerangkeng. "Bawa dua gadis ini masuk dan nikmati tubuh mereka sesuka kalian."


Kelima pria yang sedang beristirahat setelah menikmati tubuh Gwen langsung bangkit berdiri dan membawa tubuh Shandy dan  Bianca untuk mereka nikmati secara bersamaan.


Angel kembali menutup pintu sel kerangkeng, ia melangkah mundur secara perlahan sambil menatap nanar ke arah para pria yang sedang menggagahi tubuh Gwen, Shandy dan Bianca.


Terdengar suara jeritan dari mulut Shandy dan Bianca, suara jeritan yang sama yang di lakukan oleh Angel saat ia di jebak dan tubuhnya di jual oleh Gwen tanpa perasaan.


Angel banyak berfikir, apakah dirinya kini benar-benar jahat? Jika Angel tidak melakukan perlawanan bukankah dirinya yang akan dirugikan padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun, hanya karena rasa iri dan cemburu Gwen terhadap dirinya.

__ADS_1


Angel berbalik dan berjalan ke arah Salsa dan Hilda yang masih bersimpuh di lantai dengan tangisan ketakutan, Angel sebenarnya tahu jika Salsa dan Hilda tidak terlalu jahat hanya saja mereka terpengaruh pada Gwen dan Shandy.


"Angel aku mohon lepaskan kami." Salsa menangis terisak memohon kepada Angel.


Angel menghela nafas panjang. "Baiklah aku akan melepaskan kalian tapi dengan syarat kalian harus menyebarkan video panas Gwen, Shandy dan Bianca kepada seluruh siswa di sini,  tanpa melibatkan aku. Setelah itu kalian berdua pergi jauh dari sini jangan sampai aku melihat kalian lagi, jika tidak maka jangan salahkan aku jika menghajar kalian berdua.


"Baiklah akan kami lakukan." Jawab Salsa dan Hilda bersamaan.


Angel kembali ke sel kerangkeng dan melihat jika Daren dan teman-temannya sudah selesai menggarap tubuh Gwen yang kini tak sadarkan diri masih dengan tubuh polosnya. Banyak memar di tubub Gwen dan ada darah mengalir di area paha namun tentu saja itu bukan darah perawan milik Gwen, karena ini bukanlah yang pertama kali bagi Gwen.


Angel tersenyum miring dan memanggil Daren dan teman-temannya menyuruh mereka keluar dari sana dan memakai pakaian mereka kembali.


"Sekarang kami sudah bisa keluar dari sini kan?" Tanya Carl dengan penuh percaya diri.


Angel menyeringai lebar. "Melepaskan kalian? Tidak semudah itu, bukankah jika aku tidak melawan maka yang akan kalian gilir tentu saja aku bukannya Gwen. Baiklah karena aku sedang berbaik hati maka jika kalian bisa mengalahkan aku maka kalian bisa pergi dari sini."


"Sombong sekali kau Angel. Mulutmu sangat pedas jika berbicara membuatku merasa gemas dan ingin menggigitnya." ucap Daren dengan tangannya yang mengusap bibir bawahnya, menatap Angel dengan mesum.


"Cepatlah kemari, ini sudah malam aku harus segera pulang." Kata Angel yang sudah tak sabar.


Carl berjalan mendekat hingga berdiri tepat di depan Angel. "Aku tidak ingin melawan mu Angel, aku hanya ingin menikmati tubuhmu yang indah ini." Carl menatap Angel dari ujung rambut hingga ujung kaki Angel.


Daren pun ikut mendekat dan berdiri di sebelah Carl. "Kau kini hanya sendirian Angel, kau tidak akan bisa mengalahkan kami. Mana pria yang tadi bersamamu? Apakah dia sudah meninggalkanmu? Ha ha ha ha."


"What the ****!" Angel sudah sangat kesal dengan basa basi mereka.


Duaaagghh


Duaaagghh


Dua tangan Angel terangkat secara bersamaan memberikan pukulan untuk rahang Daren dan Carl.


"BANGS*T!!!!" teriak Daren yang tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang.


Carl pun menatap tajam pada Angel karena rahangnha yang di pukul Angel terasa sangat sakit. "****!!! Bagaimana bisa gadis sepertimu menjadi kuat seperti ini?"


Angel maju selangkah agar lebih dekat dengan Daren lalu ia mengangkat kakinya dengan di tekut hingga lutut keras Angel mengenai alat pusaka Daren dengan kuat.


Duaagghh


"AAAKKKHHHH!!!! " Daren segera melepaskan tangannya yang memegang pergelangan tangan Angel lalu Daren membungkuk memegangi pusakanya sambil mengaduh kesakitan.


Mendapat kesempatan bagus Angel  menendang wajah Daren dengan kakinya dengan kuat.


Duaagghh


Tubuh Daren jatuh tersungkur. Semua laki-laki yang ada di sana menatap ngeri pada Angel sambil memegangi pusaka mereka masing-masing.


Carl merangsek maju menyerang Angel, kini ia tidak akan sungkan untuk memukul gadis cantik yang ada di depannya ini karena Angel ternyata bukan gadis lemah seperti yang selama ini terlihat.


"Ayo kita semua serang Angel bersama-sama agar dia kalah dan bertekuk lutut di kaki kita." Ajak Carl kepada tiga temannya yang lain.


"Ayo!!! " Jawab mereka semua dengan kompak.


Mereka berempat maju menyerang Angel, ternyata bagi Angel mengalahkan mereka berempat tidak terlalu sulit karena Carl dan teman-temannya tidak bisa ilmu bela diri, mereka hanya bertarung dengaan asal-asalan. Asal bisa memukul dan menendang lawan mereka.


Angel berhasil menumbangkan Carl dan satu lagi pria yang Angel tidak ketahui namanya.


Krakkk


Angel mematahkan tangan Carl setelah sebelumnya Angel juga menghajar alat pusaka milik Carl dan satu temannya itu.


Setelah Carl dan satu temannya itu sudah jatuh tak berdaya, Angel mengincar dua pria lagi yang tersisa, mereka berdua ketakutan dan mencoba untuk kabur dari sana.


Angel berlari secepat mungkin lalu melompat dan mengunci leher salah satu pria tersebut dengan kakinya dan membantingnya ke lantai. Angel segera berdiri dan menginjak pusaka pria itu hingga pria tersebut menjerit kesakitan.

__ADS_1


Tanpa ampun lagi, Angel mangangkat satu kaki pria itu lalu menginjaknya.


Krakkk


Bunyi dari kaki pria tersebut yang berhasil di patahkan oleh Angel. Empat pria sudah berhasil Angel atasi tinggal satu pria lagi yang ternyata bersembunyi saat Angel sedang bertarung tadi.


Duaagghh


"Aakkhh ****!!!" Pekik seorang pria yang keluar dari persembunyiannya karena punggungmya di tendang oleh seseorang.


Angel menoleh pada arah sumber suara lalu berlari mendekatinya.


"Kau tidak malu bisa di kalahkan oleh seorang wanita? Padahal kalian tadi sampai mengeroyoknya. Cih menjijikkan. " Ariel menatap remeh pada pria yang sekarang melihat ke arahnya dengan ketakutan.


"Kau menemukannya, terimakasih." Angel menepuk bahu Ariel lalu Angel berjalan dan berdiri di depan Ariel.


Ariel menatap lekuk tubuh Angel yang berdiri di depannya. Ariel memejamkan matanya sambil menghembuskan nafas panjang, apakah Angel sengaja menggodaku. 


"Kau mencoba kabur dariku?" Tanya Angel berkacak pinggang di depan pria yang tersisa satu lagi.


"Angel aku mohon lepaskan aku." Pria itu bersimpuh di lantai.


Angel tersenyum sinis. "Saat itu pun aku mencoba untuk meminta ampun pada kalian namun kalian malah menghajar tubuhku dan menggagahiku tanpa ampun, dan sekarang kau minta maaf?"


Pria tersebut terlihat bingung dengan yang di katakan oleh Angel. "Aku sama sekali tidak mengerti dengan yang kau katakan Angel."


"Aku tidak ingin kau mengerti, aku hanya ingin kau merasakan sakitnya."


Duaagghh


Angel menendang kepala satu-satunya pria yang tersisa. Pria tersebut tidak akan begitu saja menerima serangan dari Angel, ia pun berusaha memukul dan menendang Angel walaupun tidak ada satu serangannya pun yang berhasil karena Angel selalu dapat menangkisnya dengan mudah.


"AAAKKHH!!!" Jerit pria tersebut saat Angel menendang pusakanya.


Ariel memegangi Brontosaurus miliknya dengan perasaan campur aduk, ia menggelengkan kepala melihat tindakan Angel. Kini ia menjadi takut membuat gadis itu marah.


Duaagghh.


Angel memukul wajah pria itu berkali-kali hingga hidung pria tersebut patah.


Angel tersenyum lega dapat menumbangkan semua orang yang menjadi penyebab kematiannya, kecuali Salsa dan Hilda. Karena ke dua gadis itu sebenarnya tidak terlalu jahat dan hanya sekedar ikut-ikutan.


Angel mendekati Salsa dan Hilda yang sedang mengotak atik ponsel mereka. "Kalian sudah selesai mengerjakan apa yang ku suruh?"


"Su-sudah Angel. " Jawab Hilda dan Salsa dengan ketakutan.


"Bagus. Kemarikan ponselku."


Hilda memberikan ponsel milik Angel dengan tangan gemetar.


Angel mengecek ponselnya dan bisa ia lihat rekaman panas Gwen, Shandy dan Bianca yang sudah di edit sebaik mungkin oleh Salsa dan Hilda hingga tidak menampakkan sedikit pun sosok Angel di dalam rekaman tersebut. Rekaman tersebut di kirimkan ke ponsel milik Salsa dann Hilda lalu di sebarkan oleh Salsa dan Hilda di sosial media dan grup-grup obrolan para mahasiswa di kampus mereka.


"Kerja bagus." Angel kini menatap lekat pada Salsa dan Hilda. "Jangan lagi kalian berteman dengan gadis seperti Gwen, Shandy dan Bianca karena hanya bisa menyakiti gadis lain. Jika kalian tidak ingin di sakiti maka jangan pernah kalian usik hidup orang lain. Mengerti???"


"I_iya kami tidak akan berteman dengan sembarang  orang lagi." Jawab Salsa.


"Dan ka_kami juga akan pergi sejauh mungkin." kini Hilda yang mengatakannya.


"Pergilah. Sebelum aku berubah pikiran."


Salsa dan Hilda segera pergi dengan berlari secepat mungkin yang ia bisa karena takut dengan ancaman Angel.


Ariel berjalan mendekat ke arah Angel. "Kita pulang?"


Angel menggeleng dan menatap sedih ke arah Ariel dengan mata berkaca-kaca. "Hatiku lelah Riel." Satu air mata lolos dari sudut mata Angel.

__ADS_1


Ariel merengkuh Angel ke dalam pelukannya membuat Angel menangis terisak. "Sudahlah, semua sudah berakhir. Ayo kita pergi dari sini."


__ADS_2