Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
18. Belajar Dansa


__ADS_3

Hari-hari berlalu masih dengan dinginnya sikap Ariel, Angel merasa tidak betah jika berada di rumah namun jika tidak melihat Ariel walaupun hanya sebentar ada rasa rindu yang dengan lancangnya masuk ke dalam hati Angel.


Angel masih membuatkan makanan untuk Ariel jika ia sedang memasak walaupun kini ke duanya tidak pernah lagi makan bersama seperti waktu itu.


Ini akhir pekan dan Angel sedang libur kuliah, ia teringat kemarin sebelum pulang sekolah Mia mengatakan kepadanya jika pesta ulang tahunnya akan diadakan lomba dansa dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah spesial. Dan pesta ulang tahun Mia kali ini mengusung tema topeng, jadi semua para tamu yang hadir akan memakai topeng namun jika tidak memakai pun tidak masalah.


Angel merasa pusing karena ia tidak bisa berdansa, dan tentunya ia tidak ingin Michael mengetahuinya karena Angel akan merasa malu.


Angel menyalakan televisi yang ia sambungkan dengan ponselnya untuk memutar video tutorial berdansa dan ia akan mengikutinya sambil melihat televisi.


Gerakan Angel benar-benar sangat kaku, Angel memeluk udara kosong seolah ia sedang memeluk partner dansanya namun selalu saja gagal karena Angel sering menginjak kakinya sendiri.


"Aaakkhhh!!!" Angel mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Angel memutuskan untuk mengambil air minum namun tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan Ariel yang sedang bersandar di depan pintu kamarnya melihat ke arah Angel.


Angel tetap mengambil air minum tanpa berniat menyapa Ariel.


Angel kembali ke ruang tengah untuk melanjutkan latihannya kembali karena hari masih pagi jadi Angel masih punya banyak waktu untuk berlatih sampai nanti malam.


Ariel berjalan menuju ruang tengah dan duduk di sofa sambil menonton video tutorial yang sedang di putar oleh Angel.


"Kau sedang berlatih dansa?" Tanya Ariel yang menoleh ke arah Angel.


"Kau bisa melihatnya sendiri." Jawab Angel ketus masih melanjutkan berlatihnya.


"Mau ku bantu?"


"Aku tidak yakin kau bisa." Jawab Angel meremehkan.


Ariel bangkit dari duduknya menghampiri Angel, lalu menarik satu tangan Angel dengan sangat cepat hingga tubuh Angel menabrak dada bidang Ariel.


"Lepas!" Pekik Angel.


"Aku akan mengajarimu cara berdansa." Ucap Ariel dengan lembut.


Dalam sekejap Angel terpana dengan kelembutan Ariel hingga membuat Angel tanpa sadar mengangguk. Ariel membimbing tangan Angel di letakkan di lengannya sedangkan satu tangan Angel yang bebas di genggam oleh Ariel.


Ariel memimpin dansa dengan menekuk siku kanan di bawah ketiak kiri Angel. Ariel menyelipkan siku kanan di bawah ketiak Angel untuk mendekatkan posisi. Oleh karena Ariel yang akan memimpin dansa, ia meletakkan tangan kanan dengan lembut di belikat kiri Angel sehingga Ariel bisa memandunya tanpa kesan memaksa.


"Kau ikuti aba-abaku, langkahkan kakimu bergerak sesuai instriksiku. Kau mengerti?"


Angel mengangguk. "Ya, aku mengerti."


"Kiri, kiri, kanan."


"Ah maaf aku menginjak kakimu." Ucap Angel dengan penuh penyesalan.


Ariel tersenyum simpul. "Tidak apa-app, ayo kita lanjutkan."


"Kiri kiri kanan kanan berputar." Ariel kembali memberi arahan kepada Angel, walaupun gerakan Angel masih sangat kaku namun setidaknya Angel sudah paham ke mana ia harus bergerak.


"Kita coba sekali lagi." Kata Ariel yang sudah mengajari Angel hampir dua jam dan kaki Ariel sudah berkali-kali di injak oleh Angel. "Setelah itu kita istirahan dulu."


Angel mengangguk penuh semangat. "Baiklah, sekali lagi. Setelah itu aku akan membuat makan siang untuk kita."


Ariel sempat terpaku memandangi senyum Angel, ia lupa kapan terakhir Angel tersenyum padanya. Sepertinya ketika sarapan mereka yang berantakan waktu itu, setelah itu Angel juga mengacuhkan Ariel bahkan tidak pernah tersenyum lagi kepada Ariel.


Dan Ariel merindukan senyum manis Angel.


"Arielllll ayo." Kali ini Angel yang mengulurkan tangannya terlebih dahulu untuk mengajak Ariel berdansa.

__ADS_1


"Ok." Ariel menerima uluran tangan Angel, lalu mereka kembali berdansa.


.


.


*  *  *


Angel memasak sambil berceloteh ria, ia terlihat seperti ponsel yang tidak pernah kehabisan daya. Ariel duduk di salah satu kursi yang ada di dapur sambil sesekali menanggapi apa yang di katakan oleh Angel.


Mendadak suasana di dalam rumah kembali hidup dan ceria, suasana yang sangat di rindukan baik oleh Ariel maupun Angel.


"Coba cicipi ini?" Angel membuat spagethi dan tempura dan dia ingin Ariel mencicipi hasil masakannya.


"Aaaaakkkkkk." Perintah Angel kepada Ariel untuk membuka matanya.


Ariel menurut, ia membuka mulutnya lalu Angel memasukkan satu tempura udang ke dalam mulut Ariel.


"Bagaimana?" Tanya Angel penasaran.


"Gurih dan renyah, enak sekali." Jawab Ariel tanpa berbohong.


"Lalu yang ini?" Angel menyendokkan spagethi dan menyuapkannya untuk Ariel.


Ariel mengunyah seraya manggut-manggut. "Masakanmu tidak pernah mengecewakan.


Angel tersenyun lebar. " Ayo kita makan. Bantu aku membawa semua ini Ariel."


Mereka makan sambil berbincang, kadang-kadang Ariel sampai tertawa karena ekspresi wajah Angel yang sangat menggemaskan.


Setelah selesai makan siang, Angel mengajak Ariel pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli gaun dan topeng untuk ia kenakan.


Mata Ariel tertuju pada gaun hitam polos yang elegan.


"Bagaimana dengan yang ini?" Tunjuk Ariel pada gaun hitam yang mencuri perhatiannya.


Angel yang tengah meemilih gaun seketima menolehkan kepalanya dan melihat gaun di tunjuk oleh Ariel. "Bagus, aku suka. Aku akan membeli yang itu."


"Tidak." Tahan Ariel. "Biarkan aku yang membelikannya untukmu."


Lalu Ariel menyuruh Angel untuk mencobanya terlebih dahulu. Dan memang benar gaaun hitam itu terlihat sangat cantik saat di pakai oleh Angel.


"Cantik." Satu kata dari bibir Ariel yang mampu meluluhkan hati Angel.


Angel tersipu malu, ia segera melepaskan gaun hitam tersebut lalu ke kasir bersama Ariel yang telah berjanji untuk membelikan gaun tersebut.


Setelah mereka selesai membeli gaun, mereka pun pergi ke toko aksesoris untuk membeli topeng. Di sana pun Ariel lah yang memilihkan topeng yang akan di pakai Angel untuk acara pesta malam ini.


"Ayo kita pulang?" Ajak Angel kepada Ariel.


Ariel meraih beberapa paper bag dari tangan Angel. "Kau yakin tidak ada yang tertinggal lagi untuk kau  beli."


Angel berfikir sejenak lalu kemudian ia menggeleng. "Sepertinya tidak ada. Lagi pula kau harus mengajarkanku lagi tentang berdansa di rumah nanti."


"Baiklah ayo kita pulang."


Angel memasukkan paper bag ke dalam ransel miliknya, untung saja belanjaannya sedikit jadi muat jika di masukkan ke dalam ransel.


"Pegangan yang kuat, aku akan ngebut karena langit terlihat mendung." Ariel menarik tangan Angel untuk memeluk perutnya.

__ADS_1


Angel hanya tersenyum di balik punggung Ariel, tadi saat berangkat ke pusat perbelanjaan Angel memang tidak mau pegangan dengan Ariel karena itu akan menyebabkan jantungnya tiba-tiba tidak sehat.


Ariel tidak berbicara omong kosong tentang dirinya yang akan mengebut, pria itu benar-benar melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar sebelum hujan mereka telah sampai di rumah.


Angel menghirup dalam-dalam wangi citrus yang menguar dari tubuh dan jaket yang di pakai Ariel. Angel sangat menyukai aroma ini hingga ia semakin mengeratkan pelukannya di perut Ariel.


Hujan rintik mulai membasahi bumi, Aroma tanah basah menguar di udara. Orang-orang yang berlalu lalang terlihat semakin mempercepat gerakan mereka sebelum hujan bertambah deras.


"Apa kau kedinginan?!!!" Teriak Ariel di tengah gerimis yang melanda.


"Tidak!!!" Angel menjawab dengan berteriak. Bagaimana ia bisa merasa dingin jika hatinya saja mulai menghangat saat ia berpegangan pada Ariel namun alih-alih berpegangan sebenarnya bagi Angel ia tengah memeluk Ariel dari belakang.


Ckiiiittt


Angel dan Ariel telah sampai di rumah Ariel segera memasukkan motor ke dalam garasi.


"Pergilah berganti pakaian, pakaianmu sedikit basah." Perintah Ariel pada Angel.


"Baiklah aku akan segera mengganti pakaianku tapi nanti kau ajari aku berdansa lagi ya agar semakin lancar." Bujuk Angel pada Ariel yang langsung membuat Ariel mengikuti kemauan Angel.


Cklek


Angel keluar dari dalam kamar dan terlihat Ariel tengah mengotak atik ponsel milik Angel untuk di sambungkan kembali dengan layar televisi.


"Ini kan lagu....."


"Senorita." Sambung Ariel. "Kemarilah jika kau ingin aku mengajarimu. "


"Tentu dengan senang hati. "


.


.


*  *  *


"Apakah aku sudah cantik?" Tanya Angel setelah keluar dari kamarnya.


"Kau selalu cantik." Puji Ariel dengan senyuman yang membuat Angel bersalto.


"Aku akan mengantarmu."


Senyum Angel dan wajah bahagianya perlahan memudar. "Aku akan di jemput oleh Michael dan dia adalah pasangan pestaku, maaf Ariel."


Senyum menawan Ariel seketika menghilang kini yang ada hanyalah senyum terpaksa yang ada di bibir Ariel.


"Tidak apa-apa."


Tin


Tin


"Sepertinya Michael sudah menjemputmu." Ucap Ariel dengan canggung.


Angel menunduk sebentar merasakan atmosfer di ruangan yang telah berubah kembali menjadi dingin dan Angel tidak suka.


Angel mengangkat wajahnya  menatap intens ke arah Ariel. "Aku pergi sekarang, dan terimakasih untuk hari ini."


Angel segera berbalik dan melangkah untuk keluar dari rumah. Ariel melihat kepergian Angel dengan tangan terkepal erat.

__ADS_1


__ADS_2