
Sore harinya Angel, Ariel, Mia dan Malvin terbang kembali ke kota mereka. Liburan singkat kali ini sungguh berkesan bagi mereka berempat.
Angel melambaikan tangan pada Mia karena mereka harus berpisah sebab Ariel telah mendapatkan taxi untuk mereka, sedangkan Mia ikut Malvin yang telah di jemput oleh sopir pribadi Malvin.
"Hah rasanya lelah sekali." Angel menghempaskan bokong sintalnya di sofa ruang tv.
Ariel menarik kaki Angel yang terjulur ke lantai lalu Ariel letakkan di atas pangkuannya. "Bagaimana? Apakah sudah lebih nyaman?" Tanya Ariel dengan kedua tangannya memijit kaki Angel.
"Terimakasih sayang, ini benar-benar lebih baik rasanya." Sebelah tangan Angel mengusap rahang Ariel yang di tumbuhi bulu-bulu halus.
"Aku sudah memesan makanan via online, kau tidak perlu memasak untuk makan malam kita karena kau sudah lelah." Ariel meletakkan kembali kaki Angel di lantai. "Aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi." Ariel berdiri hendak ke kamar mandi yang ada di kamar Angel namun tiba-tiba Angel ikut berdiri dan loncat ke punggung Ariel.
"Hei baby, kau membuatku kaget." Ariel menoleh ke belakang dan mendapati Angel tengah terkikik, lalu Ariel meletakkan tangannya di bawah bokong Angel untuk menahan berat beban gadis tersebut.
Angel meemiringkan kepalanya dan bersandar di punggung Ariel. "Terimakasih sayang karena kau selalu perhatian padaku, kau sungguh manis."
"Benarkah?"
Angel mengangguk di balik punggung Ariel. "Tentu, aku sangat mencintaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu baby."
Angel dan Ariel kini keduanya telah sampai di kamar mandi yang ada di kamar Angel. Ariel mendudukam Angel di atas closet lalu Ariel pergi menyiapkan air hangat dan handuk untuk Angel.
Angel benar-benar terharu karena Ariel memperlakukan dirinya layaknya seorang ratu. Setelah orang tua Angel meninggal, baru kali ini Angel merasakan kebahagiaan karena di beri limpahan perhatian dan kasih sayang.
"Airnya sudah si_" Ariel memberitahu Angel bahwa airnya telah siap, namun saat Ariel menoleh ia melihat Angel yang telah menanggalkan pakaiannya dan kini Angel hanya mengenakan bra merah renda serta g-string dengan warna senada.
Glek
Ariel sampai tidak bisa melanjutkan kalimatnya dan ia menelan ludah kasar.
"Kenapa kau melihatku seperti itu suamiku? Tidakkah kau ingin ikut bergabung mandi bersamaku?"
Ariel berdiri dan menghampiri Angel, Ariel sedikit membungkukkan tubuhnya agar tingginya dengan Angel setara lalu Ariel mengangkat dagu Angel dengan jari telunjuknya. "Kau sedang memberiku kode istriku? Apa kau tidak lelah jika kita melakukannya sekarang?"
Angel menggeleng sambil tersenyum menggoda, bahkan kini tangan Angel menyusuri dada bidang Ariel yang tertutup di balik kaos yang Ariel kenakan. "Kapanpun kau menginginkannya aku siap suamiku."
__ADS_1
Ariel memajukan wajahnya hendak mencium bibir Angel namun gerakannya terhenti saat mendengar bel pintu berbunyi.
Ting tong
Ting tong
Ariel dan Angel sama-sama terkekeh, Ariel kembali menegakkan tubuhnya. "Itu pasti pengantar makanan, aku akan membuka pintu dahulu dan kau harus makan terlebih dahulu nanti."
Ariel keluar dari kamar mandi dan membuka pintu depan, memang benar pengantar makanan yang Ariel pesanlah yang datang.
"Terimakasih." Ucap Ariel setelah menerima makanan di tangannya dan memberikan uang kepada kurir makanan.
Ariel bergegas menuju meja makan untuk meletakkan makanan di sana namun ternyata Angel telah duduk manis di kursi makan dengan mengunakan kaos putih Over size yang dapat menembus warna bra dan G-string yang Angel kenakan.
"Akan kuambilkan piring dan sendok terlebih dahulu." Angel bangkit namun Ariel segera mencegahnya.
"Duduklah biar aku saja. Kau tidak jadi mandi?"
Angel menggeleng. "Nanti saja setelah makan dan mengisi tenaga, karena nanti sepertinya proses mandi kita membutuhkan waktu lama." Angel tersenyum penuh arti sambil menatap dalam netra coklat Ariel.
"Kau memang harus mempunyai tenaga yang banyak baby." Ariel bangkit dari duduknya menuju dapur untuk mengambil peralatan makan.
.
.
Flashback
Di restaurant tepi pantai di pagi hari.
"Jawablah dengan jujur bagaimana kau bisa mengetahui tentang bangsa kegelapan dan bangsa Iblis?" Tanya Ariel sambil menatap lekat Malvin.
Malvin menganggukkan kepalanya. "Baiklah akan ku katakan yang sebenarnya."
Malvin menjeda kalimatnya sejenak dengan menghirup napas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan. "Aku tahu siapa kau dan Angel melalui tangan kalian."
"Maksudmu?" Ariel merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh Malvin.
__ADS_1
Malvin meletakkan kedua siku tangannya di atas meja. "Biasanya aku mampu melihat jati diri seseorang ketika memegang tangannya. Dan kebetulan itu berlaku padamu dan Angel, namun sebelum ini perlu kau tahu aku sudah pernah membaca beberapa buku kuno tentang bangsa kegelapan, Iblis dan Elf."
"Kuakui kau benar-benar manusia yang luar biasa."
Malvin menepuk dada dengan rasa bangga. "Terimakasih untuk pujian dari anda pangeran."
Mereka berdua tertawa bersama, hal yang sangat sulit Ariel lakukan dikehidupannya saat berada di alam kegelapan. Malvin seperti seorang teman lama bagi Ariel padahal mereka baru saja bertemu beberapa menit yang lalu.
"Apa yang kalian tertawakan?" Angel duduk di kursi yang ia tempati tadi, dari kejauhan Angel merasa sedikit aneh melihat Ariel bisa dekat dengan Malvin dan tertawa bersama mengingat Ariel yang dingin dan datar layaknya balok es.
Ariel dan Malvin hanya mengangkat bahu acuh sebagai jawaban membuat Angel semakin penasaran, namun saat Angel akan kembali bertanya pelayan restauran datang membawa makanan pesanan mereka.
Mata Mia terlihat berbinar saat melihat berbagai makanan di atas meja, bahkan dirinyalah yang paling banyak memesan makanan.
Mereka berempat sarapan bersama dengan situasi yang telah akrab padahal Angel pikir mereka berempat akan mengalami kecanggungan namun ternyata tidak.
"Kita sebaiknya segera berenang di pantai." Ujar Mia saat acara sarapan mereka telah selesai.
"Aku juga sudah ingin sekali berenang." Sahut Angel.
Namun Ariel tiba-tiba berdiri dari duduknya. "Tunggu di sini sebentar." Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi Ariel segera keluar dari restaurant tersebut.
Beberapa menit kemudian Ariel kembali dengan membawa seikat bunga dari beberapa jenis bunga, langkah Ariel terlihat mantap dan banyak gadis yang melirik ke arah Ariel mencuri pandang berharap Ariel sedikit melirik ke arah mereka.
Ariel menekuk satu kakinya di lantai tepat di hadapan Angel. Tentu saja Angel merasa luar biasa kaget.
"Marry me?" Tanya Ariel di hadapan Angel sambil dengan bunga dan sebuah cincin berlian di tangannya yang Ariel berikan kepada Angel.
Mulut Angel terbuka lebar bahkan ia sampai menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.
Suasana di dalam restaurant tiba-tiba heboh karena ada pria tampan yang berlutut melamar seorang gadis di tempat umum. Orang-orang yang ada disana terpekik kaget namun banyak juga yang bersorak meminta Angel menerima lamaran dari pria yang kini tengah berlutut dihadapan Angel termasuk Mia dan Malvin.
Angel tidak mendengar suara riuh sorak sorai yang di tujukan orang-orang yang ada di sana untuk dirinya, Angel hanya fokus menarap wajah Ariel yang sama sekali tidak terlihat sedang bercanda, Ariel sangat serius dengan ucapannya.
Mata Angel memanas dan mengeluarkan cairan bening, Angel segera bangkit dari duduknya dan memeluk Ariel erat sambil terisak.
"Yess I will." Jawab Angel di sela isak tangisnya.
__ADS_1
Ariel tersenyum lega dan membalas pelukan dari Angel dengan mata berkaca-kaca. "Terimakasih baby, aku sangat mencintaimu." Bisik Ariel di telinga Angel